Anda di halaman 1dari 5

ifat Fisik Silikon

Konfigurasi
Fase (suhu kamar)
Massa Jenis
Titik leleh
Titik didih
Kalor Lebur
Kalor Penguapan
Energi Pengionan
Jari-jari kovalen atom
Jari-jari ion
Keelektronegatifan
Berat atom standar

: [Ne] 3S23P2
: Solid
: 2,33 g/cm3
: 1687 K (14100 C, 5909 0F)
: 3538 K (2355 0C, 5909 0F)
: 50,21 kJ/mol
: 359 kJ/mol
: 8,2 eV/atm
: 790 (1,17A)
: 0,41 A (Si4+)
: 1,8
: 28,085 g.mol-1

D. Sifat Kimia Silikon


Silikon dikulit bumi terdapat dalam berbagai bentuk silikat, yaitu senyawa silikon dengan
oksigen. Unsur ini dapat dibuat dari silikon dioksida (SiO2) yang terdapat dalam pasir,
melalui reaksi:
SiO2(s) + 2C(s) Si(s) + 2CO(g)
Silikon murni berstruktur seperti Intan ( tetrahedral) sehingga sangat keras dan tidak
menghantarkan listrik jika dicampur dengan sedikit unsur lain, seperti alumunium (Al) atau
boron (B). Silikon bersifat semikonduktor (sedikit menghantarkan listrik), yang diperlukan
dalam berbagai peralatan elektronik, seperti kalkulator dan komputer. Itulah sebabnya silikon
merupakan zat yang sangat penting dalam dunia modern. Untuk itu dibutuhkan silikon yang
kemurniannya sangat tinggi dan dapat dihasilkan dengan reaksi:
SiCl4(g) + 2H2(g) Si(s) + 4HCl(g)
Jari-jari silikon lebih besar dari karbon, sehingga tidak dapat membentuk ikatan (rangkap
dua atau tiga) sesamanya, hanya ikatan tunggal (). Karena itu silikon tidak reaktif pada suhu
kamar dan tidak bereaksi dengan asam, tetapi dapat bereaksi dengan basa kuat seperti NaOH.
Si(s) + 4OH-(aq) SiO4(aq) + 2H2(g)
Batuan dan mineral yang mengandung silikon, umumnya merupakan zat padat yang
mempunyai titik leleh tinggi, keras, yang setiap keping darinya merupakan suatu kisi yang
kontinu terdiri dari atom-atom yang terikat erat. Sebuah contoh senyawa silikon yang
memiliki titik leleh tinggi adalah silikon dioksida, yang terdapat dialam dalam bentuk kuarsa,
agata (akik), pasir, dan seterusnya.
E. Reaktifitas silikon
Kereaktifan silikon sama halnya dengan boron dan karbon yaitu sangat tak reaktif pada suhu
biasa. Bila silikon bereaksi, tak ada kecendrungan dari atom-atom silikon untuk kehilangan
elektron-elektron terluar dan membentuk kation sederhana seperti Si4+, karena ion-ion kecil
ini akan mempunyai rapatan muatan begitu tinggi. Namun atom-atom ini biasanya bereaksi

dengan persekutuan antara elektron mereka membentuk ikatan kovalen. Bila dipanaskan
dalam udara, unsur-unsur itu bereaksi dengan oksigen dalam reaksi pembakaran yang sangat
eksotermik untuk membentuk oksida SiO2 yang bersifat asam.

F. Reaksi dengan Unsur Lain


1. Hidrida
Pada suhu tinggi, silikon dapat bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrida, reaksinya
adalah sebagai berikut.
Si(s) + 2H2 SiH4
2.

Reaksi dengan Halogen


Silikon bereaksi dengan halogen secara umum, bahkan sampai terbakar dalam gas flour.
Si + 2X2 SiX4
Contoh: Si + 2Cl2 SiCl4
Si + 2Br2 SiBr4

3. Reaksi dengan oksigen


Bila dipanaskan dalam udara, silikon bereaksi dengan oksigen dalam reaksi pembakaran yang
sangat eksotermik untuk membentuk oksida SiO2, pada hakikatnya tidak reaktif dengan air
pada suhu-suhu biasa. Senyawaan silikon dengan oksigen adalah yang paling melimpah dari
semua senyawaan dalam kerak bumi. Reaksi antara silikon dengan oksigen adalah sebagai
berikut.
Si(s) + O2(g)
SiO2(S)
4. Reaksi dengan karbon
Salah satu seyawaan silikon yang terkenal adalah silikon karbida. Secara kimia silikon
karbida tidak aktif, hampir sekeras intan dan digunakan sebagai bahan gosok untuk
mengasah, memotong, dan memoles. Reaksi silikon dengan karbon adalah sebagai berikut.
Si(s) + C(s)
SiC(s)

G. Senyawaan Silikon
1. Silikon dioksida
Silikon dioksida atau silika adalah satu senyawaan kimia yang paling umum. Kristal
SiO2 murni ditemukan di alam dalam tiga bentuk polimorfis, yaitu kuarsa, kristobolit dan
trimid. Pasir, agata(akik), oniks, opal, batu kecubung (ametis) dan flint adalah silikon
dioksida dengan runutan bahan kotoran. Kuarsa lebur digunakan untuk membuat cawan dan
bejana laboratorium lain yang akan dipanaskan sampai suhu yang luar biasa tinggi (15000C).
Bentuk-bentuk silika merupakan beberapa dari struktur kristal yang benar-benar penting,
bukan saja karena silika sendiri merupakan zat yang begitu melimpah dan berguna, tetapi
juga karena strukturnya (SiO2) adalah unit yang mendasar dalam kebanyakan mineral. Kristal
SiO2 memiliki dua ciri utama, yaitu setiap atom silikon berada pada pusat suatu tetrahedron
yang terdiri dari empat atom oksigen dan setiap atom oksigen berada di tengah-tengah antara
dua atom silikon.
2. Silikat
Senyawaan silikat yang maha besar itu cenderung saling berkaitan bersama seperti rantai
atau sebagai kerangka yang menyerupai kotak. Dalam hal ini silika merupakan unit
pembangun yang utama.

Dua asam silikat sederhana adalah asam ortosilika, H4SiO4, dan asam metasilikat, H2SiO3.
Kedua senyawa ini tidak larut dalam air, tetapi mereka memang bereaksi dengan basa.
Contohnya:
H4SiO4(aq) + 4NaOH(aq) Na4SiO4(s) + H2O(l)
Bila kering sebagian (parsial) asam silikat disebut gel silika. Dalam bentuk ini ia mempunyai
kapasitas menyerap yang besar terhadap uap air, belerang dioksida, asam sitrat, benzena dan
zat-zat lain.
Garam-garam asam oksi dari kedua asam silikat tadi meliputi:
Na2SiO3 (Natrium Metasilikat), Na4SiO4 (Natrium ortosilikat), Mg2SiO4 (Magnesium
ortosilikat), LiAl(SiO3)2 (Litium alumunium metasilikat). Semua silikat ini kecuali silikat dari
Na+, K+, Rb+, Cs+, dan NH4+, praktis tidak larut dalam air. Semua silikat yang larut,
membentuk larutan yang bersifat basa bila dilarutkan dalam air. Ion SiO32-, bertindak sebagai
basa dengan menghilangkan proton dari air.
SiO32-(aq) + H2O(l) HSiO3-(aq) + OH-(aq)
Suatu sifat kimia yang penting dari silikon adalah kecenderungan yang membentuk molekul
yang signifikan besar. Silikon cenderung membentuk ikatan tunggal (masing-masing
membentuk 4 dan 3 ikatan tunggal). Silikon membentuk molekul-molekul dan ion-ion
raksasa, atom oksigen membentuk kedudukan yang berselang-seling.
Kebanyakan batuan dan mineral adalah silikat dengan kisi:

Kisi silikat ini dapat dianggap sebagai diturunkan dari SiO2, tetapi dengan atom atom umum
lain kadang-kadang terkait dengan atom silikon dan oksigen itu dan kadang-kadang
menggantikan atom-atom ini. Rumus dan nama beberapa komponen mineral yang lebih
melimpah mengandung silikon, terdapat pada tabel berikut.
Grup Mineral

Persentase Mineral
dalam Kerak Bumi
49

Rumus Representatif dan nama umum


Struktur Khas
Kristal besar dalam tiga
dimensi (seperti kotak)

KAlSi3O8, ortoklase
NaAlSi3O8, albit
CaAl2Si2O8,anortit
Na4Al3Si3O12Cl,sodalit

Feldspar
Kuarsa

21

Sama seperti di atas

SiO2, silika

15

Kristal besar dalam tiga


dimensi

CaSiO3, wolastonit
NaAlSi2, jadeit
Ca2Mg5Si8O22, termolit (suatu asbes)

Kristal besar dalam dua


dimensi (sepeti lapisan)

KAl2Si3AlO10(OH)12, muskovit
K2Li3Al4Si7O21(OH,F)3, lepidolit

Amfibol atau
piroksena
Mika

H. Isolasi atau Pembuatan Silikon


Silikon dapat dibuat dari silika dengan cara sebagai berikut:
panas
SiO2(s) + 2Mg(s)
2MgO(s) + Si(s)
Dalam bentuk kristalnya, silikon adalah abu-abu atau hitam.
Silikon dibuat dari silika dengan kokas sebagai reduktor. Campuran silika dan kokas
dipanaskan dalam suatu tanur listrik pada suhu sekitar 30000 C.

SiO2(s) + C(s)

Si(l) + 2CO(g)

Pembuatan silikon ultra murni dilakukan sebagai berikut. Mula-mula silikon biasa
direaksikan dengan klorin sehingga terbentuk silikon tetraklorida, suatu zat cair yang mudah
menguap (titik didih = 580C)
Si(s) + 2Cl2(g) SiCl4(l)
SiCl4 kemudian dimurnikan dengan distilasi bertingkat. Selanjutnya, SiCl4direduksi dengan
mengalirkan campuran uap SiCl4 dengan gas H2 melalui suatu tabung yang dipanaskan.
Dengan cara ini dapat diperoleh silikon ultra murni yang pengotornya hanya sekitar 10 %.
Reaksinya adalah sebagai berikut.
SiCl4(g) + 2H2(g)
Si(s) + 4HCl(g)
Padatan Si yang terbentuk berupa batangan yang perlu dimurnikan dengan cara pemurnian zona (zona
refining), seperti pada gambar pemurnian zona silikon. Pada pemurnian zona batangan silikon tidak murni
secara perlahan dilewatkan ke bawah melalui kumparan listrik pemanas yang terdapat pada zona lebur. Karena
pemanasan maka batang silikon tidak murni akan mengalami peleburan.

Seperti pada sifat koligatif larutan tentang pemurnian titik lebur larutan dimana titik lebut larutan adalah lebih
rendah dibandingkan titik lebur pelarut murni. Pemurnian silikon anolog dengan hal tersebut, silikon murni di
anggap sebagai pelarut sedangkan leburan silikon yang mengandung pengotor dianggap sebagai larutan.
Berdasarkan sifat koligatif larutan maka titik lebur silikon murni akan akan lebih tinggi dibanding titik lebur
silikon yang tidak murni (bagian yang mengandung pengotor).
Hal ini menyebabkan pengotor cenderung mengumpul disilikon yang mengandung pengotor (bagian atas pada
zona peleburan). Selama permurnian zona berlangsung maka bagian bawah yang merupakan silikon murni
akan bertambah banyak sedangkan bagian atas semakin sedikit. Pengotor yang ada akan terkonsentrasi pada
bagian yang sedikit tersebut.
Setelah leburan mengalami pembekuan maka akan diperoleh suatu batangan dimana salah satu ujung
merupakan silikon paling murni sedangkan silikon yang lain merupakan silikon yang dipenuhi dengan pengotor
atau bagian silikon yang paling tidak murni. Walaupun demikian terkadang bagian yang paling murni dari
silikon ada pada bagian atas sedangkan bagian yang paling tidak murni berada pada bagian bawah. Bagian
yang tidak murni dan tidak murni dapat dipisahkan dengan cara pemotongan.

I. Manfaat silikon
Ada banyak manfaat silikon, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

Penggunaan penting dari silikon adalah dalam pembuatan transistor, chips, komputer dan sel surya. Untuk
tujuan itu diperlukan silikon ultra murni. Silikon juga digunakan dalam berbagai jenis alloy dengan besi (baja).

Sedangkan senyawa silikon digunakan dalam industri.


Silika dan silikat digunakan untuk membuat gelas, keramik, porselin dan semen.

Larutan pekat natrium silikat (Na2SiO3), suatu zat padat amorf yang tidak berwarna, yang disebut water glass,

digunakan untuk pengawetan telur dan sebagai perekat, juga sebagai bahan pengisi (fillir) dalam detergen.
Silikon karbida (SiC), merupakan zat padat yang sangat keras digunakan untuk ampelas (abrasive) dan
pelindung untuk pesawat ulang alik terhadap suhu yang tinggi sewaktu kembali ke bumi.

Silika gel, suatu zat padat amorf yang sangat berfori, dibuat dengan melepas sebagian air dari
asam silikat (H2SiO3) atau (SiO2.H2O). Silika gel bersifat higroskopis (mengikat air) sehingga
digunakan sebagai pengering dalam berbagai macam produk.