Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

BIOTEKNOLOGI

PRODUK BIOTEKNOLOGI VAKSIN

OLEH :
PUSPHITA SARI TEPPA
(201132012)

YAYASAN GMIM Ds. A.Z.R. WENAS


UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA TOMOHON
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
FARMASI
2014

KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang teramat dalam, patut di panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa, yang telah berkenan memelihara dan memberikan Rahmat-Nya, sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini. Dan dalam makalah ini akan menyajikan tentang apa
yang menjadi pembahasannya yaitu: Produk-produk bioteknologi. yang mana
makalah ini disususn bertujuan untuk memenuhi tugas mata BIOTEKNOLOGI dalam
menempuh pendidikan diperguruan tinggi Khususnya Jurusan Farmasi Di Tomohon.
Untuk itu dalam penyajiannya akan didefinisikan secara rinci meliputi pembahasan
tersebut.
Tak lupa juga kami mengucapkan terimah kasih kepada: Dosen pengajar dalam
membimbing dan mengarahkan penulis dalam penyelesaian makalah ini, dan kepada
seluruh pihak yang telah membantu serta memberikan dukungan baik moril maupun
materil sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Semoga materi ini dapat
bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan,
khususnya bagi kami sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam
penyajian data dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari semua pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Semoga
makalah ini berguna dan dapat menambah pengetahuan pembaca.
Demikian makalah ini kami susun, apabila ada kata- kata yang kurang berkenan dan
banyak terdapat kekurangan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Syallom,,,
Tomohon, 26 maret 2013

Pusphita Sari Teppa

DAFTAR ISI
2

KATA PENGANTAR .................................................................................................. 1


DAFTAR ISI ................................................................................................................ 2
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ....................................................................................................... 3
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................. 3
1.3 Tujuan Penulisan .................................................................................................... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Bioteknologi............................................................................................................ 4
2.2 Perkembangan bioteknologi dalam berbagai bidang ............................................. 5
1. Bioteknologi dalam produksi pangan.............................................................. 5
2. Bioteknologi dalam perbanyakan tanaman...................................................... 6
3. Bioteknologi dalam industri............................................................................. 6
4. Bioteknologi dalam rekayasa genitik.............................................................. 7
5. Bioteknologi kedokteran dan produksi obat................................................... 9
6. Bioteknologi penambangan ........................................................................... 10
7. Bioteknologi dalampenyelesaian masalah pencemaran................................... 11
8. Bioteknologi dalam pemberantas hama........................................................... 11
2.3 Rekayasa genetika................................................................................................... 12
2.4 Produk vaksin.......................................................................................................... 12
2.5 Virus Hepatitis B..................................................................................................... 13
1. Tahapan pembuatan vaksin............................................................................. 14
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan............................................................................................................. 17
3.2 Saran .

17

Daftar Pustaka ...

18

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan bioteknologi secara umum sejalan dengan perrkembangan di bidang
biologi molecular, peran bioteknologi ke depan akan tetap memberikan dampak yang
sangat besar pada bidang pertanian, kesehatan, lingkungan dan ekonomi pada
umumnya. Innovasi dibidang pangan dan farmasi telah menunjukan potensi yang besar
bioteknologi untuk mengembangkan berbagai macam produk, rekayasa tanaman tahan
penyakit dan tahan perubahan iklim, pestisida alami, teknologi bioremediasi untuk
lingkungan, bahan- bahan farmasi terapitik, bahan kimia lain dan enzyme yang dapat
meningkatkan efisiensi produksi.
Indonesia mempunyai posisi strategis dalam memanfaatkan kekayaan alam, namun
hingga kini peran bioteknologi masih jauh dari harapan. Oleh karena itu diperlukan
suatu kesamaan presepsi dalam mengembangkan bioteknologi di Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
1) Apakah yang dimaksud dengan bioteknologi ?
2) Apa perkembangan bioteknologi dalam berbagai bidang?
3) Apa rekayasa genetika?
4) Apa virus hepatitis B?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini antara lain adalah sebagai berikut :
1) Untuk mengetahui produk produk bioteknologi.
2) Untuk mengetahui perkembangan bioteknologi dalam berbagai bidang.
3) Untuk mengetahui rekayasa genetika.
4) Untuk mengetahui virus hepatitis B.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Bioteknologi
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup
(bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup ( enzim,
alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Saat ini,
perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada
ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular,
mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain,
bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam
proses produksi barang dan jasa.
Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang
lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun
keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan
varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Di
bidang medis, penerapan bioteknologi pada masa lalu dibuktikan antara lain dengan
penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas
akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah
penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur. Pada masa ini, bioteknologi berkembang
sangat pesat, terutama di negara negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan
ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan,
DNA rekombinan, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain.
Penerapan bioteknologi pada masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian
lingkungan hidup dari polusi. Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang
tertumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di
sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru.
Kemajuan di bidang bioteknologi tak lepas dari berbagai kontroversi yang
melingkupi perkembangan teknologinya. Sebagai contoh, teknologi kloning dan
rekayasa genetika terhadap tanaman pangan mendapat kecaman dari bermacam-macam
golongan.
Bioteknologi secara umum berarti meningkatkan kualitas suatu organisme melalui
aplikasi teknologi. Aplikasi teknologi tersebut dapat memodifikasi fungsi biologis suatu

organisme dengan menambahkan gen dari organisme lain atau merekayasa gen pada
organisme tersebut.
2.2 Perkembangan Bioteknologi Dalam Berbagai Bidang
1. Bioteknologi Dalam Produksi Pangan
a) Makanan Berbahan Susu
Prinsipnya adalah memfermentasi susu menghasilkan asam laktat.
o Keju. Mikroba : Propiabacterium (bakteri asam laktat) yang juga
berperan memberi rasa dan tekstur keju.
o Yoghurt. Mikroba :
1. Lactobacillusbulgaris adalah pemberi rasa dan aroma
2. Streptococcus thermophilus adalah menambah keasaman
o Mentega. Mikroba : Leuconostoc cremoris

Gambar 1. Tahap-tahap dasar pembuatan minuman anggur merah


b) Makanan Non Susu
o Roti, asinan, dan alkohol (bir, anggur "wine", rum), oleh ragi
o Kecap, oleh Aspergillus oryzae
o Nata de Coco, oleh Acetobacter xilinum.
Prinsipnya adalah pemecahan amilum oleh mikroba menghasilkan gula,
yang kemudian difermentasi
o Cuka, oleh Acetobacter aseti, Alkohol difermentasi dalam kondisi aerob
2. Bioteknologi Dalam Perbanyakan Tanaman/ Kultur Jaringan

Sifat totipotensial tanaman, dapat diterapkan untuk kultur jaringan. Kultur


jaringan (sel) adalah mengkultur/membiakkan jaringan (sel) untuk memperoleh
individu baru.
Manfaat atau Keunggulannya :
a) Bibit (hasil) yang didapat berjumlah banyak dan dalam waktu yau~g singkat
b) Sifat identik dengan induk
c) Dapat diperoleh sifat-sifat yang dikehendaki
d) Metabolit sekunder tanaman segera didapat tanpa perlu menunggu tanaman
dewasa
3. Bioteknologi Dalam Industri
a) Asam Sitrat
o mikroba : Aspergillus niger
o

bahan : tetes gula dan sirup

o Fs. Asam Sitrat : pemberi citarasa, pengemulsi susu, dan antioksidan.


Umumnya asam ini banyak terdapat pada jeruk.
b) Vitamin
o B1 oleh Assbya gossipii
o B12 oleh Propionibacterium dan Pseudomonas
c) Enzim
o Amilase digunakan dalam produksi sirup, kanji, glukosa. Glukosa
isomerase : mengubah amilum menjadi fruktosa. Fruktosa digunakan
sebagai pemanis makanan menggantikan sukrosa. mikroba: Aspergillus
niger,Aspergillus oryzae dan Bacillus subtilis
o Protease
digunakan antara lain dalam produksi roti, bir protease proteolitik
berfungsi sebagai pelunak daging dan campuran deterjen untuk
menghilangkan noda protein. mikroba: Aspergillus oryzae dan
Bacillus subtilis
o Lipase
Antara lain dalam produksi susu dan keju untak meningkatkan cita
rasa. mikroba: Aspergillus niger dan Rhizopus spp
d) Asam Amino
7

o asam glutamat bahan utama MSG (Monosodium Glutamat)


o Lisin asam amino esensial, dibutuhkan dalam jumlah besar oleh ternak.
o Keduanya oleh Corynobacterium glutamicum
4. Bioteknologi Dalam Rekayasa Genetik
Vektor, berupa plasmid bakteri atau viral ADN virus.

Gambar 2. Pembuatan plasmid dan mekanisme penyisipan gen


Bakteri, berperan dalam perbanyakan plasmid melalui perbanyakan bakteri.

Gambar 3. Pemisahan DNA oleh enzim restriksi

Enzim, terdiri dari enzim RESTRIKSI (pemotong plasmid/ADN) dan enzim


LIGASE (penyambung ptongan-potongan ADN)
8

Gambar 4. Proses produksi insulin manusia dengan rekayasa genetika


5. Bioteknologi Dalam Kedokteran Dan Produksi Obat
a) Antibodi Monoklonal
adalah antibodi sejenis yang diproduksi oleh sel plasma klon sel-sel b
sejenis. Antibodi ini dibuat oleh sel-sel hibridoma (hasil fusi 2 sel berbeda;
penghasil sel b Limpa dan sel mieloma) yang dikultur. Bertindak sebagai
antigen yang akan menghasilkan anti bodi adalah limpa. Fungsi antara lain
diagnosis penyakit dan kehamilan
b) Terapi Gen
Adalah pengobatan penyakit atau kelainan genetik dengan menyisipkan gen
normal
c) Antibiotik
Dipelopori oleh Alexander Fleming dengan penemuan penisilin dari
Penicillium notatum.
o Penicillium chrysogenum memperbaiki penisilin yang sudah ada.
Dilakukan dengan mutasi secara iradiasi ultra violet dan sinar X.
o Cephalospuriu.. penisilin N.
o CephalosporiuN.. sefalospurin C.
o Streptomyces . streptomisin, untuk pengobatan TBC

d) Interferon
Adalah antibodi terhadap virus. Secara alami hanya dibuat oleh tubuh
manusia. Proses pembentukan di dalam, tubuh memerlukan waktu cukup
lama (dibanding kecepatan replikasi virus), karena itu dilakukan rekayasa
genetika.
e) Vaksin
Contoh: Vaksin Hepatitis B dan malaria. Secara konvensional pelemahan
kuman dilakukan dengan pemanasan atau pemberian bahan kimia. Dengan
bioteknologi dilakukan fusi atau transplantasi gen.

Gambar 5. Tahapan sintesis vaksin yang direkayasa secara genetika


6. Bioteknologi Penambangan (Biohidrometalurgi)
Thichacillus ferrooxidan berperan memisahkan logam dari bijihnya atau kotoran
sehingga didapat logam berkualitas tinggi. Sebagai contoh pada tembaga (Cu).
Aktivitas
Reaksi: CuFeS2 + 2 Fe2(SO4)3 + 2 H2O + 3 O2 >
CuSO4 + 5 FeSO4 + 2 H2SO4 + Energi
aktivitas
CuSO4 + 2 Fe+ + H2SO4 + Energi > 2 FeSO4 +
Cu2+ + 2 H+ . Thiobacillus ferrooxidan bersifat kemolitotrof
7. Bioteknologi Dalam Penyelesaian Masalah Pencemaran

10

a) Pencemaran oleh minyak. Strain-strain Pseudomorms mengkonsumsi


hidrokarbon. Rekayasa genetik membentuk bakteri super yang mengandung
empat jenis plasmid pembawa gen untuk konsumsi hidrokarbon.
b) Limbah organik dapat diuraikan oleh bakteri aerob atau anaerob.

Gambar 6. Skema pengolahan air limbah


8. Bioteknologi Dalam Pemberantasan Hama
Dalam membatasi pemakaian pestisida, dilakukan upaya pemberantasan hama
secara biologi antara lain penggunaan musuh alami dan menciptakan tanaman
resisten hama.
a) Bacillus thuringiensis menghasilkan bioinsektisida yang toksin terhadap
larva serangga.
o Transplantasi gen penghasil toksin pada tanaman menghasilkan tanaman
yang bersifat resisten hama serangga.
o Kristal (racun Bt) diolah menjadi bentuk yang dapat disemprotkan ..ke
tanaman. Racun akan merusak saluran pencernaan serangga.
b) Baculovirus sp.
Virus disemprotkan ke tanaman. Bila termakan, serangga akan mati
dengan sebelumnya, menyebarkan virus melalui perkawinan.

11

Gambar 7. Skema teknik kultur jaringan sederhana yang dilakukan


2.3 REKAYASA GENETIKA
Rekayasa genetika merupakan suatu cara memanipulasikan gen untuk menghasilkan
mahluk hidup baru dengan sifat yang diinginkan. Rekombinasi DNA adalah proses
penggabungan DNA DNA dari sumber yang berbeda. Tujuannya adalah untuk
menyambungkan gen yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, rekombinasi DNA disebut
juga rekombinasi gen.
Teknologi DNA Rekombinan atau sering disebut juga rekayasa genetika adalah
suatu ilmu yang mempelajari mengenai pembentukan kombinasi materi genetik yang
baru dengan cara penyisipan molekul DNA ke dalam suatu vektor sehingga
memungkinkannya untuk terintegrasi dan mengalami perbanyakan dalam suatu sel
organisme lain yang berperan sebagai sel inang. Manfaat rekayasa genetika ini adalah
mengisolasi dan mempelajari masing-masing gen tentang fungsi dan mekanisme
kontrolnya. Selain itu, rekayasa genetika juga memungkinkan diperolehnya suatu
produk dengan sifat tertentu dalam waktu lebih cepat dan jumlah lebih besar daripada
produksi secara konvensional.
2.4 PRODUK VAKSIN
Vaksin dihasilkan dari kuman (atau bagian dari tubuh kuman) yang menyebabkan
penyakit. Sebagai contoh vaksin campak dihasilkan dari virus campak, vaksin polio
dihasilkan dari virus polio, vaksin cacar dihasilkan dari virus cacar, dll. Perbedaanya
terletak pada cara pembuatan vaksin tersebut.
Terdapat 2 jenis vaksin, hidup dan mati. Untuk membuat vaksin hidup, virus hidup
dilemahkan dengan melepaskan virus kedalam tisu organ dan darah binatang (seperti
12

ginjal monyet dan anjing, embrio anak ayam, protein telur ayam dan bebek, serum janin
sapi, otak kelinci, darah babi atau kuda dan nanah cacar sapi) beberapa kali (dengan
proses bertahap) hingga kurang lebih 50 kali untuk mengurangi potensinya. Sebagai
contoh virus campak dilepaskan kedalam embrio anak ayam, virus polio menggunakan
ginjal monyet, dan virus Rubela menggunakan sel-sel diploid manusia (bagian tubuh
janin yang digugurkan).
Sedangkan vaksin yang mati dilemahkan dengan pemanasan, radiasi atau reaksi
kimia. Kuman yang lemah ini kemudian dikuatkan dengan Adjuvan (perangsang anti
bodi) dan stabilisator (sebagai pengawet untuk mempertahankan khasiat vaksin selama
disimpan). Hal ini dilakukan dengan menambah obat, antibiotik dan bahan kimia
beracun kedalam campuran tersebut seperti: neomycin, streptomycin, natrium klorida,
natrium hidroksida, alumunium hidroksida, alumunium fospat, sorbitol, gelatin hasil
hidrolisis, formaldehid, formalin, monosodium glutamat, pewarna merah fenol,
fenoksietanol (anti beku), kalium difospat, hidrolysate kasein pankreas babi, sorbitol
dan thimerosal (raksa).
2.5 VIRUS HEPATITIS B
Virus hepatitis B (HVB), termasuk hepadnavirus, berukuran 42-nm double stranded
DNA virus dengan terdiri dari nucleocapsid core (HBc Ag) berukuran 27 mm,
dikelilingi oleh lapisan lipoprotein di bagian luarnya yang berisi antigen permukaan
(HBsAg). HBsAg adalah antigen heterogen dengan suatu common antigen.
Tersebat di seluruh dunia; endemis dengan variasi musiman.
Bagian tubuh yang memungkinkan terjadinya penularan HBV antara lain darah dan
produk darah, air ludah, cairan cerebrospinal, peritoneal, pleural, cairan pericardial dan
synovial; cairan amniotik, semen, cairan vagina, cairan bagian tubuh lainnya yang
berisi darah, organ dan jaringan tubuh yang terlepas. Ditemukannya antigen e atau
DNA virus menunjukkan bahwa titer virus dalam tubuh orang tersebut tinggi dan
tingkat penularan lebih tinggi pada cairan tersebut.
Vaksin hepatitis B yang efektif sudah ada sejak tahun 1982. Ada dua jenis vaksin
hepatitis B yan diberi lisensi untuk dipakai di Amerika Serikat dan Kanada. Kedua jenis
vaksin tersebut aman dan mempunyai daya perlindungan tinggi terhadap semua jenis
subtipe HBV. Tipe pertama dibuat dari plasma seseorang dengan HBsAg positif, tidak
lagi diproduksi di Amerika Serikat tetapi masih digunakan secara luas.
13

Tipe kedua dibuat dengan teknologi rekombinan DNA (rDNA); vaksin ini dibuat
dengan menggunakan sintesa HBsAg dengan menggunakan Saccharomyces cerevisiae
(ragi yang biasa dipakai untuk membuat kue), kedalam ragi ini di insersi plasmida yang
berisi gen HBsAg. Kombinasi imunoprofilaksis pasif-aktif antara hepatitis B
immunoglobulin (HBIG) dengan vaksin terbukti dapat merangsang terbentuknya antiHBs sebanding dengan vaksin yang diberikan sendiri.

Gambar 8. Virus Hepatitis B


a) Tahapan pembuatan vaksin. Virus yang dilemahkan (imunisasi).
Untuk menghasilkan vaksin dibutuhkan HBsAg yang berasal dari virus
Hepatitis B, virus diperbanyak dalam medium tertentu sehingga nantinya
dihasilkan virus yang tidak menyebabkan penyakit namun mampu
merangsang sistem imun. Strain ini selanjutnya dikultur pada kondisi yang
sesuai dan virusnya diinaktifkan melalui pemanasan dan proses kimia.
Tahapan berikutnya virus yang telah dilemahkan ini diinjeksikan ke dalam

14

tubuh.

Vaksin DNA rekombinan


Vaksin hepatitis B yang diproduksi sel ragi rekombinan telah menjalani
pengujian keamanan, imunogenisitas dan evaluasi klinis. Hasil menunjukkan
bahwa vaksin ini aman, antigenik dan relatif bebas efek samping yang
merugikan, bahkan vaksin ini telah dilisensikan dan diproduksi diberbagai
negara. Salah satu keuntungan vaksin dari sel ragi dibanding dari plasma
yaitu siklus produksinya dapat dikurangi, dan konsistensi dari batch ke batch
lebih mudah diperoleh.

HBs Ag dilepaskan dari sel dengan homogeniser atau disruption


menggunakan glass bead. Pemurnian melalui tahap klarifikasi, ultrafiltrasi,
kromatografi dan ultrasentrifugasi serta diabsorbsi dengan alum hidroksida;
sebagai pengawet ditambahkan thiomerosal. Karakterisisasi partikel

15

dilakukan dengan membandingkan HBs Ag dari plasma antara lain meliputi


berat molekul, komposisi asam amino, densitas dalam CsC12 dan
sebagainya. Analisis imunologis menggunakan antibodi monoklonal
memperlihatkan vaksin dari plasma dan ragi mengandung epitop yang
berperan menginduksi antibodi setelah vaksinasi.

Vaksin Hepatitis B rekombinan ini berasal dari HepatitisB surface antigen


(HBsAg) yang diproduksi dalam sel yeast. Bagian virus yang mengkode
HBsAg dimasukkan kedalam yeast, dan selanjutnya dikultur. Antigen
kemudian

dipanen

dan

dipurifikasi

dari

kultur

fermentasi

yeast

Saccharomyces cereviceae, antigen HBsAg mengandung gen adw subtype.


Proses fermentasi meliputi pertumbuhan Saccharomyces cereviceae pada
medium kompleks yang mengandung ekstrak Yeast, soy pepton, dextrose,
asam amino, dan garam mineral. Protein dilepaskan dari sel yeast melalui
pengrusakan sel kemudian dipurifikasi dengan metode fisika dan kimia.
Selanjutnya potein dimasukkan ke larutan buffer posfat dan formaldehid,
dipercepat dengan menggunakan alum (potassium aluminium sulfat). Vaksin
rekombinan ini memperlihatkan kesamaan dengan vaksin yang diperoleh
dari plasma darah.
Vaksin Hepatitis B rekombinan (Engerix-B).
Engerix-B merupakan DNA rekombinan yang dikembangkan dan dibuat
oleh perusahaan Glaxo Smith Kline. Biological. Mengandung antigen
permukaan virus Hepatitis B (HBsAg) yang telah dipurifikasi dan dikultur
dalam sel Saccharomyces cereviceae.

16

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup
(bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup ( enzim,
alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Vaksin dihasilkan
dari kuman (atau bagian dari tubuh kuman) yang menyebabkan penyakit. Sebagai
contoh vaksin campak dihasilkan dari virus campak, vaksin polio dihasilkan dari virus
polio, vaksin cacar dihasilkan dari virus cacar.
Terdapat 2 jenis vaksin, hidup dan mati. Untuk membuat vaksin hidup, virus hidup
dilemahkan dengan melepaskan virus kedalam tisu organ dan darah binatang (seperti
ginjal monyet dan anjing, embrio anak ayam, protein telur ayam dan bebek, serum janin
sapi, otak kelinci, darah babi atau kuda dan nanah cacar sapi). Sedangkan vaksin yang
mati dilemahkan dengan pemanasan, radiasi atau reaksi kimia. Kuman yang lemah ini

17

kemudian dikuatkan dengan Adjuvan (perangsang anti bodi) dan stabilisator (sebagai
pengawet untuk mempertahankan khasiat vaksin selama disimpan).
Ada dua jenis vaksin hepatitis B yang diberi lisensi untuk dipakai di Amerika
Serikat dan Kanada Tipe pertama dibuat dari plasma seseorang dengan HBsAg positif,
tidak lagi diproduksi di Amerika Serikat tetapi masih digunakan

secara luas.

Tipe kedua dibuat dengan teknologi rekombinan DNA (rDNA).


3.2 SARAN
Semoga dapat lebih memahami produk-produk bioteknologi di sekitar kita. Dan
untuk lebih memahami materi diatas dapat menambah referensi lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Gunawan, Suriadi. 1991. Hepatitis B dan Pencegahannya melalui Imunisasi di


Indonesia. Jakarta: Artikel: Kepala pusat penelitian penyakit menular badan
penelitian dan pengembangan kesehatan, Departemen Kesehatan RI
Retnoningrum, Debbie S. 2010. Prinsip Teknologi DNA Rekombinan. Sekaloah
Farmasi ITB. Bioteknologi Farmasi-FA 4202
Suwandi, Usman. 2002. Perkembangan Vaksin Hepatitis B.Pusat Penelitian dan
Pengembangan PT. Kalbe Farma: Jakarta

18

Anda mungkin juga menyukai