Anda di halaman 1dari 4

1.

Tingkat kematangan fisiologis dan komersial


Jawab :
Kematangan fisiologis adalah suatu tahapan dimana pertumbuhan telah maksimum
dan memasuki proses pemasakan. Kematangan fisiologis ini telah mulai berkaitan
dengan waktu panen yang berhubungan dengan penggunaan akhir tertentu yang dapat
diterjemahkan kedalam persyaratan pasar. Untuk mengukur tingkat kematangan secara
fisiologis yaitu dengan mengukur laju reaksinya.
Kematangan komersial adalah keadaan dari organ tanaman yang disyaratkan oleh
pasar. Kematangan komersial umumnya mempunyai hubungan yang kecil terhadap
kematangan fisiologis dan dapat berlangsung pada tahap manapun selama proses
pengembangan. Kematangan komersial ditentukan dengan:
- Warna : colorchart
- Kekerasan : fruit pressure meter, pnetrometer, instrou universal testing
instrument
- Komponen kimia : analisis kadar gula, analisis kadar asam
- Bentuk dan ukuran
- Daya hantar listrik: secara komersial jarang dilakukan
Indeks Kematangan. Beberapa strategi yang dapat digunakan untuk menentukan
indeks kematangan adalah :
- Menentukan perubahan di dalam komoditi sepanjang perkembangannya
- Melihat beberapa sifat (ukuran, warna, kepadatan, dan sebagainya) yang
berhubungan dengan stadia perkembangan komoditi.
- Melakukan percobaan penyimpanan dan uji organolpetik untuk menentukan
nilai indeks kematangan yang dapat menggambarkan penerimaan kematangan
minimum.
Sumber :
https://currikicdn.s3-us-west-2.amazonaws.com/resourcefiles/54d33fe22f6b9.ppt

2. Umur panen komoditas (sayur & buah)


Jawab :
a. Sayuran :
- Sawi = Umur panen sawi paling lama 70 hari. Paling pendek umur 40 hari.
- Bayam = Umur panen pada tanaman bayam cabut adalah pada 21 HST.
- Kangkung = Panen dilakukan setelah berumur + 30 HST
- Asparagus = Panen dapat dilakukan mulai umur 8-9 bulan atau 2 3 bulan
setelah pemindahan.
- Kubis = Umur masak petik atau panen tanaman kubis tergantung pada
varietasnya, berumur pendek (genjah) dan berumur panjang (dalam).
Premium Flat Dutch: umur panen 100 hari, produksi 4,5 kg/tanaman.
Early Flat Dutch: umur panen 83 hari, produksi 2,4-2,7 kg/tanaman.
O-S Cross: umur panen 80 hari, produksi 2 kg/tanaman.
Surehead: umur panen 93 hari, produksi 3-4,5 kg/tanaman.
Globe Master: umur panen 75 hari, produksi 2-2,5 kg/tanaman.
Emerald Cross Hybrid: umur panen 45 hari, produksi 1.2 kg/tanaman.
Copenhagen Market: umur panen 72 hari, produksi 1.8-2 kg/tanaman.
K-K Cros: umur panen 58 hari, produksi 1,6 kg/tanaman.

Green Cup: umur panen 73 hari, produksi 1,5 kg/tanaman.


Ecarliana: umur panen 60 hari, produksi 1 kg/tanaman.
Wortel = Tanaman wortel yang telah berumur 3 bulan sejak sebar benih
atau tergantung varietasnya. Varietas Ideal dipanen pada umur 100-120 hari
setelah tanam (hst). Varietas Caroline 95 hst., Varietas All Season Cross 120
hst., Varietas Royal Cross 110 hst., Kultivar lokal Lembang 100-110 hst.
Lobak = Umur panen pada tanaman lobak adalah 60 HST.
Brokoli = Penentuan saat panen brokoli dapat dilakukan dengan cara
mengamati penampakan fisik bunga brokoli dan umur tanaman ( 45 - 65
HST).
Kembang kol = Pemanenan dilakukan saat massa bunga mencapai ukuran
maksimal dan mampat. Umur panen antara 55-100 hari tergantung dari
kultivar.
Tomat = Tomat bisa mulai dipanen setelah berumur 70-90 hari setelah
pindah tanam.

Tanaman sayuran dikelompokkan menjadi Sayuran Semusim dan Sayuran Tahunan.


Sayuran Semusim adalah tanaman sumber vitamin, mineral dan lain-lain yang
dikonsumsi dari bagian tanaman yang berupa daun, bunga, buah dan umbinya, yang
berumur kurang dari satu tahun. Tidak dibedakan antara tanaman sayuran yang
ditanam di daerah dataran tinggi dan dataran rendah, begitu juga yang ditanam di
lahan sawah dan lahan bukan sawah. Sayuran Tahunan adalah tanaman sumber
vitamin, mineral dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman berupa daun dan
atau buah, berumur lebih dari satu tahun serta berbentuk pohon.
Komoditi Sayuran
Semusim

Bawang merah, bawang putih, bawang daun, kentang,


kol/kubis, kembang kol, petsai/sawi, wortel, lobak, kacang
merah, kacang panjang, cabe besar, cabe rawit, paprika,
jamur, tomat, terung, buncis, ketimun, labu siam, kangkung,
bayam.
Komoditi Sayuran Tahunan Melinjo, petai, jengkol.
b. Buah-buahan :
- Melon = pada umumnya pemanenan dilakukan kurang lebih 3 bulan setelah
tanam. Dan waktu pemanenan yang baik adalah dilakukan pada pagi hari.
- Jeruk = Buah jeruk dipanen pada saat masak optimal, biasanya berumur
antara 2836 minggu, tergantung jenis/varietasnya.
- Anggur = Di daerah rendah umur buah anggur sekitar 90-100 hari setelah
pangkas, di dataran tinggi umur buah anggur sekitar 105110 hari.
- Semangka = Umur panen setelah 70-100 hari setelah penanaman.
- Papaya = Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 9-12 bulan.
- Jambu biji = Buah jambu biji umumnya pada umur 2-3 tahun akan mulai
berbuah, berbeda dengan jambu yang pembibitannya dilakukan dengan
cangkok/stek umur akan lebih cepat kurang lebih 6 bulan sudah bisa buah.
- Durian = Pada umumnya durian lokal akan berbuah pada umur 8 10 tahun,
kemudian durian genjah seperti monthong dan chanee akan berbuah pada
umur 4 5 tahun sejak tanam, masa panen ini berlaku dengan catatan bibit

menggunakan sambung pucuk atau okulasi, pada umumnya buah durian


akan mengalami tingkat kematangan sempurna 4 bulan setelah bunga mekar.
Untuk Janis monthong waktu petik yang tepat adalah 125 135 hari. Lalu
jenis chanee 110 160 hari setelah bunga mekar.
Apel = Pada umumnya buah apel dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah
bunga mekar, tergantung pada varietas dan iklim. Rome Beauty dapat dipetik
pada umur sekitar 120-141 hari dari bunga mekar, Manalagi dapat dipanen
pada umur 114 hari setelah bunga mekar dan Anna sekitar 100 hari. Tetapi,
pada musim hujan dan tempat lebih tinggi, umur buah lebih panjang.
Nangka = Pohon nangka yang berbuah besar berbuah pada umur 5-10 tahun
sedangkan nangka mini pada umur 1,5-2 tahun. Pada umumnya buah masak
setelah 8 bulan sejak bunganya muncul.
Mangga = Panen dilakukan pada umur sekitar 111-118 hari setelah bunga
mekar atau warna kulit masih hijau-kuning -merah,keras, mempunyai kadar
asam 0,9 % dan PTT 8,00 % serta daya simpan 8 hari pada suhu ruangan.
Untuk pasar lokal, buah dipanen umur sekitar 120 hari setelah bunga mekar
atau berwarna kuning-merah, dengan kadar PTT 10 % dan asam 0,71 %,
daya simpan 6-7 hari pada suhu ruangan.

Tanaman buah-buahan dikelompokkan menjadi Buah-buahan Semusim dan Buahbuahan Tahunan. Buah-buahan Semusim adalah tanaman sumber vitamin, mineral dan
lain-lain yang dikonsumsi dari bagian tanaman berupa buah, berumur kurang dari satu
tahun, dapat berbentuk rumpun, menjalar dan berbatang lunak. Buah-buahan Tahunan
adalah tanaman sumber vitamin, mineral dan lain-lain yang dikonsumsi dari bagian
tanaman berupa buah dan merupakan tanaman tahunan, umumnya dapat dikonsumsi
tanpa dimasak terlebih dahulu (dikonsumsi segar).
Komoditi Buah-buahan
Semusim
Komoditi Buah-buahan
Tahunan

Melon, semangka, blewah, stroberi


Mangga, manggis, rambutan, duku/langsat/kokosan, sukun,
pepaya, sawo, jambu biji, belimbing, nangka, sirsak, markisa,
jeruk, anggur, alpukat, durian, apel, jambu air, salak, nenas,
pisang.

Sumber : aplikasi.pertanian.go.id/bdsp
3. Penjelasan laju respirasi rendah, sedang, dan tinggi, beserta contohnya.
Jawab :
Respirasi berhubungan erat dengan beberapa proses metabolisme di dalam sel. Laju
respirasi dipengaruhi oleh faktor-faktor (internal & ekternal) yang mempengaruhi
proses metabolisme sel. Laju respirasi digunakan sebagai indikator aktivitas
metabolisme dalam jaringan sehingga dapat ditentukan umur simpan potensial
komoditas. Pada umumnya umur simpan berbagai komoditi pertanian berbanding
terbalik dengan adanya laju respirasi dari komoditi itu sendiri. Bahan yang memiliki
sifat umur simpan pendek adalah yang mempunyai laju respirasi yang besar atau

tinggi, begitu pula sebaliknya. Berikut ini contoh komoditi berdasarkan dari laju
respirasinya :
- Laju respirasi rendah : bawang, kentang, apel, semangka, sawo kecik, buah pear,
selada, kurma, nut, jeruk, anggur, melon, pepaya, dan jenis
umbi-umbian
- Laju respirasi sedang : sayuran daun seperti kubis, pisang, wortel, timun, mangga,
pear, tomat, lobbak, dan ceri.
- Laju respirasi tinggi : alpukat, kubis bunga, daun bawang, blackberry, kacang lima,
brokoli, okra, mangga, asparagus, selada, bayam, kapri, dan
jagung manis.
Sumber : Respirasi Faktor Internal & Lingkungan oleh Innaka Ageng R dan Nafi Ananda
Utama.