Anda di halaman 1dari 15

1

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pemahaman pada tingkah laku, fungsi organ jantung pada sistem organ
renang dan pengetahuan pada biologi perikanan akan membantu dalam
pengembangan teknik penangkapan dan jenis alat yang tangkap yang akan
digunakan oleh manusia nantinya. Mempelajari karakteristik berenang ikan
diperlukan dalam usaha penangkapan yang meliputi pengembangan teknik dan
pengembangan alat tangkap yang lebih efisien dan selektif untuk ikan yang perlu
ditangkap saja dalam pemenuhan kebutuhan manusia dan kelestarian ikan dan
perikanan di perairan. Aktivitas renang ikan dapat dibagi dalam tiga kelompok
utama, yaitu suistained swimming speed, prolonged swimming speed dan brust
swimming speed (Armen, dkk., 2012).
Ikan adalah hewan berdarah dingin, ciri khasnya adalah mempunyai tulang
belakang, insang dan sirip, dan terutama ikan sangat bergantung atas air sebagai
medium dimana tempat mereka tinggal. Ikan memiliki kemampuan di dalam air
untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk menjaga keseimbangan
tubuhnya sehingga tidak tergantung pada arus atau gerakan air yang disebabkan
oleh arah angin. Dalam keluarga hewan bertulang belakang/ vertebrata, ikan
menempati jumlah terbesar, sampai sekarang terdapat sekitar 25.000 species yang
tercatat, walaupun perkiraannya ada pada kisaran 40.000 spesies, yang terdiri dari
483 famili dan 57 ordo. Jenis-jenis ikan ini sebagian besar tersebar di perairan laut
yaitu sekitar 58% (13,630 jenis) dan 42% (9870 jenis) dari keseluruhan jenis ikan.
Jumlah jenis ikan yang lebih besar di perairan laut, dapat dimengerti karena
hampir 70% permukaan bumi ini terdiri dari air laut dan hanya sekitar 1%
merupakan perairan tawar (Burhanuddin, 2008).
Ikan merupakan salah satu sumber makanan utama bagi manusia. Dari
ikan dapat diperoleh jumlah protein hewani yang mencukupi di berbagai negara.
Lebih jauh lagi, konsumsi ikan telah dihubungkan dean berbagai efek yang
menunjang kesehatan. Telah terbukti bahwa minyak ikan memiliki asam lemak
bebas yang beragam, mulai dari 12-26 atom karbon dan 0-6 ikatan rangkap. Asam
lemak yang terkandung dalam ikan terdiri atas asam lemak jenuh (15-25%), asam

lemak tak jenuh tunggal (35-60%) dan asam lemak tak jenuh majemuk (25-40%).
Ikan laut merupakan salah satu sumber makanan yang kaya akan asam lemak tak
jenuh. Senyawa ini telah banyak dibuktikan memberikan efek positif bagi
kesehatan, seperti menurunkan resiko penyakit jantung, kanker, arhitis dan lainlain (Pratama, dkk., 2011).
Secara umum sistem peredaran darah pada ikan mirip sistem hidraulis
yangcterdiri atas sebuah pompa, pipa, katup, dan cairan. Meskipun, jantung
teleostei terdiri atas empat bagian. Namun pada kenyataanya mirip dengan satu
silinder atau pompa piston tunggal. Untuk menjamin aliran darah terus
berlangsung, maka daerah dipompa dengan perbedaan tekanan. Tekanan jantung
lebih besar dari tekanan arteri, dan tekanan arteri lenih besar dari tekanan
arterionale. Akibat adanya perbedaan tekanan maka aliran darah dapat terjadi
(Yulianto, dkk., 2013).
Tujuan Praktikum :
Adapun tujuan praktikum adalah sebagai berikut :
1. untuk mampu memahami dan mengetahui tentang kontraksi otot jantung,
2. untuk mengetahui dan bagian-bagian dari otot jantung pada Ikan Mas.
3. untuk dapat mengetahui mekanisme otot jantung Ikan Mas.
Manfaat Praktikum :
Adapun manfaat praktikum adalah sebagai salah satu syarat untuk
mengikuti Laboratorium Fisiologi Hewan Air dan memberikann informasi kepada
pihak-pihak yang membutuhkan.

TINJAUAN PUSTAKA

Biologi Ikan Mas


Secara umum, karakteristik ikan mas memiliki bentuk tubuh yang agak
memanjang dan sedikit memipih ke samping (compressed). Sebagian besar tubuh
ikan mas ditutupi oleh sisik. Pada bagian dalam mulut terdapat gigi kerongkongan
(pharynreal teeth) sebanyak tiga baris berbentuk geraham. Sirip punggung ikan
mas memanjang dan bagian permukaannya terletak berseberangan dengan
permukaan sirip perut (ventral). Sirip punggungnya (dorsal) berjari-jari keras,
sedangkan di bagian akhir bergerigi. Sirip ekornya menyerupai cagak memanjang
simetris. Sisik ikan mas relatif besar dengan tipe sisik lingkaran (cycloid) yang
terletak beraturan. Adapun klasifikasi Ikan Mas yaitu :
Kingdom

: Animalia

Filum

: Chordata

Subfilum

: Vertebrata

Superkelas

: Pisces

Kelas

: Osteichthyes

Subkelas

: Actinopterygii

Ordo

: Cypriniformes

Famili

: Cyprinidae

Genus

: Cyprinus

Spesies

: Cyprinus carpio L (Purba, 2011).


Ikan mas adalah salah satu jenis ikan bernilai ekonomis penting. Ikan ini

telah memasyarakat dan tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Ikan


Mas berasal dari daratan Cina. Ikan mas pada umumnya (Common carp)
(Cyprinus carpio L. 1758) sudah mulai dibudidayakan dari beberapa ratus tahun
yang lalu. Untuk waktu yang cukup lama reproduksi tidak dapat terkontrol dan
berkembang biak secara spontan di kolam ataupun sungai . Karena sifat ikan mas
yang tahan terhadap lingkungan baru maka dengan cepat ikan mas tersebar ke
seluruh penjuru dunia. Penyediaan benih yang bermutu baik dalam jumlah cukup
dan kontinu merupakan faktor penting dalam upaya pengembangan budi daya
ikan konsumsi. (Japet, 2011).
Ikan bertulang sejati memiliki struktur jantung lebih bervariasi. Conus
arterious masih rapat dan berkembang pada dipnoi, chondristei dan holostei

dengan dua deretan katup atau lebih. Pada sebagian teleostei, conus arterious
sudah tereduksi menjadi suatu struktur yang sangat kecil, sedangkan bulbus
arterious (perluasan sebagian besar dari aorta ventrikel dan berdinding tebal)
berkembang lebih baik (Gonawi, dkk., 2008).
Ikan Mas menyukai tempat hidup (habitat) di perairan tawar yang airnya
tidak terlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di pinggiran sungai
atau danau. Ikan Mas dapat hidup baik di daerah dengan ketinggian 150600
meter di atas permukaan air laut (dpl) dan pada suhu 25-30 C. Meskipun
tergolong ikan air tawar, ikan Mas terkadang ditemukan di perairan payau atau
muara sungai yang bersalinitas (kadar garam) 25-30%. Ikan Mas tergolong jenis
omnivora, yakni organisme yang dapat memangsa berbagai jenis makanan, baik
yang berasal dari tumbuhan maupun binatang renik. Namun, makanan utamanya
adalah beberapa tumbuhan dan binatang yang terdapat di dasar dan tepi perairan
(Uthamy, 2012).
Habitat ikan mas hidup pada kolam-kolam air tawar dan danau-danau serta
perairan umum lainnya. Dalam perkembangannya ikan ini sangat peka terhadap
perubahan kualitas lingkungan. Ikan mas merupakan salah satu ikan yang hidup di
perairan tawar yang tidak terlalu dalam dan aliran air tidak terlalu deras. Ikan mas
dapat hidup baik di daerah dengan ketinggian 150- 600 meter di atas permukaan
air laut dan pada suhu 25-30C. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas
kadang-kadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas
25-30 ppt (Purba, 2011).
Siklus hidup ikan Mas dimulai dari perkembangan di dalam gonad
(ovarium pada ikan betina yang menghasilkan telur dan testis pada ikan jantan
yang menghasilkan sperma). Sebenarnya, pemijahan ikan Mas dapat terjadi
sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim. Namun, di habitat aslinya, ikan
Mas sering memijah pada awal musim hujan, karena adanya rangsangan dari
aroma tanah kering yang tergenang air. Secara alami, pemijahan terjadi pada
tengah malam sampai akhir fajar. Menjelang memijah, induk-induk ikan Mas aktif
mencari tempat yang rimbun, seperti tanaman air atau rerumputan yang menutupi
permukaan air. Substrat inilah yang nantinya akan digunakan sebagai tempat
menempel telur sekaligus membantu perangsangan ketika terjadi pemijahan. Sifat

telur ikan Mas adalah menempel pada substrat. Telur ikan Mas berbentuk bulat,
berwarna bening, berdiameter 1,5-1,8 mm, dan berbobot 0,17-0,20 mg. Ukuran
telur bervariasi, tergantung dari umur dan ukuran atau bobot induk. Larva ikan
Mas bersifat menempel dan bergerak vertikal. Ukuran larva antara 0,50,6 mm
(Uthamy, 2012).
Kontraksi Otot Jantung Ikan Mas (Cyprinus Carpio)
Otot secara umum dibagi atas tiga jenis yaitu, otot rangka, otot jantung,
dan otot polos; meskipun otot polos bukan satu kategori tunggal homogen. Otot
rangka merupakan massa yang besar yang menyusun jaringan otot somatik.
Gambaran garis-lintang sangat jelas, tidak berkontraksi tanpa adanya rangsang
dari saraf, tidak ada hubungan anatomik dan fungsional antara sel-selnya, dan
secara umum dikendalikan oleh kehendak (volunter). Otot jantung juga berpola
garis-lintang, tetapi membentuk sinsitium fungsional. Dapat berkontraksi ritmis
walaupun tanpa persarafan eksternal, karena adanya sel-sel picu di miokardium
yang mencetuskan impuls spontan. Otot polos tidak memperlihatkan gambaran
garis-lintang. Jenis seperti itu, ditemukan hampir di semua alat visera yang
berongga, membentuk sinsitium fungsional dan memiliki sel-sel picu yang
melepaskan impuls tidak teratur. Jenis yang ada dimata dan beberapa tempat
lainnya, tidak mempunyai kegiatan spontan dan menyerupai otot rangka
(Munawwarah, 2010).
Jantung ikan mas terdiri atas dua ruang, yaitu atrium (aurticle) yang
berdinding tipis dan ventrikel yang berdinding tebal. Pada jantung terdapat ruang
tambahan berdinding tipis yang disebut sinus venosus. Organ ini berfungsi
sebagai penampung darah dari ductus curvieri dan vena hepaticus serta
mengirimkannya ke atrium. Antara sinus venosus dengan atrium terdapat katup
sinustrial. Darah kemudian dikirim ke ventrikel. Untuk mencegah darah tersebut
kembali ke atrium, ada katup antrioventricular. Setelah ventrikel terdapat conus
arterious. Pada elasmobranchii, conus arterious berkembang dengan baik tetapi
tidak mempunyai bulbus arterious (Gonawi, dkk., 2008).
Secara umum sistem peredaran darah pada ikan mirip sistem hidraulis
yang terdiri atas sebuah pompa, pipa, katup, dan cairan. Meskipun, jantung

teleostei terdiri atas empat bagian. Namun pada kenyataanya mirip dengan satu
silinder atau pompa piston tunggal. Untuk menjamin aliran darah terus
berlangsung, maka daerah dipompa dengan perbedaan tekanan. Tekanan jantung
lebih besar dari tekanan arteri, dan tekanan arteri lenih besar dari tekanan
arterionale. Akibat adanya perbedaan tekanan maka aliran darah dapat terjadi
(Yulianto, dkk., 2013).
Pekerjaan urat daging atau otot untuk setiap aktifitas kehidupan hewan
sehari-hari sangat penting. Dari mulai gerakan tubuh hingga pada sistem
peredaran darah, kegiatan utama gerakan tubuh disebabkan karena keaktifan otot
tersebut Pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot
berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu: otot bergaris, otot jantung dan otot
polos. Dari penempelannya juga bisa dibedakan menjadi dua jenis yaitu otot
menempel pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak menempel pada rangka
yaitu otot jantung dan otot polos (Ridho, dkk., 2012).
Sistem perototan atau muscularis pada ikan adalah sama seperti pada
sistem perototan vertebrata lainnya yang terdiri dari otot rangka, otot polos, dan
otot jantung. Sistem muscularis yang paling sederhana ditemukan pada kelompok
Cyclostomata karena posisi evolusinya dan tidak adanya spesialisasi pada ototnya.
Berdasarkan bentuknya, otot pada ikan terbagi atas Cyclostomine yang dimiliki
oleh kelompok Agnatha dan Piscine yang dimiliki oleh kelompok Osteichthyes
dan Condrichthyes. Pada kelompok Cyclostomine, bentuk myomere terdiri dari
satu lekukan kedalam dan dua lekukan keluar dimana ujungnya tumpul.
Sedangkan pada myomere penyusun otot piscine memiliki lekukan yang ujungnya
tajam. Penyebutan otot rangka pada ikan tergantung dari sistem gerak yang
dilakukan, lokasi otot, struktur otot dan pergerakannya (Novianto, 2012).
Jaringan otot jantung memperlihatkan garis-garis melintang pada
serabutnya. Pada otot ini tidak ada serabut yang terpisah, masingmasing
berhubungan satu sama lainnya. Otot jantung berkonstraksi kuat dan terus
menerus bekerja, sampai individu ini mati. Kerja otot jantung ini sifatnya
involuntary karena bekerja diluar rangsangan otak. Secara embriologi, otot
jantung merupakan tipe istimewa dari otot polos, dimana sel-selnya menjadi
bersatu seperti syncytium. Otot ini berwarna merah tua, berbeda dengan otot

bergaris yang berkisar antara warna putih hingga warna merah jambu bergantung
pada jenis ikannya. Otot ini disebut pula sebagai myocardium. Myocardium ini
dilapisi oleh selaput pericardium (selaput luar) dan endocardium (selaput dalam)
(Yulianto, dkk., 2013).
Jantung adalah organ sirkulasi darah yang esensial. Jantung merupakan
suatu pembesaran otot yang spesifik dari pembuluh darah suatu struktur muscular
berongga yang bentuknya menyerupai kerucut dan dilengkapi atau diselimuti oleh
kantung pericardial (pericardium). Pada ikan ini terdapat bagian restral dari hati
dan bagian ventral dari rongga mulut. Secara umum, sistem peredaran pada ikan
mirip sistem hidralic yang terdiri atas sebuah pompa, pipa, katup, dan cairan.
Meskipun jantung pada teleostei terdiri atas empat bagian, namun pada
kenyataannya mirip sengan suatu silinder atau pompa piston tunggal dengan
sirkulasi tertutup (Gonawi, dkk., 2008).
Otot jantung (myocardium) tersusun atas otot itu sendiri dan jaringan ikat.
Pergerakan ototnya tidak sadar. Otot pada ventrikel lebih tebal daripada otot pada
atriumnya. Myocardium terbungkus dua lapisan yaitu lapisan terluarnya disebut
epicardium dan lapisan dalamnya disebut endocardium. Kedua lapisan tersebut
membungkus komponen otot rangka yang disebut pericarium. Otot polos pada
ikan terdapat pada beberapa organ yang berbeda, yaitu pada saluran digesti, arteri,
organ reproduksi dan ekskresi serta pada mata. Pergerakan otot polos ini bersifat
tidak sadar. Otot lurik dinamakan demikian karena pada serabut ototnya
memperlihatkan adanya garis – garis melintang dengan banyak inti yang
tersebar pada bagian pinggir serabut. Serabut otot lurik tersusun atas ikatan
sebanyak 20 sampai 30 buah serabut dan dinamakan fasciculum. Otot lurik
merupakan otot sadar (voluntary) dan biasa diberi nama untuk memudahkan di
dalam pengenalannya sesuai dengan letak, fungsi, asal dan lain sebagainya
( Novianto, 2012).
Sistem sirkulasi ikan berupa system peredaran darah tertutup atau
peredaran darah tunggal. Pada sistem peredaran darah tunggal darah melalui
jantung hanya satu kali peredaran. Darah dari seluruh tubuh yang mengandung
karbon dioksida mengalir ke sinus venosus, kemudian masuk ke atrium. Sinus
venosus adalah ruang atau rongga jantung yang terletak diantara ventrikel dan

atrium. Pada saat jantung mengendur, darah mengalir melalui klep, masuk
kedalam ventrikel. Dari ventrikel darah diteruskan ke konus ateriosus, kemudian
menuju aorta ventralis dan dilanjutkan ke insang. Di Insang, aorta bercabangcabang menjadi kapiler-kapiler (pembuluh-pembuluh kecil). Kapiler-kapiler
insang melepaskan karbon dioksida dan mengambil oksigen dari air. Dari kapilerkapiler insang, darah mengalir ke aorta dorsalis yang bercabang-cabang. Dari
cabang-cabang aorta dorsalis ini darah mendistribusikan ke kapiler-kapiler seluruh
bagian tubuh. Selain darah juga mengambil kabron dioksida untuk dibawa
kembali ke jantung melalui vena kava dan sinus venosus (Timang, dkk., 2010).
Laju detak jantung ikan tersebut dapat mengekpresikan laju aliran darah
proses metabolisme dan respirasi pada ikan. Selain itu, laju detak jantung ikan
ketika berenang pada kecepatan dan kisaran yang berbeda juga dapat
mengambarkan kemampuan dan tingkat stress pada ikan mackerel ketika
berenang pada kecepatan dan kisaran renang yang berbeda. Oleh karena itu, untuk
mengetahui kondisi fisiologi ikan pada kecepatan dan kisaran renang yang
berbeda

aktifitas

jantung

merupakan

indicator

yang

cocok

digunakan

(Armen, dkk., 2013).


Ikan mas tergolong ikan mas teleostei. Oleh karena itu, jantung ikan mas
memiliki conus arterious yang sudah tereduksi menjadi suatu struktur yang sangat
kecil dan memiliki bulbus arterious yang berkembang dengan baik. Denyut
jantung pada ikan mas termasuk tipe jantung meogenik, yaitu jantung yang tetap
berdetak ritmis meskipun hubungan dengan saraf telah terputus. Rata-rata
kecepatan denyut jantung ikan mas dengan berat tubuh 200-500 gram adalah 3540 tiap menit. Jantung ikan mas teleostei umumnya terdapat di belakang insang di
bagian depan rongga badan dan di atas ithmus. Organ jantung ini dilapisi oleh
selaput tipis yang disebut lapisan perikardium (Gonawi, dkk., 2008).

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil

Gambar 1. Ikan Mas (Cyprinus carpio)


Ikan Besar

Ikan Kecil

Gambar 2. Jantung Ikan


Tabel 1. Pengukuran Morfometrik
Nama Ikan
Ikan Besar

Ikan Kecil

Panjang Baku

Panjang Total

Berat

10

Pembahasan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan pada jantung ikan mas
terdapat sinus venosus yang berguna sebagai penghubung yang menerima darah
dari vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior. Hal ini sesuai dengan

11

pendapat Timang, dkk. (2010), yang menyatakan bahwa, sistem peredaran darah
pada ikan terdiri dari : jantung beruang dua, yaitu : sebuah bilik (ventrikel) dan
sebuah serambi (antrium). Fungsi jantung memompa darah, selain itu, terdapat
organ sinus venosus, yaitu struktur penghubung berupa rongga yang menerima
darah dari vena dan terbuka di ruang

depan jantung. Sinus venosus yang

menerima darah dari vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior. Arah
aliran darah Darah dari jantung keluar dari aorta ventral menuju insang. Di insang
aorta bercabang menjadi arteri brankial dan akhirnya menjadi kapiler, terjadi
pelepasan CO2 dan pengambilan O2 dari air (Timang, dkk., 2010).
Pada hasil praktikum didapatkan bahwa jantung ikan mas terus bekerja
diluar rangsangan ikan dan juga bahkan diluar tubuh individu ikan tersebut. Hal
ini sesuai dengan pernyataan Yulianto dkk, (2013) yaitu Jaringan otot jantung
memperlihatkan garis-garis melintang pada serabutnya. Pada otot ini tidak ada
serabut yang terpisah, masingmasing berhubungan satu sama lainnya. Otot
jantung berkonstraksi kuat dan terus menerus bekerja, sampai individu ini mati.
Kerja otot jantung ini sifatnya involuntary karena bekerja diluar rangsangan otak.
Secara embriologi, otot jantung merupakan tipe istimewa dari otot polos, dimana
sel-selnya menjadi bersatu seperti syncytium. Otot ini berwarna merah tua,
berbeda dengan otot bergaris yang berkisar antara warna putih hingga warna
merah jambu bergantung pada jenis ikannya. Otot ini disebut pula sebagai
myocardium. Myocardium ini dilapisi oleh selaput pericardium (selaput luar) dan
endocardium (selaput dalam).
Berdasarkan praktikum didapatkan bahwa laju detak jantung ikan
merupakan proses respirasi dan aliran darah, serta laju detak jantung ikan yang
cepat dan paling banyak merupakn ikan yang besar dan ikan yang lebih kuat
bertahan hidup, sesuai dengan pernyataan Armen, dkk (2013) yaitu laju detak
jantung ikan tersebut dapat mengekpresikan laju aliran darah proses metabolisme
dan respirasi pada ikan. Selain itu, laju detak jantung ikan ketika berenang pada
kecepatan dan kisaran yang berbeda juga dapat mengambarkan kemampuan dan
tingkat stress pada ikan mackerel ketika berenang pada kecepatan dan kisaran
renang yang berbeda. Oleh karena itu, untuk mengetahui kondisi fisiologi ikan

12

pada kecepatan dan kisaran renang yang berbeda aktifitas jantung merupakan
indicator yang cocok digunakan.
Dari hasil praktikum dapat diketahui bahwa ikan mas memiliki sistem
peredaran darah tertutup karena darah melalui jantung satu kali. Hal ini sesuai
dengan pernyataan Timang (2010), yang menyatakan bahwa dari kapiler insang
darah mengalir ke aorta dorsal, kemudian ke kapiler seluruh tubuh untuk
memberikan O2 dan sari makanan serta mengikat CO 2. Selanjutnya darah kembali
ke jantung melalui vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior.
Peredaran ikan termasuk peredaran darah tunggal (dalam satu kali peredarannya,
darah melalui jantung satu kali).
Dari hasil praktikum dapat diketahu bahwa ikan mas memiliki tipe denyut
jantung yang meogenik. Hal ini sesuai dengan pernyataan Gonawi, dkk (2008),
yang denyut jantung pada ikan mas termasuk tipe jantung meogenik, yaitu jantung
yang tetap berdetak ritmis meskipun hubungan dengan saraf telah terputus. Ratarata kecepatan denyut jantung ikan mas dengan berat tubuh 200-500 gram adalah
35-40 tiap menit. Jantung ikan mas teleostei umumnya terdapat di belakang
insang di bagian depan rongga badan dan di atas ithmus. Organ jantung ini
dilapisi oleh selaput tipis yang disebut lapisan perikardium.
Dari hasil praktikum dapat diketahui bahwa jantung ikan mas memiliki
dua ruangan yaitu atrium dan ventrikel yang tebagi atas keduanya. Hal ini sesuai
dengan literatur Gonawi dkk (2008), yang menyatakan jantung ikan mas terdiri
atas dua ruang, yaitu atrium (aurticle) yang berdinding tipis dan ventrikel yang
berdinding tebal. Pada jantung terdapat ruang tambahan berdinding tipis yang
disebut sinus venosus. Organ ini berfungsi sebagai penampung darah dari ductus
curvieri dan vena hepaticus serta mengirimkannya ke atrium. Antara sinus
venosus dengan atrium terdapat katup sinustrial. Darah kemudian dikirim ke
ventrikel. Untuk mencegah darah tersebut kembali ke atrium, ada katup
antrioventricular. Setelah ventrikel terdapat conus arterious. Pada elasmobranchii,
conus arterious berkembang dengan baik tetapi tidak mempunyai bulbus arterious.

KESIMPULAN DAN SARAN

13

Kesimpulan
Kesimpulan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Mekanisme kerja jantung pada ikan terdiri dari adrenergik yaitu merangsang
jantung berkontraksi dan cholinergik yaitu menyebabkan jantung relaksasi.
2. Jantung pada ikan memiliki dua ruang, yaitu bilik (ventrikel) dan serambi
(antrium).
3. Peranan jantung sangat penting dalam hubunganya dengan pemompaan darah
keseluruh tubuh melalui sistem sirkulasi darah.
4. Ikan mas memiliki sistem peredaran darah tertutup karena darah melalui
jantung satu kali. Sinus venosus merupakan struktur penghubung berupa
rongga yang menerima darah dari vena dan terbuka di ruang depan jantung
Saran
Saran untuk Laboratorium Fisiologi Hewan adalah perlunya fasilitas yang
memadai, agar pada saat

proses belajar mengajar berlangsung akan terasa

nyaman dan tentram dan diharpkan juga kepada para asisten untuk terus
mendampingi praktikan per kelompok agar tidak terjadinya kesalahan dalam
pelaksanaan praktikum.

DAFTAR PUSTAKA

Armen, W., Novrizal., dan Isnaniah. 2013. Condition of Physiology Fish Tilapia
(Oreochromis Niloticus) Arrest in The Process of Using Tools to Capture

14

Actively Monitored Electrocardiograph (ECG). Fisheries and Marine


Science Faculty, University of Riau. Pekanbaru.
Burhanuddin, A. I. 2008. Peningkatan Pengetahuan Konsepsi Sistematika dan
Pemahaman System Organ Ikan yang Berbasis SCL pada Matakuliah
Ikhtiologi. Jurusan Ilmu Kelautan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan
Universitas Hasanuddin. Makassar.
Gonawi, G.R., Mardia, Siska, A., Fitriana, I. P., dan Henry, K. S. Studi Kontraksi
Otot Jantung Ikan Mas (Cyprinus Carpio), dalam Upaya Peningkatan
Komoditas Perikanan Darat. Departemen Manajemen Sumberdaya
Peraian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Mustami, M. K. 2013. Tingkat Penetasan Relatif Telur Ikan Mas (Cyprinus
Carpio Linn) Ras Punten yang Diberikan Kejutan Suhu Panas untuk
Memproduksi Ikan Poliploid. Jurusan Pendidikan Biologi. Fakultas
Tarbiyah & Keguruan. Universitas Islam Negeri Alauddin. Makassar.
Omar, S. B. A. 2011. Ikhtiologi. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan.
Universitas Hasanuddin. Makassar.
Suharno, Ali, U. M., Mulyati, S., dan Slamet, W. 2004. Fisiologi Hewan Air.
Fakultas Biologi. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Japet, N. 2011. Karakteristik Semen Ikan Ekonomis Budidaya: Mas (Cyprinus
Carpio), Dan Patin (Pangasius Hypophthalmus). Departemen
Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan Dan Ilmu
Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Mulyaningsih, T. R. 2013. Monitoring Logam Berat Dalam Ikan Laut Dan Air
Tawar Dan Evaluasi Nutrisi Dari Konsumsi Ikan. Pusat Teknologi
Industri Nuklir. BATAN.
Munawwarah, M. 2010. Buku Teks Fisiologi. Fakultas Fisioterapi. Universitas
Esa Unggul. Jakarta.
Novianto, B. R. 2012. Sistem Muscularis / Otot Pada Ikan. Penerbit Swadaya.
Jakarta
Ridho, M. R., Effendi, P. S., Nurliana., Rida, Y dan Rita, H. 2012. Penuntun
Iktiologi. Laboratorium Zoologi. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuna Alam. Universitas Sriwijaya. Palembang.
Yulianto, R., Adiputra, Y.T., Wrdiyanto dan Agus, S. 2013. Perubahan Jaringan
Organ Ikan Komet (Carrasius Auratus) Yang Di Infeksi Dengan
Aeromonas Hydrophila. Jurnal Rekayasa Dan Teknologi Budidaya
Perairan. Volume (2) : 1.

15