Anda di halaman 1dari 3

Erika Giovanni Simangunsong

135020307111055
BAB 11
REAKSI INDIVIDUAL PADA LAPORAN KEUANGAN : PEMERIKSAAN PADA
PENELITIAN KEPRILAKUAN
Pada bab ini kita akan mempertimbangkan pembuatan keputusan berdasarkan level
indivvidual. Penelitian ini melihat reaksi kelompok user pada berbagai macam informasi
akuntansi.
Penelitian keperilakuan ini meneliti bagaimana individu bereaksi terhadap berbagai
pengungkapan akuntansi. Menurut Libby (1975), penelitian yang berupaya untuk
menjelaskan perilaku individual biasanya didasarkan pada cabang psikologi yang disebut
teori keputusan perilaku, yang berakar pada psikologi kognitif, perekonomian dan statistik.
Tujuan dari penelitian perilaku adalah untuk memahami proses pengambilan keputusan dan
juga untuk memperbaiki pengambilan keputusan.
Terdapat suatu model Brunswik Lens pada 1952 yang digunakan untuk menjelaskan
penelitian perilaku. Model ini menyatakan bahwa lingkungan informasi merupakan lensa
yang tidak sempurna untuk melihat masa depan, tetapi beberapa informasi dapat dihubungkan
untuk membentuk probabilitas yang terjadi di masa depan. Pemodelan statistik diterapkan
untuk menentukan bobot dari berbagai variabel independen terhadap keberhasilan (variabel
dependen).
Terdapat 2 model dalam Brunswik Lens, yang pertama model sisi kanan yang menjelaskan
bagaimana individu menggunakan isyarat untuk membuat keputusan akhir dan model sisi kiri
menjelaskan hubungan antara fenomena aktual dengan isyarat yang disediakan. Struktur Lens
Model dapat diterapkan pada hampir semua skema pengambilan keputusan misalnya
keputusan pinjaman. Secara eksplisit, Model Brunswik mempertimbangkan adanya input,
proses, dan output. Pada level input melihat bagaimana dan apakah isyarat tertentu yang
digunakan dalam pengambilan keputusan sangat relevan dengan profesi akuntansi. Jika item
informasi dalam laporan keuangan tidak digunakan, maka mereka bisa dianggap tidak
material dan karenanya tidak memerlukan pengungkapan. Profesi akuntansi juga tertarik
apakah presentasi (dalam laporan keuangan atau dalam catatan kaki) berdampak pada
keputusan.
Ada beberapa kegunaan dari item informasi tertentu dan implikasinya pada bentuk presentasi
yang berbeda. Menurut Pankoff & Virgil (1970), perilaku para analis keuangan dalam
memprediksi keuntungan finansial, cenderung membutuhkan informasi tentang pendapatan
dan penjualan daripada informasi yang lain. Sedangkan menurut penelitian Mear dan Firth
(1987), percaya bahwa informasi pertumbuhan penjualan dan profitabilitas sangat penting
untuk mengestimasi tingkat pengembalian dari sebuah sekuritas tertentu. Selain itu menurut
Heintz (1973) dan McIntyre (1973), dampak pengungkapan dalam keputusan investasi ada
tiga bentuk : subyek hanya memilih informasi biaya historis saja, informasi biaya sekarang
saja, atau kedua-duanya.

Dengan relasi format penyajian, beberapa penelitian menemukan bahwa format penyajian
yang berbeda berpengaruh pada pilihan user. Menurut penelitian Davis (1989) , DeSanctis
dan Jarvenpaa (1989), format presentasi yang berbeda dapat memberikan pengaruh pada
keputusan pengguna (termasuk diagram batang, grafik garis, diagram lingkaran, dan tabel).
Bila menurut penelitian Moriarity (1979), penelitian tentang pertimbangan (judgment)
mahasiswa dan profesi akuntan terhadap potensi kebangkrutan di perusahaan, manakah yang
lebih memberikan dampak pada pertimbangan tersebut : antara menggunakan angka-angka
rasio keuangan atau dengan skema Chernoff Faces. Sedangkan menurut penelitian Stallman
(1969) ; Doupnik dan Rolfe (1989), informasi industri segmen dapat mengurangi
kepercayaan seseorang pada harga saham masa lalu, namun seseorang akan lebih percaya diri
dalam membuat taksiran harga saham masa depan apabila mereka juga disajikan informasi
mengenai kondisi geografis.
Dalam proses pengambilan keputusan sejumlah penelitian telah meneliti bagaimana isyarat
(item informasi) yang berbobot, sebagai contoh adalah penelitian Schultz dan Gustavson
(1978) tentang pengembangan model untuk mengukur resiko litigasi dalam perusahaan.
Selain itu, penelitian Ashton (1974), menemukan bagaimana pertimbangan (judgement)
menjadi konsisten dari waktu ke waktu. Tversky dan Kahnerman (1974), menemukan bahwa
pengambil keputusan sering muncul untuk menyederhanakan heuristik ketika membuat
keputusan. Terdapat 3 penyederhanaan heuristik utama yaitu:

Keterwakilan (representativeness)
Pengambil keputusan seringkali menaksir kemungkinan item yang termasuk dalam
kategori dengan mempertimbangkan seberapa mirip item tersebut dengan kekhasan
kategori tersebut. Implikasinya adalah dapat terjadi bias, yakni subyek biasanya akan
mengabaikan tingkat dasar populasi yang bersangkutan.Dalam beberapa kasus, bias
tersebut dapat menimbulkan dampak lain seperti melebih-lebihkan jumlah kasus
dalam kategori tertentu.
Penahanan dan penyesuaian (anchoring and adjustment)
Individu seringkali membuat pertimbangan awal atau estimasi, kemudian
menyesuaikan pandangan mereka sebagai hasil dari informasi tambahan.
Ketersediaan (availability)
Ketersediaan berkaitan dengan apakah ingatan kejadian atau peristiwa terkait dapat
dengan mudah datang di pikiran.

Hasil heuristik dapat berguna. Jika hasil heuristik dalam keputusan yang tidak pantas yang
dibuat, kecenderungan dapat disorot dan tindakan diambil. Dalam penggunaan heuristik oleh
para ahli, dapat dikatakan menjadi efisien bila dibandingkan dengan pengumpulan data dan
pengolahan yang mahal, selain itu siswa dapat disarankan untuk menggunakan aturan praktis.
Pada isu akurasi keputusan, terdapat penelitian yang telah mempertimbangkan seberapa
akurat prediksi yang relatif terhadap hasil lingkungan aktual. Pada penelitian Libby (1975)
petugas kredit ditemukan untuk memprediksi kebangkrutan cukup secara teratur. Selain itu
menurut Zimmer (1980) bankir dan mahasiswa akuntansi juga ditemukan untuk memprediksi
kebangkrutan secara benar. Dalam pengambilan keputusan bekerja dalam tim dapat
mengalahkan pengambilan keputusan individu.

Terdapat analisis protokol. Penelitian ini diselesaikan melalui analisis protokol verbal. Bentuk
penelitian perilaku ini membutuhkan subyek untuk menyampaikan secara verbal proses
berpikir mereka saat membuat keputusan atau penilaian, pada umumnya dalam penelitian
audit. Selain itu penelitian ini memahami bagaimana penilaian yang dibuat penting dalam
meningkatkan penilaian mereka yang berguna dalam memeriksa pencarian informasi. Tetapi
terdapat beberapa kekurangan dalam analisis protokol, antara lain: dalam proses
penyampaian secara verbal dapat memiliki efek pada proses pengambilan keputusan;
sebagian besar dari informasi yang digunakan tidak dapat diverbalkan ; subyek dapat
memberikan verbalisasi yang sejajar tetapi independen dari proses pemikiran yang
sebenarnya ; terdapat kritik terhadap metode coding.
Dalam penelitian perilaku ini juga terdapat beberapa kekurangan/kelemahan. Penelitian ini
memeriksa masalah serupa yang telah menghasilkan hasil yang bertentangan, maka sulit
untuk menentukan penyabab ; pengaturan studi sering berbeda untuk pengaturan dunia
nyata ; sangat sulit untuk meniru isyarat yang tersedia di tempat kerja ; siswa sering
digunakan sebagai pengganti ; sejumlah kecil mata pelajaran sering digunakan.