Anda di halaman 1dari 1

BAB II

ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR


A. TEORI UMUM
Agregat ialah mineral alami yang berfungsi sebagai bahan pengisi dalam
campuran mortar atau beton kedalam perkerasan jalan. Agregat ini kira kira
menempati sebanyak 70% volume perkerasan jalan. Walaupun namanya
hanya sebagai bahan pengisi, akan tetapi agregat sangat berpengaruh terhadap
sifat sifat komposisi perkerasan jalan, sehingga pemilihan agregat
merupakan bagian yang sangat penting dalam komposisi perkerasan jalan.
Agregat adalah material granular, misalnya pasir, kerikil, batu pecah,
dan kerak tungku pijar, yang dipakai bersama sama dengan suatu media
pengikat untuk membentuk suatu beton atau adukan semen hidraulik. Adapun
macam macam agregat:
1. Agregat halus yaitu pasir alam sebagai hasil disintegrasi 'alami' batuan
atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai
ukuran butir terbesar 5,0 mm.
2. Agregat kasar yaitu kerikil sebagai hasil disintegrasi 'alami' dari batuan
atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan
mempunyai ukuran butir antara 5 mm sampai 40 mm.
3. Agregat ringan yaitu agregat yang dalam keadaan kering dan gembur
mempunyai berat isi sebesar 1100 kg/m3.
Pada campuran beraspal, agregat memberikan konstribusi sampai 90
95% terhadap berat campuran, sehingga sifat sifat agregat (jenis jenis
agregat) merupakan salah satu faktor penentu dari kualitas campuran tersebut.
Sifat sifat agregat tersebut adalah:
1. Ukuran butir
Ukuran agregat dalam suatu campuran beraspal terdistribusi dari yang
berukuran besar sampai yang berukuran kecil. Semakin besar ukuran
maksimum agregat yang dipakai semakin banyak variasi ukurannya
dalam campuran tersebut.