Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN KASUS

I.

IDENTITAS PASIEN
Nama

: Tn. T

Umur

: 50 tahun

Tanggal masuk RS

: 14 September 2011

Tanggal keluar RS

: -

No. Rekam Medik

: 230989

Ruangan

II.

: RSUD. Labuang Baji

ANAMNESIS
Tipe anamnesis

: Autoanamnesis

Keluhan utama

: Nyeri perut kanan atas

Anamnesa terpimpin

Dialami sejak kurang lebih 4 bulan yang lalu sebelum masuk rumah sakit, nyeri dirasakan
terus menerus tembus ke belakang. Bila nyeri datang OSI sangat kesakitan hingga
menghindari sentuhan pada daerah perut. Nyeri dirasa berkurang pada posisi duduk
membungkuk dengan posisi tangan memegang daerah yang nyeri. Demam ada dirasakan
sejak 1 minggu yang lalu dan disertai dengan mengigil. Nyeri ulu hati ada ,mual ada, muntah
ada, frek 2x isi sisa makanan dan cairan. Batuk tidak ada, sesak tidak ada, nyeri dada tidak
ada, nafsu makan menurun, berat badan menurun 5 kg dalam 2 bulan terakhir.
BAK

: Lancar, warna kuning

BAB

: biasa, warna kekuningan, Riwayat Diare 1 minggu yang lalu dialami sekitar 4
hari,frekuensi 4x/ hari
riwayat BAB hitam(+) sejak 1 bulan yang lalu,frekuensi 1x dengan konsistensi
encer

RPS

10

Ada riwayat minum alkohol kurang lebih 10 tahun yang lalu, 2


liter per hari

Riwayat merokok ada, 1 bungkus / hari (10 batang)


Riwayat penyakit kuning tidak ada

Riwayat sakit maag sejak 3 bulan yang lalu

Riwayat DM tidak ada


Riwayat Hipertensi tidak ada
Riwayat penyakit jantung tidak ada
Riwayat pemakaian obat-obatan penghilang rasa sakit/obat
rematik/jamu tidak ada

III.

STATUS PRESENT
Sakit sedang / Gizi Kurang / Sadar
BB : 39 kg,
Tanda vital

TB : 150 cm,
: T

IMT : 17,33 kg/m2

= 120/80 mmHg

= 108 x/menit

= 24 x/menit

= 38,5oC

Pemeriksaan Fisis

Kepala
: Anemis (+), ikterus (-), Sianosis (-)
Leher : Massa tumor (-) ; Nyeri tekan (-) ; deviasi trakhea (-) ; pembesaran
kelenjar getah bening (-), DVS = R -2 cmH2O.
Thorax
:
Inspeksi

: Simetris kiri = kanan

Palpasi

: Massa tumor (-), Nyeri tekan (-), Vocal fremitus kiri = kanan

Perkusi

: - Sonor, kiri = kanan


- BPH ICS VI kanan depan
- BPB kiri V.Th XI
- BPB kanan V.Th X
Auskultasi : BP = Vesikuler
BT = Ronkhi -/- , Wheezing -/ Jantung:
Inspeksi

: Ictus cordis tidak tampak


11

Palpasi
Perkusi
Auskultasi
Abdomen
Inspeksi
Auskultasi
Palpasi

: Ictus cordis tidak teraba


: Pekak, batas jantung kesan normal.
: Bunyi jantung I/II Murni, Reguler, Bising (-)
: datar , ikut gerak napas
: Peristaltik (+) kesan normal
: Massa tumor(-), nyeri tekan(+) pada regio hipokondrium dextra,
Hepar teraba 4 jari

IV.

BAC, konsistensi kenyal, tepi tumpul,

Perkusi

permukaan rata, Lien tidak teraba


: Tympani (+), Ascites (-)

Ekstremitas

: Udem -/-

Lain-lain : -

PEMERIKSAAN PENUNJANG

( 14/09/2011 )
Hasil Laboratorium:
-

WBC:24,86.103/L
RBC: 2,88.106/L
HgB: 8,4 /L
HCT: 24,2 %
MCV: 84,0 fL
MCH: 29,2 pg
MCHC: 34,7 gr/dl
PLT: 225.103/L
Neut:20,40.103(81,9%)
Lympo:2,35.103 (9.5)
Mono: 1,63. 103 (6.6)
Eos: 0,44. 103 ( 1.8)
Baso:0,04.103( 0,2)
GDS:86
Protein Total: 6,0
Ureum: 36
Albumin : 2,1
Kreatinin : 1,1
Globulin :3,2
GOT : 29
HCV : negatif

12

GPT : 13
USG abdomen
Hasil :
Hepar : ukuran hepar membesar tampak lesi heterogen, hipoechoik, homogen, batas
tegas, irreguler, = 12,9 cm X 10,8 cm, lobus dextra,
GB / Pankreas : Sulit dinilai
Kedua Ren / VU tidak tampak kelainan
Kesan : Hepatomegali dengan tanda-tanda abses hepar (lobus dextra)

15/ 09/ 2011


Hasil laboratorium

WBC
RBC
HgB
HCT
MCV
MCH
MCHC
PLT
Neut
Lympo
Mono
Eos
Baso
LED jam I
Jam II
Bilirubin Tot
Bilirubin Direct
ALP
Gamma GT
CT/BT
PT
APTT

: 48,23. 103/L
: 2,53.106/L
: 7,2 /L
: 21,7 %
: 85,8 fL
: 28,5 pg
: 33,2 gr/dl
: 213.103/L
: 43.41. 103 (90 %)
: 2,40. 103 (5,0)
: 2,03. 103 (4.2)
: 0,34. 103 ( 0.7)
: 0,05. 103 ( 0,1)
: 134 mm
: 145
: 2,07
: 1,38
: 543
: 204
: 6,00/ 4,00
: 16,0 kontrol 12,7
: 33,2 kontrol 25,7

Hasil CT scan
Hepar : Tampak membesar , outline licin. Tampak lesi hipodens (13,8) di lobus
kanan, bulat, batas tegas, dinding tebal hiperdens. Ukuran lesi

13

14,33 X 10,72 X 12 cm vasculatur dan intrahepatik bile duct stone


tidak dilatasi, tidak tampak intrahepatic bile duct stone.
Kesan : hepatomegali dengan abses hepar lobus kanan

16/09/2011
Hasil laboratorium
WBC
: 48,53. 103/L
RBC
: 2,63.106/L
HgB
: 7,6 /L
HCT
: 22,7 %
MCV
: 86,3 fL
MCH
: 28,9 pg
MCHC
: 33,5 gr/dl
PLT
: 195.103/L
Neut
: 43.98. 103 (90 %)
Lympo
: 1,91. 103 (5,0)
Mono
: 2,11. 103 (4.3)
Eos
: 0,49. 103 ( 1.0)
Baso
: 0,04. 103 ( 0,1)

HbsAg

: Negatif (-)

Fe

: 12

Gamma GT

: 188

Natrium

: 133

Kalium

: 3,9

Klorida

: 106

Hasil ADT

: normositik normokrom dengan tanda hemolitik, leukositosis disertai


tanda-tanda infeksi

Analisa Faeses:
Makroskopis : Faeses Lembek
Mikroskopis : Telur cacing tidak ditemukan, negative (-), Amoeba, Negative (-)

19/09/2011
Hasil laboratorium
WBC
: 19,38. 103/L
RBC
: 3,61.106/L
HgB
: 10.4 /L
HCT
: 31,4 %

14

MCV
MCH
MCHC
PLT
Neut
Lympo
Mono
Eos
Baso

: 87,0 fL
: 28,8 pg
: 33,2 gr/dl
: 195.103/L
: 15,38. 103 (79%)
: 2,00. 103 (10 )
: 1,24. 103 (6,4)
: 0,71. 103 ( 3,7)
: 0,04. 103 ( 0,1)

21/09/2011
Hasil laboratorium
WBC
: 6,83. 103/L
RBC
: 3,77.106/L
HgB
: 11.1 /L
HCT
: 34,9 %
MCV
: 92,6 fL
MCH
: 29,4 pg
MCHC
: 31,2 gr/dl
PLT
: 276.103/L
Neut
: 2,70. 103 (39,5%)
Lympo
: 2,69. 103 (39,4)
Mono
: 0,81. 103 (11,9)
Eos
: 0,71. 103 ( 3,7)
Baso
: 0,07. 103 ( 1,0)
GOT
: 49
GPT
: 17
Albumin
: 3,0

V.

DIAGNOSIS
Abses Hepar

VI.

DIAGNOSIS BANDING
Colesistitis
Colelithiasis
Cirrosis hepatis

VII.

PENATALAKSANAAN AWAL

IVFD Asering : Dextrose 5 % 28 tetes / menit

15

VIII.

Metronidazole 1 gr/8 jam/ iv


Ranitidin inj/ 8 jam/ iv
Paracetamol 500 mg 3x1 tab

FOLLOW UP
Tanggal
14 September
2011
T : 110/70
N :86
P :24
S : 38,8
Hasil
laboratorium
WBC:24,86.103/L
RBC: 2,88.106/L
HgB: 8,4 /L
HCT: 24,2 %
MCV: 84,0 fL
MCH: 29,2 pg
MCHC: 34,7 gr/dl
PLT: 225.103/L
Neut:20,40.103(81,9%)
Lympo:2,35.103 (9.5)
Mono: 1,63. 103 (6.6)
Eos: 0,44. 103 ( 1.8)
Baso:0,04.103( 0,2)
GDS:86
Protein Total: 6,0
Ureum: 36
Albumin : 2,1
Kreatinin : 1,1
Globulin :3,2
GOT : 29
HCV : negatif

Perjalanan Penyakit
S : nyeri perut kanan atas (+),Mual
(+), Muntah (-), nyeri ulu hati (+),
Demam (+), menggigil(+), nafsu
makan berkurang,
BAB/BAK : Biasa
O : SS/GK/CM
. Conjungtiva: anemis (+),

Instruksi Dokter
R/ :
IVFD Asering : D 5% (1: 1) 28
tpm
Cefotaxim 1 gr/12 jam/ IV
Metronidazole 0,5 gr/8 jam
drips
Ranitidin 1 amp/8 j/ IV
Paracetamol 500 mg 3x1

Ikteurs (+)
. vesikuler, Rh : -/- , Wh : -/. BJ I/II Murni, Reguler

Anjuran Pemeriksaan:
CT- Scan abdomen

Abdomen :
. Datar, Ikut gerak Napas
Nyeri tekan (+) pada perut kanan
. hepar teraba 4 jari BAC ,
permukaan rata tepi tumpul.
. Lien, tidak teraba
Extremitas : Edema -/A : Abses Hepar
Anemia pro evaluasi

GPT : 13
Hasil USG:
abses hepar

16

Perawatan
Hari 2
15 September
2011
T:
110/60
N :92
P :24
S : 37,5

KU: Lemah

R/ :

S : nyeri perut kanan atas (+),Mual

. IVFD Asering : dextrose 5%


(1:1) 28 tpm

(+), Muntah (-), nyeri ulu hati (+),


Demam (-), menggigil(-), nafsu
makan berkurang,

BAB/BAK :

Biasa
O : SS/GK/CM
. Conjungtiva, anemis (+),Ikterus (+)

WBC:48,23.103/
RBC:2,53.106/L
HgB : 7,2 /L
HCT: 21,7 %
MCV: 85,8 fL
MCH: 28,5 pg
MCHC:33,2 gr/dl
PLT: 213.103/L
Neut:43.41.103(90%)
Lympo:2,40.103(5,0)
Mono:2,03.103 (4.2)
Eos: 0,34. 103 ( 0.7)
Baso:0,05.103 ( 0,1)

LED jam I: 134


mm
Jam II: 145
Bilirubin Tot : 2,07
BilirubinDirect:1,38
ALP : 543
Gamma GT : 204
CT/BT:6,00/4,00
PT: 16,0kontrol 12,7

. vesikuler, Rh : -/- , Wh : -/-

. Cefotaxim 1 gr/ 12 jam/ iv (2)


. Metronidazole 0,5gr/8 jam/drips (3)
. Ranitidin 1 amp/8 j/ IV
.
Paracetamol 500 mg 3x1 (KP)
. rencana pemberian albumin
. konsul bedah digestif

. BJ I/II Murni, Reguler

Anjuran pemeriksaan :

Abdomen :

Bilirubin total/direct, gamma


GT, ALP, PT/APTT, AFP, HbsAg,
elektrolit, CT scan Abdomen

. Datar, Ikut gerak Napas


Nyeri tekan (+) pada perut kanan
. hepar teraba 4 jari BAC ,
permukaan rata tepi tumpul.
. Lien, tidak teraba
Extremitas : Edema -/A : abses hepar
Anemia pro evaluasi

APTT:33,2

17

kontrol 25,7

Perawatan
Hari 3
16
September
2011
T:
100/60
N :84
P :24
S : 37,3
Hasil
laboratorium
WBC: 48,53. 103/L
RBC: 2,63.106/L
HB: 7,6 /L
HCT: 22,7 %
MCV: 86,3 fL
MCH: 28,9 pg
MCHC: 33,5 gr/dl
PLT: 195.103/L
Neut: 43.98. 103 (90)
Lympo:1,91.103 (5,0)
Mono: 2,11. 103 (4.3)
Eos: 0,49. 103 ( 1.0)
Baso: 0,04. 103 ( 0,1)

HbsAg : Negatif

KU: Lemah

R/ :

S : nyeri perut kanan atas (+),Mual

. IVFD Asering : D 5% (1: 1) 28


tpm

(-), Muntah (-), nyeri ulu hati (+),


Demam(-)

menggigil(-),

nafsu

makan baik , BAB/BAK belum/


lancar
O : SS/GK/CM

. Cefotaxim 1 gr/ 12 jam/ iv (3)


. Metronidazole 0,5gr/8 jam/drips (4)
. Ranitidin 1 amp/8 j/ IV (KP)
. Paracetamol 3x1 tab (KP)

. Conjungtiva, anemis (+),Ikterus (+)

Anjuran :

. vesikuler,Rh : -/- , Wh : -/-

Rencana Transfusi PRC 1 bag

. BJ I/II Murni, Reguler


Abdomen :
. Datar, Ikut gerak Napas
Nyeri tekan (+) pada perut kanan
. hepar teraba 4 jari BAC ,
permukaan rata tepi tumpul,
. Lien, tidak teraba
Extremitas : Edema -/A : abses hepar
Anemia normositik normokrom

Fe : 12
Gamma GT : 188
Hasil ADT :
normositik
normokrom

18

dengan

tanda

hemolitik,
leukositosis
disertai

tanda-

tanda infeksi

Perawatan Hari 4
17 -September
2011
T : 110/60
N :88
P :24
S : 37

KU: baik

R/ :

S : nyeri perut kanan atas (+),Mual

. IVFD Asering : D 5% (1: 1) 28


tpm

(-), Muntah (-), nyeri ulu hati (-),


Demam(-)

menggigil(-),

nafsu

makan baik , BAB/BAK : Biasa


O : SS/GK/CM
.anemis (+),Ikterus (+)
. vesikuler, Rh : -/- ,Wh : -/. BJ I/II Murni, Reguler
Abdomen :

. Cefotaxim 1 gr/ 12 jam/ IV

(4)

. Metronidazole 0,5gr/8 jam/drips (5)


. Ranitidin 1 amp/8 j/ IV
. Paracetamol 3x1 tab (KP)
Anjuran pemeriksaan:
Elektrolit, Gamma GT, AFP

. Datar, Ikut gerak Napas


Nyeri tekan (+) pada perut kanan
. hepar teraba 4 jari BAC ,
permukaan rata tepi tumpul
. Lien, tidak teraba
Extremitas : Edema -/A : abses hepar
Anemi pro evaluasi

Perawatan Hari 6
18 September
2011
T : 100/50
N :84
P :24

KU: lemah
S : nyeri perut kanan atas (+),Mual
(-), Muntah (-), nyeri ulu hati (-),
Demam(-) menggigil(+) tadi subuh,
nafsu makan baik,
BAB/BAK :
Biasa

R/ :
IVFD Asering : dextrose 5%
(1:1) 28 tpm
. Cefotaxim 1 gr/ 12 jam/ iv (6)
. Metronidazole 0,5gr/8 jam/drips (7)

19

S : 36,8

O : SS/GK/CM
. Conjungtiva: anemis (+),Ikterus (-)

. Paracetamol 3x1 tab (KP)

. vesikuler, Rh : -/- , Wh : -/. BJ I/II Murni, Reguler


Abdomen :
. Datar, Ikut gerak Napas
Nyeri tekan (+) pada perut kanan
. hepar teraba 4 jari BAC ,
permukaan rata ,tepi tumpul.
. Lien, tidak teraba
Extremitas : Edema -/A : abses hepar
Anemia normositik normokrom
Perawatan
Hari 7
19 September
2011
T : 100/70
N :80
P :24
S : 36,6
Hasil
laboratorium
Darah rutin
kontrol
3

WBC: 19,38. 10 /L
RBC: 3,61.106/L
HgB: 10.4 /L
HCT: 31,4 %
MCV: 87,0 fL
MCH: 28,8 pg
MCHC: 33,2 gr/dl
PLT: 195.103/L
Neut:15,38.103(79%)
Lympo:2,00.103 (10)
Mono: 1,24. 103 (6,4)
Eos: 0,71. 103 ( 3,7)
Baso: 0,04. 103 ( 0,1)

KU: Lemah
S : nyeri perut kanan atas
berkurang,Mual (-), Muntah (-),
nyeri ulu hati (-), Demam(-)
menggigil(-),
nafsu
makan
berkurang, BAB: belum hari
ini,BAK : Biasa
O : SS/GK/CM

R/ :

. anemis (+), Ikteurs (-)

Anjuran pemeriksaan:

. vesikuler, Rh : -/- , Wh : -/-

Darah Rutin Kontrol

. IVFD Asering : D 5% (1: 1) 28


tpm
. Cefotaxim 1 gr/ 12 jam/ iv (7)
. Metronidazole 0,5gr/8 jam/drips (8)
. Paracetamol 3x1 tab (KP)

. BJ I/II Murni, Reguler


Abdomen :
. Datar, Ikut gerak Napas
Nyeri tekan (+) pada perut kanan
. hepar teraba 4 jari BAC ,
permukaan rata tepi tumpul.
. Lien, tidak teraba
Extremitas : Edema -/A : abses hepar

20

Perawatan Hari 9
21 September
2011
T : 100/60
N :80
P :24
S : 36,6

KU: Lemah
S : nyeri perut kanan atas
berkurang ,Mual (-), Muntah (-),
nyeri ulu hati (-), Demam(-)
menggigil(-), nafsu makan baik,
BAB: belum hari ini,BAK : Biasa
O : SS/GK/CM

R/ :
. IVFD Asering : D 5% (1: 1) 28
tpm
. Cefotaxim 1 gr/ 12 jam/ iv (9)
. Metronidazole 0,5gr/8 jam/drips (10)
. paracetamol 3x1 tab (KP)

. anemis (+), Ikteurs (-)


. vesikuler, Rh : -/- , Wh : -/. BJ I/II Murni, Reguler
Abdomen :
. Datar, Ikut gerak Napas
Nyeri tekan (+) pada perut kanan
. hepar teraba 4 jari BAC ,
permukaan rata, tepi tumpul.
. Lien, tidak teraba
Extremitas : Edema -/-

Perawatan Hari 11
23 September
2011
T : 110/70
N :80
P :22
S : 36,5

A : Abses hepar e.c piogenik


KU: Lemah
S : nyeri perut kanan atas berkurang
,Mual (-), Muntah (-), nyeri ulu hati
(-), Demam(-) , nafsu makan baik,
BAB: biasa ,BAK : lancar
O : SS/GK/CM
. anemis (+), Ikteurs (-)

R/ :
. IVFD Asering : D 5% (1: 1) 28
tpm
. Cefotaxim 1 gr/ 12 jam/ iv (11)
. Metronidazole 0,5gr/8 jam/drips (12)
. Paracetamol 3x1 tab (KP)

. vesikuler, Rh : -/- , Wh : -/. BJ I/II Murni, Reguler


Abdomen :
. Datar, Ikut gerak Napas

21

Nyeri tekan (+) pada perut kanan


. hepar teraba 4 jari BAC ,
permukaan rata tepi tumpul,
. Lien, tidak teraba
Extremitas : Edema -/Perawatan Hari 13
25 September
2011
T : 12/70
N :88
P :24
S : 37

A : .Abses hepar
KU: Lemah
S : nyeri perut kanan atas
berkurang ,Mual (-), Muntah (-),
nyeri ulu hati (-), Demam(-),
berkurang nafsu makan baik, BAB:
biasa ,BAK : lancar
O : SS/GK/CM

R/ :
. IVFD Asering : D 5% (1: 1) 28
tpm
. Cefotaxim 1 gr/ 12 jam/ iv (13)
. Metronidazole 0,5gr/8 jam/drips (14)
. Paracetamol 3x1 tab (KP)

. anemis (-), Ikterus (-)


. vesikuler, Rh : -/- . Wh : -/-

Kontrol albumin

. BJ I/II Murni, Reguler


Abdomen :
. Datar, Ikut gerak Napas
Nyeri tekan (+) pada perut kanan
. hepar teraba 4 jari BAC ,
permukaan rata,tepi tumpul.
. Lien, tidak teraba
Extremitas : Edema -/A : . abses hepar
Perawatan Hari 15
27 September
2011
T : 110/80
N :74
P :22
S : 36,7

R/ :

KU: Baik
S

nyeri

perut

kanan

atas

berkurang ,Mual (-), Muntah (-),


nyeri ulu hati (-), Demam(-), nafsu
makan baik, BAB: biasa ,BAK :
lancar

. IVFD Asering : D 5% (1: 1) 28


tpm
. Cefotaxim 1 gr/ 12 jam/ iv

(14)

. Metronidazole 0,5gr/8 jam/drips (15)

O : SR/GK/CM
.anemis (-), Ikteurs (-)

Rencana operasi drainage oleh

22

. vesikuler, Rh : -/- ,Wh : -/. BJ I/II Murni, Reguler

bedah digestive
(29-9-11)

Abdomen :
. Datar, Ikut gerak Napas
Nyeri tekan (-)
. hepar teraba 4 jari BAC ,
permukaan rata tepi tumpul,
. Lien, tidak teraba
Extremitas : Edema -/A : . abses hepar

RESUME
Seorang laki-laki berumur 50 tahun datang dengan nyeri perut kanan atas, yang
sudah dialami sejak 4 bulan yang lalu sebelum MRS. dan memberat 1 minggu
terakhir, nyeri dirasakan hilang timbul , rasa seperti ditusuk-tusuk dan tembus ke
belakang. Bila nyeri datang OSI sangat kesakitan hingga menghindari sentuhan pada
daerah perut. Nyeri dirasa berkurang pada posisi duduk membungkuk dengan tangan
memegang daerah yang nyeri. Nyeri ulu hati(+), mual(+),muntah (+) frek 2 x berisi
sisa makanan, Demam (+) dirasakan sejak 1 minggu yang lalu dan disertai dengan
menggigil. Nafsu makan berkurang, penurunan berat badan 5 kg dalam sebulan
terakhir
BAB : belum BAB sejak 1 hari yang lalu,riwayat BAB hitam(+) 1 bulan yang lalu
frek 1x, konsistensi encer,
BAK : lancar, warna kuning.
Riwayat Penyakit Sebelumnya
Riwayat minum alkohol lebih 10 tahun yang lalu, rata-rata 2 L per hari, riwayat
merokok ada, 1 bungkus/ hari, tidak ada riwayat penyakit kuning, riwayat nyeri ulu
hati sejak 3 bulan yang lalu.

23

Pada pemeriksaan fisis didapat gambaran umum:


Pasien sakit sedang/gizi cukup/sadar. Tanda vital, TD : 120/80 mmHg, nadi
108x/menit, pernapasan : 24x/menit, dan suhu : 38,5oC. Pada palpasi abdomen,
didapatkan ada nyeri tekan di regio hypocondrium kanan dan epigastrium. Hepar
teraba 4 jari di bawah arcus costa(konsistensi kenyal, permukaan rata dan tepi
tumpul). Peristaltik kesan normal.
Hasil laboratorium didapatkan leukositosis, trombositosis, penurunan albumin,
peningkatan Alkali fosfatase, pemanjangan LED , pemanjangan waktu protombin.
Dan pemeriksaan penunjang USG abdomen dan CT scan Abdomen, diperoleh hasil Abses
Hati.

24

DISKUSI
Pasien tersebut di diagnosa sebagai penyakit abses hepar karena berdasarkan
hasil anamnesis ditemukan adanya nyeri perut kanan atas, yang akan terasa membaik
pada posisi duduk membungkuk, adanya riwayat demam selama 1 minggu yang
disertai menggigil, nafsu makan menurun, dan penurunan berat badan.
Pada pemeriksaan fisis, didapatkan tanda untuk mendukung diagnosis yang
mengarah ke abses hati. Yang ditandai dengan : hepatomegali dan ada nyeri tekan, dimana
hepar teraba 4 jari di bawah arcus costae, nyeri tekan di regio hypocondrium kanan, dengan
konsistensi kenyal, permukaan rata dan tepi tumpul.
Dari hasil pemeriksaan Laboratorium yang diperoleh, dapat diarahkan ke diagnosis
abses hati piogenik, karena

didapatkan Leukositosis yang sangat tinggi,

peningkatan

alkalifosfatase, peningkatan LED ,waktu protombin yang memanjang serta penurunan kadar
albumin, dan hal ini menunjukan bahwa terdapat kegagalan fungsi hati yang disebabkan oleh
abses hepar piogenik.

Dari hasil USG Adomen hati, sudah dapat di diagnosis pasti dengan Abses Hati.
ukuran hepar membesar tampak lesi heterogen, hipoechoik, homogen, batas tegas,
irreguler, = 12,9 cm X 10,8 cm, lobus dextra, Sedangkan pada pemeriksaan CT
scan abdomen didapatkan Tampak membesar , outline licin. Tampak lesi hipodens

25

(13,8) di lobus kanan, bulat, batas tegas, dinding tebal hiperdens. Ukuran lesi 14,33
X 10,72 X 12 cm vasculatur dan intrahepatik bile duct stone tidak dilatasi, tidak
tampak intrahepatic bile duct stone.
Untuk mendiagnosa pasti pasien ini apakah termasuk abses hepar amoebik
atau piogenik maka perlu dilakukan kultur hasil aspirasi cairan hepar atau biopsi
abses hepar agar dapat menemukan kuman penyebab infeksi.
Pengobatan pada pasien ini yaitu pemberian asering banding dextrose.
Pemberian dextrose pada pasien ini karena kadar gula darah yang rendah serta terjadi
penurunan nafsu makan. Pemberian antibiotik pada pasien ini diberikan Ceftazidime
( cefalosporin generasi ke III) 1 gr / 12 jam / iv yang berspektrum luas terhadap
bakteri gram (+), metronidazole 0,5 gr/8 jam/iv dapat terus diberikan karena selain
untuk infeksi entamoeba histolytica dapat juga untuk infeksi bakteri-bekteri anaerob.
Ranitidin 1 amp/8 j/IV diberikan karena adanya riwayat nyeri ulu hati yang lama,
menkonsumsi obat rematik selama beberapa bulan,serta adanya riwayat BAB hitam
1 bulan yang lalu. Paracetamol 3x1 (k/p)diberikan dengan indikasi sebagai
antipiretik yang aman bila terdapat peningkatan kadar SGOT/SGPT atau gangguan
fungsi hepar.
Selain itu pada pasien ini akan dilakukan drainase perkunaneus abses intra
abdominal dengan tuntunan abdomen ultrasound atau tomografi komputer, komplikasi yang
bisa terjadi adalah perdarahan, perforasi organ intra abdominal, infeksi, ataupun terjadi
kesalahan dalam penempatan kateter untuk drainase.

26

DAFTAR PUSTAKA

Tendean Nelly. Abses Hepar Piogenik. In: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I,
eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Jakarta: Pusat Penerbitan
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI; 2006.p.460-1.

Abdurachman S. Abses Hati. In : Sulaiman A,Daldyono,eds. Gastroenterologi


Hepatologi. Jakarta: Sagung Seto: 1990. P.401-403

3
4

Price sylvia. Buku Ajar Patofisiologi. Jakarta: EGC; 2007.


Hadi S. Amebiasis Hati. Gastroenterologi. Bandung. PT. Alumni.2002. Hal

402 -420, 668-682.


Siska,dr, ABSES HATI AMUBA. [online] 2007. [cited 20 Agustus 2011].

Available from : URL : http://ilmubedah.htm


Dougdale David, PYOGENIK LIVER ABSCESS [online] 2011. [cited 20
Agustus2011].Available:http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/00
0261.htm

Rasad S, Radiologi Diagnostik, Edisi II. Jakarta: Pusat Penerbitan

27

Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI; 2006.p. 469.


8

Nickloes A Tood, PYOGENIC HEPATIC ABCESSES, [online] 2011. [cited

24 Agustus 2011]. Available from : URL : http://www.medscape.com


Nassi Iswan. ABSES HEPAR. [online] 2007. [cited 24 Agustus 2011].
Available from : URL : http:/UNAIR---surabaya-Indonesia.htm

28