Anda di halaman 1dari 5

PENANGANAN PENURUNAN NYERI SENDI MENGGUNAKAN

TERAPI MODALITAS
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
Sebagai salah satu tugas Keperawatan Keluarga
Program Pendidikan DIII Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Oleh :
Dinda Trirahayu Novitasari
P17320113079

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN


JURUSAN KEPERAWATAN BANDUNG
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG
2016

PROSEDUR PELAKSANAAN
KOMPRES HANGAT REBUSAN JAHE

a. Manfaat jahe
Jahe (Zingiber officibale) adalah tanaman ferbal famili Zingerberaceae) (Ross,
2005) dalam (Bachtiar, 2010). Dikenal dengan 3 jenis jahe, yaitu jahe gajah, jahe
sunti, dan jahe merah. Diantara ketiganya hanya jahe sunti dan jahe merah yang
digunakan karena kandungan atsirinya yang tinggi.
Jahe memiliki banyak kegunaan, antara lain untuk obat sakit kepala, masuk
angin, memperkuat lambung (sebagai stomachikum), dan menambah nafsu makan
(stimulansia). Jahe juga digunakan untuk mengobati rematik, kolera, difteri, sebagai
penawar racun ular, dan sebagai obat luar untuk mengobat keseleo, bengkak, dan
memar. Jahe juga mampu mencegah impoten, mengobati sakit pinggang dan keseleo,
menghilangkan pegal dan rasa lelah. (Santoso, 2008) dalam (Bachtiar, 2010)
b. Efek antiinflamasi
Jahe memiliki sifat pedas, pahit, dan aromatic dari orelasin seperti zingeron,
gingerol, dan shogaol. Olerasin memiliki potensi anti inflamasi, analgetik, dan
antioksidan yang kuat. Kandungan air dan minyak tidak menguap pada jahe berfungsi
sebagai enchacer yang dapat meningkatkan permeabilitas olerasin menembus kulit
tanpa menyebabkan iritasi atau kerusakan hingga sirkulasi perifer (Swarbrick dan
Boylan, 2002) dalam (Hernani dan Winarti, 2012) jahe mengandung orelasin atau
zingerol yang dapat menghambat sintesis prostalgalandin sehingga nyeri berkurang.
Prostalglandin adalah senyawa dalam tubuh yang merupakan mediator nyeri dari
radang atau inflamasi, terbentuk dari asam arakidunat pada sel-sel tubuh dengan
bantuan enzim cyclooxygenase (COX) dengan menghambat pada COC maka
prostalglandin tidak terbentuk.
c. Manfaat kompres hangat jahe

Ekstrak jahe dapat diberikan dengan cara mengompres dengan air hangat pada
bagian sendi yang terasa nyeri. Kompres air hangat juga dapat meningkatkan aliran
darah untuk mendapatkan efek analgesic dan relaksasi ototm sehingga proses
inflamasi berkurang (Lemone dan Bruke, 2010). Kompres dilakukan Pada penderita
asam urat karena dapat mengurangi nyeri, menambah kelenturan sendi, mengurangi
penekanan atau kompresi dan nyeri pada sendi, melemaskan otot, dan melenturkan
jaringan ikat (Junaidi, 2008) dalam (Hernani dan Winarti, 2012).

d. SOP kompres hangat rebusan jahe


Alat dan bahan :
a. Baskom/ember berisi air hangat
b. Handuk/waslap
c. Jahe

No.

Tahap Pemberian Kompres Hangat Rebusan Jahe

Pre Interaksi
1.
Kaji adanya kebutuhan tindakan kompres air hangat
2.
Identifikasi faktor atau kondisi yang dapat menyebabkan kontraindikasi
3.
Siapkan alat dan bahan
Tahap Orientasi
4.
Beri salam dan panggil klien dengan namanya
5.
Jelaskan tujuan, prosedur dan lamanya tindakan pada klien/keluarga
Tahap Kerja
6.
Beri kesempatan klien bertanya sebelum kegiatan dilakukan
7.
Menanyakan keluhan utama klien
8.
Jaga privasi klien

9.
10.
11.

Siapkan satu atau dua rimpang jahe


Cuci jahe hingga bersih tanpa mengupas kulitnya
Jahe yang sudah di cuci dipotong menjadi beberapa bagian lebih kecil lalu dipanaskan

12.

diatas kompor sampai mendidih.


Tuangkan rebusan air jahe ke dalam ember dan campur dengan sedikit air mentah hingga

13.
14.

suhu air menjadi hangat-hangat kuku.


Cuci tangan dan pakai sarung tangan jika diperlukan
Celupkan washlap dalam air hangat rebusan jahe, peras sebelum digunakan untuk

15.

mengompres
Lakukan kompres selama 5-10 menit pada lutut atau daerah yang nyeri/rematik dan ulangi

16.

beberapa kali
Jika tidak ada reaksi alergi dari kompres air jahe seperti reaksi gatal atau kemerahan,

17.
18.

tumbuk jahe yang sudah direbus tadi menjadi bagian yang lebih halus.
Tempelkan tumbukan jahe tersebut pada lutut yang sakit selama + 20 menit.
Setelah Kompres air hangat dilakukan, yakinkan klien dalam keadaan kondisi kering dan

19.
20.

nyaman
Klien dan lingkungan dirapikan
Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan dilakukan dengan benar

Terminasi
21.
Evaluasi hasil kegiatan
22.
Berikan umpanbalik positif
23.
Kontrak pertemuan selanjutnya
24.
Akhiri kegiatan dengan cara yang baik
25.
Bereskan peralatan
Dokumentasi
26.
Catat hasil kegiatan di dalam catatan keperawatan
(Dewi, 2016)

DAFTAR PUSTAKA

Bachtiar, Arief. 2010. Pengaruh Ekstrak Jahe (Zinger Officinale) Terhadap Tanda dan Gejala
Osteoarthrithis pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Pandawangi Kota Malang. Tesis:
Universitas Indonesia
Hernani, Winarti,C. 2012. Kandungan Bahan Aktif Jahe dan Pemanfaatannya dalam Bidang
Kesehatan. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian
Dewi, Pala. 2016. SOP Kompres Air Hangat Rebusan Jahe. http: //www.scribd.com. Diakes
pada tanggal 12 Maret 2016