Anda di halaman 1dari 16

Memelihara otak yang sehat

PEMBAHASAN LENGKAP TERMODINAMIKA


Subjek Pendidikan II
Renungkanlah ...
Memelihara Kesehatan Mata
PEMBAHASAN LENGKAP TERMODINAMIKA
Tugas 1
Jelaskan siklus mesin Carnot, mesin Bensin ( Siklus Otto), dan mesin Diesel
(Siklus Rankine) beserta grafiknya!
Jawab:
1) Mesin Carnot (Siklus Carnot)
Sejak mesin uap ditemukan oleh James watt, orang selalu berusaha untuk
memperoleh mesin yang memunyai efisiensi yang lebih tinggi. Pada tahun 1824,
seorang insinyur Perancis bernama Sardi Carnot (1796-1832) mempublikasikan
teori tentang mesin kalor ideal.
Gambar diagram asli mesin Carnot
Setiap sistem termodinamika berada dalam keadaan tertentu. Sebuah siklus
termodinamika terjadi ketika suatu sistem mengalami rangkaian-rangkaian yang
berbeda dan akhirnya kembali ke keadaan semula. Dalam proses melalui sistem
ini, sistem tersebut dapat melakukan usaha terhadap lingkungannya, sehingga
disebut mesin kalor.
Sebuah mesin kalor bekerja dengan cara memindahkan energi dari daerah yang
lebih panas ke daerah yang lebih dingin, dan dalam prosesnya, mengubah
sebagian energi menjadi usaha mekanis. Sistem yang bekerja sebaliknya,
dimana gaya eksternal yang dikerjakan pada suatu mesin kalor dapat
menyebabkan proses yang memindahkan energi panas dari daerah yang lebih
dingin ke energi panas disebut mesin refrigerator.
Mesin kalor ideal Carnot bekerja pada siklus reversible di antara dua tandon suhu
(reservoir). Mesin kalor Carnot menyerap kalor dari reservoir (tandon) panas T1
sebesar Q1 dan melepaskan kalor pada reservoir dingin T2 sebesar Q2. Seluruh
proses pada siklus Carnot bersifat reversible. Siklus Carnot terdiri atas empat
proses, yaitu:
1)
2)
3)
4)

Ekspansi isotermal reversible (A-B);


Ekspansi adiabatik reversible (B-C);
Kompresi isotermal reversible (C-D);
Kompresi adiabatik reversible (D-A).

Gambar Siklus Carnot

Mula-mula kalor diserap selama pemuaian isotermal (a-b). Selama pemuaian


isotermal, suhu gas dalam silinder dijaga agar selalu konstan. Selanjutnya gas
memuai secara adiabatik sehingga suhunya turun dari TH menjadi TL (b-c). TH =
suhu tinggi (High temperatur), TL = suhu rendah (Low temperatur). Selama
pemuaian adiabatik, tidak ada kalor yang masuk atau keluar dari silinder. Setelah
itu gas ditekan secara isotermal (c-d). Selama penekanan isotermal, suhu gas
dijaga agar selalu konstan.
Selama pemuaian isotermal dan penekanan isotermal, suhu gas dijaga agar
selalu konstan. Tujuannya adalah menghindari adanya perbedaan suhu. Adanya
perbedaan suhu bisa menyebabkan terjadi perpindahan kalor (proses
ireversibel). Agar proses isotermal bisa terjadi (suhu gas selalu konstan) maka
gas harus dimuaikan atau ditekan secara perlahan-lahan. Dalam kenyataannya,
pemuaian atau penekanan gas terjadi lebih cepat. Hal ini diakibatkan oleh
adanya turbulensi, gesekan, viskositas (kekentalan dll). Akibatnya, proses
isotermal yang sempurna tidak akan pernah ada. Sebaliknya, pemuaian dan
penekanan adiabatik dilakukan dengan cepat. Tujuannya adalah menjaga agar
kalor tidak mengalir menuju silinder atau kabur dari silinder. Adanya gesekan,
viskositas ( kekentalan, dll) menyebabkan pemuaian dan penekanan adiabatik
sempurna tidak akan pernah ada.
Sebuah mesin nyata (real) yang beroperasi dalam suatu siklus pada temperatur
TH and TC tidak mungkin melebihi efisiensi mesin Carnot. Sebuah mesin nyata
(kiri) dibandingkan dengan siklus Carnot (kanan). Entropi dari sebuah material
nyata berubah terhadap temperatur. Perubahan ini ditunjukkan dengan kurva
pada diagram T-S. Pada gambar ini, kurva tersebut menunjukkan kesetimbangan
uap-cair (lihat siklus Rankine). Irreversible sistem dan kehilangan kalor ke
lingkungan (misalnya, disebabkan gesekan) menyebabkan siklus Carnot ideal
tidak dapat terjadi pada semua langkah sebuah mesin nyata. Usaha yang
dihasilkan mesin kalor Carnot adalah
W = usaha yang dihasilkan
Q1= kalor yang diserap/dimasukkan (J)
Q2= kalor yang hilang/tidak terpakai (J)
Teorema Carnot adalah pernyataan formal dari fakta bahwa: Tidak mungkin ada
mesin yang beroperasi diantara dua reservoir panas yang lebih efisien daripada
sebuah mesin Carnot yang beroperasi pada dua reservoir yang sama. Artinya,
efisiensi maksimum yang dimungkinkan untuk sebuah mesin yang menggunakan
temperatur tertentu diberikan oleh efisiensi mesin Carnot.
atau
Efisiensi mesin ( ) merupakan perbandingan usaha (W) yang dhasilkan dengan
besar kalor masuk (Q1). Efisiensi mesin dapat dinyatakan dengan angka (dari 0
sampai 1) atau dalam % yaitu efisiensi dikalikan 100 %.
Ditinjau dari besar usaha setiap proses:
o Proses ekspansi isotermal reversible (A-B)

(proses isotermal dU = 0)

o Proses ekspansi adiabatik reversible (B-C)

o Proses kompresi isotermal reversible (C-D)


o Proses kompresi adiabatik reversible (D-A)

Besar usaha total adalah

Untuk mencari efisiensi termal,


Untuk mengetahui apakah sama dengan , kita gunakan proses adiabatik (B-C)
dan (D-A). kita gunakan persamaan sebagai berikut.
Proses (B-C) Proses (D-A)
Sehingga,
Persamaan di atas menunjukkan bahwa,
Dengan demikian, persamaan efisiensi termal mesin kalor Carnot adalah
atau
2) Mesin Bensin (Siklus Otto)
Siklus Otto adalah siklus termodinamika yang paling banyak digunakan dalam
kehidupan manusia. Mobil dan sepeda motor berbahan bakar bensin (Petrol Fuel)
adalah contoh penerapan dari sebuah siklus Otto. Mesin bensin dibagi menjadi
dua, yaitu mesin dua tak dan mesin empat tak. Mesin dua tak adalah mesin yang
memerlukan dua kali gerakan piston naik turun untuk sekali pembakaran (agar
diperoleh tenaga). Mesin tersebut banyak digunakan pada motor-motor kecil.
Mesin dua tak menghasilkan asap sebagai sisa pembakaran dari oli pelumas.
Mesin empat tak memerlukan empat kali gerakan piston untuk sekali
pembakaran. Pada motor-motor besar biasa menggunakan mesin empat tak.
Akan tetapi, sekarang banyak motor-motor kecil bermesin empat tak. Mesin jenis
ini sedikit menghasilkan sisa pembakaran karena bahan bakarnya hanya bensin
murni.
Gambar di atas merupakan mesin pembakaran dalam empat langkah (empat
tak). Mula-mula campuran udara dan uap bensin mengalir dari karburator
menuju silinder pada saat piston bergerak ke bawah (langkah masukan).
Selanjutnya campuran udara dan uap bensin dalam silinder ditekan secara

adiabatik ketika piston bergerak ke atas (langkah kompresi atau penekanan).


Karena ditekan secara adiabatik maka suhu dan tekanan campuran meningkat.
Pada saat yang sama, busi memercikkan bunga api sehingga campuran udara
dan uap bensin terbakar. Ketika terbakar, suhu dan tekanan gas semakin
bertambah. Gas bersuhu tinggi dan bertekanan tinggi tersebut memuai terhadap
piston dan mendorong piston ke bawah (langkai pemuaian). Selanjutnya gas
yang terbakar dibuang melalui katup pembuangan dan dialirkan menuju pipa
pembuangan (langkah pembuangan). Katup masukan terbuka lagi dan keempat
langkah tersebut diulangi kembali.
Tujuan dari adanya langkah kompresi atau penekanan adiabatik adalah
menaikkan suhu dan tekanan campuran udara dan uap bensin. Proses
pembakaran pada tekanan yang tinggi akan menghasilkan suhu dan tekanan (P
= F/A) yang sangat besar. Akibatnya gaya dorong (F = PA) yang dihasilkan
selama proses pemuaian menjadi sangat besar. Mesin motor atau mobil menjadi
lebih bertenaga. Walaupun tidak ditekan, campuran udara dan uap bensin bisa
terbakar ketika busi memercikkan bunga api. Tapi suhu dan tekanan gas yang
terbakar tidak terlalu tinggi sehingga gaya dorong yang dihasilkan juga kecil.
Akibatnya mesin menjadi kurang bertenaga.
Proses perubahan bentuk energi dan perpindahan energi pada mesin
pembakaran dalam empat langkah di atas bisa dijelaskan seperti ini : Ketika
terjadi proses pembakaran, energi potensial kimia dalam bensin + energi dalam
udara berubah menjadi kalor alias panas. Sebagian kalor berubah menjadi energi
mekanik batang piston dan poros engkol, sebagian kalor dibuang melalui pipa
pembuangan (knalpot). Sebagian besar energi mekanik batang piston dan poros
engkol berubah menjadi energi mekanik kendaraan (kendaraan bergerak),
sebagian kecil berubah menjadi kalor alias panas sedangkan panas timbul akibat
adanya gesekan.
Secara termodinamika, siklus Otto memiliki 4 buah proses termodinamika yang
terdiri dari 2 buah proses isokhorik (volume tetap) dan 2 buah proses adiabatis
(kalor tetap).
Gambar siklus Otto
Proses yang terjadi adalah :
1-2 : Kompresi adiabatis
2-3 : Pembakaran isokhorik
3-4 : Ekspansi / langkah kerja adiabatis
4-1 : Langkah buang isokhorik
Sesuai hukum 1 termodinamika, kesetaraan panas dan gerak dapat dituliskan
sebagai persamaan energi sebagai berikut:
Keterangan:
Q = panas yang keluar atau masuk sistem (joule)
U = perubahan energi dalam (joule)
W= kerja yang diberikan sistem (joule)
Rancangan motor bakar diinginkan agar mampu mengubah sebanyak-banyaknya
energi panas menjadi gerak. Untuk itu diperlukan pengetahuan teori mengenai

efisiensi sistem tersebut. Dalam hal ini, efisiensi dari siklus Otto ialah:
Dengan:
Qin ialah panas yang dimasukkan ke dalam sistem.
Pada siklus di atas D U = 0, karena pada akhir siklus posisi grafik kembali ke titik
semula (atau keadaan fluida pada akhir siklus sama seperti pada awal siklus),
sehingga:
Dengan:
Qout ialah panas yang dikeluarkan dari sistem
Dengan demikian, efisiensi siklus akan sebesar:
Persamaan penambahan panas pada volume konstan pada siklus di atas ialah,
Sedang pengeluaran panas pada volume tetap ialah,
Dengan cv ialah panas spesifik udara pada volume tetap. (Notasi 1, 2, 3, dan 4
pada persamaan di atas adalah sesuai dengan titik-titik pada grafik dalam
gambar 4 di atas.)
Sehingga efisiensi siklus ialah,

Proses 1-2 dan 3-4 adalah adiabatik, sehingga


dan
Sedangkan dari grafik terlihat bahwa V1 = V4 dan V3 = V2, maka
Dengan demikian, maka
Sehingga efisiensi siklus pada persamaan (a) akan menjadi

Dalam hal in r = V1/V2 adalah perbandingan kompresi motor.


3) Mesin Diesel (Siklus Rankine)
Gambar mesin diesel pertama
Siklus Rankine adalah siklus termodinamika yang mengubah panas menjadi
kerja. Panas disuplai secara eksternal pada aliran tertutup, yang biasanya
menggunakan air sebagai fluida yang bergerak. Siklus ini menghasilkan 80% dari
seluruh energi listrik yang dihasilkan di seluruh dunia. Siklus ini dinamai untuk
mengenang ilmuan Skotlandia, William John Maqcuorn Rankine.
Siklus Rankine adalah model operasi mesin uap panas yang secara umum
ditemukan di pembangkit listrik. Sumber panas yang utama untuk siklus Rankine

adalah batu bara, gas alam, minyak bumi, nuklir, dan panas matahari.
Efisiensi siklus Rankine biasanya dibatasi oleh fluidanya. Tanpa tekanan yang
mengarah pada keadaan super kritis, range temperatur akan cukup kecil. Uap
memasuki turbin pada temperatur 565 C (batas ketahanan stainless steel) dan
kondenser bertemperatur sekitar 30C. Hal ini memberikan efisiensi Carnot
secara teoritis sebesar 63%, namun kenyataannya efisiensi pada pembangkit
listrik sebesar 42%.
Gambar Mesin Diesel (Siklus Rankine)
Diagram ini menunjukkan siklus diesel ideal (sempurna). Mula-mula udara
ditekan secara adiabatik (a-b), lalu dipanaskan pada tekanan konstan
penyuntik (injector) menyemprotkan solar dan terjadilah pembakaran (b-c), gas
yang terbakar mengalami pemuaian adiabatik (c-d), pendinginan pada volume
konstan gas yang terbakar dibuang ke pipa pembuangan dan udara yang baru,
masuk ke silinder (d-a).
Asumsi yang digunakan pada siklus diesel ini sama dengan pada siklus Otto,
kecuali langkah penambahan panas. Pada siklus diesel langkah 2-3 merupakan
penambahan panas pada tekanan konstan.
Sebagaimana pada siklus Otto, efisiensi siklus adalah:
Persamaan penambahan panas pada tekanan konstan pada siklus di atas ialah:
Qin = M cp (T3 T2)
Sedang pengeluaran panas pada volume tetap ialah
Qout = M cv (T4 T1)
Sehingga efisiensi siklus ialah
Dalam hal ini cv/cp = k, sehingga

Proses penambahan panas pada 2-3 adalah pada tekanan tetap, sehingga
atau
Proses 3-4 adalah adiabatik, sehingga
atau
dengan mengganti T3 dengan ruas kanan pada persamaan (c), maka

Karena proses 1-2 adalah adiabatik, sedang V4=V1 (lihat grafik), maka
Dengan demikian persamaan (d) akan menjadi
Atau
Dengan demikian efisiensi siklus pada persamaan (b) akan menjadi
Karena telah diketahui bahwa:

Maka,

Dengan (V1/V2)k-1 = r adalah perbandingan kompresi motor, maka efisiensi bisa


ditulis menjadi
Dari persamaan di atas terlihat bahwa efisiensi siklus diesel tergantung pada
perbandingan kompresi dan perbandingan V3/V2 (untuk memudahkan, diberi
notasi b). Efisiensi akan bertambah dengan memperbesar perbandingan
kompresi, dan akan berkurang dengan bertambahnya b. Pada persamaan di atas,
jika harga b mendekati 1 maka efisiensi siklus akan mendekati harga efisiensi
siklus Otto. Dari persamaan tersebut terlihat juga bahwa pada perbandingan
kompresi dan pemasukan panas yang sama, efisiensi siklus Otto lebih tinggi
dibanding efisiensi siklus Diesel.

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/berkas:Real_vs_Carnot.png
http://www.gurumuda.com
http://syairpuisiku.files.wordpress.com
Tugas 2
Apresiasikan rumus dilihat dari Hukum I Termodinamika memformulasikan Ud
dan UL pada siklus Otto, siklus Diesel, dan siklus Carnot!
Jawab:
Berdasarkan:
Hukum Boyle (Robert Boyle, 1627 - 1691): Volume dari suatu gas adalah
berbanding terbalik dengan tekanan yang diberikan jika suhunya dipertahankan
tetap. Tekanan disini adalah tekanan mutlak.
V ~ 1/P atau PV = konstan (jika T konstan)

Hukum Charles (The Frenchman Jacques Charles, 1746-1823): Volume dari


sejumlah gas berbanding lurus dengan suhu mutlak jika tekanan dipertahankan
konstan.
V ~ T (jika P konstan)
Suhu mutlak : T (K) = T (0C) + 273.15

Hukum Guy-Lussac (Joseph Guy-Lussac 1778-1850): Pada volume tetap, tekanan


gas berbanding lurus dengan suhu mutlak.
P ~ T (jika V konstan)
Suhu mutlak : T (K) = T (0C) + 273.15

Persamaan: PV = nRT dikenal sebagai persamaan gas ideal, dimana R adalah


Konstanta gas umum.
R = 8,315 J / (mol. K)
= 0.0821 (L. atm) / (mol. K)
= 1.99 calories / (mol. K)
Hipotesa Avogadro (Amedeo Avogadro, 1776-1856) mengatakan bahwa gas
dengan volume yang sama pada tekanan dan temperatur yang sama
mengandung jumlah molekul yang sama.
NA = 6.02 X 1023
NA dikenal sebagai bilangan Avogadro.
PV = nRT = (N/NA) RT
PV = NkT
k = R/ NA = 8.315 J/(mol.K) / (6.02 X 1023 /mol)
= 1.38 X 10-23 J/K
k dikenal sebagai Konstanta Boltzmann
Tekanan gas ideal :
P = (1/3) mN / V
dan
PV = (1/3) mN
PV = NkT
Maka temperatur dapat dinyatakan sebagai:
T = (1/3) m / k
atau
T = (2/3k) {(1/2) (m )}
{(1/2) (m )} merupakan energi kinetik (translasi) rata-rata gas.
Telah ditunjukkan bahwa: T = (2/3k) {(1/2) (m )}
{(1/2) (m )} merupakan energi kinetik (translasi) rata-rata gas.
Dapat dituliskan bahwa:
EK = (3/2) kT
Energi kinetik (EK) translasi rata-rata berbanding langsung dengan temperatur
mutlak. Energi total secara keseluruhan dapat dituliskan menjadi
N {(1/2) (m )} = (3/2) NkT
Secara keseluruhan gas tidak bergerak, energi total merupakan energi dalam

gas, U.
U = (3/2) NkT = (3/2) nRT
Besaran U tidak dapat diukur secara langsung dalam eksperimen, yang dapat
diukur adalah turunannya, yakni kapasitas panas pada volume tetap, CV,
walaupun sukar.

Yang biasa diukur adalah , Cp adalah kapasitas panas/kalor pada tekanan tetap.
Dalam termodinamika klasik, untuk gas ideal
Cp Cv = nR
Sehingga diperoleh
Atau
Cp = Cv + nR =(5/2) nR
Sehingga diperoleh:
Dengan menggunakan distribusi Maxwell-Boltzmann diperoleh energi rata-rata
molekul sebagai berikut:
E = Et + Er + Ev
= (3/2)kT + (2/2)kT + (2/2)kT = (7/2) kT
Energi rata-rata translasi (3/2)kT karena ada 3 derajat kebebasan (x,y,z), energi
rata-rata rotasi (2/2)kT karena ada 2 derajat kebebasan, energi rata-rata vibrasi
(2/2)kT karena ada 2 derajat kebebasan. Secara umum setiap derajat kebebasan
menghasilkan energi rata-rata (1/2)kT. Prinsip ini dikenal sebagai prinsip
ekipartisi energi (asas pembagian merata energi). Dari hasil di atas diperoleh:
U = (7/2) NkT = (7/2) nRT
Atau
Cv = (7/2) nR
Cp = Cv + nR = (9/2) nR
Sehingga diperoleh:
g = (9/7) = 1,29
Pengertian Proses Keliling (Siklus)
Mengubah usaha menjadi kalor dapat dilakukan secara terus menerus. Tetapi
mengubah kalor menjadi usaha tidak semudah itu karena menyangkut
terbatasnya ruang tempat gas. Untuk dapat mengubah kalor menjadi usaha
secara terus menerus, haruslah diupayakan agar gas yang telah melakukan
usaha itu dikembalikan ke keadaan semula. Proses seperti ini disebut proses
keliling atau siklus atau daur. Usaha luar total dapat dinyatakan:
W = Wab - Wbc atau W = luas daerah abca
Dalam penerapannya, suatu proses keliling (siklus) dilakukan di dalam sebuah
mesin kalor, Misalnya :
Mesin Bensin, siklusnya disebut siklus Otto

Mesin Diesel, siklusnya disebut siklus Rannkine


Mesin Carnot, siklusnya disebut siklus Carnot
a) Siklus Otto

Kalor masuk pada proses b-c: Qh


Kalor dilepas pada proses d-a: Qc
Karena proses berupa siklus, maka tidak ada perubahan energi dalam.
Akibatnya,
Wtotal = Qtotal = Qserap Qlepas
= Qh - |Qc|
b) Mesin Carnot
Konsep entropi berhubungan dengan salah satu cara tinjauan hukum kedua
termodinamika. Entropi adalah suatu ukuran banyaknya energi atau kalor yang
tidak dapat di ubah menjadi usaha. Seperti halnya energi dalam, entropi
termasuk fungsi keadaan, sehingga harga entropi hanya bergantung pada
kedudukan awal dan kedudukan akhir sistem dan tidak bergantung pada lintasan
yang ditempuh untuk mencapai keadaan akhir itu. Jadi, untuk suatu siklus
termodinamika, dimana gas dimulai dari suatu keadaan menempuh lintasan
tertentu dan kembali lagi ke kedudukan semula, perubahan entropinya (S)
sama dengan nol (S=0).
Jika suatu sistem pada suhu mutlak T mengalami suatu proses reversible dengan
menyerap sejumlah kalor Q, maka kenaikan entropi (S) dinyatakan : S=(Q/T)
dengan S= kenaikan (perubahan) entropi, satuannya J/K atau JK-1.
dQr adalah kalor yang harus diberikan pada sistem pada suatu proses reversibel
agar sistem berubah dari keadaan awal ke keadaan akhir.
Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_Carnot
http://id.wikipedia.org/wiki/Entropi
http://www.gurumuda.com
gurumuda.pdf
Hukum Termodinamika 1.ppt

Tugas 3
Teknis penambahan kalor pada sistem gas ideal pada empat (4) kondisi.
Identifikasi teknis, formulasi serta grafik dan aplikasinya!
Jawab:
Dikerjakan di Microsoft Power Point
Tugas 4

1) Aplikasi dari peristiwa adiabatik dan isotermal, berikan contohnya dan


jelaskan proses kerjanya!
2) Tiga (3) orang tokoh yang merupakan penggagas Hukum 2 Termodinamika II!
Jawab:
Process Q W U
Isothermal mRT ln(P1/P2) mRT ln(P1/P2) 0
Isometric m cv T 0 mcvT
Isobaric mcP T P(V2-V1) mcvT
Adiabatic 0 -mcvT mcvT
Questions Number 1:
A. Example aplication of Adiabatic Process
Some examples of the use of an adiabatic process, for example; expansion of
steam in the cylinder steam engine, the gas expands very fast combustion
engine.
Similarly, the cooling system and air compression or on machine diesel in an air
compressor machine. In addition, a stretch compression sound wave in a gas is
an adiabatic process.
Weather
Weather is one of natural events is an adiabatic process. A thermodynamic
change of state in a system where there is no heat or mass transfer across the
boundaries of the system. In this process, compression will result in warming and
expansion will result in cooling.
Cloud
Temperature changes in adiabatic clouds occur in the clouds. There are several
triggers (such as warming the earth's surface), the air bag will move to the left
on the surface of the surrounding air pressure is lower, then the air bag will be
stretched and expanded at the time of ride. In this system there is no heat
addition and subtraction, but the change in temperature. The process of
temperature change is the result of a process called adiabatic intermal. Briefly
condensation processes in cloud formation is as follows:
The air will move upward through adiabatic cooling nisbinya humidity (RH) will
increase, but before the RH reaches 100%, ie approximately 78% condensation
has begun at the core of a larger condensation and active. RH changes occur
because of the addition of water vapor by evaporation or saturation vapor
pressure drop through cooling.
A drop of water and then began to grow into cloud drops to nearly 100% RH.
Since water vapor has been used by the core-core and smaller core is greater or
less active role rather than the volume of cloud drops formed much smaller than
the number of core condensation.
Drop a cloud that formed generally has a radius of 5 to 20 mm. Drops of this
size would fall at the speed of 0,01-5 cm / s is the velocity of air flow over a
much larger cloud that drops will not fall to earth. Even if the humidity is less
than 90% then drops it will evaporate. To be able to fall to the ground without
evaporating it needed a larger drop of approximately 1 mm (1000 micrometers),
because only the size of the drops so that they can beat up air movement

(Neiburger, et. Al., 1995).


So difference between cloud drops and rain drops are the size. If a cloud is
continuously growing, then the clouds will pass peak isotherm 0 C. But some of
the cloud droplets are still liquid and partly solid, or ice crystals if there is a core
freezing. If there is no core of freezing, then the cloud droplets remain liquid until
it reaches the temperature of -40 C and even lower.
B. Example aplication of Isothermal Process
AC (Air Conditioner)
In fact, AC and refrigerator using the same principle as the liquid evaporates that
heat is required. In the process of 'eliminating' hot, air-conditioning system also
removes water vapor, in order to increase the comfort level of people while he
was in the room. Filter (filter) is used to remove additional pollutants from the air.
AC is used in a building typically uses central air conditioning. In addition, other
types of AC Common room air conditioner installed in the window.
The main key of the AC is the refrigerant, which generally is fluorocarbon, which
flows in the system, becomes liquid and releases heat when inflated
(pressurized), and gas and absorb heat when the pressure is reduced. Changes
in the mechanism of liquid and gas cooling to reduce the pressure to provide or
be divided into two areas: an air filter, fan and cooling coil (cooling coil) located
on the side of the room and a compressor (pump), a condenser coil (the coil heat
exchanger), and the fan on the outside window.
Previously, we need to know the AC parts, so we can understand the system of
air-conditioning work. AC work system consists of parts which serves to raise and
lower the pressure so that evaporation and absorption of heat can take place.
The following is a description of the AC parts:
Compressor : compressor unit is the power of the air-conditioning system.
When the air conditioner running, turn the compressor working fluid / gas from
low pressure forms refrigent to high pressure gas. High pressure gas is then
passed to a condenser. Condenser: Condenser is a tool used to change / cool the
high pressure gas into high pressure liquids. Fluid then flows into the tube hole.
Orifice Tube : where high-pressure fluid pressure and low temperature cold
liquid pressure lowering. In some systems, besides putting a hole tube,
expansion valves are also installed.
The valve expansion : expansion valve, an important component of the system.
This is designed to control the flow of cooling fluid through the valve orifice that
changes the form of liquid to vapor as coolant leaving the expansion valve and
entering the evaporator / cooling
Evaporator / cooling : refrigent absorbs heat in the room through the cooling
coils and evaporator fan blowing cold air into the room. Refrigent in the
evaporator begins to change back into a low-pressure steam, but still contains
some liquid. Refrigent mixture then into the accumulator / dryer. This can also be
applied as mouth / second orifice for the liquid that turned into a low-pressure
steam is pure, before the compressor to obtain the pressure and circulating in
the system again. Usually, evaporator fitted with a silicon that serves to absorb
moisture from refrigent.
So, the AC working system can be described as :

Compressor cooling system is used as a tool to compress the working fluid


(refrigent), which entered the compressor flows into the condenser refrigent then
compressed in the condenser. In this condenser section is compressed refrigent
will change phase from vapor phase refrigent will refrigent liquid phase, then the
problem of heat of vaporization heat refrigent contained in refrigent. The amount
of heat released by condenser compressor is the amount of energy required and
the heat energy taken from the substance evaparator cooled. Refrigent pressure
on the condenser in a condenser tube is relatively much higher than the pressure
in-cheek refrigent evaporator pipes.
After refrigent through the condenser and releases heat of vaporization from
vapor phase to liquid phase is passed through refrigent expansion valve,
expansion valve the pressure lowered to refrigent changes refrigent conditions of
liquid phase to vapor phase and then transferred to the evaporator, evaporator
refrigent this will change the situation from the liquid phase to the vapor phase,
this phase change caused by the pressure refrigent made such that after passing
refrigent expansion valve and evaporator pressure through the very bottom.
This practical can be done with the existing pipe diameter dievaporator relatively
higher compared with the existing pipe diameter in a condenser. With changing
conditions refrigent from liquid phase to vapor phase to a phase change from
liquid to vapor phase refrigent this process requires energy from the evaporation
energy, in this case the energy is the energy used in the substance to be cooled.
With energy taken taken the substance to be cooled so that the enthalpy of the
substance will be cooled, with decreasing temperature of the substance that will
enthalpi be cooled down. This process will change continuously until there is
cooling in accordance with the wishes. With this electric cooler to cool it or lower
the temperature of a substance can be easily done.
Refrigerator
Work system refrigerator compressor starts from the heart that functions as a
refrigerator motor. At the time of electricity, compressor motors will spin and put
pressure on the cooling material. Raw gas cooling to form when the gas pressure
will be pressure and high temperature. In such form, allowing refrigerant to flow
into the condenser. At the condensation point, the gas will condense and return
to liquid form. High-pressure liquid coolant will be forced into the capillary tube.
With so refrigerant to the evaporator will increase due to Capillarity pressure
pipeline owned by the capillaries. While in the evaporator, liquid refrigerant will
evaporate, and form back into a gas that has a pressure and temperature are
very low. As a result, the air trapped between the low temperature evaporator,
and finally reduced to a liquid form. In a recurring condition that allows the air to
freeze into ice pellets. This happens in the body of water or intentionally placed
in the evaporator.
Refrigerator or freezer more familiar with household appliances is commonly
used. Refrigerator serves to cool or maintain the condition of food and drink to
be more durable. The main components of the refrigerator is the compressor,
condenser, expansion valve, evaporator and refrigerant. Fridge works by
mensirkulasikan refrigerant. Usually located dibelakan refrigerator condenser
and contact with the outside air, while the evaporator is located inside that will

serve to cool the contents of the refrigerator. Before studying the workings of this
refrigerator is better to recognize parts of his:
Insulation (insulation) is a tool to hold the heat so as not to go into the
refrigerator and keep cold in the fridge does not get out
Temperature control function to regulate how many degrees of cold that we
want
Evaporator fan is a fan placed near the evaporator aims to air mensirkulasikan
Cold
Evaporator coils located inside the refrigerator, which is a tool used to change
the freon liquid into steam by absorbing surrounding heat (cools the refrigerator)
Compressor equipment used to pump Freon
Condensor coils serve to change the vapor to a liquid by heat, is located
outside of refrigerator
Defrost heater serves to destroy the existing snow on the fridge, this means
using a condenser coil.
Leveling feet kedataran useful for adjusting the refrigerator.
How the refrigerator can be seen from the diagram of the thermodynamic cycle
(Figure 2) below. Refrigerant, such as freon into the compressor through a copper
pipe in the form of steam. In a press freon compressor has been formed out of
steam super (super-hot steam) and high pressure. This pressurized steam into
the condenser and condenses water vapor mencadi. High pressure freon liquid
inserted into the expansion valve so that the pressure drops dramatically,
causing flash evaporation and so on to the evaporator to be changed again into
steam. To turn it into steam evaporator absorbs heat in the vicinity, because the
evaporator is placed in the refrigerator cold refrigerator.
For the following outline of his order. Freon compressor in the form of vapor
pressure and low temperature, out in the form of vapor pressure and high
temperature then into the condenser. From the condenser in liquid form (high
temperature and pressure) to the expansion valve the pressure drops (vapor and
liquid) into the evaporator. From the evaporator out in the form of vapor and
back kekompresor. This cycle continues over and over.
Expansion of gas
Perhaps you've seen a car or motorcycle who sped down the street suddenly
burst tires?. Tire exploded because there was expansion of air or gas in the tires.
Expansion occurs because the increase in air temperature due to friction with the
pavement tire. Expansion in the expansion of the gas volume is defined as:
is the coefficient of volume expansion. same value for all gases, namely 1 /
273 oC-1 expansion of the gas distinguished three kinds, namely
a. expansion of gas at fixed temperature ( isothermal ),
b. expansion of gases at fixed pressure, and
c. expansion of gases at fixed volume.
Questions Number 2:
In nature, processes occur in a certain direction, and not in the reverse direction.
For example, if a block of ice is put into a cup of hot water, the ice will melt and
the temperature of the water will decrease as a result of heat transferred from

the higher temperature water to the lower temperature ice. This process is
satisfied the first law of thermodynamics, which requires the energy lost by the
water equals the energy gained by the ice.
Consider the reverse process. A block of ice is put into a cup of hot water. Heat is
transferred from the ice to the water. As a result, the water temperature
increases and the ice temperature decreases. This process still obeys the first
law. That is, the energy lost by the block of ice equals the energy gained by the
water. But this process never occurs.
This example shows that if a process only satisfies the first law, it may not occur.
Hence, another law must also be obeyed to guarantee a process to happen. This
is the second law of thermodynamics. A process will not occur unless it satisfies
both the first and the second laws of thermodynamics.
Clausius Statement of the Second Law
Clausius Statement of the Second Law
The Clausius statement of the second law states:
It is impossible for any system to operate in such a way that the sole result
would be an energy transfer by heat from a cooler to a hotter body.
Heat can transfer from a cooler body to a hotter body if other effects
accomplishing the heat transfer occur within the system or its surroundings, or
both. Air conditioners and refrigerators are devices to transfer heat from a cool
space to its hot surroundings. But both of them need power input. The Clausius
statement says that an air conditioner cannot cool a room without power input.
Kelvin-Planck Statement of the Second Law

Kelvin-Plank Statement of the Second Law


A heat engine must reject some energy to a heat sink in order to run a cycle.
That is, no heat engine can convert all the heat it received from a hightemperature source to work. It is the basis for the Kelvin-Planck statement of the
second law of thermodynamics, which is
It is impossible for any system to operate in a thermodynamic cycle and deliver
an equivalent amount of work to its surroundings while receiving energy by heat
transfer from a single thermal reservoir.
The Kelvin-Planck statement puts forward the idea that no heat engine can have
100 percent efficiency. It must exchange heat with a low-temperature heat sink
as well as a high-temperature source to complete the thermodynamic cycle.

Equivalence of Two Statement


The Clausius statement and the Kelvin-Planck statement of the second law of
thermodynamics are equivalent in their consequences. Any device that violates
the Kelvin-Planck statement also violates the Clausius statement.
Any Device that Violates the Kelvin-Plank Statement also Violates the Clausius

Statement
Consider two devices A and B working between a high-temperature reservoir and
a low-temperature reservoir. Device A is assumed to transfer Heat (QA,H) to work
( WA, net) and have 100 percent efficiency. That is,
WA, net = QA,H
Device A violates the Kelvin-Planck statement.
Device B is a heat pump which receives heat (QB,L) from the low-temperature
reservoir, receives work (WA, net) from device A and rejects the total energy of
WA, net and QB,L to the high-temperature reservoir. Heat rejected by device C,
which is the combination of devices A and B, to the high-temperature reservoir
equals
(QB,L + WA,net) - QA,H
= (QB,L + WA, net) - WA, net
= QB,L
Device C receives heat (QB,L) from the low-temperature reservoir and rejects the
same amount of heat (QB,L) to the high-temperature reservoir. It violates the
Clausius statement.
Any Device that Violates the Clausius Statement also Violates the Kelvin-Plank
Statement
It can also be shown in a similar way that if a device violates the Clausius
statement, it also violates the Kelvin-Planck statement. Hence, the Clausius
statement and the Kelvin-Planck statement are two equivalent expressions of the
second law of thermodynamics.
Perpetual-Motion Machines
The previous discussion shows that a process will not occur unless it satisfies
both the first and the second laws of thermodynamics. But before this was
commonly understood, a lot of efforts were spent to create machines which
violate the first law or the second law. This kind of machines are called
perpetual-motion machines. Devices that violate the first law are called
perpetual-motion machines of the first kind (PMM1). Devices that violate the
second law are called perpetual-motion machines of the second kind (PMM2).
Referensi:
http://www.ecourses.ou.edu/cgibin/ebook.cgi?
doc=&topic=th&chap_sec=05.2&page=theory
http://www.google.com
http://en.wikipedia.org/wiki/Fundamental_thermodynamic_relation
http://en.wikipedia.org/wiki/Internal_energy