Anda di halaman 1dari 4

Cornelius Oki Prabowo

66B, 15/387129/PEK/20679
MM UGM Yogyakarta
Strategic Management
Competition in Energy Drinks, Sports Drinks, and Vitamin-Enhanced
Beverages

Perusahaan-perusahaan besar dalam industri minuman saat ini sedang


berlomba-lomba untuk menawarkan produk minuman berenergi, minuman
olahraga, dan minuman bervitamin. Beberapa pemain besar seperti Coca Cola,
PepsiCo., Red Bull, Hansen Natural Corporation, dan perusahaan lainnya bersaing
secara ketat untuk memenangkan persaingan di industri tersebut. Menurut data
dalam kasus, perkiraan pertumbuhan di industri ini masih akan terus bertumbuh
positif. Pertumbuhan tersebut diperkirakan mencapai $1,58 triliun di tahun 2009
hingga mencapai $1,78 triliun pada tahun 2014. Produk-produk minuman seperti
minuman energi, olahraga, dan bervitamin merupakan hasil dari pengembangan
produk perusahaan minuman dan mencapai puncaknya di pertengahan tahun
2000an. Persaingan pada kategori ini menjadi cukup sangat menarik bagi para
pemain di industri minuman karena setiap produk dapat dikenakan harga yang
lebih tinggi dibandingkan produk-produk minuman lainnya.
Berdasarkan analisis makro (analisis PESTEL), terdapat beberapa faktor
yang dapat menghambat pertumbuhan penjualan minuman alternatif. Faktor
pertama yang mempengaruhi adalah faktor ekonomi negara. Seperti yang sudah
dikatakan sebelumnya, bahwa produk-produk minuman alternatif ini memiliki
harga yang relatif lebih tinggi dibandingkan minuman lainnya yang beredar di
pasaran. Harga yang lebih tinggi tersebut ternyata terkena efek saat terjadinya
penurunan ekonomi di Amerika pada tahun 2008 dan 2009. Diantara kedua
tahun tersebut, penjualan minuman olahraga turun mencapai 12,3 persen, dan
penjualan minuman bervitamin turun 12,5 persen. Kemudian juga terdapat
masalah pada faktor sosiokultural dimana muncul kritik mengenai minuman
alternatif ini terhadap bahaya kesehatan apabla dikonsumsi secara berlebihan.
Beberapa kandungan dalam minuman alternatif ini berbahaya bagi kesehatan
apabila dikonsumsi terlalu banyak dalam waktu tertentu. Kandungan seperti
kafein yang terlalu tinggi dapat menyebabkan

arrhytmia dan insomnia,

kemudian kandungan melatonin dan kava juga tidak baik apabila dikonsumsi
secara berlebihan. Ketakutan yang dikhawatirkan oleh para pemerhati kesehatan

Cornelius Oki Prabowo


66B, 15/387129/PEK/20679
MM UGM Yogyakarta
adalah karena minuman ini dijual secara bebas dan menjual cita rasanya, maka
akan sulit untuk mengawasi jumlah penggunaan minuman ini dipasaran.
Analisis kasus berdasarkan analisa industri Porters Five Forces:

1. Rivalry among competing firms (strong)


Persaingan usaha dalam industri ini cukuplah tinggi dan intense. Terdapat
banyak pemain-pemain besar dan pemain-pemain kecil memperebutkan
pangsa pasar yang ada. Coca-Cola, PepsiCo, Red Bull GmbH, Hansen
Natural Corporation adalah sebagian pemain besar yang sudah mendunia
dan memiliki produk-produk yang sangat diminati oleh konsumen. Selain
perusahaan-perusahaan besar tersebut, terdapat juga pemain-pemain
regional/lokal yang ikut serta dalam kompetisi industri minuman alternatif.
Karena produk yang dijual memiliki banyak sekali substitusi dan mudah
untuk mendapatkan substitusi, perusahaan harus memberikan faktorfaktor yang bisa membuat produk yang dimilikinya berbeda dibandingkan
kompetitor (diferensiasi). Dari faktor-faktor tersebut, dapat disimpulkan
bahwa persaingan dalam industri ini sangatlah tinggi dan sulit untuk
mengalahkan perusahaan-perusahaan yang sudah sangat besar seperti
Coca-Cola dan PepsiCo yang sudah memiliki merek terkenal dan jalur
distribusi yang mencakup seluruh dunia.
2. Threat of new entrants (weak)
Dalam industri minuman alternatif ini, terdapat banyak sekali pemainpemain kecil baru yang tertarik untuk mengicipi manisnya keuntungan
dalam bisnis ini. Pada tahun 2009, terdapat 231 merek minuman
bervitamin baru, 51 merek minuman olahraga baru, dan 172 merek
minuman berenergi baru. Dari hal tersebut dapat terlihat betapa
mudahnya

pesaing-pesaing

baru

muncul

dalam

alternatif baru. Kekuatan dari Coca-Cola dan PepsiCo

industri

minuman

atau perusahaan

besar lainnya tidak dapat menghalangi pesaing baru untuk masuk dalam
kompetisi. Namun mereka tetap dapat bersaing dari sisi distribusi yang
lebih efisien, loyalitas konsumen pada merek, dan produk diferensiasi.
3. Competitive pressures from the sellers of subtitute products (strong)
Produk pengganti dari minuman alternatif ini sangat lah banyak dan
mudah untuk didapatkan serta memiliki harga yang lebih murah

Cornelius Oki Prabowo


66B, 15/387129/PEK/20679
MM UGM Yogyakarta
dibandingkan

minuman

alternatif.

Fungsi

dari

minuman

alternatif

utamanya adalah untuk menghilangkan rasa haus dan lelah (minuman


olahraga), meningkatkan stamina (minuman berenergi), dan menjaga
kesehatan (minuman bervitamin). Masing-masing jenis produk tersebut
memiliki pengganti yang dapat ditemukan dimana-mana dan harganya
relatif lebih murah.
4. Supplier bargaining power (weak)
Kekuatan pemasok dalam industri ini dapat dikatakan lemah karena
terdapat banyak pemasok lainnya. Pemasok sendiri memiliki kompetisi
yang sangat ketat agar dapat memasok produk-produknya ke pabrikpabrik besar. Hanya pemasok taurin yang bisa lebih leluasa dalam
menentukan harga karena tidak terdapat banyak produsen taurin di dunia.
5. Consumer bargaining power (strong)
Pada dasarnya, kekuatan bargain konsumen sangatlah tinggi. Konsumen
dapat menemui berbagai macam produk minuman lainnya di pasar dan
konsumen dengan mudah untuk berpindah dari produk satu ke produk lain
nya. Selain itu konsumen tidak harus mengkonsumsi produk-produk
minuman alternatif tersebut setiap saat bahkan terdapat banyak produk
lain yang memiliki fungsi yang sama dengan minuman alternatif tersebut.
Untuk memenangkan kompetisi yang sangat ketat, perusahaan harus
mengetahui dan memiliki kunci keberhasilan. Terdapat beberapa faktor yang
harus diperhatikan oleh perusahaan minuman alternatif untuk dapat bertahan
dari gempuran kompetitor dan memenangkan kompetisi. Faktor yang pertama
adalah dari sisi produk itu sendiri. Inovasi rasa, bentuk kemasan, dan kandungan
yang terdapat dalam produk tersebut menjadi salah satu komponen penting
untuk memenangkan kompetisi. Kemudian dari faktor pemasaran terdapat
beberapa komponen seperti loyalitas merek, citra merek, kegiatan pemasaran
yang menarik, dan teknik yang baik dalam pembangunan merek akan
membantu perusahaan mencapai kemenangan dalam kompetisi. Faktor lain yang
tidak kalah penting adalah sistem distribusi yang efisien dan tepat waktu, serta
volume dan pangsa pasar untuk menjaga pengeluaran pemasaran tetap pada
tingkat yang dapat diterima.
Kesimpulan dari kasus ini adalah sebelum kita memasuki sebuah industri,
kita harus mengetahui karakteristik dari industri yang ingin kita masuki terlebih
dahulu agar dapat menentukan strategi yang tepat untuk memenangkan
kompetisi. Berbagai faktor seperti bentuk persaingan dengan perusahaan

Cornelius Oki Prabowo


66B, 15/387129/PEK/20679
MM UGM Yogyakarta
sejenis, kekuatan menawar konsumen dan pemasok, ancaman produk substitusi,
dan ancaman dari pendatang baru wajib untuk diperhatikan oleh perusahaan.
Selain itu mengetaui apa yang menjadi faktor-faktor kunci kesuksesan dalam
menjalankan

usaha

dalam

industri

tersebut

juga

menentukan

apakah

perusahaan dapat bertahan bahkan mampu memenangkan kompetisi dalam


industri tersebut.

Anda mungkin juga menyukai