Anda di halaman 1dari 17

Irigasi Sinus

Maxillaris
Mohammad Faisol Amir
201420401011070
Pembimbing : dr. Kholid Yusuf Sp. THT-KL
FK-Universitas Muhammadiyah Malang
RS Siti Khotijah Sepanjang Sidoarjo

Sinus Paranasalis

Sinus Frontalis
Sinus Sphenosus

Sinus Etmoidalis
Sinus maxillaris

Muara dari sinus


paranasalis
Sinus etmoid anterior yang bermuara di meatus medius
Sinus etmoid posterior yang bermuara di meatus superior
Sinus Frontalis yang bermuara di meatus nasi media
Sinus Sphenoidalis yang bermuara di resesus

Sphenoidalis

Sinus Maxillaris yang bermuara di Meatus nasi media

Fungsi Sinus paranasalis


Sebagai pengatur kondisi udara (air conditioning)
Sebagai penahan suhu (termal insulators)
Membantu keseimbangan kepala
Membantu resonansi suara
Sebagai peredam perubahan tekanan udara

Sinus Maxillaris
Sinus maksila merupakan sinus paranasal yang terbesar.

Saat lahir sinus maksila bervolume 6-8 ml, sinus


kemudian berkembang dengan cepat dan akhirnya
mencapai ukuran maksimal, yaitu 15 ml saat dewasa.

Sinus maksila berbentuk segitiga.


Dinding anterior : permukaan fasial os maksila yang

disebut fosa kanina.

Dinding posterior : permukaan infra-temporal maksila,.


Dinding medialnya : dinding lateral rongga hidung
Dinding superiornya : dasar orbita dan dinding inferior

ialah prosesus alveolaris dan palatum.

Sinusitis Maxillaris

Dentogen ( Akut )

Dikarenakan infeksi
gigi ( premolar 1,2,
5, 6 dan 7. )

Rinogen ( Kronis )

Dikarenakan
Deviasi Septum,
Polip. Corpus
aleinum atau Alergi.

Perjalanan Penyakit
Sinusitis Akut : Bila infeksi sinus terjadi pada beberapa

hari sampai beberapa minggu, sekitar 10-14 hari

Sinusitis Subakut : Bila infeksi Sinus terjadi pada

beberapa minggu sampai Bulan, sekitar 4-8 minggu

Sinusitis Kronis : Bila infeksi sinus terjadi sudah lebih dari

3 bulan.

Gejala klinis
Demam
Flu
Hidung tersumbat.
Terdapat ingus Kental
Terkadang membau-bau seperti telur busuk
Nyeri
Bengkak pada daerah kelopak mata dan pipi.
Pada pemeriksaan Rinoskopi :
Tampak adanya sekret mukopus di meatus medius.

Pemeriksaan
Transluminasi
Foto X-Ray posisi Waters.
CT-Scan

Cara Transiluminasi
Pasien dan pemeriksa masuk dalam ruangan gelap
Menggunakan sumber cahaya kuat dan terfokus
Lindungi sumber cahaya dengan plastik.
Minta pasien untuk sedikit menengadahkan kepala dan

membuka mulut lebar-lebar

Masukkan Sumber cahaya/senter ke dalam mulut, lalu

pasien di suruh untuk menutup mulut.

Arahkan sinah ke atas lalu di geakkan ke kiri dan ke

kanan.

Evaluasi sinum maxillaris kanan dan kiri.


Bila sinus terisi cairan,
Bayangan kemerahan tersebut meredup atau menghilang

Penatalaksanaan
Sinusitis Akut : Pemberian antibiotik lini I : amoxicilin atau

ampicilin selama 3 hari. Jika belum ada perbaikan dapat


diberikan lini ke II : Kombinasi Amoxicilin Asam klavulanat.
Dapat juga diberikan obat dekongestan untuk memperlancar
drainase Seperti Pseudoefedrin. Pemberian Analgetik untuk
mengurangi nyeri.

Sinusitis Sub Akut : pemberian antibiotik yang berspektrum

luas selam 10-14 hari. Dekongestan selama 5 hari. Analgetik


dan antihistamin. Jika dengan pengobatan belum membaik
dapat dilakukan dengan gelombang Diatermi sebanyak 5-6 x,
untuk memperbaiki vaskularisasi sinus. Jika belum membaik
dapat dilakukan pungsi atau irigasi sinus.

Sinusitis Kronik : di berikan antibiotik Penicilin selama 2-4

minggu. Atau berikan klindamicin, jika pemberian belum


membaik dapat pungsi atau irigasi sinus.
Atasi Faktor Predesposisi Seperti : pencabutan gigi jika ada
yang sakit.

Indikasi Irigasi Sinus


Pada fase Sinusitis Sub akut dan Kronis jika pemberian

pengobatan belum ada perbaikan maka dapat dilakukan


irigasi sinus.

Pada fase akut jarang dilakukan irigasi sinus tetapi dapat

dikerjakan irigasi sinus jika belum ada perbaikan dengan


pengobatan atau timbul komplikasi.

Peralatan Irigasi

Tata cara melakukan


Pungsi

Pasien sebelumnya dijelaskan apa saja tindakan yg akan dilakukan.


Pasien menandatangani persetujuan tinjakan.
Menyiapkan alat dan bahan-bahan yang di butuhkan.
Trokar irigasi Sinus
Povidon iodin
Spuit 25cc
Kassa
Lidocain Spray
Ephedrine
Bengkok
Cairan NaCl

Mempersilahkan pasien duduk di kursi.


Pasien menggunakan clemek.
Dokter : Universal Precaution cuci tangan, handscoone, memakai

clemek.

Irigasi Sinus Maxillaris

Mukosa dinding nasoantral pada meatus inferior di anestesi dengan larutan

lidocain 5% atau anestesi/vasokonstriktor lidocain 1%

Berikan ephedrin Untuk membuka jalan dan memperkecil konka


Trokar dimasukkan di bawah konka inferior di sebelah posterior dinding

antrum dengan arah agak ke atas.

Pungsi dilakukan di bawah konka media, melalui bagian dibawah membranosa

dinding nasoantral.

Setelah dinding nasoantral ditembus, trokar diangkat, kanul tetap pada posisi.
Pasien disuruh untuk mengenadah dan membuka mulut dan menahan nafas.
Dibawah mulut pasien berikan tampungan bengkok.
Irigasi dapat dilakukan lewat kanul dengan menggunakan larutan NaCl

isontonis sebanyak 50-100 mL.

Sekret yang purulen akan keluar lewat ostium sinus maksila.


Setelah irigasi samapi bersih dilakukan penyemprotan dengan larutan

povidon iodin yang dklarutkan oleh air.

Setelah selesai kanul di ambil/di tarik pelan-pelan.


Berikan tampon dengan kassa.

Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai