Anda di halaman 1dari 3

Tanggal Praktikum

Praktikum 3.4

27 April 2016
TEKNIK ENUMERASI LANGSUNG

PRELAB

1. Bagaimana cara menghitung mikroba secara langsung menggunakan haemocytometer?


Sebutkan dan jelaskan tahapannya
Pertama-tama, siapkan alat dan bahan yang diperlukan yaitu haemocytometer,
mikropipet, mikrotip, kultur, vortex, larutan pengencer pepton, tabung reaksi, dan
rak tabung reaksi. Setelah itu, haemocytometer dan gelas penutupnya dibersihkan
menggunakan larutan deterjen. Dibilas dengan aquades dan alcohol kemudian
dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Lalu, diambil kultur dan larutan
pengencer pepton, dan diencerkan hingga menjadi suspense yang ditentukan. Agar
suspensi homogen atau tercampur merata, homogenisasi suspensi dengan
menggunakan vortex. Selanjutnya, suspense yang telah homogen diambil dengan
menggunakan mikropipet dan diteteskan pada petak-petaknya. Kemudian, tutup
dengan gelas penutup dan letakan pada meja mikroskop. Mula-mula diamati
dengan perbesaran kecil atau lemah untuk menemukan petaknya
kemudian ditentukan awal hitungan dimulai. Lalu, perbesaran
mikroskop diubah menjadi sedang, diatur hingga fokus. Dihitung
jumlah selnya dalam tiap-tiap kotak kecil. Ditentukan jumlah sel
yeast rata-rata dari 25 petak untuk menghitung jumlah sel yeast
tiap 1 ml bahan. Lakukan perhitungan secara kasar apakah diperlukan
pengenceran atau tidak. Jika dalam satu kotak sedang terdapat sel-sel yang banyak
dan bertumpuk maka perhitungan akan tidak akurat. Jika demikian, maka diperlukan
pengenceran. Hitung sampel, paling tidak sebanyak 5 kotak sedang (lebih banyak
lebih baik). Hasil perhitungan dirata-rata kemudian hasil rataan dimasukkan rumus
untuk kotak sedang. Jika dilakukan pengenceran maka jumlah sel/ml dikalikan
2. Apakah yang harus dilakukan, jika mikroba yang terlihat di Haemocytometer terlalu banyak?
Jelaskan
Jika mikroba yang terlihat di haemocytometer terlalu banyak, maka dapat dilakukan
pengenceran dengan larutan pengencer pepton yang telah disterilisaasi hingga
jumlah sel dalam petak sekitar 50. Pengenceran biasanya dilakukan secara decimal
yaitu 1:10, 1:100, 1:1000, dan seterusnya agar memudahkan perhitungan jumlah
koloni. Faktor pengenceran dapat dihitung dengan rumus tingkat pengenceran
dikalikan dengan jumlah yang ditumbuhkan. Sedangkan jumlah koloni dapat
dihitung dengan rumus jumlah koloni dikalikan dengan 1/faktor pengenceran
(Chenoweth dkk, 2014).

3. Sebutkan ukuran kotak dalam haemocytometer dan tuliskan rumus yang digunakan untuk
menghitung mikroba menggunakan haemocytometer
Pada haemocytometer, ruang hitung terdiri dari 9 kotak besar dengan luas 1 mm 2.
Satu kotak besar di tengah, dibagi menjadi 25 kotak sedang dengan panjang 0,05
mm. Satu kotak sedang dibagi lagi menjadi 16 kotak kecil. Dengan demikian satu
kotak besar tersebut berisi 400 kotak kecil. Tebal dari ruang hitung ini adalah 0,1
mm (Gandasoebrata, 2009).
Rumus : Jumlah sel/ml = Jumlah sel rata-rata tiap petak x 1000 faktor pengenceran
Luas petak (mm2) x kedalaman petak (mm)
(Palezar, 2008)
Atau dapat juga meggunakan rumus untuk menghitung mikroba dalam kotak sedang
adalah: Jumlah sel/ml = Jumlah sel x 2,5 x 10 5 dan rumus untuk menghitung
mikroba dalam kotak kecil adalah: Jumlah sel/ml = Jumlah sel x 4 x 10 6 (Michael
dkk, 2008).

DAFTAR PUSTAKA
Adds, dkk. 2009. Tools, Techniques and Assessment in Biology: A Course Guide for Students and
Teachers. Cheltenham: NAS Press
Chenoweth, dkk. 2014. Animal Andrology: Theories and Applications. Oxfordshire: CABI Press
Gandasoebrata, R. 2009. Penuntun Laboratium Klinik. Jakarta: Penerbit Dian Karya
Michael, dkk. 2008. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Palezar, C. 2008. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta: UI Press