Anda di halaman 1dari 58
POKOK-POKOK PERUBAHAN POKOK-POKOK PERUBAHAN PERMENDAGRI PERMENDAGRI TENTANG PENGELOLAAN TENTANG PENGELOLAAN BARANG
POKOK-POKOK PERUBAHAN
POKOK-POKOK PERUBAHAN
PERMENDAGRI
PERMENDAGRI
TENTANG PENGELOLAAN
TENTANG PENGELOLAAN
BARANG MILIK DAERAH
BARANG MILIK DAERAH
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Penyempurnaan Siklus Pengelolaan BMD Permendagri
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Penyempurnaan Siklus Pengelolaan
BMD
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
Ruang lingkup pengelolaan BMD
meliputi:
Ruang lingkup pengelolaan BMD
meliputi:
a.
Perencanaan Kebutuhan dan
Penganggaran;
a.
b.
Pengadaan;
Perencanaan Kebutuhan dan
penganggaran;
c.
Penerimaan, penyimpanan dan
penyalluran;
b.
pengadaan;
d.
Penggunaan;
c.
Penggunaan;
e.
Penatausahaan;
d.
Pemanfaatan;
f.
Pemanfaatan ;
e.
Pengamanan dan pemeliharaan;
g.
Pengamanan dan Pemeliharaan;
f.
Penilaian;
h.
Penilaian;
g.
Pemindahtanganan;
i.
Penghapusan;
h.
Pemusnahan;
j.
Pemindahtanganan;
k.
Pembinaan, Pengawasan dan
Pengendalian;
i.
Penghapusan;
j.
Penatausahaan; dan
l.
Pembiayaan; dan
k.
m.
Tuntutan ganti .
Pembinaan, pengawasan dan
pengendalian.

STUKTUR PEJABAT PENGELOLAAN BMD

Gubernur/Bupati/Walikotra Pemegang Kekuasaan Barang Milik Daerah Sekretaris Daerah Pengelola Barang ` Kepala
Gubernur/Bupati/Walikotra
Pemegang Kekuasaan Barang Milik Daerah
Sekretaris Daerah
Pengelola Barang
`
Kepala Perangkat
pala Perangkat Daera
Kepala Perangkat Daerah
epala Perangkat Daera
Daerah
Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja
Pengguna Barang/Pejabat
Pengguna Barang
Pengguna Barang
Pengguna Barang
Pengguna Barang
Penatausahaan Pengelola Barang
Pejabat Penatausahaan
Pejabat Penatausahaan
Pejabat Penatausahaan
Pejabat Penatausahaan
Pengguna Barang*)
Pengguna Barang*)
Pengguna Barang*)
Pengguna Barang*)
Pengurus Barang Pengguna
Pengurus Barang Pengguna
Pengurus Barang Pengguna
Pengurus Barang Pengguna
Pengurus Barang Pengelola
Kuasa Pengguna Barang
Pembantu Pengurus Barang
Kuasa Pengguna Barang
Pembantu Pengurus Barang
Pengurus Barang Pembantu
Pengurus Barang Pembantu
Ket :
: dibentuk berdasarkan pertimbangan besaran beban kerja Perangkat Daerah
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Struktur Pejabat Pengelolaan BMD 1 Permendagri
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Struktur Pejabat Pengelolaan BMD
1
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
Kewenangan
dan Tanggung
Jawab
Pejabat
Kewenangan dan
Tanggung Jawab
Pejabat
Pemegang
Gubernur/Bupati/
Gubernur/Bupati/W
Kekuasaan
Walikota
Pengelolaan
Pemegang
Kekuasaan
Pengelolaan BMD
alikota
BMD
Pengelola
Sekretaris Daerah
Pengelola Barang
Sekretaris Daerah
Barang
Pengguna
Pengguna Barang
Barang
Kepala Perangkat
Daerah
Kepala Perangkat
Daerah
Pembantu
Pengelola
Barang
Kepala Biro/Bag.
Perlengkapan/Um
umum/Unit
pengelola Barang
Pejabat
Penatausahaan
Barang Pengelola
Kepala Perangkat
Daerah Pengelola
Aset Daerah
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Struktur Pejabat Pengelolaan BMD 2 Permendagri
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Struktur Pejabat Pengelolaan BMD
2
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
Kewenangan
dan Tanggung
Jawab
Pejabat
Kewenangan dan
Tanggung Jawab
Pejabat
Tidak ada
Tidak ada
Pejabat
Penatausahaan
Pengguna Brg
Kepala Sub Bagian
Umum
Tidak ada
Tidak ada
Pengurus Barang
Pengelola
Kepala Bidang
Aset/Kepala Biro
Umum/ Kepala
Bagian Umum
Pengurus
staf
Pengurus Barang
Fungsional
Barang
/Penyimpan
Barang
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Permendagri 17/2007 Draf Permendagri Revisian •
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
Perencanaan kebutuhan
BMD meliputi perencanaan
kebutuhan pengadaan dan
perencanaan kebutuhan
pemeliharaan BMD
• Perencanaan Kebutuhan
BMD meliputi perencanaan
Pengadaan, Pemeliharaan,
Pemanfaatan,
Pemindahtanganan, dan
Penghapusan BMD
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Perluasan Lingkup Perencanaan Permendagri 17/2007
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Perluasan Lingkup Perencanaan
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
• Tidak ada
Perencanaan
pengadaan
dibuat
dengan
mempertimbangkan
pengadaan barang melalui
mekanisme pembelian,
Pinjam Pakai, Sewa, sewa beli
(leasing), atau mekanisme
lainnya yang lebih efektif dan
efisien sesuai kebutuhan
penyelenggaraan
pemerintahan Daerah.
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Pelaksanaan Perencanaan Permendagri 17/2007 Draf
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Pelaksanaan Perencanaan
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
• Tidak diatur
• Perencanaan
Pengadaan,
Pemeliharaan,
Pemanfaatan,
Pemindahtanganan, dan
Penghapusan Barang Milik
Daerah dapat dilakukan
untuk periode 1 (satu).
• Pelaksanaan Maret- April
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Sinkronisasi Perencanaan BMD dengan Mekanisme
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Sinkronisasi Perencanaan BMD dengan Mekanisme
Perencanaan dan Penganggaran APBD
Draf Permendagri Revisian
Permendagri 17/2007
• Perencanaan Kebutuhan
merupakan salah satu dasar
dalam penyusunan tencana
kerja dan angggaran
Perangkat Daerah.
• Perencanaan kebutuhan
BMD merupakan salah satu
dasar bagi Perangkat
Daerah dalam pengusulan
penyediaan anggaran untuk
kebutuhan baru (new
initiative) dan angka dasar
(baseline).
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Penyederhanaan Lingkup Pengaturan APBD Standar
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Penyederhanaan Lingkup Pengaturan APBD
Standar Perencanaan
Draf Permendagri Revisian
Permendagri 17/2007
• Perencanaan Kebutuhan
berpedoman pada
standarisasi sarana dan
prasarana kerja dan standar
harga
Perencanaan
kebutuhan
BMD
kecuali
untuk
Penghapusan berpedoman
pada standar
barang,
standar kebutuhan, dan
/atau standar harga.
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Penyederhanaan Birokrasi Untuk Kegiatan Perencanaan
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Penyederhanaan Birokrasi
Untuk Kegiatan Perencanaan
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
• Pengelola barang bersama
pengguna barang
membahas usul Rencana
• Pengelola
Barang
melakukan penelaahan atas
usul RKBMD bersama
Kebutuhan BMD/Rencana
kebutuhan pemeliharaan
BMD masing-masing SKPD
dng pemperhatikan data
barang pengguna dan/atau
pengelola
Pengguna Barang dengan
dan/atau Pengelola Barang.
• Ditetapkan
oleh
Pengelola
Barang
• Ditetapkan
Keputusan KDH
dengan
PENGADAAN
PENGADAAN

PENGADAAN

Permendagri 17/2007

Pengadaan BMD dilaksanakan berdasarkan prinsip efesien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil, tidak diskriminatif dan akuntabel.

Draf Permendagri Revisian

Pengadaan BMD dilakasanakan berdasarkan prinsip efesien, efektif, transparan dan terbuka, bersaing, adil dan akuntabel

Pengaturan pengadaan BMD sesuai ketentuan perundang-undangan.

PENGGUNAAN
PENGGUNAAN
PENETAPAN STATUS PENGGUNAAN BMD
PENETAPAN STATUS PENGGUNAAN BMD

Permendagri 17/2007

SK Penetapan Status oleh Gub./Bupati/Walikota Dioperasikan Pihak Lain
SK Penetapan Status oleh
Gub./Bupati/Walikota
Dioperasikan Pihak Lain

Draf Permendagri Revisian

SK Penetapan Status oleh Gub./Bupati/Walikota dapat didelegasikan ke Pengelola Barang (selain tanah dan/atau baangunan
SK Penetapan Status oleh
Gub./Bupati/Walikota dapat
didelegasikan ke Pengelola Barang
(selain tanah dan/atau baangunan
dng Kondisi tertentu)
Dioperasikan Pihak Lain
Penggunaan Sementara:
Pengguna ke Pengguna Lainnya
Pengalihan Status Inisiatif
Kepala Daerah
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Penyederhanaan Birokrasi untuk Lingkup Penetapan
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Penyederhanaan Birokrasi untuk Lingkup
Penetapan Status Penggunaan
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
• Penetapan status
penggunaan BMD
dilakukan untuk
seluruh BMD.
Penetapan
status
Penggunaan
BMD
dikecualikan untuk:
• Barang persediaan
• Konstruksi dalam pengerjaan
• Barang yang dari awal pengadaannya
direncanakan untuk dihibahkan.
• BMD Aset Tetap Renovasi.
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Penguatan Pengelola dan Penyederhanaan Birokrasi
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Penguatan Pengelola dan Penyederhanaan
Birokrasi Untuk Dasar Penetapan Status
Penggunaan
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
• Penetapan status
penggunaan oleh
KDH
• Tidak diatur waktu
penetapan
• Penetapan status penggunaan
oleh Gubernur/Bupati/Walikota
dapat didelegasikan pada
Pengelola Barang dengan kondisi
tertentu (Selain tanah dan/atau
bangunan yang tdk memiliki bukti
kepemilikan dan nilai tertentu)
• Ditetapkan secara tahunan
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Pengalihan Status Penggunaan Permendagri 17/2007
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Pengalihan Status Penggunaan
Permendagri 17/2007
Tidak ada
Draf Permendagri Revisian
1. BMD dapat dialihkan status
penggunaannya dari Pengguna Barang
kepada Pengguna Barang lainnya untuk
penyelenggaraan tugas dan fungsi
berdasarkan persetujuan
Gubernur/Bupati/Walikota.
2. Pengalihan status Penggunaan BMD
dapat pula dilakukan berdasarkan inisiatif
dari Gubernur/Bupati/Walikota dengan
terlebih dahulu memberitahukan
maksudnya tersebut kepada Pengguna
Barang.
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Penggunaan Sementara Permendagri 17/2007 Tidak ada
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Penggunaan Sementara
Permendagri 17/2007
Tidak ada
Draf Permendagri Revisian
• BMD yang telah ditetapkan status
penggunaannya pada Pengguna Barang dapat
digunakan sementara oleh Pengguna Barang
lainnya dalam jangka waktu tertentu tanpa
harus mengubah status Penggunaan BMD
tersebut setelah terlebih dahulu mendapatkan
persetujuan Gubernur/ Bupati/Walikota.
• 5 (lima) Tahun dan dapat diperpanjang utk
tanah dan/atau bangunan dan selain tanah
dan/atau bangunan 2 (dua) tahun dan dpt
diperpanjang
• Kurang dari 6 bulan tidak perlu persetujuan
Gubernur/Bupati/walikota
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Penggunaan Diperasionalkan Pihak lain Permendagri
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Penggunaan Diperasionalkan Pihak lain Permendagri
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI

Penggunaan Diperasionalkan Pihak lain

Permendagri 17/2007

BMD dioprasikan oleh pihak lain ditetapkan oleh KDH

Untuk peyelenggaraan tugas pokok dan fungsi SKPD

Draf Permendagri Revisian

BMD dioperasikan oleh pihak lain ditetapkan oleh Gubernur/Bupati/Walikota.

Untuk peyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Perangkat daerah dalam rangka menjalankan pelayanan umum

5 (lima) Tahun dan dapat diperpanjang

Perjanjian ditandatangani Pengguna Barang dng Pihak lain

KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI BMD Idle: Mendorong Optimalisasi Penggunaan BMD
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
BMD Idle: Mendorong Optimalisasi Penggunaan
BMD Idle
Permendagri 17/2007
• Pengguna barang dan/atau
kuasa pengguna barang
wajib menyerahkan tanah
dan/atau bangunan yang
tidak digunakan
sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) kepada
Gubernur/bupati/walikota
melalui pengelola barang
untuk BMD
Draf Permendagri Revisian
• Pengguna Barang wajib
menyerahkan BMD berupa
tanah dan/atau bangunan
yang tidak digunakan dalam
penyelenggaraan tugas dan
fungsi Pengguna Barang
kepada
Gubernur/Bupati/Walikota
untuk BMD
PEMANFAATANPEMANFAATAN
PEMANFAATANPEMANFAATAN
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Perluasan Lingkup Pemanfaatan BMD Dalam Rangka
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Perluasan Lingkup Pemanfaatan BMD Dalam
Rangka Optimalisasi BMD
Permendagri 17/2007
Draf Revisian Permendagri
Pemanfaatan adalah
pendayagunaan BMD yang
tidak dipergunakan sesuai
dengan tugas pokok dan fungsi
satuan kerja perangkat daerah
dalam bentuk sewa, pinjam
pakai, kerjasama pemanfaatan
dan bangun serah guna/bangun
guna serah dengan tidak
mengubah status kepemilikan
Pemanfaatan adalah
pendayagunaan BMD yang
tidak digunakan untuk
penyelenggaraan tugas dan
fungsi Perangkat Daerah
dan/atau optimalisasi BMD
dengan tidak mengubah
status kepemilikan
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Penambahan Bentuk Mekanisme Pemanfaatan BMD
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Penambahan Bentuk Mekanisme
Pemanfaatan BMD
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
Bentuk pemanfaatan BMD
berupa:
Bentuk pemanfaatan BMD
berupa:
• Sewa
• Sewa
• Pinjam Pakai
• Pinjam Pakai
• Kerja sama Pemanfaatan (KSP),
dan
• Bangun Guna Serah atau Bangun
Serah Guna
• Kerja sama Pemanfaatan
(KSP)
• Bangun Guna Serah atau
Bangun Serah Guna, dan
• Kerja Sama Penyediaan
Insfrasturktur (KSPI)
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Penambahan Bentuk Sewa Permendagri 17/2007 Draf
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Penambahan Bentuk Sewa
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
• Jangka waktu 5 (lima) tahun
dan dapat diperpanjang
• Jangka waktu 5 (lima) tahun dan
dapat diperpanjang untuk:
• Pembayaran sekaligus
maupun berkala
a. Kerjasama infrastruktur (10 th
diperpanjang 1 kl)
b. Karakteristik usaha yg
memerlukan lebih dr 5 (lima)
tahun
c. Ditentukan dalam UU
• Penyetoran uang sewa sekaligus 2
hari sebelum tanda tangan
KSPI secara bertahap
kecuali
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Pinjam Pakai Permendagri 17/2007 Draf Permendagri
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Pinjam Pakai
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
• Pinjam pakai BMD dilaksanakan
antara pemerintah pusat dengan
pemerintah daerah atau antar
pemerintah daerah
• Pinjam pakai dapat diberikan
kepada alat Kelengkapan DPRD
• Pinjam Pakai BMD dilaksanakan
antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah atau antar
Pemerintah Daerah dalam rangka
penyelenggaraan pemerintah.
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Jangka Waktu Pinjam Pakai Permendagri 17/2007
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Jangka Waktu Pinjam Pakai
Permendagri 17/2007
Draft Permendagri Revisian
Jangka waktu Pinjam
Pakai BMD paling lama
2 ( dua) tahun dan
dapat diperpanjang.
Jangka waktu pinjam
pakai BMD paling lama
5 (lima) tahun dan
dapat diperpanjang 1
kali
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Jangka Waktu KSP Permendagri 17/2007 Draf
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Jangka Waktu KSP
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
Jangka
waktu
paling
• Jangka Waktu paling lama 30 tahun
dan dapat diperpanjang
lama
30
tahun
dan
dapat diperpanjang
• Jangka waktu KSP untuk penyediaan
infrastruktur 50 (limapuluh) tahun
KSP
dalam
rangka
KSPI tidak diatur
• Jenis
Infrastruktur
sesuai
peraturan
perundang-undangan
(Perpres
38/2015)
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Perhitungan besaran kontribusi tetap dan pembagian
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Perhitungan besaran kontribusi tetap dan
pembagian keuntungan KSP
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
Besaran
pembayaran
kontribusi
tetap
dan
pembagian
keuntungan
hasil
KSP
ditetapkan
berdasarkan
perhitungan
• Besaran pembayaran kontribusi
tetap dan pembagian keuntungan
hasil KSP ditetapkan dari hasil
perhitungan tim yang dibentuk
oleh:
tim
yang
dibentuk
dng
Keputusan KDH
• Gubernur dan Bupati/Walikota
untuk BMD berupa tanah
dan/atau bangunan
• Pengelola untuk BMD selain tanah
dan/atau bangunan,
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Penetapan kontribusi tetap dan pembagian keuntungan
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Penetapan kontribusi tetap dan pembagian keuntungan KSP
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
• Tidak diatur
• Sebagian kontribusi tetap dan pembagian
keuntungan KSP dapat berupa bangunan beserta
fasilitasnya yang dibangun dalam satu kesatuan
perencanaan tetapi tidak termasuk sebagai objek
KSP, dengan ketentuan:
• Besaran
nilai
bangunan
beserta
fasilitasnya
sebagai bagian dari kontribusi tetap dan
kontribusi pembagian keuntungan paling banyak
10% (sepuluh persen) dari total penerimaan
kontribusi tetap dan pembagian keuntungan
selama masa KSP;
• Bangunan yang dibangun dengan biaya sebagian
kontribusi tetap dan pembagian keuntungan dari
awal pengadaannya merupakan BMD.
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Mitra KSP Draf Permendagri Revisian Permendagri
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Mitra KSP
Draf Permendagri Revisian
Permendagri 17/2007
• Mitrakerjasama
pemanfaatan
ditetapkan
melalui
tender
dengan
meng-ikutsertakan
sekurang-
• Mitra KSP ditetapkan melalui tender (3 peserta), kecuali
untuk BMD yang bersifat khusus dapat dilakukan
penunjukan langsung.
kurangnya
lima
peserta/
peminat,
kecuali untuk BMD yang bersifat
khusus dapat dilakukan penunjukan
langsung.
• Bersifat khusus : keperluan kebun
bunatang, pelabuhan laut,
pelabuhan udara, pengelolaan
limbah, pendidikan dan sarana olah
raga
• Penunjukan langsung mitra KSP atau BMD yang bersifat
khusus dilakukan Pengguna Barang/Pengelola Barang
terhadap BUMN/D yang memiliki bidang dan/atau
wilayah kerja tertentu sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Yang termasuk BMD yang bersifat khusus antara lain;
• Barang yang mempunyai spesifikasi tertentu sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
• Barang yang memiliki tingkat kompleksitas khusus seperti
bandar udara, pelabuhan laut, kilang, instalasi tenaga
listrik, dan bendungan/waduk;
• Barang yang dikerjasamakan dalam investasi yang
berdasarkan perjanjian hubungan bilateral antar Negara;
atau
• Barang lain yang ditetapkan oleh
Gubernur/Bupati/Walikota.
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Dukungan Percepatan Penyediaan Infrastruktur
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Dukungan Percepatan Penyediaan Infrastruktur
Permendagri 17/2007
Tidak diatur
Draf Permendagri Revisian
• Dalam hal mitra KSP atas BMD
untuk penyediaan
infrastruktur berbentuk
BUMN/D, kontribusi tetap dan
pembagian keuntungan dapat
ditetapkan paling tinggi
sebesar 70% (tujuh puluh
persen) dari hasil perhitungan
tim.
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Penegasaan Ketentuan Penjaminan BGS/BSG Permendagri
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Penegasaan Ketentuan Penjaminan BGS/BSG
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
Mitra
BGS/BSG
yang telah
ditetapkan, selama jangka waktu
pengoperasiaan harus memenuhi
kewajiban tidak menjaminkan,
menggadaikan atau
• Mitra BGS/BSG yang telah ditetapkan,
selama jangka waktu Pengoperasian
dilarang menjaminkan, menggadaikan atau
memindahtangankan:
• Tanah yang menjadi objek BGS atau BSG
memindahtangankan objek BGS/
BSG
• Hasil BGS yang digunakan langsung untuk
penyelenggaraan tugas dan fungsi
Pemerintah Daerah; dan/atau
• Hasil BSG.
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Penambahan Jenis Pemanfaatan Dalam Bentuk KSPI
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Penambahan Jenis Pemanfaatan
Dalam Bentuk KSPI
Permendagri 17/2007
Tidak diatur
Draf Permendagri Revisian
• Penambahan jenis pemanfaatan dalam bentuk KSPI.
• Lingkup
infrastruktur
sesuai
peraturan
perundang-
undangan (Perpres 38/2015)
• Program Pemerintah Pusat
• BMND dapat dikerjasamakan Pemerintah Daerah dengan
Badan Usaha untuk penyediaan infrastruktur.
• Jangka
waktu
KSPI
paling
lama
50
tahun,dan
dapat
diperpanjang jika terdapat GFM
• Penerapan clow back
• Penetapan
mitra
KSPI
dilaksanakan
sesuai
ketentuan
peraturan perundang-undangan.
• Objek hasil KSPI merupakan BMD pada saat diserahkan
kepada Pemerintah Daerah sesuai perjanjian.
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Pengaturan Secara Tegas Mengenai Tender KSP dan
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Pengaturan Secara Tegas Mengenai Tender KSP dan BGS/BSG
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
Tender dilakukan dengan tata cara:
• Tender
sekurang-kurangnya
• Rencana tender diumumkan di media massa nasional;
peserta 5 (lima)
• Apabila
diumumkan
2
kali
berturut-turut peminat
• Tender dapat dilanjutkan pelaksanaannya sepanjang terdapat
paling sedikit 3 (tiga) peserta calon mitra yang memasukan
penawaran;
kurang
dilakukan
penunjukkan langsung
• Dalam hal calon mitra yang memasukkan penawaran kurang
dari 3 (tiga) peserta dilakukan pengumuman ulang di media
massa nasional; dan
• Dalam hal setelah pengumuman ulang;
• Terdapat paling sedikit 3 peserta calon mitra, proses
dilanjutkan dengan mekanisme tender;
• Terdapat 2 (dua) peserta calon mitra, tender dinyatakan gagal
dan proses selanjutnya dilakukan dengan mekanisme seleksi
langsung; atau
• Terdapat 1 (satu) peserta calon mitra, tender dinyatakan gagal
dan proses selanjutnya dilakukan dengan mekanisme
penunjukan langsung
PENGAMANAN DAN PENGAMANAN DAN PEMELIHARAAN PEMELIHARAAN
PENGAMANAN DAN
PENGAMANAN DAN
PEMELIHARAAN
PEMELIHARAAN
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Pengamanan dan Pemeliharaan Draf Permendagri
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Pengamanan dan Pemeliharaan
Draf Permendagri Revisian
Permendagri 17/2007
• BMD dapat diasuransikan
sesuai kemampuan
keuangan daerah dan
dilaksanakan
• Gubernur/Bupati/Walikota dapat
menetapkan kebijakan asuransi atau
pertanggungan dalam rangka
pengamanan BMD tertentu dengan
mempertimbangkan kemampuan
keuangan daerah.
• Pengamanan Tanah
• Pengamanan Bangunan/Gedung
• Pengamanan kendaraan dinas
• Pengamanan Rumah negara
• Pengamanan barang persediaan
• Pengamanan Aset tak berwujud
• Evaluasi
hasil
pemeliharaan
(Efektif/efisien)
PENILAIANPENILAIAN
PENILAIANPENILAIAN
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Penilaian : Penyamaan Persepsi Jenis Penilai
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Penilaian : Penyamaan Persepsi Jenis Penilai
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
Penilaian dilakukan oleh Tim yg
ditetapkan oleh KDH dan dapat
melibatkan penilain independen
bersertifikat dibidang penilaian aset
• Penilaian tanah dan/atau bangunan
dilakukan oleh:
a. Penilai pemerintah (penilai
pemda); atau
b. Penilai publik yang ditetapkan
oleh Gubernur/Bupati/Walikota
• Penilaian selain tanah dan/atau
bangunan dilakukan oleh Tim yang
dibentuk Gubernur/Bupati/
Walikota dan dapat melibatkan
penilai
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Penilaian : Mendorong Implementasi Independensi
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Penilaian : Mendorong Implementasi
Independensi Penilaian
Draf Permendagri Revisian
Permendagri 17/2007
Penilaian BMD dilaksanakan
untuk mendapatkan nilai
wajar, dengan estimasi
terendah menggunakan NJOP.
Penilaian BMD dilaksanakan
untuk mendapatkan nilai wajar
sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-
undangan
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Penilaian : Sinkronisasi Penilaian Kembali Dengan
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Penilaian : Sinkronisasi Penilaian Kembali Dengan
Standar Akuntansi Pemerintahan
Permendagri 17/2007
Tidak diatur
Draf Permendagri Revisian
1. Dalam kondisi tertentu, Pengelola Barang
dapat melakukan Penilaian kembali atas
nilai BMD yang telah ditetapkan dalam
neraca Pemerintah Daerah.
2. Keputusan mengenai Penilaian kembali
atas nilai BMD dilaksanakan berdasarkan
kebijakan
yang
ditetapkan
oleh
Gubernur/Bupati/Walikota dengan
berpedoman pada ketentuan Pemerintah
yang berlaku secara nasional.
PEMINDAHTANGANPEMINDAHTANGAN
PEMINDAHTANGANPEMINDAHTANGAN
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Pemindahtanganan : Penjualan Draf Permendagri
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Pemindahtanganan : Penjualan
Draf Permendagri Revisian
Permendagri 17/2007
• Mekanisme penjualan BMD:
• Mekanisme penjualan BMD :
a. Penjualan dengan lelang
a. Lelang Umum
b. Lelang terbatas (Pimpinan DPRD dan
PNS yg memp. Masa kerja min 10 Th)
b. Penjualan tanpa lelang
1) Kendaraan Perorangan Dinas
c. Tanpa
lelang
(Penjualan
kendaraan
perorangan dinas)
2)
(Pejabat negara dan Sekda provinsi)
BMD lainnya:
a)
Tanah
dan
/atau
bangunan
yang
akan
digunakan untuk kepentingan umum
b)
Tanah
kavling
yg
menurut
perencanaan
awal utk perumahan PNS Pemda.
c)
Selain tanah dan/atau bangunan sebagai
akibat dari keadaan kahar (force majeure)
d)
Bangunan yg berdiri diatas tanah pihak lain
yg dijual kpd pihak lain pemilik tanah tsb.
e)
Hasil bongkaran bangunan atau bangunan
yg akan dibangun kembali.
f)
Berupa selain tanah/atau bangunan yg tdk
memiliki bukti kepemilikan dg nilai wajar
paling
tinggi
Rp.
1.000.000,-
(satu
juta
rupiah per unit;
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Pemindahtanganan : Perluasan Cakupan Mitra Tukar-
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Pemindahtanganan : Perluasan Cakupan Mitra Tukar-
Menukar BMD
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
Tukar menukar BMD dapat dilakukan
dengan pihak;
Tukar menukar BMD dapat dilakukan
dengan pihak;
• Pemerintah Pusat dng
Pemerintah Daerah
• Pemerintah pusat
• Pemerintah Daerah lainnya
• Antar Pemerintah Daerah
• BUMN/D atau badan hukum milik
pemerintah lainnya
• BUMN/D atau badan hukum
lainnya yang dimiliki Negara atau;
• Swasta
• swasta
• Pemerintah Desa
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Pemindahtanganan : Perluasan Pertimbangan Hibah
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Pemindahtanganan : Perluasan Pertimbangan Hibah
Draf Permendagri Revisian
Permendagri 17/2007
• Hibah BMD dilakukan
dengan pertimbangan
untuk kepentingan sosial,
keagamaan, kemanusiaan,
dan penyelenggaraan
pemerintahan daerah.
• Hibah BMD dilakukan dengan pertimbangan untuk
kepentingan sosial, budaya, keagamaan,
kemanusiaan, pendidikan yang bersifat non
komersial,
dan
penyelenggaraan
pemerintah
pusat/daerah.
• Penerima Hibah:
• Penerima hibah tidak
diatur
a. lembaga sosial, lembaga budaya, lembaga keagamaan,
lembaga kemanusiaan,atau lembaga pendidikan yang
bersifat non komersial berdasarkan akta pendirian,
anggaran
dasar/rumah
tangga,
atau
pernyataan
tertulis
dari
instansi
teknis
yang
kompeten
bahwa
lembaga yang bersangkutan adalah sebagai lembaga
termaksud;
b. Pemerintah Pusat;
c. Pemerintah Daerah lainnya;
d. Pemerintah Desa;
e. Hibah kepada perorangan yang terkena bencana alam.
f. Pihak
lan
sesuai
ketentuan
peraturan
perundang-
undangan
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Pemindahtanganan : Penyesuaian Tujuan Penyertaan
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Pemindahtanganan : Penyesuaian Tujuan
Penyertaan Modal Pemerintah
Draf Permendagri Revisian
Permendagri 17/2007
• PMPD atas BMD dilakukan dalam
rangka pendirian, pengembangan
dan peningkatan kinerja BUMD
atau badan hukum lainnya yang
dimiliki daerah.
• PMPD atas BMD dilakukan dalam rangka
pendirian, memperbaiki struktur
permodalan dan/atau meningkatkan
kapasitas usaha BUMD atau badan hukum
lainnya yang dimiliki negara sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-
undangan.
• Pengaturan tata cara penyertaan modal
BMD pada Pengelola Barang
• Pengaturan tata cara penyertaan modal
BMD pada Pengguna Barang.
PEMUSNAHANPEMUSNAHAN
PEMUSNAHANPEMUSNAHAN
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Pemusnahan
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Pemusnahan

Permendagri 17/2007

Pemusnahaan dilaksanakan oleh Pengguna Barang dengan Keputusan Pengelola Barang setelah persetujuan KDH.

Draf Permendagri Revisian

• Pemusnahan dilaksanakan Pengguna Barang setelah persetujuan Gubernur/Bupati/Walikota. • Pemusnahan dilaksanakan
• Pemusnahan dilaksanakan Pengguna
Barang setelah persetujuan
Gubernur/Bupati/Walikota.
• Pemusnahan dilaksanakan Pengelola
Barang setelah persetujuan
Gubernur/Bupati/Walikota.
• Tata cara pemusnahan di Pengguna
Barang
• Tata cara pemusnahan di Pengelola
Barang
PENGHAPUSANPENGHAPUSAN
PENGHAPUSANPENGHAPUSAN
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Penerbitan SK Penghapusan: Permendagri 17/2007
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Penerbitan SK Penghapusan:
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
• Penghapusan dari DBP/DKP dilakuan
dengan penerbitan SK penghapusan
dari Pengelola Barang atas nama
Kepala Daerah.
• Penghapusan dari DBP/DKP dilakukan
dengan menerbitkan SK penghapusan
dari Pengelola Barang setelah mendapat
persetujuan Gubernur/Bupati/Walikota
untuk BMD
• Penghapusan dari Daftar BMD
dilaksanakan dengan Keputusan
Kepala Daerah.
• Penghapusan dari Daftar BMD
dilaksanakan:
a.
Berdasarkan keputusan dan/atau
laporan penghapusan dari Pengguna
Barang utk BMD pada pengguna barang
b.
Berdasarkan Keputusan
Gubernur/Bupati/Walikota utk BMD
pada Pengelola Barang
• Gubernur/Bupati/walikota dapat
mendelegasikan persetujuan
penghapusan kepada Pengelola
Barang utk Barang persediaan
PENATAUSAHAANPENATAUSAHAAN
PENATAUSAHAANPENATAUSAHAAN
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Penatausahaan-Pembukuan : Pengembangan Asset
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Penatausahaan-Pembukuan : Pengembangan Asset
Register Berupa Daftar Barang Pengelola
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
• Pengguna/Kuasa Pengguna
melakukan pendaftaran dan
pencatatan BMD kedalam Daftar
Pengguna/Kuasa pengguna
menurut penggolongan dan
kodefikasi
• Pengelola Barang harus melakukan pendaftaran
dan pencatatan BMD yang berada dalam
penguasaannya ke dalam Daftar Barang Pengelola
menurut penggolongan dan kodefikasi barang.
• Penatausaan akan disusun selaras dengan SAP
• Pencatatan KIB A, B, C, D, E dan F
• Penggolongan dan kodefikasi barang akan diatur
lebih lanjut
• Tata cara pelaksanaan pembukuan, inventarisasi
dan pelaporan BMD akan diatur lebih lanjut
dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Harmonisasi Pengaturan Pengelolaan BMD dan PK-BLUD
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Harmonisasi Pengaturan Pengelolaan BMD dan PK-BLUD
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
Tidak diatur
1. BMD yang digunakan oleh BLUD
merupakan kekayaan daerah yang tidak
dipisahkan untuk menyelenggarakan
kegiatan BLUD yang bersangkutan.
2. Pengelolaan BMD mengikuti ketentuan
yang diatur dalam Peraturan
Pemerintah ini, kecuali terhadap
barang-barang tertentu yang diatur
tersendiri dalam PP tentang BLUD.
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Pengaturan BMD Berupa Rumah Negara: Sinkronisasi
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Pengaturan BMD Berupa Rumah Negara: Sinkronisasi
Pengaturan Rumah Negara dan BMD
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
• Penjualan Rumah Gol III
1. Rumah Negara merupakan BMD yang diperuntukkan
sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana
pembinaan serta menunjang pelaksanaan tugas
pejabat negara dan/atau pegawai negeri pemerintah
daerah.
2. Tata cara penetapan status rumah negara
3. Tata cara pengalihan Status Rumah Negara
4. Tata cara pengalihan hak Rumah Negara
5. Tata cara pemindahtangan Rumah Negara
6. Tata cara penghapusan Rumah Negara
7. Tata cara penausahaan Rumah Negara
PEMBINAAN, PENGAWASAN DAN PEMBINAAN, PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN PENGENDALIAN
PEMBINAAN, PENGAWASAN DAN
PEMBINAAN, PENGAWASAN DAN
PENGENDALIAN
PENGENDALIAN
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian Permendagri
KEMENTERIANKEMENTERIANKEMENTERIAN DALAMDALAMDALAM NEGERINEGERINEGERI
Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian
Permendagri 17/2007
Draf Permendagri Revisian
• Pengguna Barang
melakukan pemantauan
dan penertiban
• Pengguna
Barang
melalui
pemantauan
dan
penertiban
• Pengelola Barang melalui pemantauan dan investigasi
• Pengelola Barang
melakukan pemantauan
dan investigasi
• Pemantauan, Pengawasan dan Pengendalian akan
diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Dalam
Negeri.
TERIMATERIMA KASIHKASIH TERIMATERIMA KASIHKASIH ATASATAS PERHATIANNYAPERHATIANNYA ATASATAS PERHATIANNYAPERHATIANNYA

TERIMATERIMA KASIHKASIH

TERIMATERIMA KASIHKASIH

ATASATAS PERHATIANNYAPERHATIANNYA

ATASATAS PERHATIANNYAPERHATIANNYA

SEMOGASEMOGA BERMAKNABERMAKNA && BERMANFAATBERMANFAAT

SEMOGASEMOGA BERMAKNABERMAKNA && BERMANFAATBERMANFAAT