Anda di halaman 1dari 3

Nama

: Abu Asma Ansori


NIM
: 21040115140128
Mata Kuliah : Sumber Daya dan Lingkungan
Daya Dukung Lingkungan
Pengertian
Daya dukung lingkungan adalah Kemampuan lingkungan untuk mendukung
kehidupan semua makhluk hidup yang meliputi ketersediaan sumberdaya
alam untuk memenuhi kebutuhan dasar atau tersedianya cukup ruang
untuk hidup pada tingkat kestabilan sosial tertentu. Keberadaan
sumberdaya alam di bumi tidak tersebar merata sehingga daya dukung
lingkungan pada setiap daerah akan berbeda-beda. Oleh karena itu,
pemanfaatannya harus dijaga agar terus berkesinambungan dan tindakan
eksploitasi harus dihindari. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan
hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut
:
1. Memanfaatkan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui dengan
hati-hati dan efisien, misalnya : air, tanah dan udara.
2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
3. Mengembangkan metode penambangan dan pemprosesan yang lebih
efisien serta dapat didaur ulang.
4. Melaksanakan etika lingkungan dengan menjaga kelestarian alam.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Daya Dukung
Daya dukung berkelanjutan ditentukan oleh banyak faktor, baik faktor
biofisik maupun sosial-budaya-ekonomi. Kedua kelompok faktor ini saling
mempengaruhi. Faktor biofisik penting yang menentukan daya dukung daya
dukung berkelanjutan ialah proses ekologi yang merupakan sistem
pendukung kehidupan dan keanekaragaman jenis yang merupakan
sumberdaya gen.
Faktor sosial budaya juga mempunyai peranan yang sangat penting, bahkan
menentukan dalam daya dukung berkelanjutan. Sebab akhirnya manusialah
yang menentukan apakah pembangunan akan berjalan terus atau terhenti.
Kemelaratan pada salah satu pihak merupakan hambatan untuk
pembangunan. Tetapi pada lain pihak kemelaratan juga merupakan cambuk
untuk perjuangan memperbaiki nasib diri sendiri. Sebaliknya kekayaan pada
salah satu pihak mengandung kekuatan untuk pembangunan.
Faktor-faktor yang dapat menentukan daya dukung lingkungan dalam
kondisi baik atau tidak antara lain, adalah ketersedian bahan baku dan
energi, akumulasi limbah dari aktivitas produksi (termasuk manajemen
limbahnya) dan tentu interaksi antar makhluk hidup yang ada di dalam
lingkungan. Dengan kata lain daya dukung harus mampu mencakup daya
dukung lingkungan fisik, biologi dan persepsi atau psikologis.

Implementasi Daya Dukung Lingkungan


Menurut Suryanto (2007), Implementasi daya dukung lingkungan dapat
dilakukan dengan tiga cara :
1. Daya dukung lingkungan disusun pada level minimum sebagai
aktivitas baru yang dapat diakomodasikan sebelum terjadi perubahan
yang nyata dalam lingkungan yang ada. Misalnya : daya dukung
untuk wilayah pertanian, kehutanan dan kegiatan wisata.
2. Perubahan dapat diterima, tetapi pada level tertentu dibatasi agar
tidak mengalami proses degradasi serta sesuai dengan ketentuan
standart. Cara ini kemungkinan dapat lebih meluas dan relevan
terutama untuk ambang batas udara dan air. Contoh implementasi
model ini adalah ijin pembuangan limbah yang disesuaikan dengan
kapasitas jaringan air.
3. Kapasitas lingkungan diterima sebagai aktivitas baru. Model ini
dipakai untuk manajemen sumberdaya. Cara ini kemungkinan tidak
relevan dengan kasus perkembangan kota, namun dapat relevan
dalam kasus drainase yang menyebar pada lahan pertanian basah.

Degradasi Lingkungan
Pengertian
Degradasi lingkungan dapat diartikan sebagai penurunan kualitas
lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan pembangunan yang dicirikan
oleh tidak berfungsinya secara baik komponen-komponen lingkungan
sebagaimana mestinya. Degradasi lingkungan pada dasarnya disebabkan
oleh adanya intervensi atau campur tangan manusia yang berlebihan
terhadap keberadaan lingkungan secara alamiah.
Indikator Degradasi Lingkungan
1. Degradasi Sumber Daya Tanah/Lahan
a) Menurunnya tingkat kesuburan tanah/lahan.
b) Banyak terjadi tanah longsor.
c) Bertambahnya areal lahan kritis.
2. Degradasi Sumber Daya Air
a) Berkurangnya debit air sungai dari tahun ke tahun.
b) Semakin besarnya perbedaan debit air sungai pada musim
hujan dengan musim kemarau.
c) Semakin dalamnya permukaan air tanah dan mengeringnya
sumur penduduk.
d) Adanya penetrasi air asin pada sumur penduduk.

e) Semakin kecilnya Catchment Water Areas (daya serap lahan


terhadap curahan air hujan).
f) Semakin tingginya pencemaran air sungai (terutama sungaisungai di Pulau Jawa).
Sebab-Sebab Terjadinya Degradasi Lingkungan Hidup
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pertambahan Penduduk.
Kebijakan Pemerintah.
Dampak Industrialisasi.
Kegagalan program Reboisasi dan Reklamasi.
Peningkatan Penduduk Miskin dan Pengangguran.
Penegakan Hukum yang Lemah.
Kesadaran Masyarakat yang Rendah.
Pencemaran Lingkungan.

Upaya Mencegah dan Mengatasi Degradasi Lingkungan.


1. Sosialisasi pentingnya pengetahuan tentang lingkungan hidup yang
lestari dan bahaya kerusakan lingkungan.
2. Menyusun peraturan perundang-undangan seperti penguatan dan
pengayaan (Repowerring and Enrichment) peraturan/UU yang sudah
ada.
3. Mereformasi Sisdiknas yang dapat menghasilkan SDM Siap Pakai
dan mengembangkan pendidikan Vocational.
4. Pemberian sanksi hukum yang berat dan tegas tanpa pandang bulu
kepada para penjahat lingkungan.
5. Perlunya ada statement dan komitmen politik dari pemerintah yang
menyatakan bahwa para pelaku kejahatan lingkungan sebagai pelaku
kejahatan luar biasa yang harus diperangi bersama.

Anda mungkin juga menyukai