Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

ADMINISTRASI JARINGAN
Web Server, HTTP, PHP, Apache

Di susun oleh :
DEVI AGUSTINA R. POHAN

TEKNIK KOMPUTER JARINGAN(D2)


POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG
TAHUN AKADEMIK 2015/2016

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta
hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah mata kuliah Administrasi Jaringan yang berjudul WEB SERVER, HTTP, PHP,
APACHE. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita
Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni Al-Quran dan sunnah untuk
keselamatan umat di dunia.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Administrasi Jaringan di program studi.
penulis menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini,
maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca demi
kesempurnaan
makalah
ini. Terima
kasih,
dan
semoga
makalah
ini
bisa
memberikan manfaat positif bagi kita semua.
Amin.!

Rumbia, 21 April 2016

Penulis

DAFTAR ISI
Cover 1
Kata pengantar
Daftar isi

Bab I
Pengertian Web Server
Fungsi Web Server

Cara Kerja Web Server

HTTP 6
Sesi HTTP
PHP

Fungsi PHP Dalam Pemrograman Web

Bab II
Penutup

13

Bab I

Pengertian Web Server


Server web atau yang dalam bahasa inggris disebut web server adalah merupakan perangkat
lunak (software) dalam server yang berfungsi untuk menerima permintaan (request) berupa
halaman web melalui protokol HTTP dan atau HTTPS dari client yang lebih dikenal dengan
nama browser, kemudian mengirimkan kembali (respon) hasil permintaan tersebut ke dalam
bentuk halaman-halaman web yang pada umumnya berbentuk dokumen HTML.
Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa web server merupakan pelayan (pemberi
layanan) bagi web client (browser) seperti Mozilla, Chrome, Internet Explorer, Opera, Safari dan
lain sebagainya, supaya browser dapat menampilkan halaman atau data yang anda minta.

Fungsi Web Server


Fungsi utama dari web server adalah untuk mentransfer atau memindahkan berkas yang diminta
oleh pengguna melalui protokol komunikasi tertentu. Oleh karena dalam satu halaman web
biasanya terdiri dari berbagai macam jenis berkas seperti gambar, video, teks, audio, file dan lain
sebagainya, maka pemanfaatan web server berfungsi juga untuk mentransfer keseluruhan aspek
pemberkasan dalam halaman tersebut, termasuk teks, gambar, video, audio, file dan sebagainya.
Pada saat anda ingin mengakses sebuah halaman website, biasanya anda mengetik halaman
tersebut di browser seperti mozilla, chrome dan lain-lain. Setelah anda meminta (biasanya
dengan menekan enter) untuk dapat mengakses halaman tersebut, browser akan melakukan
permintaan ke web server. Disinilah web server berperan, web server akan mencarikan data yang
diminta browser, lalu mengirimkan data tersebut ke browser atau menolaknya jika ternyata data
yang diminta tidak ditemukan.
Beberapa contoh web server yang paling banyak digunakan diantaranya adalah :
Apache
Apache Tomcat
Microsoft Internet Information Services (IIS)
Nginx
Lighttpd
Litespeed
4

Zeus Web Server


Fitur-fitur standar web server adalah :
HTTP
Logging
Virtual Hosting
Pengaturan Bandwidth
Otektifikasi
Kompresi Konten
HTTPS
HTTP (Hypertext Transfer Protocol) adalah protokol yang digunakan oleh web server dan web
browser untuk dapat berkomunikasi antara satu sama lain. Sedangkan HTTPS (Hypertext
Transfer Protocol Secure) adalah merupakan versi aman (secure) dari HTTP. Biasanya protokol
HTTP menggunakan port 80 dan protokol HTTPS menggunakan port 443. Untuk mengenal dan
membedakan keduanya, anda bisa lihat pada saat anda mengakses suatu halaman website apakah
berwalan http:// atau https://.
Web server biasanya telah dilengkapi pula dengan mesin penerjemah bahasa skrip yang
memungkinkan web server dapat menyediakan layanan situs dinamis, yaitu situs yang dapat
berinteraksi dengan pengunjung dengan memanfaatkan pustaka tambahan seperti PHP dan ASP.

Cara Kerja Web Server


Sederhananya tugas web server adalah untuk menerima permintaan dari client dan mengirimkan
kembali berkas yang diminta oleh client tersebut.
Seperti yang sudah saya informasikan diatas bahwa client yang dimaksud disini adalah komputer
desktop yang memiliki atau telah menginstall web browser seperti Chrome, Mozilla, Opera dan
lain-lain yang dapat terhubung ke web server melalui jaringan internet atau intranet.
Perangkat lunak web server terdapat pada komputer server, dan di komputer ini pula-lah datadata website tersimpan dengan rapih. Sama halnya dengan komputer client, komputer server juga
harus terhubung dengan jaringan internet atau jaringan intranet untuk dapat diakses oleh client.
Pada saat client (browser) meminta data web page kepada server, maka instruksi permintaan data
oleh browser tersebut akan dikemas di dalam TCP yang merupakan protokol transport dan
dikirim ke alamat yang dalam hal ini merupakan protokol berikutnya yaitu Hyper Text Transfer
Protocol (HTTP) dan atau Hyper Text Transfer Protocol Secure (HTTPS). Data yang diminta
5

dari browser ke web server disebut dengan HTTP request yang kemudian akan dicarikan oleh
web server di dalam komputer server. Jika ditemukan, data tersebut akan dikemas oleh web
server dalam TCP dan dikirim kembali ke browser untuk ditampilkan. Data yang dikirim dari
server ke browser dikenal dengan HTTP response. Jika data yang diminta oleh browser tersebut
ternyata tidak ditemukan oleh web server, maka web server akan menolak permintaan tersebut
dan browser akan menampilkan notifikasi error 404 atau Page Not Found.
Meskipun proses atau cara kerja web server diatas seperti sangat rumit, tapi pada prakteknya
proses tersebut berlangsung dengan sangat cepat. Anda bahkan bisa sampai tidak menyadari
bahwa pada saat anda meminta suatu halaman web, ternyata hal itu membutuhkan proses yang
sangat panjang sampai halaman tersebut dapat anda lihat di browser anda.

HTTP
Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang
digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia.
Penggunaannya banyak pada pengambilan sumber daya yang saling terhubung dengan tautan,
yang disebut dengan dokumen hiperteks, yang kemudian membentuk World Wide Web pada
tahun 1990 oleh fisikawan Inggris, Tim Berners-Lee. Hingga kini, ada dua versi mayor dari
protokol HTTP, yakni HTTP/1.0 yang menggunakan koneksi terpisah untuk setiap dokumen, dan
HTTP/1.1 yang dapat menggunakan koneksi yang sama untuk melakukan transaksi. Dengan
demikian, HTTP/1.1 bisa lebih cepat karena memang tidak usah membuang waktu untuk
pembuatan koneksi berulang-ulang.
Pengembangan standar HTTP telah dilaksanakan oleh Konsorsium World Wide Web (World
Wide Web Consortium/W3C) dan juga Internet Engineering Task Force (IETF), yang berujung
pada publikasi beberapa dokumen Request for Comments (RFC), dan yang paling banyak
dirujuk adalah RFC 2616 (yang dipublikasikan pada bulan Juni 1999), yang mendefinisikan
HTTP/1.1.
Dukungan untuk HTTP/1.1 yang belum disahkan, yang pada waktu itu RFC 2068, secara cepat
diadopsi oleh banyak pengembang penjelajah Web pada tahun 1996 awal. Hingga Maret 1996,
HTTP/1.1 yang belum disahkan itu didukung oleh Netscape 2.0, Netscape Navigator Gold 2.01,
Mosaic 2.7, Lynx 2.5, dan dalam Microsoft Internet Explorer 3.0. Adopsi yang dilakukan oleh
pengguna akhir penjelajah Web pun juga cepat. Pada bulan Maret 2006, salah satu perusahaan
Web hosting melaporkan bahwa lebih dari 40% dari penjelajah Web yang digunakan di Internet
adalah penjelajah Web yang mendukung HTTP/1.1. [1]Perusahaan yang sama juga melaporkan
bahwa hingga Juni 1996, 65% dari semua penjelajah yang mengakses server-server mereka
merupakan penjelajah Web yang mendukung HTTP/1.1. Standar HTTP/1.1 yang didefinisikan
dalam RFC 2068 secara resmi dirilis pada bulan Januari 1997. Peningkatan dan pembaruan
terhadap standar HTTP/1.1 dirilis dengan dokumen RFC 2616 pada bulan Juni 1999.
HTTP adalah sebuah protokol meminta/menjawab antara klien dan server. Sebuah klien HTTP
(seperti web browser atau robot dan lain sebagainya), biasanya memulai permintaan dengan
membuat hubungan ke port tertentu di sebuah server Webhosting tertentu (biasanya port 80).
Klien yang mengirimkan permintaan HTTP juga dikenal dengan user agent. Server yang
6

meresponsnya, yang menyimpan sumber daya seperti berkas HTML dan gambar, dikenal juga
sebagai origin server. Di antara user agent dan juga origin server, bisa saja ada penghubung,
seperti halnya proxy, gateway, dan juga tunnel.
HTTP tidaklah terbatas untuk penggunaan dengan TCP/IP, meskipun HTTP merupakan salah
satu protokol aplikasi TCP/IP paling populer melalui Internet. Memang HTTP dapat
diimplementasikan di atas protokol yang lain di atas Internet atau di atas jaringan lainnya. seperti
disebutkan dalam "implemented on top of any other protocol on the Internet, or on other
networks.", tapi HTTP membutuhkan sebuah protokol lapisan transport yang dapat diandalkan.
Protokol lainnya yang menyediakan layanan dan jaminan seperti itu juga dapat digunakan.."[2]
Sumber daya yang hendak diakses dengan menggunakan HTTP diidentifikasi dengan
menggunakan Uniform Resource Identifier (URI), atau lebih khusus melalui Uniform Resource
Locator (URL), menggunakan skema URI http: atau https:.
Sesuai dengan perkembangan infrastruktur internet maka pada tahun 1999 dikeluarkan HTTP
versi 1.1 untuk mengakomodasi proxy, cache dan koneksi yang persisten.

Sesi HTTP
Sebuah sesi HTTP adalah urutan transaksi permintaan dan respons jaringan dengan
menggunakan protokol HTTP. Sebuah klien HTTP akan memulai sebuah permintaan. Klien
tersebut akan membuka sebuah koneksi Transmission Control Protocol|Transmission Control
Protocol (TCP) ke sebuah port tertentu yang terdapat dalam sebuah host (umumnya port 80 atau
8080). Server yang mendengarkan pada port 80 tersebut akan menunggu pesan permintaan klien.
Saat menerima permintaan, server akan mengirimkan kembali baris status, seperti "HTTP/1.1
200 OK", dan pesan yang hendak diminta, pesan kesalahan atau informasi lainnya.
Berikut ini adalah contoh transaksi yang dilakukan oleh server dan klien S = Server C = Client
C
C
C
S
S
S
S
S

:
:
:
:
:
:
:
:

(Inisialisasi koneksi)
GET /index.htm HTTP/1.1
Host: www.wikipedia.org
200 OK
Mime-type: text/html
-- data dokumen -(close connection)

Pengertian PHP

PHP adalah bahasa pemrograman script server-side yang didesain untuk pengembangan web.
Selain itu, PHP juga bisa digunakan sebagai bahasa pemrograman umum (wikipedia). PHP di
kembangkan pada tahun 1995 oleh Rasmus Lerdorf, dan sekarang dikelola oleh The PHP
Group. Situs resmi PHP beralamat di http://www.php.net.

PHP disebut bahasa pemrograman server side karena PHP diproses pada komputer server. Hal
ini berbeda dibandingkan dengan bahasa pemrograman client-side seperti JavaScript yang
diproses pada web browser (client).
Pada awalnya PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page. Sesuai dengan namanya,
PHP digunakan untuk membuat website pribadi. Dalam beberapa tahun perkembangannya, PHP
menjelma menjadi bahasa pemrograman web yang powerful dan tidak hanya digunakan untuk
membuat halaman web sederhana, tetapi juga website populer yang digunakan oleh jutaan orang
seperti wikipedia, wordpress, joomla, dll.
Saat ini PHP adalah singkatan dari PHP: Hypertext Preprocessor, sebuah kepanjangan rekursif,
yakni permainan kata dimana kepanjangannya terdiri dari singkatan itu sendiri: PHP: Hypertext
Preprocessor.
PHP dapat digunakan dengan gratis (free) dan bersifat Open Source. PHP dirilis dalam lisensi
PHP License, sedikit berbeda dengan lisensi GNU General Public License (GPL) yang biasa
digunakan untuk proyek Open Source.
Kemudahan dan kepopuleran PHP sudah menjadi standar bagi programmer web di seluruh
dunia. Menurut wikipedia pada februari 2014, sekitar 82% dari web server di dunia
menggunakan PHP. PHP juga menjadi dasar dari aplikasi CMS (Content Management System)
populer seperti Joomla, Drupal, dan WordPress.
Dikutip dari situs w3techs.com, (diakses pada 18 Desember 2014), berikut adalah market share
penggunaan bahasa pemrograman server-side untuk mayoritas website di seluruh dunia :

Dapat dilihat
dari tampilan diatas bahwa mayoritas website modern saat ini menggunakan PHP.
8

Fungsi PHP Dalam Pemrograman Web

Untuk membuat halaman web, sebenarnya PHP bukanlah bahasa pemrograman yang wajib
digunakan. Kita bisa saja membuat website hanya menggunakan HTML saja. Web yang
dihasilkan dengan HTML (dan CSS) ini dikenal dengan website statis, dimana konten dan
halaman web bersifat tetap.
Sebagai perbandingan, website dinamis yang bisa dibuat menggunakan PHP adalah situs web
yang bisa menyesuaikan tampilan konten tergantung situasi. Website dinamis juga bisa
menyimpan data ke dalam database, membuat halaman yang berubah-ubah sesuai input dari
user, memproses form, dll.
Untuk pembuatan web, kode PHP biasanya di sisipkan kedalam dokumen HTML. Karena fitur
inilah PHP disebut juga sebagai Scripting Language atau bahasa pemrograman script.
Sebagai contoh penggunaan PHP, misalkan kita ingin membuat list dari nomor 1 sampai nomor
10. Dengan menggunakan HTML murni, kita bisa membuatnya secara manual seperti kode
berikut ini:
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Contoh list dengan HTML</title>
</head>
<body>
<h2>Daftar Absensi Mahasiswa</h2>
<ol>
<li>Nama Mahasiswa ke-1</li>
<li>Nama Mahasiswa ke-2</li>
<li>Nama Mahasiswa ke-3</li>
<li>Nama Mahasiswa ke-4</li>
<li>Nama Mahasiswa ke-5</li>
<li>Nama Mahasiswa ke-6</li>
<li>Nama Mahasiswa ke-7</li>
<li>Nama Mahasiswa ke-8</li>
<li>Nama Mahasiswa ke-9</li>
<li>Nama Mahasiswa ke-10</li>
</ol>
</body>
</html>

Halaman HTML tersebut dapat dibuat dengan mudah dengan cara men-copy-paste tag <li>
sebanyak 10 kali dan mengubah sedikit angka-angka no urut di belakangnya. Namun jika yang
kita inginkan adalah menambahkan list tersebut menjadi 100 atau 1000 list, cara copy-paste
tersebut menjadi tidak efektif.

Jika menggunakan PHP, kita tinggal membuat perulangan for sebanyak 1000 kali dengan
perintah yang lebih singkat seperti berikut ini:
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Contoh list dengan PHP</title>
</head>
<body>
<h2>Daftar Absensi Mahasiswa</h2>
<ol>
<?php
for ($i= 1; $i <= 1000; $i++)
{
echo "<li>Nama Mahasiswa ke-$i</li>";
}
?>
</ol
</body>
</html>

Dengan menggunakan kode baris yang bahkan lebih sedikit, kita dapat membuat list tersebut
menjadi 1000 kali, bahkan 100.000 kali dengan hanya mengubah sebuah variabel $i.
PHP tidak hanya dapat melakukan pengulangan tersebut, masih banyak hal lain yang bisa kita
lakukan dengan PHP, seperti menginput data ke database, menghasilkan gambar, menkonversi
halaman text menjadi PDF, management cookie dan session, dan hal lainnya yang akan kita
pelajari di dalam tutorial belajar PHP di duniailkom.
10

Dalam tutorial PHP kali ini, kita telah mempelajari pengertian PHP, dan fungsi PHP dalam
pembuatan website. Pada tutorial selanjutnya kita akan membahas tentang sejarah PHP dan
perkembangan versinya, dari awal kemunculannya pada tahun 1994, hingga menjadi salah satu
bahasa pemrograman paling populer saat ini.

Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan Apache


Apache adalah sebuah nama web server yang bertanggung jawab pada request-response HTTP
dan logging informasi secara detail(kegunaan basicnya). Selain itu, Apache juga diartikan
sebagai suatu web server yang kompak, modular, mengikuti standar protokol HTTP, dan tentu
saja sangat digemari. Kesimpulan ini bisa didapatkan dari jumlah pengguna yang jauh melebihi
para pesaingnya. Sesuai hasil survai yang dilakukan oleh Netcraft, bulan Januari 2005 saja
jumlahnya tidak kurang dari 68% pangsa web server yang berjalan di Internet. Ini berarti jika
semua web server selain Apache digabung, masih belum bisa mengalahkan jumlah Apache.
Sekilas sejarah Apache adalah Apache ini dibuat versi pertamanya oleh Robert Mc Cool yang
terlibat di NCSA padatahun 1996. Ditulis dalam bahasa C, perkembangannya dilakukan
bersama rekan-rekan melalui email. Dia mengerjakan proyek itu bersama Apache groupnya :
Brian Behlendorf, Roy T. Fielding, Rob Hartill, David Robinson, Cliff Skolnick, Randy Terbush,
Robert S. Thau, Andrew Wilson, Eric Hagberg, Frank Peters and Nicolas Pioch.Kenapa diberi
nama Apache? Kata yang mendirikan karena pertama mereka ingin menghargai penduduk asli
Amerika Indian Apache yang dikenal ketahanan dan skilnya saat perang, dan kedua karena akar
proyek si apche ini merupakan sebuah a patchy server. Alasan kedua sebenarnya dengan hoki
ditemukan. Apache dikembangkan oleh komunitas terbuka yang di bawahi oleh Apache Software
Foundation. Aplikasinya dapat digunakan untuk OS yang beragam( tidak bergantung pada
vendor tertentu (cross platform)), sebut saja UNIX, FreeBSD, Linux, Novell netware, MacOS X,
Windows.
Kelebihan Dan Kekurangan Apache
A. Kelebihan Apache
1. Apache termasuk dalam kategori freeware.
2. Apache mudah sekali proses instalasinya jika dibanding web server lainnya seperti NCSA, IIS,
dan lain-lain.
11

3. Mampu beroperasi pada berbagai paltform sistem operasi.


4. Mudah mengatur konfigurasinya. Apache mempunyai hanya empat file konfigurasi.
5. Mudah dalam menambahkan peripheral lainnya ke dalam platform web servernya.

B. Kekurangan Apache
1. web server Apache tidak memiliki kemampuan mengatur load seperti IIS, sehingga akan terus
mem-fork proses baru hingga
nilai MaxClients tercapai atau hingga batas yang diizinkan oleh OS. Ini tentunya menguntungkan
penyerang karena habisnya RAM akan lebih cepat tercapai.
2. Apache tidak memproses karakter kutip dalam string Referrer dan User-Agent yang
dikirimkan oleh Client. Ini berarti
Client dapat memformulasi inputnya secara hati-hati untuk merusak format baris log akses
.3. Terganggunya proses upload data, yang bisa menyebabkan software salah dalam
menerjemahkan ukuran data yang masuk.
Dengan celah tersebut, hacker dikabarkan dapat mengeksploitasi kerentanan dengan cara
mengirimkan request pada server Apache bersangkutan.
Versi yang cacat tersebut adalah seluruh generasi Apache 1.3 dan versi 2 hingga 2.0.36. Server
yang diserang hacker memanfaatkan kelemahan ini akan mengalami DoS,
alias server itu tak bisa diakses. Dalam sejumlah kasus, penyerangnya dapat menjalankan pilihan
kodenya.

12

BAB II
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Server adalah sebuah program aplikasi yang menerima sambungan untuk permohonan servis
dan memberikan kembali respons.
Web Server adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP
atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya
dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML.
Mail server merupakan perangkat terpenting dalam pembuatan webmail yang menjadi tempat
dari database mail dalam jaringan untuk melakukan resource sharing, dan dapat dimanfaatkan
untuk memfasilitasi Perusahaan dalam pembuatan webmail.
3.2 Saran
Dalam penyusunan makalah ini tentunya masih jauh dari kesempurnaan dan masih jauh dari
kesempurnaan dan masih banyak terdapat hal-hal yang belum tercantumkan. Oleh karena itu,
saran dan kritik yang membangun penyusun terima dengan respon yang positiv. Semoga
penysunan makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi siapa saja selaku pembaca

13