Anda di halaman 1dari 35

MODUL BBLR

BLOK REPRODUKSI
KELOMPOK

: 13

1102110067
1102120012
1102120013
1102120027
1102120037
1102120072
1102120073
1102120086
1102120087
1102120112
1102120119

Risnawati
Indry Priyandini Basri
Dwi Arnhila Miranda
Friska Feronika Tawil
Novi Safitri Nurdin
Suriani S.
Randi Satria Pramanugraha
Trisna Aulia Surya
Unga Hafsana Razak
Madrikayanti Anugrah
Muhammad Alfi Reza

SKENARIO :
Seorang bayi laki-laki, diantar oleh ibunya ke unit
gawat darurat RS dengan keluhan bayi malas
minum. Berdasarkan anamnesis diketahui lahir pada
tanggal 3 April 2015 dengan berat lahir 2200 gram
panjang 47 cm. Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT)
ibu tanggal 10 Juli 2014. Pada pemeriksaan suhu
melalui axilla di dapatkan suhu bayi tersebut 36,20C.

KATA SULIT :
KALIMAT KUNCI :
Seorang bayi laki-laki
Bayi malas minum
Lahir pada tanggal 3 April 2015
Berat lahir 2200 gram panjang 47 cm
HPHT ibu tanggal 10 Juli 2014
Suhu bayi tersebut 36,20C

PERTANYAAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Bagaimana pertumbuhan janin normal?


Bagaimana ciri ciri bayi lahir normal?
Jelaskan apa yang dimaksud BBLR dan klasifikasiya?
Jelaskan factor factor penyebab BBLR?
Jelaskan mengenai penilaian umur kehamilan pada janin ?
Bagaimana gambaran klinik BBLR?
Apa hubungan BBLR dengan hipotermi dan bayi malas makan
pada scenario?
Jelaskan masalah yang timbul pada BBLR (hipotermi dan
hipoglikemi)?
Bagaimana pencegahan dan penanganan BBLR?
Pandangan Islam?

1. BAGAIMANA PERTUMBUHAN JANIN NORMAL ?

Perkembangan Konseptus

Konseptus adalah semua jaringan konsepsi yang


membagi diri menjadi berbagai jaringan embrio, korion,
amnion, dan plasenta.
Embrio dan Janin

Darah janin

Darah janin mengalami proses pembentukan yang unik yaitu bermula diproduksi
di yolk sac. Kemudian di hati dan akhirnya di sumsung tulang.
Sistem Respirasi

Gerakan napas janin telah dapat dilihat sejak kehamilan 12 minggu dan pada 34
minggu secara regula gerak napas ialah 40-60/menit dan diantara jeda adalah
periode apnea.

Sistem ginjal

Pada 22 minggu akan tampak pembentukan korpuskel ginjal di zona


jukstaglomerolaris yang berfungsi filtrasi. Ginjal terbentuk sempurna pada
minggu ke-36.
Sistem saraf

Mielinisasi saraf spinal terbentuk pada pertngahan kehamilan dan berlanjut


sampai usia bayi 1 tahun.

Kelenjar Endokrin

Sistem endokrin janin telah bekerja sebelum sistem saraf mencapai maturitas.
Pembentukan Kelamin

terdapat kromosom Y, akan terbentuk testis, diatur oleh gen testis determining
factor atau disebut sex determining region.
Sebaliknya, apabila tidak terdapat testis, akan terbentuk gonad dan fenotip
perempuan.

2. Bagaimana ciri ciri bayi lahir normal?


1
2

BB 2500-4000 gram
Panjang badan 48-52 gram

Lingkar kepala 33-35cm

Rambut lanugo tidak terlihat,


rambut kepala sudah tampak
sempurna
Kuku panjang dan lemas

10

Pada anak laki-laki testis sudah


turun sedangkan pada anak
perempuan genetalia labia
mayora menutupi labia minora

11

Reflek menelan dan menghisap


sudah terbentuk dengan baik

Lingkar dada 30-38 cm


Bunyi jantung pertama
180x/menit kemudian 120160x/menit

Pernafasan pertama 80x/menit


kemudian 40-60x/menit

13

Warna kulit kemerah-merahan


dan licin

14

12

Reflek moro bila dikagetkan akan


kelihatan seperti memeluk
Gerak reflek sudah baik bila
tangan di letakkan benda bayi
akan menggenggam
Pola eliminasi urin dan
mekonium akan keluar dalam 24
jam pertama

3. Klasifikasi BBLR
1.

Berdasarkan berat badan waktu lahir

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), yaitu bayi yang lahir dengan berat lahi

Prawirohardjo, Sarwono. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina


Pustaka

2. Berdasarkan berat badan dan masa gestasi

Pantiawati, I. 2010. Bayi dengan BBLR. Yogyakarta: Nuha Medika

4. Jelaskan factor factor penyebab BBLR?


Faktor

5. Jelaskan mengenai penilaian umur kehamilan pada janin ?


Tujuan penilaian:

Membandingkan bayi menurut nilai standar pertumbuhan neonatus berdasar usia


kehamilan (dianggap akurat dengan kisaran 2 mgg)
Verifikasi perkiraan obstetri untuk usia kehamilan
Identifikasi bayi kurang bulan, lebih bulan, besar/kecil untuk usia kehamilan
Amati dan rawat terhadap kemungkinan komplikasi
Secara sistematis (saat bayi stabil dan keadaan tenang)
Pemeriksaan paling akurat untuk maturitas fisik segera setelah lahir
Untuk maturitas neurologis bila proses kelahiran sulit ulang lagi setelah 24 jam

Perkiraan obstetrik:

HPHT
USG:
Instrumen untuk menilai usia kehamilan bayi.

6. Bagaimana gambaran klinik BBLR?


Umur

Lanugo

Proverawati, A. 2010. BBLR (Berat Badan Lahir Rendah). NuhaMedika, Yogyakarta.


Maryunani, Anik. 2010. Imu Kesehatan Anak Dalam Kebidanan. Jakarta : TIM.

7. Apa hubungan BBLR dan hipotermi dengan bayi malas minum pada skenario ?

Hipotermia terjadi karena hanya sedikitnya lemak tubuh dan sistem


pengaturan suhu bayi baru lahir belum matang. ciri-ciri bayi BBLR yang
mengalami hipotermia :
Suhu tubuh < 32 C
Mengantuk dan sukar dibangunkan
Menangis sangat lemah
Seluruh tubuh dingin
Pernafasan lambat
Pernafasan tidak teratur
Bunyi jantung lambat
Tidak mau menetek, sehingga beresiko dehidrasi

Berdasarkan skenario, bayi tersebut cukup bulan


akan tetapi mengalami berat badan lahir rendah yang
mengakibatkan sarafnya belum bekerja dengan baik,
sehingga tonus otot pun belum kuat untuk melakukan
refleks menghisap dan menelan dengan baik
sebagaimana mestinya. Sehingga bayi tersebut
mengalami malas minum.

Jelaskan masalah yang timbul pada BBLR (hipotermi dan


hipoglikemi)?

Hipotermi
Hipotermi pada neonatus adalah suatu keadaan
dimana terjadi penurunan suhu tubuh yang
disebabkan oleh berbagai keadaan terutama karena
tingginya konsumsi oksigen dan penurunan suhu
ruangan.

Mekanisme Terjadinya Hipotermi


evaporasi
radiasi
konveksi
konduksi

Tanda hipotermi
Hipotermi
Tanda

Penyebab Hipotermi
a. Kehilangan panas yang berlebihan seperti lingkungan atau cuaca
dingin basah atau bayi telanjang.
b. Luas permukaan tubuh pada bayi baru lahir relatif besar sehingga
penguapannya bertambah.
c. Kurangnya metabolisme untuk menghasilkan panas tubuhnya masih
rendah.
d. Otot bayi masih lemah

Penanganan Hipotermi
a. Mengeringkan tubuh bayi dengan cepat mulai dari kepala dan seluruh tubuh.
b. Tubuh bayi segera dibungkus dengan selimut.
c. Bayi diletakkan telungkup di dada ibu agar terjadi kontak kulit langsung ibu dan
bayi. Untuk menjaga bayi agar tetap hangat dan bayi harus berada di dalam
suatu pakaian atau yang disebut sebagai metode kanguru.
d. Bila tubuh bayi masih dingin, segera menghangatkan bayi di dalam inkubator
atau melalui penyinaran lampu.
e. Pemberian ASI sedini dan sesering mungkin.

Hipoglikemia pada neonatus

Definisi:
Hipoglikemi adalah keadaan hasil pengukuran
kadar gula darah kurang dari 45mg/dl (2,6
mmol/L).
Hipoglikemia
adalah
suatu
sindrom
klinik dengan penyebab yang sangat luas, sebagai
akibat dari rendahnya kadar glukosa plasma yang
akhirnya menyebabkan neuroglikopenia.

Penyebab Hipoglikemia:
Masukan gula dari makanan berkurang (starvasi)
Penurunan masukan gula dari simpanan glikogen
Penurunan masukan gula karena ggn glukoneogenesis dan

glikogenolisis
Pengeluaran berlebihan ke dalam simpanan gula
(hiperinsulinisme)
Pengeluaran yg meningkat karena kebutuhan energi
meningkat

Hipoglikemia menurut usia:


Hipoglikemia pada neonatus:
Bersifat
1. Sementara
Terjadi pada BBL, starvasi, hipotermia, syok dan ibu diabetes
2. Menetap atau berulang
Terjadi pada defisiensi hormon, hiperinsulinisme, kelainan
metabolisme karbohidrat & asam amino

Manifestasi klinik:
Tergantung usia
Neonatus
tremor, sianosis, hipotermi, kejang, apnea atau pernafasan tidak teratur,
letargi atau apatis,berkeringat, takipnea atau takikardi dan tidak mau minum
Balita dan anak yang lebih besar:
kejang, letargi, pucat, berkeringat dingin, takikardi, hipotermi, lemah,
ganguan bicara dan koma.

Diagnosis:
Adanya gejala klinis hipoglikemia
Kadar gula plasma yang rendah (< 45 mg/dl atau 25 mg/dl tergantung usia)
Respon klinis yang bagus terhadap pemberian gula

Tatalaksana:
Pada neonatus yang asimptomatik:
KGD minum D10% 2-3 jam berikutnya susu formula cek KGD setiap 30-60
menit Pada neonatus yang asimptomatik sampai stabil
Normoglikemia setiap akan minum (3 jam)
Jika setelah pemberian glukosa oral tetap < 45 mg/dl atau timbul gejala
(simtomatik) glukosa IV
D10% IV 2ml/kgbb per bolus selama 1 menit
a. IVFD D10% (kebutuhan glukosa 10mg/kg/menit)
Bila kebutuhan glukosa > 12 mg/kg/menit:
a. lakukan pemeriksaan : KGD, insulin, kortisol, growth hormone, laktat, TSH,
dan FT4 untuk mendeteksi adanya ganguan hormon
b. hidrokortison suksinat 10 mg/kg/hari/ 2 dosis

9. PENCEGAHAN BBLR
Gizi ibu harus seimbang.
Pemberian suplemen zat besi minimal 90 tablet
Konseling ANC
Deteksi dini terhadap penyakit penyakit sistemik
Pelaksanaan screening pada penyakit menular seksual
Pemberian imunisasi TT

PENANGANAN AWAL BBLR


1. Pengaturan suhu lingkungan
Bayi premature mudah dan cepat sekali menderita hipotermi bila berada dilingkungan yang dingin.
Kehilangan panas disebabkan oleh permukaan tubuh bayi yang relatif lebih luas dibandingkan dengan berat
badan. Kurangnya jaringan lemak di bawah kulit dan kekurangan lemak coklat (brown fat).
Suhu inkubator diturunkan 1oC setiap minggu sampai bayi dapat dinyatakan pada suhu lingkungan 24-27oC.
2. Makanan Bayi
Umumnya bayi premature belum sempurna relfeks menghisap, telan dan batuknya. Kapasitas lambungnya
masih kecil dan daya enzim pencernaan terutama lipase masih kurang disamping itu kebutuhan protein 3-5
g/hari dan tinggi kalori (110 kkal/hari), agar berat badan bertambah sebaik-baiknya. Pemberian minum ini
dimulai pada bayi ini berumur 3 jam agar bayi tidak menderita hipoglikemia.

10. Pandangan Islam mengenai masalah penciptaan manusia,


kehamilan, persalinan, dan prinsip penanganannya

Surah Al-Hajj ayat 5

Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah,


kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal
darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna
kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan
kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang
Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan,
kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian
(dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada
kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan
(adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya
sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun
yang dahulunya telah diketahuinya.

Kewajiban orang tua muslim pertama kali saat kelahiran


bayi:

Mengadzankan
Mengiqomatkan

Berikut adalah Perawatan Bayi Baru Lahir dalam


Pandangan Islam yang Harus dilakukan :
Melakukan aqiqah
Mencukur rambut bayi
Memberi nama