Anda di halaman 1dari 5

Penatalaksanaan Diare Pada Dewasa

Penggantian Cairan dan elektrolit


Aspek paling penting dari terapi diare adalah untuk menjaga hidrasi yang adekuat dan
keseimbangan elektrolit selama episode akut. Ini dilakukan dengan rehidrasi oral, dimana harus
dilakukan pada semua pasien kecuali yang tidak dapat minum atau yang terkena diare hebat yang
memerlukan hidrasi intavena yang membahayakan jiwa. Idealnya, cairan rehidrasi oral harus
terdiri dari 3,5 g Natrium klorida, dan 2,5 g Natrium bikarbonat, 1,5 g kalium klorida, dan 20 g
glukosa per liter air. Cairan seperti itu tersedia secara komersial dalam paket-paket yang mudah
disiapkan dengan mencampurkan dengan air. Jika sediaan secara komersial tidak ada, cairan
rehidrasi oral pengganti dapat dibuat dengan menambahkan sendok teh garam, sendok teh
baking soda, dan 2 4 sendok makan gula per liter air. Dua pisang atau 1 cangkir jus jeruk
diberikan untuk mengganti kalium.. Pasien harus minum cairan tersebut sebanyak mungkin sejak
mereka merasa haus pertama kalinya. Jika terapi intra vena diperlukan, cairan normotonik seperti
cairan saline normal atau laktat Ringer harus diberikan dengan suplementasi kalium sebagaimana
panduan kimia darah. Status hidrasi harus dimonitor dengan baik dengan memperhatikan tandatanda vital, pernapasan, dan urin, dan penyesuaian infus jika diperlukan. Pemberian harus diubah
ke cairan rehidrasi oral sesegera mungkin.
Jumlah cairan yang hendak diberikan sesuai dengan jumlah cairan yang keluar dari badan.
Kehilangan cairan dari badan dapat dihitung dengan memakai cara BD plasma, dengan memakai
rumus :
Kebutuhan cairan = BD Plasma 1,025 X Berat badan (Kg) X 4 ml
0,001
Gejala
Derajat Dehidrasi
Minimal (< 3% dari berat
Ringan sampai sedang (3Berat (> 9% dari berat
badan)
9% dari berat badan)
badan)
Status mental
Baik, sadar penuh
Normal, lemas, atau
Apatis, letargi, tidak
gelisah, iritabel
sadar
Rasa haus
Minum normal,
Sangat haus, sangat
Tidak dapat minum
mungkin menolak
ingin minum
minum
Denyut jantung
Normal
Normal sampai
Takikardi, pada kasus
meningkat
berat bradikardi
Kualitas denyut
Normal
Normal sampai
Lemah atau tidak

nadi
Pernapasan
Mata
Air mata
Mulut dan lidah
Turgor kulit
Isian kapiler
Ekstremitas
Output urin

menurun
Normal cepat
Sedikit cekung
Menurun
Kering
< 2 detik
Memanjang
Dingin
Menurun

Normal
Normal
Ada
Basah
Baik
Normal
Hangat
Normal sampai
menurun

teraba
Dalam
Sangat cekung
Tidak ada
Pecah-pecah
> 2 detik
Memanjang, minimal
Dingin
Minimal

Metode Pierce berdasarkan keadaan klinis :


-

Dehidrasi ringan, kebutuhan cairan 5% X KgBB


Dehidrasi sedang, kebutuhan cairan 8% X KgBB
Dehidrasi berat, kebutuhan cairan 10% X KgBB

Metode Daldiyono berdasarkan keadaan klinis yang diberi penilaian/skor :


Rasa haus/ muntah
Tekanan darah sistolik 60-90 mmHg
Tekanan darah sistolik < 60 mmHg
Frekuensi nadi > 120x/ menit
Kesadaran apatis
Kesadaran somnolen, sopor atau koma
Frekuensi nafas > 30x/ menit
Facies cholerica
Vox xholerica
Turgor kulit menurun
Washers womans hand
Ekstremitas dingin
Sianosis
Umur 50-60 tahun
Umur > 60 tahun

1
1
2
1
1
2
1
2
2
1
1
1
2
-1
-2

Kebutuhan cairan = Skor X 10% X KgBB X 1 liter


15
Antibiotik
Organisme
Campylobacter, Shigella atau

Pilihan pertama
Ciprofloksasin 500 mg oral 2x

Pilihan kedua
Salmonella/ shigella

Salmonella spp

sehari, 3-5 hari

Ceftriaxone 1 gr IM/ IV sehari


TMP-SMX DS oral 2x sehari, 3

hari.
Campylobacter spp
Azithtromisin, 500mg oral 2x
sehari
Eritromisin 500 mg oral 2x
Vibrio cholera

Traveler diarrhea
Clostridium difficle

Tetrasiklin 500 mg oral 4x sehari,

sehari, 5 hari
Resisten tetrasiklin

3 hari

Ciprofloxasin 1 gr oral 1x

Doksisiklin 300 mg oral, dosis

Erothromisin 250 mg oral 4x

tunggal
Ciprofloxasin 500 mg

sehari 3 hari
TMP-SMX DS oral 2x sehari, 3

Metronidazole 250-500 mg 4x

hari
Vancomysin 125 mg oral 4x

sehari, 7-14 hari, oral atau IV

sehari 7-14 hari

Obat anti diare


Kelompok antisekresi selektif
Terobosan terbaru dalam milenium ini adalah mulai tersedianya secara luas racecadotril yang
bermanfaat sekali sebagai penghambat enzim enkephalinase sehingga enkephalin dapat bekerja
kembali secara normal. Perbaikan fungsi akan menormalkan sekresi dari elektrolit sehingga
keseimbangan cairan dapat dikembalikan secara normal. Di Indonesia saat ini tersedia di bawah
nama hidrasec sebagai generasi pertama jenis obat baru anti diare yang dapat pula digunakan
lebih aman pada anak.

Kelompok opiate
Dalam kelompok ini tergolong kodein fosfat, loperamid HCl serta kombinasi difenoksilat dan
atropin sulfat (lomotil). Penggunaan kodein adalah 15-60mg 3x sehari, loperamid 2 4 mg/ 3
4x sehari dan lomotil 5mg 3 4 x sehari. Efek kelompok obat tersebut meliputi penghambatan
propulsi, peningkatan absorbsi cairan sehingga dapat memperbaiki konsistensi feses dan
mengurangi frekwensi diare.Bila diberikan dengan cara yang benar obat ini cukup aman dan

dapat mengurangi frekwensi defekasi sampai 80%. Bila diare akut dengan gejala demam dan
sindrom disentri obat ini tidak dianjurkan.
Kelompok absorbent
Arang aktif, attapulgit aktif, bismut subsalisilat, pektin, kaolin, atau smektit diberikan atas dasar
argumentasi bahwa zat ini dapat menyeap bahan infeksius atau toksin-toksin. Melalui efek
tersebut maka sel mukosa usus terhindar kontak langsung dengan zat-zat yang dapat merangsang
sekresi elektrolit.
Zat Hidrofilik
Ekstrak tumbuh-tumbuhan yang berasal dari Plantago oveta, Psyllium, Karaya (Strerculia),
Ispraghulla, Coptidis dan Catechu dapat membentuk kolloid dengan cairan dalam lumen usus
dan akan mengurangi frekwensi dan konsistensi feses tetapi tidak dapat mengurangi kehilangan
cairan dan elektrolit. Pemakaiannya adalah 5-10 cc/ 2x sehari dilarutkan dalam air atau diberikan
dalam bentuk kapsul atau tablet.
Probiotik
Kelompok probiotik yang terdiri dari Lactobacillus dan Bifidobacteria atau Saccharomyces
boulardii, bila mengalami peningkatan jumlahnya di saluran cerna akan memiliki efek yang
positif karena berkompetisi untuk nutrisi dan reseptor saluran cerna. Syarat penggunaan dan
keberhasilan mengurangi/menghilangkan diare harus diberikan dalam jumlah yang adekuat.

Menentukan jadwal pemberian cairan:


1. Dua jam pertama (tahap rehidrasi inisial): jumlah total kebutuhan cairan menurut BJ plasma
atau skor Daldiyono diberikan langsung dalam 2 jam ini agar tercapai rehidrasi optimal
secepat mungkin.
2. Satu jam berikutnya/ jam ke-3 (tahap ke-2) pemberian diberikan berdasarkan kehilangan
selama 2 jam pemberian cairan rehidrasi inisial sebelumnya. Bila tidak ada syok atau skor
daldiyono kurang dari 3 dapat diganti cairan per oral.

3. Jam berikutnya pemberian cairan diberikan berdasarkan kehilangan cairan melalui tinja dan
insensible water loss.
Kondisi yang memerlukan evaluasi lebih lanjut pada diare akut apabila ditemukan:
- Diare memburuk atau menetap setelah 7 hari, feses harus dianalisa lebh lanjut.
- Pasien dengan tanda-tanda toksik (dehidrasi, disentri, demam 38.5C, nyeri abdomen yang
berat pada pasien usia di atas 50 tahun
- Pasien usia lanjut
- Muntah yang persisten
- Perubahan status mental seperti lethargi, apatis, irritable.
- Terjadinya outbreak pada komunitas
- Pada pasien yang immunocompromised.