Anda di halaman 1dari 12

FLUIDA GAS

OLEH:
NURUZZAMAN SHIQHI
ANISA FITRIA
M. HILMAN RIFQI
ANDRIZAL

TEKNIK KIMIA S1
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS RIAU

KATA PENGANTAR
Puji Syukur Alhamdulillah, penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena berkat
rahmat dan karunia-Nya yang tidak terhingga, sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul Fluida Gas tepat pada waktunya.
Fluida ( zat alir ) adalah zat yang dapat mengalir dan memberikan sedikit hambatan
terhadap bentuk ketika ditekan, misalnya zat cair dan gas. Fluida meliputi cairan dan gas
yang menempati ruang yang mengalir di bawah pengaruh gravitasi, sehingga fluida
cenderung tidak mempertahankan bentuknya. Perbedaan fluida dan zat padat tidak terlalu
jauh. Fase cair dan gas memiliki karakter tidak mempertahankan sesuatu bentuk yang tetap,
maka keduanya mempunyai kemampuan untuk mengalir, dengan demikian keduanya disebut
fluida.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu
diharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini. Mudah-mudahan makalah ini
bermanfaat bagi kita semua. Amin....

Pekanbaru, 2 Desember 2011


Wassalam

Penyusun

I. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Fluida ( zat alir ) adalah zat yang dapat mengalir dan memberikan sedikit hambatan
terhadap bentuk ketika ditekan, misalnya zat cair dan gas. Fluida meliputi cairan dan gas
yang menempati ruang yang mengalir di bawah pengaruh gravitasi, sehingga fluida
cenderung tidak mempertahankan bentuknya. Perbedaan fluida dan zat padat tidak terlalu
jauh. Fase cair dan gas memiliki karakter tidak mempertahankan sesuatu bentuk yang tetap,
maka keduanya mempunyai kemampuan untuk mengalir, dengan demikian keduanya disebut
fluida.
Fluida dapat digolongkan dalam dua macam, yaitu fluida statis dan fluida dinamis.
Fluida atau zat alir merupakan bahan yang dapat mengalir dan bentuknya dapat berubah
dengan perubahan volume. Fluida mempunyai kerapatan yang harganya tertentu pada suhu
dan tekanan tertentu. Jika kerapatan fluida dipengaruhi oleh perubahan tekanan maka fluida
itu dapat mampat atau kompresibel. Sebaliknya fluida yang kerapatannya hanya sedikit
dipengruhi oleh perubahan tekanan disebut tidak dapat mampat atau inkompresibel. Contoh
fluida kompresibel adalah udara ( gas ) sedangkan yang inkompresibel adalah air ( zat cair ).
2. Tujuan
Makalah ini diharapkan dapat menjadi bahan bacaan yang bermanfaat dan mendidik. Dengan
adanya makalah ini diharapkan pembaca dapat mengetahui pengertian fluida, fluida gas,
jenis-jenis fluida, ciri-ciri fluida gas, sifat-sifat fluida gas, serta penerapan konsep fluida gas
dalam kehidupan sehari-hari dan lain-lain.

II. PEMBAHASAN
Fluida Gas
A. Pengertian Fluida
Fluida ( zat alir ) adalah zat yang dapat mengalir dan memberikan sedikit hambatan
terhadap bentuk ketika ditekan, misalnya zat cair dan gas. Fluida meliputi cairan dan gas
yang menempati ruang yang mengalir di bawah pengaruh gravitasi, sehingga fluida
cenderung tidak mempertahankan bentuknya. Perbedaan fluida dan zat padat tidak terlalu
jauh. Fase cair dan gas memiliki karakter tidak mempertahankan sesuatu bentuk yang tetap,
maka keduanya mempunyai kemampuan untuk mengalir, dengan demikian keduanya disebut
fluida.
Fluida dapat digolongkan dalam dua macam, yaitu fluida statis dan fluida dinamis.
Fluida atau zat alir merupakan bahan yang dapat mengalir dan bentuknya dapat berubah
dengan perubahan volume. Fluida mempunyai kerapatan yang harganya tertentu pada suhu
dan tekanan tertentu. Jika kerapatan fluida dipengaruhi oleh perubahan tekanan maka fluida
itu dapat mampat atau kompresibel. Sebaliknya fluida yang kerapatannya hanya sedikit
dipengruhi oleh perubahan tekanan disebut tidak dapat mampat atau inkompresibel. Contoh
fluida kompresibel adalah udara ( gas ) sedangkan yang inkompresibel adalah air ( zat cair ).
Zat padat seperti batu atau besi tidak dapat mengalir sehingga tidak bisa digolongkan
dalam fluida. Untuk lebih memahami penjelasan gurumuda, alangkah baiknya jika kita tinjau
beberapa contoh dalam kehidupan sehari-hari. Ketika dirimu mandi, dirimu pasti
membutuhkan air. Untuk sampai ke bak penampung, air dialirkan baik dari mata air atau
disedot dari sumur. Air merupakan salah satu contoh zat cair. Masih ada contoh zat cair
lainnya seperti minyak pelumas, susu dan sebagainya. Semuanya zat cair itu dapat kita
kelompokan ke dalam fluida karena sifatnya yang dapat mengalir dari satu tempat ke tempat
yang lain.
Selain zat cair, zat gas juga termasuk fluida. Zat gas juga dapat mengalir dari satu satu
tempat ke tempat lain. Hembusan angin merupakan contoh udara yang berpindah dari satu
tempat ke tempat lain.
Zat padat tidak dapat digolongkan ke dalam fluida karena zat padat tidak dapat
mengalir. Batu atau besi tidak dapat mengalir seperti air atau udara. Hal ini dikarenakan zat
pada t cenderung tegar dan mempertahankan bentuknya sedangkan fluida tidak
mempertahankan bentuknya tetapi mengalir. Selain zat padat, zat cair dan zat gas, terdapat
suatu jenis zat lagi yang dinamakan plasma. Plasma merupakan zat gas yang terionisasi dan
sering dinamakan sebagai wujud keempat dari materi. Mengenai plasma dapat anda pelajari
di perguruan tinggi. Yang pasti, plasma juga tidak dapat digolongkan ke dalam fluida.
Fluida merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan kita sehari-hari.
Setiap hari kita menghirupnya, meminumnya dan bahkan terapung atau teggelam di
dalamnya. Setiap hari pesawat udara terbang melaluinya, kapal laut mengapung di atasnya,

demikian juga kapal selam dapat mengapung atau melayang di dalamnya. Air yang kita
minum dan udara yang kita hirup juga bersirkulasi di dalam tubuh kita setiap saat, hingga
kadang tidak kita sadari. Jika ingin menikmati bagaimana indahnya konsep mekanika fulida
bekerja, pergilah ke pantai.
B. Mekanika Fluida
1. Fluida Statis
Fluida statis adalah fluida yang tidak bergerak atau dalam keadaan diam, misalnya air
dalam gelas. Dalam fluida statis kita mempelajari hukum-hukum dasar yang dapat
menjelaskan antara lain: mengapa makin dalam kita menyelam makin besar tekanan yang kita
alami, mengapa kapal laut yang terbuat dari besi dapat mengapung di permukaan air laut,
mengapa kapal selam dapat melayang, mengapung dan tenggelam dalam air laut, mengapa
nyamuk dapat hinggap dipermukaan air, berapa ketinggian zat akan naik dalam pipa kapiler.
2. Fluida Dinamis
Aliran fluida secara umum bisa kita bedakan menjadi dua macam, yakni aliran lurus
alias laminar dan aliran turbulen. Aliran lurus bisa kita sebut sebagai aliran mulus, karena
setiap partikel fluida yang mengalir tidak saling berpotongan. Salah satu contoh aliran
laminar adalah naiknya asap dari ujung rokok yang terbakar. Mula-mula asap naik secara
teratur (mulus), beberapa saat kemudian asap sudah tidak bergerak secara teratur lagi tetapi
berubah menjadi aliran turbulen. Aliran turbulen ditandai dengan adanya linkaran-lingkaran
kecil dan menyerupai pusaran dan kerap disebut sebagai arus eddy. Contoh lain dari aliran
turbulen adalah pusaran air.

C. Jenis Jenis Fluida

Fluida pada dasarnya terbagi atas dua kelompok besar berdasarkan sifatnya, yaitu fluida
cairan dan fluida gas.

a. Berdasarkan sifatnya fluida diklasifikasikan atas 2, yaitu:


1. Fluida Newton : Dalam fluida Newton terdapat hubungan linier antara besarnya
tegangan geser diharapkan dan laju perubahan bentuk yang diakibatkan.
2. Fluida non Newton : Disini terdapat hubungan yang tak linier antara besarnya
tegangan geser yang diterapkan dengan laju perubahan bentuk sudut.

b. Berdasarkan kemampuan menahan tekanan :

1. Fluida incompressible (tidak termampatkan), yaitu fluida yang tidak dapat dikompressi
atau volumenya tidak dapat ditekan menjadi lebih kecil sehingga r-nya (massa jenisnya)
konstan.
2. Fluida compressible (termampatkan), yaitu fluida yang dapat dikompressi atau
volumenya dapat ditekan menjadi lebih kecil sehingga r-nya (massa jenisnya) tidak konstan.

c. Berdasarkan struktur molekulnya :


1. Cairan : Fluida yang cenderung mempertahankan volumenya karena terdiri atas
molekul-molekul tetap rapat dengan gaya kohesif yang relatif kuat dan fluida cairan praktis
tak compressible.
2. Gas : Fluida yang volumenya tidak tertentu karena jarak antar molekul-molekul besar
dan gaya kohesifnya kecil sehingga gas akan memuai bebas sampai tertahan oleh dinding
yang mengukungnya. Pada fluida gas, gerakan momentum antara molekulnya sangat tinggi,
sehingga sering terjadi tumbukan antar molekul.

d. Berdasarkan tegangan geser yang dikenakan :


1. Fluida Newton adalah fluida yang memiliki hubungan linear antara besarnya tegangan
geser yang diberikan dengan laju perubahan bentuk yang diakibatkan.
2. Fluida non Newton adalah fluida yang memiliki hubungan tidak linear antara besarnya
tegangan geser dengan laju perubahan bentuk sudut.

e. Berdasarkan sifat alirannya :


1. Fluida bersifat Turbulen, dimana alirannya mengalami pergolakan (berputar-putar).
2. Fluida bersifat Laminar (stream line), dimana alirannya memiliki lintasan lapisan batas
yang panjang, sehingga dikatakan juga aliran berlapis-lapis.

D. Fluida Gas

Fluida gas adalah fluida yang volumenya tidak tertentu karena jarak antar molekulmolekul besar dan gaya kohesifnya kecil sehingga gas akan memuai bebas sampai tertahan
oleh dinding yang mengukungnya. Pada fluida gas, gerakan momentum antara molekulnya
sangat tinggi, sehingga sering terjadi tumbukan antar molekul.

E. Ciri Ciri Fluida Gas

1. volume dan bentuk yang tidak tetap.


2. Gas akan berkembang mengisi beberapa wadah tertutup dimana gas itu berada, dan jika
wadah itu terbuka, gas akan bocor.
3. Pada gas cair, molekul-molekul nya terpisah sangat jauh. Molekul-molekulnya
menggunakan gaya satu sama lain saat bertubrukan.
4. Tekanan gas bersumber pada perubahan momentum disebabkan tumbukan molekul gas
pada dinding.
5. Molekul bergerak bebas dan saling bertumbukan.
6. Tekanan terjadi tidak tegak lurus pada bidang.

F. Persamaan dan Perbedaan Fluida Gas dan Cair

1. Persamaan

a. tidak melawan perubahan bentuk dan tidak mengadakan reaksi terhadap gaya geser.
b. mempunyai partikel yang mudah bergerak dan berubah bentuk tanpa pemisahan massa.

2. Perbedaan

a. Zat cair mempunyai permukaan air bebas, maka massa zat cair hanya akan mengisi volume
yang diperlukan dalam suatu ruangan. Sedangkan gas tidak mempunyai permukaan bebas dan
massanya akan mengisi seluruh ruangan.
b. Zat cair praktis merupakan zat yang tidak dapat termampatkan, sedangkan gas adalah zat
yang bias dimampatkan.

G. Sifat Sifat Fluida

1. Kerapatan (density)

Kerapatan adalah suatu sifat karakteristik setiap bahan murni. Benda tersusun atas
bahan murni, misalnya emas murni, yang dapat memiliki berbagai ukuran ataupun massa,
tetapi kerapatannya akan sama untuk semuanya.
Kerapatan atau density dinyatakan dengan didefinisikan sebagai mass per satuan
volume.
= m/v [ kg/m3 ]

dimana:
= kerapatan (kg/m3 )
m = massa benda (kg)
v = volume (m3 )

Fluida mempunyai kerapatan yang harganya tertentu pada suhu dan tekanan tertentu.
Gas adalah fluida yang kerapatannya dipengaruhi oleh perubahan tekanan maka fluida itu
dapat mampat atau kompresibel. Berbagai kerapatan (density) Zat Gas:

Gas

Kerapatan (kg/m3)

Udara

1.29

Helium

0.179

Karbon dioksida
Uap air pada suhu 1000 C

1.98
0.598

2. Berat jenis (specific gravity)

Berat jenis benda () adalah perbandingan antara berat benda dan volume benda. Berat
benda adalah hasil kali antara massa dan percepatan gravitasi.
=.g

Dimana:
=berat jenis (N/m untuk satuan SI, atau kg/m untuk satuan MKS)
= rapat massa (kg/m untuk SI, atau kgm untuk MKS)
g= percepatan gravitasi (m/s )

Berat jenis suatu bahan didefinikan sebagai perbandingan kerapatan bahan terhadap
kerapatan air. Berat jenis (specific gravity disingkat SG) adalah besaran murni tanpa dimensi
maupun satuan. Untuk fluida gas SGg = g (g/cm3 ) / a (g/cm3 )
Dimana:
g = massa jenis gas (g/cm3 )
a = massa jenis udara (g/cm3 )

3. Tekanan (pressure)

Tekanan didefinisikan sebagai gaya per satuan luas, dengan gaya F dianggap bekerja
secara tegak lurus terhadap luas permukaan A.

P = A/F [ kg/m2 ]
Dimana:

P = tekanan (kg/m2)
F = gaya (kg)
A = luas permukaan (m2) Satuan tekanan dalam SI adalah N/m2.

Satuan ini mempunyai nama resmi Pascal (Pa), untuk penghormatan terhadap Blaise
Pascal dipakai 1 Pa = 1 N/m2. Namun untuk penyederhanaan, sering menggunakan N/m2.
Satuan lain yang digunakan adalah dyne/cm2, lb/in2, (kadang disingkat dengan psi), dan
kg/cm2 (apabila kilogram adalah gaya : yaitu, 1 kg/cm2 = 10 N/cm2).

4. Kekentalan (viscosity)

Kekentalan (viscosity) didefinisikan sebagai gesekan internal atau gesekan fluida


terhadap wadah dimana fluida itu mengalir. Ini ada dalam cairan atau gas, dan pada dasarnya
adalah gesekan antar lapisan fluida yang berdekatan ketika bergerak melintasi satu sama lain
atau gesekan antara fluida dengan wadah tempat ia mengalir. Dalam cairan, kekentalan
disebabkan oleh gaya kohesif antara molekul-molekulnya sedangkan gas, berasal tumbukan
diantara molekul-molekul tersebut.

Fluida diletakkan diantara dua lempengan datar. Salah satu lempengan diam dan yang
lain dibuat bergerak. Fluida yang secara langsung bersinggungan dengan masing-masing
lempengan ditarik pada permukaanya oleh gaya rekat diantara molekul-molekul cairan
dengan kedua lempengan tersebut. Dengan demikian permukaan fluida sebelah atas bergerak
dengan laju v yang seperti lempengan atas, sedangkan fluida yang bersinggungan dengan
lempengan diam bertahan diam. Kemampatan fluida adalah perubahan (pengecilan) volume
karena adanya perubahan (penambahan) tekanan. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh
perbandingan antara perubahan tekanan dan perubahan terhadap volume awal. Perbandingan
ini dikenal dengan modulus elastisitas.

H. Hukum Pascal

Hukum pascal menyatakan Tekanan yang diberikan kepada fluida diam dalam ruang
tertutup akan diteruskan dengan besar yang sama ke seluruh fluida. Secara matematis,
dituliskan:
P1=P2F1/A1=F2/A2

I. Azas Bernoulli

Azas bernoulli membicarakan pengaruh kecepatan fluida terhadap tekanan di dalam


fluida tersebut. Bernoulli memberikan suatu kesimpulan bahwa pada fluida yang mengalir
dengan kecepatan lebih tinggi, akan diperoleh tekanan yang lebih kecil.

1 + 0.5v12 +gh1 = p2 + 0,5v22 +gh2

III. PENUTUP
1. Kesimpulan
Fluida ( zat alir ) adalah zat yang dapat mengalir dan memberikan sedikit hambatan
terhadap bentuk ketika ditekan, misalnya zat cair dan gas. Fluida meliputi cairan dan gas
yang menempati ruang yang mengalir di bawah pengaruh gravitasi, sehingga fluida
cenderung tidak mempertahankan bentuknya. Perbedaan fluida dan zat padat tidak terlalu
jauh. Fase cair dan gas memiliki karakter tidak mempertahankan sesuatu bentuk yang tetap,
maka keduanya mempunyai kemampuan untuk mengalir, dengan demikian keduanya disebut
fluida.
Fluida dapat digolongkan dalam dua macam, yaitu fluida statis dan fluida dinamis.
Fluida atau zat alir merupakan bahan yang dapat mengalir dan bentuknya dapat berubah
dengan perubahan volume. Fluida mempunyai kerapatan yang harganya tertentu pada suhu
dan tekanan tertentu. Jika kerapatan fluida dipengaruhi oleh perubahan tekanan maka fluida
itu dapat mampat atau kompresibel. Sebaliknya fluida yang kerapatannya hanya sedikit
dipengruhi oleh perubahan tekanan disebut tidak dapat mampat atau inkompresibel. Contoh
fluida kompresibel adalah udara ( gas ) sedangkan yang inkompresibel adalah air ( zat cair ).
2. Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan. Penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah-makalah
selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA
Rudi Hidayat, 2010, Fluida Gas,viewed 20 November 2011 <http://www.tikisend_blog_post.php.com/ >
Nana Sutresna, 2011, Fluida Statis, viewed 20 November 2011 <http://www.fluidastatis.com/>
Dhanny R. Cyssco, 2009, Fluida Statis dan Dinamis, viewed 20 November 2011
<http://www.fluida-statis-dan-dinamis.com/>
2011, Jenis-Jenis Fluida, viewed 20 November 2011 <http://www.jenis-jenis-fluida.com/>
2008, Mekanika Fluida, viewed 20 November 2011 <http://www.Mekanika-Fluida.com/>
Sulistyohadi, 2010, Pengertian Fluida Statis dan Dinamis, viewed 20 November 2011
< http://www.pengertian-fluida-statis-dan-dinamis.com/>