Anda di halaman 1dari 10

PROFIL PERUSAHAAN EASTMAN KODAK

Eastman Kodak company merupakan sebuah perusahaan


multinasional yang berbasis di Rochester, New York. Didirikan oleh
George Eastman dan Henry Strong. Perusahaan ini menghasilkan
berbagai macam produk kamera, fotografi, pencetak dan lain-lain.
Pada tahun 1888, Kodak didirikan pertama kali diperkenalkan dan
menandai kelahiran fotografi snapshot. Kodak kemudian dikenal dengan
slogan you presstton-wethedo buthe rest. Pada tahun 1892 nama
perusahaan berubah menjadi Eastman Kodak Company of newyork. Pada
saat itu prodak Kodak telah mencapai distribusi di luar Amerika Serikat,
terutama di Perancis, Jerman, dan Italia dengan kantor pusat di London
dan sebuah pabrik di luar London.
Kodak mengembangkan Folding Pocket Camera pada tahun 1898, Kodak
mengeluarkan Kodakolor Film, kamera, proyektor dan menjualnya dengan harga terjangkau.
Pada tahun 1963, Kodak memperkenalkan Kamera Instamatic. Ini revolusi fotografi amatir
dan menjadi hits besar karena ini terjangkau dan mudah digunakan. . Selanjutnya Kodak
mulai mempelajari potensi komputer dan membuat terobosan besar di tahun 1975, saat salah
satu insinyur yaitu Steve Sasson, menemukan kamera digital.
Selama abad ke-20, Kodak memegang peranan yang dominan dan menjadi pioner
dalam perkembangan fotografi film, bahkan pada tahun 1976 menguasai 90% market di
Amerika Serikat. Saat itu Kodak terkenal dengan tagline-nya "Kodak moment".
Namun memasuki abad ke-21, perusahaan ini mulai mengalami kemunduran dan
pada
19 Januari 2012, perusahaan ini resmi mengajukan permohonan mendapat
perlindungan kepailitan. Ini berawal, sejak ditemukannya teknologi digital fotografi,
fotografi film mulai ditinggalkan dan berdampak terhadap merosotnya kinerja Kodak.

PENJELASAN KASUS
Perusahaan Eastman Corporation atau yang biasa dikenal dengan sebutan Kodak, dulu
dikenal sebagai salah satu perusahaan peralatan fotografi terkemuka di dunia. Kini, Kodak
jatuh bangkrut setelah gagal beradaptasi dengan kemajuan teknologi di tengah populernya
kamera digital dan ponsel pintar berfitur kamera.
Menurut kantor berita Reuters, Kodak mengajukan perlindungan pailit ke Pengadilan
di Kota New York pada 19 Januari 2012. Di Amerika Serikat, perusahaan yang jatuh
bangkrut berhak mengajukan perlindungan pailit ke pengadilan, sesuai peraturan yang
berlaku agar tidak sampai dilikuidasi. Selanjutnya pengadilan akan menentukan apakah
perusahaan yang bangkrut ini, sesuai kesepakatan dengan pihak-pihak kreditur, bisa
diselamatkan melalui penjualan aset atau restrukturisasi korporat. Dewan Direktur dan
seluruh tim senior manajemen yakin bahwa itu merupakan langkah yang benar untuk masa
depan Kodak. Untuk bertahan, Kodak mengungkapkan telah mendapat pinjaman berjangka
18 bulan dari Citigroup sebesar US$950 juta.

Tanpa disadari teknologi itulah yang lambat laun menghantam bisnis Kodak, yang
selama dekade 1980an hingga 1990an sudah merasa nyaman sebagai pemain nomor satu
industri fotografi. Konsumen kini sudah meninggalkan pemakaian film yang menjadi bisnis
inti Kodak dan sejumlah kompetitor mengembangkan produk kamera digital. Apalagi kini
muncul teknologi ponsel pintar, yang dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi.
Dalam beberapa tahun terakhir, pendapatan Kodak pun terus menurun tajam. Dulu
mempekerjakan lebih dari 60.000 orang di mancanegara, Kodak kini hanya memiliki sekitar
7.000 pekerja. Nilai pasarnya pun kini tenggelam hingga di bawah US$ 150 juta dari
sebelumnya, sekitar 15 tahun lalu, senilai US$ 31 miliar. Dalam beberapa tahun terakhir,
pimpinan perusahaan gagal memulihkan keuntungan tahunan. Kas yang terus terkuras
membuat Kodak kesulitan memenuhi kewajibannya terhadap karyawan dan pensiunannya.
Alasan yang menyebabkan kebangkrutan dari Perusahaan Eastman Kodak dapat dilihat dari
beberapa sudut pandang teori manajemen, yaitu :

Learning Organization

Di dalam lingkungan industri, setiap perusahaan seharusnya selalu dapat menyesuaikan diri
dengan perkembangan yang sedang terjadi dipasar. Setiap orang dalam perusahaan harus
dapat mengembangkan potensi

10

perusahaan, dan melakukan observasi secara berkelanjutan untuk mencapai hasil yang
terbaik bagi perusahaannya.

Hal ini yang tidak dilakukan oleh perusahaan Eastman Kodak Corporation. Kodak
seharusnya dapat mengembangkan potensi yang ada. Terlebih sebenarnya pelopor pertama
kamera digital adalah perusahaan Kodak. Pastinya sumber daya manusia yang ada
didalamnya juga memiliki kapasitas yang memadai apabila dilatih dan dimaksimalkan
potensinya untuk dapat menciptakan produk-produk baru yang memiliki tingkat inovasi
lebih tinggi dalam hal menghadapi perubahan teknologi yang sedang berkembang.

Tetapi perusahaan ini terlalu puas dengan apa yang diraih pada masa

kejayaannya yaitu abad ke 20 sehingga membuat Kodak berdiam diri dan tidak
mengembangkan potensi produknya. "Status quo membunuh Kodak. Be

diri di era yang terus bergerak tak akan membuat perusahaan berjalan dengan baik. Baik
perusahaan besar maupun kecil harus tetap bergerak maju beberapa langkah kedepan,
begitupun dengan perusahaan Kodak. Akibatnya perusahaan ini terlambat mengantisipasi
trend kamera digital yang sekarang sedang berkembang di pasar sehingga berada dalam
kondisi sesulit ini.

Dengan kerugian atau penurunan penjualan produknya, Kodak seharusnya dapat belajar dari
pengalaman dan mencoba untuk berinovasi lebih baik dengan mengeluarkan berbagai
produk yang dapat membuatnya bangkit dari keterpurukan. Namun perusahaan ini memang
belum memiliki

kemampuan Learning Organization. Di keberhasilan atau kegagalan dari dikeluarkannya


suatu sistem atau produk

baru. Ini terbukti dengan biarpun perusahaan ini mencoba mengeluarkan produk kamera
digital namun produk ini tidak booming dipasaran karena dinilai masih kurang memenuhi
permintaan atau selera konsumen yang selalu berubah mengikuti perkembangan teknologi.

Managing for Competitive Advantage

Sebuah kunci untuk memahami kesuksesan dari sebuah perusahaan, baik nasional maupun
internasional bukanlah dilihat dari berapa banyak industri dimana perusahaan beroperasi
akan memengaruhi masyarakat atau seberapa besar perusahaan itu akan bertumbuh.
Kuncinya adalah keunggulan

11

kompetitif yang dijalankan oleh perusahaan dan bagaimana keunggulan itu dapat
dipertahankan dan diperbaharui.

Keunggulan kompetitif adalah kelebihan yang dimiliki oleh suatu produk dibanding dengan
produk pesaing agar dapat menarik perhatian konsumen dan meningkatkan penjualan. Untuk
dapat bertahan dibidangnya, perusahaan harus memiliki keunggulan atas para pesaing dan
mendapatkan keuntungan. Keunggulan kompetitif yang ditekankan oleh perusahaan
Eastman Kodak Corporation dari mulai awal pendiriannya adalah memberikan kualitas
tinggi dan inovasi pada setiap produknya.

Dari awal pendiriannya Kodak selalu memperhatikan kualitas pada tiap produk yang
dihasilkannya. Kualitas yang ditawarkan mencakup kinerja produk yang baik, layanan
terhadap konsumen, tanggung jawab terhadap kecacatan atau kerusakan produk yang
dihasilkan, kesesuaian dengan standar-standar yang telah ditetapkan, daya tahan, dan
estetika bentuk produk.

Pada abad ke-20, Kodak menjadi satu-satunya perusahaan dimana banyak orang
mempercayakan kenangan yang berharga bagi mereka untuk diabadikan dengan produk
fotografi Kodak. Hal itu disebabkan karena Kodak menawarkan kualitas gambar yang baik
untuk setiap hasil bidikan kamera filmnya. Kodak juga bertanggungjawab dengan
memberikan garansi untuk setiap produknya selama batas waktu tertentu. Selain itu, produk
Kodak juga memiliki daya tahan yang cukup kuat dan tahan lama.

Namun mempertahankan saja tidak cukup. Setiap perusahaan seharusnya dapat


memperbaharui kualitasnya agar lebih baik sesuai dengan kemajuan teknologi. Melihat
keadaan Kodak yang tidak dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital saat
ini, maka kualitas pun sudah tidak dapat diandalkan lagi sebagai Competitive Advantage
perusahaan. Kualitas produk para pesaing seperti Nicon atau Canon sudah jauh diatas
Kodak. Kini biarpun Kodak telah mengeluarkan kamera digital namun kinerja produk
Kodak masih terbatas dan kualitas gambar yang dihasilkannya belum dapat menyamai atau
bahkan melampaui para pesaing.

Untuk hal inovasi, Perusahaan Kodak juga tidak dapat diragukan lagi keberadaaannya pada
abad yang lalu. Secara terus-menerus Kodak berinovasi

12

menciptakan produk-produk dengan fitur yang lebih baik dari sebelumnya. Perusahaan ini
menciptakan berbagai jenis kamera dari mulai Folding Pocket Camera, Kodakolor film,
Kamera Instamatic hingga kamera digital pertama.

Namun untuk tetap menjadi perusahaan besar yang sukses, hanya dengan menciptakan suatu
competitive advantage itu belumlah cukup. Perusahaan harus senantiasa mempertahankan
dan memperbaharuinya agar tetap mempunyai daya saing yang tinggi terhadap perusahaan
lain.

Di dalam lingkungan industri, setiap perusahaan seharusnya selalu menyesuaikan diri


dengan perkembangan yang sedang terjadi dipasar agar tidak ketinggalan teknologi dengan
perusahaan pesaing lainnya. Perusahaan harus mengikuti trend yang sedang digandrungi
oleh masyarakat agar dapat menarik perhatian konsumen dan meningkatkan penjualan
produk-produknya.

Sayangnya saat sudah menjadi besar dan sukses dengan kamera filmnya, perusahaan ini
berhenti berinovasi dan tidak dapat memperbaharui inovasinya. Kodak terlalu fokus pada
produksi kamera analog dibandingkan dengan mengembangkan dirinya untuk dapat
memberikan inovasi kamera digital bagi konsumen.

Akibatnya perusahaan ini terlambat mengantisipasi trend kamera digital yang sekarang
sedang berkembang di pasar sehingga berada dalam kondisi sesulit ini. Meskipun menurut
beberapa fotografer mengatakan bahwa pasar kamera analog tidak akan hilang, namun
jumlah kapasitas produksinya akan semakin kecil.

Karena seperti yang diketahui, masyarakat sekarang lebih memilih untuk menggunakan
kamera digital yang sistem penggunaannya lebih sederhana, harga lebih terjangkau
(tergantung brand dan kualitas) dan hasil pemotretan yang jauh lebih bagus. Dibandingkan
dengan kamera analog yang harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli film dan
sistem pencetakan yang agak sulit.

Environment Analysis

1. Pemantauan Lingkungan (Environment Scanning)

Langkah pertama yang mungkin dilakukan untuk menghadapi ketidakpastian dalam


lingkungan adalah dengan menentukan hal apa saja

13

yang penting bagi perusahaan. Namun sering kali perusahaan mengabaikannya kemudian
menyesali tindakan-tindakan tersebut dikemudian hari.

Penyesalan inilah yang sedang dialami Kodak. Perusahaan fotografi tersebut sebenarnya
berkesempatan besar untuk menjadi perusahaan yang memproduksi kamera digital yang
terbaik, karena Kodak yang pertama kali menemukan kamera digital. Namun perusahaan
tidak melihat potensi tersebut dan akhirnya kehilangan kesempatan mendapatkan pasar yang
penting yang telah direnggut oleh perusahaan pesaing.

Seharusnya tidak akan terjadi hal seperti itu apabila Kodak melakukan pemantauan
lingkungan sebelumnya. Para manajer harus mencari informasi seperti pesaing, hambatan,
produk substitusi, keadaan ekonomi, perubahan teknologi, dan lain-lain. Pemantauan
lingkungan diperlukan untuk memahami perubahan-perubahan, kesempatan-kesempatan,
dan ancaman-ancaman di lingkungan sekitarnya.

Pengembangan Skenario (Scenario development)

Setiap perusahaan sudah sejatinya harus dapat memperkirakan atau menentukan pengaruh
kekuatan lingkungan terhadap perusahaan mereka. Mereka biasanya mengembangan
skenario-skenario untuk masa depan. Jika perusahaan Kodak sudah melakukan
pengembangan skenario-skenario untuk perusahaannya, maka tidak akan terjadi kondisi
sesulit ini. Karena mereka sudah membuat rencana-rencana kemungkinan yang akan
dilakukan bila terjadi hasil yang berbeda-beda.

Seperti halnya kemajuan teknologi dan tindakan pesaing-pesaing seperti Canon dan Nicon
yang semakin agresif, Kodak seharusnya sudah memiliki rencana alternatif yang akan
dijalankan untuk dapat bertahan dan menyaingi pesaing-pesaingnya tersebut.

Peramalan (Forecasting)

Peramalan perlu dilakukan untuk memperkirakan bagaimana tepatnya beberapa variabel


akan berubah dimasa depan. Ini yang merupakan kesalahan dari para manajer Kodak.
Mereka tidak dapat memperkirakan

14

kemajuan teknologi dan selera masyarakat yang semakin berkembang, serta jumlah
permintaan atas produk kamera analog yang semakin lama semakin berkurang karena
adanya kamera digital.

Tolak Ukur (Benchmarking)

Terkadang untuk menghasilkan produk yang baik, perusahaan harus memilih dan
mengidentifikasi kinerja produk dari perusahaan yang terbaik dibidangnya. Seperti halnya
pada saat mulai mengalami kerugian, Kodak seharusnya dapat mengidentifikasi produk
kamera digital yang terbaik untuk memahami sumber competitive advantage mereka dan
selanjutnya mengembangkan produk dengan inovasi yang lebih baik. Bukan seperti saat ini,
Kodak hanya mengeluarkan kamera digital yang fiturnya tidak lebih baik bahkan dibawah
kualitasnya dibandingkan dengan para pesaingnya. Sehingga kamera digitalnya tidak begitu
laku dipasaran karena kurang memenuhi selera pasar.