Anda di halaman 1dari 14

Kelompok 4

MUSDALIPA
REZKY FATIMAH ZAHRA

A.PENGERTIAN PENGKAJIAN KEPERAWATAN


Pengkajianadalahpemikirandasardariproses
keperawatanyangbertujuanuntukmengumpulkaninformasi
ataudatatentangklien,agardapatmengidentifikasi,mengenali
masalah-masalah,kebutuhankesehatandankeperawatan
klien,baikfisik,mental,sosialdanlingkungan(Effendy,1995).
Pengkajianyangsistematisdalamkeperawatandibagidalam
empattahapkegiatan,yangmeliputi;pengumpulandata,
analisisdata,sistematikadatadanpenentuanmasalah.
Adapulayangmenambahkannyadengankegiatan
dokumentasidata(meskipunsetiaplangkahdariproses
keperawatanharusselaludidokumentasikanjuga).

Pengkajiankeperawatandatadasaryang
komprehensifadalahkumpulandatayangberisikan
statuskesehatanklien,kemampuanklienuntuk
mengelolakesehatandankeperawatannyaterhadap
dirinyasendiridanhasilkonsultasidarimedisatau
profesikesehatanlainnya.

B.TUJUAN PENGKAJIAN KEPERAWATAN


Tujuandaritahappengkajianadalahuntuk
mengumpulkaninformasidanmembuatdatadasarklien,
Mengidentifkasidanmengenalimasalah-masalahyang
dihadapiklien,Mengidentifikasikebutuhankesehatan
klien,Mengidentifikasifisik,mental,socialdan
lingkunganklien.

C.MACAM-MACAMDATA
1.SumberdataPrimer,Sumberdataprimeradalahdata-datayang
dikumpulkandariklien,yangdapatmemberikaninformasiyang
lengaptentangmasalahkesehatandankeperawatanyang
dihadapinya.Contohdatayangdidapatdarihasilwawancara
langsungdenganklien.
2.SumberdataSekunder,Sumberdatasekunderadalahdata-data
yangdiumpulkandariorangterdekatklien(keluarga),sepertiorang
tua,saudara,ataupihaklainyangmengertidandekatdenganklien.
3.Sumberdatalainnya,Catatanklien(perawatanataurekammedis
klien)yangmerupakanriwayatpenyakitdanperawatankliendimasa
lalu.

D.

TEKNIK PENGUMPULAN DATA


Agardatadapatterkumpuldenganbaikdanterarah,
sebaiknyadilakukanpenggolonganatauklasifikasidata
berdasarkanindentitasklien,keluhanutama,riwayat
kesehatan,keadaanfisik,psikologis,sosial,spiritual,
intelegensi,hasil-hasilpemeriksaandankeadaankhusus
lainnya.
Carayangbiasadigunakanuntukmengumpulkandata
tentangklienantaralain:wawancara(interview),
pengamatan(observasi),pemeriksaanfisik(pshysical
assessment)danstudidokumentasi.

Tahapan wawancara / komunikasi


1. Persiapan.
Sebelum melakukan komunikasi dengan klien,
perawat harus melakukan persiapan dengan
membaca status klien. Perawat diharapkan tidak
mempunyai prasangka buruk kepada klien, karena
akan mengganggu dalam membina hubungan saling
percaya dengan klien.
Jika klien belum bersedia untuk berkomunikasi,
perawat tidak boleh memaksa atau memberi
kesempatan kepada klien kapan mereka sanggup.
Pengaturan posisi duduk dan teknik yang akan
digunakan dalam wawancara harus disusun
sedemikian rupa guna memperlancar wawancara.

Lanjutan ..
2. Pembukaan atau perkenalan
Langkah pertama perawat dalam mengawali
wawancara adalah dengan memperkenalkan diri :
nama, status, tujuan wawancara, waktu yang
diperlukan dan faktor-faktor yang menjadi pokok
pembicaraan. Perawat perlu memberikan
informasi kepada klien mengenai data yang
terkumpul dan akan disimpan dimana, bagaimana
menyimpannya dan siapa saja yang boleh
mengetahuinya.

Lanjutan ..
3. Isi / tahap kerja
Selama tahap kerja dalam wawancara, perawat
memfokuskan arah pembicaraan pada masalah khusus
yang ingin diketahui. Hal-hal yang perlu diperhatikan :

a. Fokus wawancara adalah klien


b. Mendengarkan dengan penuh perhatian. Jelaskan bila perlu.
c. Menanyakan keluhan yang paling dirasakan oleh klien
d. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh klien
e. Gunakan pertanyaan terbuka dan tertutup tepat pada
waktunya
f. Bila perlu diam, untuk memberikan kesempatan kepada
klien untuk mengungkapkan perasaannya
g. Sentuhan teraputik, bila diperlukan dan memungkinan.

Macam-macam Wawancara

1. Auto anamnese : wawancara dengan


klien langsung

2. Allo anamnese : wawancara dengan


keluarga / orang terdekat.

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik adalah melakukan pemeriksaan fisik klien


untuk menentukan masalah kesehatan klien. Pemeriksaan
fisik dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya
adalah :
1.Inspeksi
Adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian
tubuh yang diperiksa melalui pengamatan. Hasilnya seperti : Mata
kuning (icteric), terdapat struma di leher, kulit kebiruan (sianosis), dll
2.Palpasi

Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui perabaan


terhadap bagian-bagian tubuh yang mengalami kelainan.
Misalnya adanya tumor, oedema, krepitasi (patah/retak
tulang), dll.

Lanjutan ..
3.Auskultasi

Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan melalui


pendengaran. Biasanya menggunakan alat yang
disebut dengan stetoskop. Hal-hal yang didengarkan
adalah : bunyi jantung, suara nafas, dan bising usus.
4.Perkusi
Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan
mengetuk bagian tubuh menggunakan tangan atau
alat bantu seperti reflek hammer untuk mengetahui
reflek seseorang (dibicarakan khusus). Juga dilakukan
pemeriksaan lain yang berkaitan dengan kesehatan
fisik klien. Misalnya : kembung, batas-batas jantung,
batas hepar-paru (mengetahui pengembangan paru),
dll.

Pendekatan pengkajian fisik dapat menggunakan


:
1.Head-to-toe (dari kepala s.d kaki)
2.ROS (Review of System)
3.Pola fungsi kesehatan (Gordon, 1982)

Setelah data terkumpul, dilakukan


pengelompokkan data, yang dapat dilakukan
dengan cara :
1.Berdasarkan sistem tubuh
2.Berdasarkan kebutuhan dasar (Maslow)
3.Berdasarkan teori keperawatan
4.Berdasarkan pola kesehatan fungsional.

Klasifikasi data
1.

Data Objektif

Merupakan data yang diperoleh melalui suatu


pengukuran dan pemeriksaan dengan menggunakan
standart yang diakui (berlaku), seperti : warna kulit,
tanda-tanda vital, tingkat kesadaran, dll. Data-data
tersebut diperoleh melalui `senses` : Sight, smell,
hearing, touch dan taste.

2.

Data Subjektif

Merupakan data yang diperoleh dari keluhan-keluhan


yang disampaikan oleh klien, misalnya rasa nyeri,
pusing, mual, ketakutan, kecemasan, ketidaktahuan.