Anda di halaman 1dari 47

GIZI DAN DIET

KEBUTUHAN NUTRISI ANAK USIA SEKOLAH

Kelompok 3

Anne Adprimayola
Cinta Mulia Hati
Eni Rianti
Gesi Puspa Seruni
Khadijah Syarli
Moly Mery Yenti
Mutiara Kharisma
Nely Mardyah
Rada Purnama Sari
Riva Amenda
Shintia Harjunu
Wulan Sari

Pengertian Gizi Dan Usia Anak


Sekolah

Pengertian Gizi :
Pengertian Gizi , Kata gizi adalah berasal dari dialek
bahasa Mesir yang berarti "makanan". Gizi merupakan
terjemahan dari kata "nutrition" yang dapat
diterjemahkan menjadi "nutrisi". Gizi dapat diartikan
sebagai sesuatu yang mempengaruhi proses perubahan
semua jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh,
yang dapat mempertahankan kehidupan.

I. Zat gizi berdasarkan


sumbernyaterbagi menjadi
dua, yaitu:
Nabati: Sumber zat gizi yang berasal dari tumbuhtumbuhan.
Hewani: Sumber zat gizi yang berasal dari hewan.

Zat gizi berdasarkan fungsinya bagi


tubuhdapat kita kategorikan menjadi:

Sumber tenaga bagi tumbuh: Zat gizi yang tergolong


sumber tenaga adalah karbohidrat, lemak, dan
protein.
Pembangun dan penjaga tubuh: Zat gizi yang
berfungsi sebagai pembangun dan penjaga tumbuh
adalah protein, lemak, mineral, dan vitamin.
Pengatur proses kerja di dalam tubuh: Zat gizi yang
diperlukan untuk mengatur proses metabolisme di
dalam tubuh adalah protein, mineral, vitamin, dan air.

Pengertian Usia Anak Sekolah :


Anak usia sekolah adalah anak yang
memasuki masa sekolah dan berusia antara
7 12 tahun. Karakteristik golongan anak
sekolah ini, antara lain :
Gigi geligi susu tanggal secara berangsur
dan diganti dengan gigi permanen
Anak lebih aktif memilih makanan yang
disukai
Lebih banyak melakukan aktivitas fisik

Prinsip Gizi Untuk Usia Anak


Sekolah
Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) untuk Anak Sekolah dan
Remaja :
Mengkonsumsi

aneka ragam makanan


Mengkonsumsi makanan untuk memenuhi kecukupan energy
Mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energy
Membatasi konsumsi lemak dan minyak (1/4 kecukupan energi)
Menggunakan garam beryodium
Mengkonsumsi makanan sumber zat besi
Membiasakan makan pagi
Minum air bersih yang aman dan dalam jumlah yang cukup
Melakukan aktivitas fisik secara teratur
Mengkonsumsi makanan yang aman
Membaca label pada makanan yang dikemas

Makanan yang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan


anak sebaiknya terdiri dari makanan pokok, lauk pauk,
sayur, dan buah.Sebaiknya seorang ibu melakukan
pengaturan-pengaturan dalam menyusun makan untuk
anak-anaknya.Pengaturan tersebut bertujuan untuk
membentuk kebiasaan makan yang baik dan
berpartisipasi dalam aktivitas olahraga secara teratur.

Kebutuhan zat gizi untuk anak usia 7-9


tahun berdasarkan Widya Karya Pangan dan
Gizi, maka kecukupan energi dan zat-zat
gizi sehari adalah 1900 kalori. Sedang
untuk anak usia 10-12 tahun membutuhkan
1800 kalori per hari.

Syarat pemberian
untuk anak antara

makanan
lain:

Memenuhi kecukupan Energi dan semua zat gizi yang


sesuai dengan umurnya.
Susunan hidangan disesuaikan dengan pola menu
seimbang
Bentuk dan porsi disesuaikan dengan daya terima,
toleransi, dan keadaan faal anak.
Memperhatikan kebersihan anak dan lingkungan.

Karakteristik Pemenuhan Kebutuhan


Nutrisi Pada Anak Usia Sekolah
Beberapa karakteristik yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi
yang perlu diperhatikan pada anak usia sekolah adalah sebagai berikut :

Anak dapat mengatur pola makannya sendiri.


Adanya pengaruh teman atau jajanan di lingkungan sekolah dan
di lingkungan luar
rumah serta adanya reklame atau iklan
makanan tertentu di televisi yang dapat mempengaruhi pola
makan atau keinginannya untuk mencoba makanan yang belum
dikenalnya
Kebiasaan menyukai satu makanan tertentu berangsur angsur
hilang.
Pengaruh aktivitas beramain dapat menyeababkan keinginan
yang lebih besar pada aktivitas bermain dari pada makan.

Anjuran untuk orang tua dalam


kaitannya dengan karakteristik
tersebut :
Motivasi orang tua untuk membiasakan
anak dengan pola makan yang baik.
Motivasi anak untuk tetap menyukai jenis
makanan yang baru.

Jelasakan pada anak bahwa waktu makan bersama keluarga


adalah lebih baik dari pada bermain karena saat itu dapat
menjadi kesempatan bagi anak untuk berkonsultasi dengan
orang tua dan bagi orang tua untuk mengetahui pengalaman
yang diperoleh anak di sekolah dan di lingkungannya.
Fasilitasi orang tua untuk tidak membiasakan anak
mendapat jajanan di sekolah ataupun di lingkungan luar
rumah karena belum tentu sehat dan hal itu bukan pola
kebiasaan yang baik bagi anak. Anjurkan untuk selalu
menyediakan makanan kecil untuk dibawa ke sekolah
maupun disediakan di rumah.

Fungsi Gizi Untuk Anak Sekolah

Supaya pertumbuhan dan perkembangan anak


maksimal
Memperbaiki gizi anak
Menentukan perkembangan anak untuk usia
selanjutnya

Asupan Makanan Untuk Anak Usia


Sekolah

Makan pagi ( sarapan )


Merupakan salah satu pesan dalam PUGS,
dapat menyumbang seperempat dari
kebutuhan gizi sehari yaitu sekitar 450-500
kalori dengan 8-9 gram protein.
Berdasarkan penelitian di Jakarta
menunjukkan jenis makanan pagi antara
lain nasi dan lauk pauk 61%, roti 15,5%,
dan mi 8,6%.

Membawa bekal ke sekolah


Membeli makanan dan kemudian menghabiskan bersama temantemannya adalah hal yang mengasyikkan bagi anak-anak.Untuk
meminimalkan jajan anak, sebaiknya anak dibekali dari rumah.Dan
makanan bekal adalah makanan yang disukainya dan
menarik.Sehingga
anak-anak
lebih
tertarik
dengan
bekalnya.Kandungan gizi makanan bekal sebaiknya sekitar 300
kalori, 5-7 gram protein.Makanan bekal bisa berupa snack atau
makanan lengkap dalam porsi kecil.

Olahraga dan aktivitas


Sesuai dengan salah satu pesan PUGS, dengan
melakukan latihan fisik dan olahraga teratur setiap hari,
maka sejak usia muda sebaiknya anak dianjurkan
berolahraga dan melakukan aktivitas yang cukup.
Manfaat Olahraga dan aktivitas fisik antara lain
menurunkan dan mempertahankan BB, menurunkan
tekanan darah, menaikkan kolesterol HDL, serta
mampu menurunkan resiko obesitas.

Kecukupan gizi anak sekolah :

Golongan umur 7 9 th
BB : 24 kg
TB : 120 cm
Energi : 1.900 kkal
Protein : 37 gr, dst
Golongan umur 10 12 th
BB : 30 kg
TB : 135 cm
Energi : 2.000 kkal
Protein : 45 gr
Golongan umur 10 12 th
BB : 35 kg
TB : 140 cm
Energi : 1.900 kkal

( pria )

wanita )

Dalam memenuhi kebutuhan AKG seriap harinya,


perlu dilakukan memberi variasi makanan yagn
berbeda setiap harinya yang nantinya diharapkan cukup
dapat memenuhi semua kebutuhan gizi.Di Indonesia
pola menu seimbang tergambar dalam menu 4 Sehat 5
Sempurna dan Pedoman Umum Gizi Seimbang
(PUGS).Saat ini dikenal juga menu pelangi, yaitu menu
makanan yang berwarna-warni seperti pelangi untuk
memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang
diperlukan oleh tubuh seperti sayur-sayuran.


Kebutuhan gizi anak usia sekolah :

Rumus BB ideal untuk anak usia sekolah :


( Umur (th) x 2 ) + 8 ) = ..kg atau menggunakan standar
NCHS dan standar HARVARD
) Rumus berat badan ideal untuk usia 1 sampai 10 tahun
:
Berat badan ideal untuk usia 1 sampai 10 tahun adalah
hasil dari 2 kali umur ditambah 8, atau (2 x umur) + 8 =
berat ideal.
Contoh ;
Untuk anak usia 8 tahun, maka berat idealnya adalah (2 x
8) + 8 = 24kg.

a)

Rumus berat badan ideal untuk usia


diatas 10 tahun :
Berat badan ideal untuk usia diatas 10 tahun
adalah hasil perhitungan dari tinggi badan
dikurangi 100 dikali 90%, atau (tinggi badan 100) x 90% = berat ideal.
Contoh ;
Untuk tinggi badan 155cm, maka berat
badan idealnya adalah (155 - 100) x 90% =
49,5kg

b) Perhitungan kebutuhan energi dan zat gizi


lainnya ( protein, karbohidrat dan lemak )
dapat menggunakan ( tabel pada perhitungan
bayi
c) Kebutuhan energi umur 10 12 th relative
lebih
besar dari golongan umur 7 9 th,
karena
pertumbuhan lebih cepat,
terutama
pertambahan TB. Umur 10 12 th anak laki
laki kebutuhan energinya lebih besar
dibandingkan anak perempuan karena aktifitas
fisik meningkat. Anak perempuan membutuhkan
protein dan zat besi lebih banyak haid

Kebutuhan energi pada anak usia sekolah


berhubungan dengan laju pertumbuhan.
Kebutuhan energi individual anak
tergantung pada tingkat aktifitas anak dan
ukuran tubuhnya.Estimasi kebutuhan energi
terdapat dalam Dietary Reference Intakes
(DRI) yang didasarkan pada jenis kelamin,
umur, TB, BB, dan tingkat aktifitas anak
(physical activity level/PAL).

Berdasarkan hasil Widyakarya Nasional


Pangan dan Gizi ( Almatsier, 2003)
menyebutkan bahwa anak laki-laki usia 10-12
tahun dengan berat badan 35 kg tinggi badan
138 cm membutuhkan 50 g protein/hari, tidak
berbeda dengan anak perempuan usia 10-12
tahun dengan berat 37 kg dan tinggi 145 cm
membutuhkan 50 g protein sehari. Sementara
kebutuhan protein anak usia 7-9 tahun
dengan berat badan 25 kg dan tinggi 120 cm
juga membutuhkan 45

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi


Gizi Pada Usia Sekolah

Usia Sekolah adalah usia puncak pertumbuhan.


Anak Sdyang berusia sekitar 7-13 tahun
merupakan masa-masa pertumbuhan paling
pesat kedua setelah masa balita. Dimana
kesehatan yang optimal akan menghasilkan
pertumbuhan yang optimal pula. Perhatian
terhadap kesehatan sangatlah diperlukan,
pendidikan juga digalakan untuk perkembangan
mental yang mengacu pada skil anak.

Selalu Aktif.
Semakin tinggi tingkat aktifitas tubuh maka
Nutrisidan energi juga akan semaki banyak
diperlukan, anak usia SD atau Usia sekolah
merupakan usia yang senang bermain.
Senang menghabiskan waktunya untuk
belajar mengetahui lingkungan
sekitar.Untuk itu perlunya nutrisi dan
asupan energi yang banyakuntuk
menunjang aktifitas fisiknya.

Perubahan Sikap Terhadap Makanan.


Anak Usia SD tidak dapat di tebak, apa
selera makan yang saat ini sedang ia
senangi, perubahan sikap terhadap
makanan dipengaruhi oleh beberapa faktor,
salah satunya adalah pengaruh dari luar.
Pada masa-masa inilah perhatian ibu
terhadap pengaruh pola konsumsi makanan
sepertinya harus digalakan.

Tidak suka makanan-makanan yang bergizi.


Jenis kelamin
Kecepatan pertumbuhan
Aktifitas fisik
Efesiensi penyerapan

Apabila kebutuhan nutrisi tidak


tercukupi :
Tubuh kurang zat gizi
Prestasi belajar di sekolah menurun
Gangguan pertumbuhan dan perkembangan
sampai dewasa

Tabel kecukupan gizi sesuai


umur :

Anjuran-Anjuran Jumlah Porsi Makan:


Untuk anak usia 7-9 tahun sebanyak 1900 kalori per hari :

Nasi 4 porsi penukar (1 p nasi = 150 gram)


Sayuran 3 porsi penukar (1 p sayuran = 100 gram)
Buah 3 porsi penukar (1 p buah = 100 gram)
Tempe 3 porsi penukar (1 p tempe = 50 gram)
Daging 2 porsi penukar (1 p daging = 50 gram)
Susu 1 porsi penukar (1 p susu = 200 ml susu = 1 gelas)
Minyak 5 porsi penukar (1 p minyak = 5 gram)
Gula 2 porsi penukar (1 p gula = 10 gram)

Untuk anak laki-laki usia 10-12 tahun sebanyak 2000 kalori per hari
:
Nasi 5 porsi penukar (1 p = 150 gram)

Sayuran 3 porsi penukar (1 p sayuran = 100 gram)

Buah 4 porsi penukar (1 p buah = 100 gram)

Tempe 3 porsi penukar (1 p tempe = 50 gram)

Daging 2 porsi penukar (1 p daging = 50 gram)

Susu 1 porsi penukar (1 p susu = 200 ml susu = 1 gelas)

Minyak 5 porsi penukar (1 p minyak = 5 gram)

Gula 2 porsi penukar (1 p gula = 10 gram)

Anjuran-Anjuran Jumlah Porsi Makan:

Untuk anak perempuan usia 10-12 tahun sebanyak 2000 kalori


per hari :

Nasi 4 porsi penukar (1 p = 150 gram)


Sayuran 3 porsi penukar (1 p sayuran = 100 gram)
Buah 4 porsi penukar (1 p buah = 100 gram)
Tempe 3 porsi penukar (1 p tempe = 50 gram)
Daging 2 porsi penukar (1 p daging = 50 gram)
Susu 1 porsi penukar (1 p susu = 200 ml susu = 1 gelas)
Minyak 5 porsi penukar (1 p minyak = 5 gram)
Gula 2 porsi penukar (1 p gula = 10 gram)

Pengaruh Status Gizi Anak


Sekolah Terhadap Kesehatan

Defisiensi gizi sering dihubungkan dengan infeksi. Infeksi bisa


berhubungan dengan gangguan gizi mealui beberapa cara yaitu
mempengaruhi nafsu makan, dapat juga menyebabkan kehilangan
bahan makanan karena diare/muntah-muntah atau mempengaruhi
metabolisme makanan dan banyak cara lain lagi.Secara umum,
defisiensi gizi sering merupakan awal dari gangguan sistem
kekebalan tubuh.Gizi kurang dan infeksi, kedua-duanya dapat
bermula dari kemiskinan dan lingkungan yang tidak sehat dengan
sanitasi buruk.Selain itu juga diketahui bahwa infeksi
menghambat reaksi imunologis yang normal dengan
menghabiskan sumber-sumber energi.

Masalah yang Sering Muncul


pada Usia Anak Sekolah :

Kurang Gizi
Merupakan permasalahan yang terjadi karena
kurangnya menkonsumsi makanan yang mengandung
energi, protein yang bermutu tinggi (seperti ikan, telur,
daging) serta mineral terutama kalsium yang mudah
diserap oleh tubuh.Selain itu gizi kurang dapat pula
disebabkan oleh cacingan yang diderita 50% anakanak.Status gizi seseorang dapat dilihat dari tinggi
badan, berat badan, data biokimia, dan lainya.

Kegemukan atau gizi lebih

Adalah kondisi dimana konsumsi makanan yang


mengandung energi, protein dan lemak yang melebihi
kebutuhan.Gizi lebih menyebabkan obesitas yang
merupakan kelebihan energi yang disimpan di dalam
jaringan berupa lemak. Kegemukan merupakan salah
satu risiko dalam terjadi berbagai penyakit degeneratif,
seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi, penyakitpenyakit diabetes, jantung koroner, hati, dn kantung
empedu.

Anemia gizi besi

Anak yang mengalami anemia menunjukkan gejala


antara lain pucat, lemah, lelah, menurunnya
kemampuan konsentrasi belajar. Serta menurunnya
antibody sehingga mudah terserang infeksi atau
penyakit.Penyebab anemia ini adalah makanan yang
dimakan kurang mengandung zat besi. Akibat
kekurangan sejumlah zat gizi itu, sekitar 10 persen-15
persen anak usia sekolah menderita anemia.

Untuk mencegah anemia dapat dilakukan dengan cara


mengonsumsi makanan sumber zat besi, baik dari
sumber hewani maupun nabati. Sumber hewani
contohnya daging, hati, ikan dan unggas.Sedangkan
sumber nabati dapat diperoleh dari sayuran hijau.

Upaya Peningkatan Gizi Anak


Sekolah

WHO telah mencanangkan konsep sekolah sehat atau Health


Promoting School, melalui upaya promotif danpreventif didukung
oleh upaya kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas adalah :

Promotif dan Pencegahan :

Pemberian nutrisi yang baik dan benar (PMT,


Sarapan dll)

Perilaku hidup sehat jasmani dan rohani

Deteksi dini dan pencegahan penyakit menular

Deteksi dini gangguan penyakit kronis pada


anak sekolah

Deteksi dini gangguan pertumbuhan anak usia


sekolah

Deteksi dini gangguan perilaku dan gangguan


belajar

Imunisasi anak sekolah

Kuratif dan rehabilitasi.


Penanganan pertama kegawat
daruratan di sekolah
Pengananan pertama kecelakaan di
sekolah
Keterlibatan guru dalam penanganan
anak dengan gangguan perilaku dan
gangguan belajar

TERIMAKASIH..