Anda di halaman 1dari 8

Daftar momen inersia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Belum Diperiksa
Momen inersia (Satuan SI : kg m2) adalah ukuran kelembaman suatu benda untuk berotasi
terhadap porosnya. Besaran ini adalah analog rotasi daripada massa.
Dibawah ini merupakan daftar momen inersia dari beberapa benda tegar yang digunakan
dalam perhitungan.
Keterangan :
I adalah momen inersia benda
m adalah massa benda
L adalah panjang benda
Benda
Poros

Batang silinder

Pusat

Batang silinder

Ujung

Silinder
berongga

Melalui sumbu

Silinder pejal

Melalui sumbu

Gambar

Momen inersia

I = mR2

Silinder pejal

Melintang sumbu

Bola pejal

Melalui diameter

Bola pejal

Melalui salahsatu garis


singgung

Bola berongga

Melalui diameter

Momen inersia
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Momen inersia (Satuan SI : kg m2) adalah ukuran kelembaman suatu benda untuk berotasi
terhadap porosnya. Besaran ini adalah analog rotasi daripada massa. Momen inersia berperan
dalam dinamika rotasi seperti massa dalam dinamika dasar, dan menentukan hubungan antara
momentum sudut dan kecepatan sudut, momen gaya dan percepatan sudut, dan beberapa
besaran lain. Meskipun pembahasan skalar terhadap momen inersia, pembahasan
menggunakan pendekatan tensor memungkinkan analisis sistem yang lebih rumit seperti
gerakan giroskopik.
Lambang I dan kadang-kadang juga J biasanya digunakan untuk merujuk kepada momen
inersia.
Konsep ini diperkenalkan oleh Euler dalam bukunya a Theoria motus corporum solidorum
seu rigidorum pada tahun 1730.[1] Dalam buku tersebut, dia mengupas momen inersia dan
banyak konsep terkait.

Daftar isi
[sembunyikan]

1 Definisi skalar
o

1.1 Analisis

2 Lihat pula

3 Referensi

[sunting] Definisi skalar


Definisi sederhana momen inersia (terhadap sumbu rotasi tertentu) dari sembarang objek,
baik massa titik atau struktur tiga dimensi, diberikan oleh rumus:

di mana m adalah massa dan r adalah jarak tegak lurus terhadap sumbu rotasi.
[sunting] Analisis

Momen inersia (skalar) sebuah massa titik yang berputar pada sumbu yang diketahui
didefinisikan oleh

Momen inersia adalah aditif. Jadi, untuk sebuah benda tegar yang terdiri atas N massa titik mi
dengan jarak ri terhadap sumbu rotasi, momen inersia total sama dengan jumlah momen
inersia semua massa titik:

Untuk benda pejal yang dideskripsikan oleh fungsi kerapatan massa (r), momen inersia
terhadap sumbu tertentu dapat dihitung dengan mengintegralkan kuadrat jarak terhadap
sumbu rotasi, dikalikan dengan kerapatan massa pada suatu titik di benda tersebut:

di mana
V adalah volume yang ditempati objek
adalah fungsi kerapatan spasial objek

r = (r,,), (x,y,z), atau (r,,z) adalah vektor (tegaklurus terhadap sumbu


rotasi) antara sumbu rotasi dan titik di benda tersebut.

Diagram perhitungan momen inersia sebuah piringan. Di sini k adalah 1/2 dan
adalah jari-jari yang digunakan untuk menentukan momen inersia

Berdasarkan analisis dimensi saja, momen inersia sebuah objek bukan titik haruslah
mengambil bentuk:

di mana
M adalah massa
R adalah jari-jari objek dari pusat massa (dalam beberapa kasus, panjang
objek yang digunakan)
k adalah konstanta tidak berdimensi yang dinamakan "konstanta inersia",
yang berbeda-beda tergantung pada objek terkait.

Konstanta inersia digunakan untuk memperhitungkan perbedaan letak massa dari pusat rotasi.
Contoh:

k = 1, cincin tipis atau silinder tipis di sekeliling pusat

k = 2/5, bola pejal di sekitar pusat

k = 1/2, silinder atau piringan pejal di sekitar pusat

Momen Inersia (I kgm2)


Posted on April 14, 2011 | 1 Comment
Inersia adalah kecenderungan benda untuk mempertahankan keadaannya ( tetap diam atau
bergerak). Benda yang sukar bergerak dikatakan memiliki inersia yang besar. Begitu juga
bumi yang selalu dalam keadaan berotasi memiliki inersia rotasi. Jadi Momen Inersia adalah

ukuran dari besarnya kecenderungan berotasi yang ditentukan oleh keadaaan benda atau
partikel penyusunnya.
Momen inersia partikel penyusun benda dirumuskan:

I = mr2 1 partikel
I = m1 r1 + m2 r2 + m3 r3 +

. Smi ri2 - sistem banyak partikel

Untuk momen inersia suatu benda tegar (benda yang tidak berubah bentuk jika diberi gaya)
kita tinggal hitung momen inersia dari tiap tiap partikel penyusun benda tersebut. Benda
tegar kan terdiri dari berjuta juta partikel, Apakah bisa kita hitung?
Bisa, dengan bantuan integral. Untuk lebih mudahnya, momen inersia benda tegar dapat kita

lihat dalam tabel dibawah ini


Dari mana rumus2
tersebut? kamu bisa memahaminya jika kamu telah mengerti tentang konsep integral. Jika
belum mendapat penjelasan dari gurumu, kamu bisa mendonlot file berikut: penurunan
rumus2 Memen Inersia tanpa kalkulus, oleh Pa Yo..
Dalam penyelesaian seal rotasi benda tegar perlu diperhatikan dua hal yaitu: GAYA sebagai penyebab dari
perubahan gerak translasi dan Momen Gaya sebagai penyebab benda berputar.

Hubungan momen gaya dengan percepatan sudut.


Seperti sudah dibahas sebelumnya bahwa gaya yang bekerja pada benda m menghasilkan
momen gaya yang dapat menyebabkan benda m berotasi. Karena F = m a dan a = r maka:
=F r

=ma r
= m r r
= mr2

= I
Aplikasi olah raga fitness.
Massa yang dekat sumbu rotasi memiliki momen inersia yang kecil. ARTINYAmassa
tersebut mudah berputar

Massa yang lebih jauh dari sumbu


rotasi memiliki momen inersia yang besar. ARTINYAmassa tersebut lebih susah berputar

selesai..
Momen Inersia
9:24 PM ASAZ No comments

gerak rotasi(www.pure.edu.net)

Momen Inersia adalah ukuran kelembaman(resistansi) sebuah


terhadap perubahan kedudukan atau posisi dalam gerak rotasi. Momen
partikel bisa ditulis dalam persamaan atau rumus matematika I = mr2
I= momen inersia(satuan kgm2), m = massa (satuan kg), serta r =jarak
ke sumbu putar (satuan m).

partikel
inersia
dengan
partikel

Jika terdapat banyak partikel atau lebih dari satu dengan massa mi dan jaraknya
ri terhadap poros atau sumbu putar maka momen inersia total adalah jumlah
aljabar dari masing-masing momen inersia partikel tau ditulis dalam bentuk
persamaan berikut

m= massa partike (kg) serta r= jarak partikel ke`poros(m)

Momen inersia benda yang berotasi dengan sumbu putar di titik tertentu
dinyatakan dengan persamaan

Untuk benda benda tertentu rumus momen inersia adalah

Teorema Sumbu Sejajar


Teorema Sumbu sejajar digunakan untuk menghitung momen Inersia suatu
bangun yang diputar dengan poros tidak pada pusat massa(pm) atau sembarang
tempat. Bila momen inersia sebuah benda terhadap pusat massa(Ipm) diketahui,
momen inersia terhadap sembarang sumbu yang sejajar(paralel) terhadap
sumbu pusat massa dapat dihitung dengan persamaan

Keterangan
I= momen inersia terhadap sembarang sumbu
Ipm= momen inersia terhadap pusat massa
M= massa total benda
a=jarak sumbu pusat massa ke sumbu paralel.
Persamaan diatas dikenal dengan Teorema sumbu sejajar atau teorema
sumbu paralel
Sebagai contoh
Sebuah bola pejal mermassa M dirotasikan terhadap salah satu diameternya
melalui pusat massa O, bila jari-jari bola adalah R, maka tentukan momen
Inersia bola terhadap titik P yang sejajar dengan poros rotasi bola!

Jawaban:
Momen inersia bola pejal yang diputar melalui pusat bola adalah: Ipm
=(2MR^2)/5 Selanjutnya sumbu putar di geser sejauh a = R dari pusat massa.
Maka dengan menggunakan Teorema sumbu sejajar akan diperoleh