Anda di halaman 1dari 31

PERENCANAAN KEUANGAN

DESA


POKOKBAHASAN4


: PENGELOLAANKEUANGANDESA

SUBPOKOKBAHASAN4.2

: PERENCANAANKEUANGANDESA

TUJUAN

: Setelah pembahasan sub pokok bahasan ini,

peserta dapat:
1.menjelaskan konsepsi perencanaan
pengelolaan keuangan desa dengan benar;
2.menjelaskan ketentuan penyusunan
APBDesa dengan benar;
3.menjelaskan mekanisme, tugas, dan
tanggungjawab pelaku dalam penyusunan
APBDesa dengan benar;
4.menjelaskan struktur APBDesa dengan
benar;

WAKTU

: 3 jam pelajaran @ 45 menit = 135 menit.

Company name

Apa yang anda ketahui tentang


Perencanaan Keuangan Desa ?

Company name

Apa yang anda ketahui tentang


Perencanaan Keuangan Desa ?

Perencanaan Keuangan Desa adalah


kegiatan untuk memperkirakan pendapatan
dan belanja Desa untuk kurun waktu
tertentu di masa yang akan datang.

MEKANISME,TUGAS,DANTANGGUNGJAWABPELAKUDALAM
PENYUSUNANAPBDESA
1.
2.

SEKRETARISDESA
Menyusun Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa berdasarkan RKPDesa tahun berkenaan.
Menyampaikan rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa kepada Kepala Desa.

KEPALADESA
Rancangan peraturan Desa tentang disampaikan oleh Kepala Desa kepada Badan Permusyawaratan Desa
untuk dibahas dan disepakati bersama.
KEPALADESADANBPD
Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa disepakati bersama paling lambat bulan Oktober tahun
berjalan.

1.

2.

1.
2.

BUPATI/WALIKOTAATAUDIDELEGASIKANKECAMAT
Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa yang telah disepakati bersama
disampaikan oleh
Kepala Desa kepada Bupati/Walikota melalui camat atau sebutan lain paling lambat 3 (tiga) hari sejak
disepakati untuk dievaluasi.
Bupati/Walikota menetapkan hasil evaluasi Rancangan APBDesa paling lama 20 (dua puluh) hari kerja
sejak diterimanya Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa.
KEPALADESA
Menindaklanjuti hasil evaluasi Bupati/Walikota (melakukan perubahan seandainya harus dilakukan
perubahan)
Apabila tidak ditindaklanjuti oleh Kepala Desa, Bupati/Walikota/Camat membatalkan Rancangan
Peraturan APBDesa dan Berlaku APBDesa Tahun Sebelumnya.

BERDASARKAN PASAL 33 34 PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI


NOMOR 113 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN KEUANGAN DESA,
PERUBAHAN PERATURAN DESA TENTANG DAPAT DILAKUKAN APABILA
TERJADI:

a. keadaanyangmenyebabkanharusdilakukanpergeseranantar
jenisbelanja;
b. keadaanyangmenyebabkansisalebihperhitungananggaran
(SilPA)tahunsebelumnyaharusdigunakandalamtahun
berjalan;
c. terjadipenambahandan/ataupengurangandalampendapatan
desapadatahunberjalan;dan/atau
d. terjadiperistiwakhusus,sepertibencanaalam,krisispolitik,
krisisekonomi,dan/ataukerusuhansosialyang
berkepanjangan;
e. perubahanmendasarataskebijakanPemerintahdan
PemerintahDaerah.

PerubahanAPBDesahanyadapatdilakukan1(satu)kalidalam1
(satu)tahunanggaran.TatacarapengajuanperubahanAPBDesa
adalahsamadengantatacarapenetapanAPBDesa.

DalamhalBantuankeuangandariAPBDProvinsidanAPBD
Kabupaten/Kotasertahibahdanbantuanpihakketigayangtidak
mengikatkedesadisalurkansetelahditetapkannyaPeraturan
DesatentangPerubahanAPBDesa,perubahandiaturdengan
PeraturanKepalaDesatentangperubahanAPBDesa.Perubahan
APBDesatersebutdiinformasikankepadaBPD.

Pendapata
n Desa

Belanja
Desa

Pembiaya
an Desa

semua penerimaan uang yang


diterima dan disalurkan melalui rek
desa yg merupakan hak desa dlm 1 th
anggaran yg tdk perlu dibayar
kembali oleh desa penggunaannya
ditetapkan dlm APBDes

semua pengeluaran dari rek desa


yg merupakan kewajiban desa dlm
1 th anggaran yg tdk akan
diperoleh pembayarannya kembali
oleh desa
semua penerimaan yg perlu dibayar
kembali dan atau pengeluaran yg akan
diterima kembali, baik pd th anggaran
yg bersangkutan maupun pd th2
anggaran berikutnya

PENDAPATAN DESA
Pendapatan Desa meliputi semua penerimaan uang melalui
rekening desa yg merupakan hak desa dalam 1 TA yg tidak
perlu dibayar kembali oleh desa. Pendapatan Desa Terdiri dari :

1.
1. Hasil usaha; (hasil BUMDesa, tanah
Pendapata
kas desa)
n Asli Desa 2. Hasil aset; (tambatan perahu, pasar
(PADesa);
desa, tempat pemandian umum,
jaringan irigasi)
3. Swadaya, partisipasi dan Gotong
royong; (membangun dengan
kekuatan sendiri yang melibatkan
peran serta masyarakat berupa
tenaga, barang yang dinilai dengan
uang.)
4. Lain-lain pendapatan asli desa;(hasil
pungutan desa).

PENDAPATAN DESA
2. Transfer 1. Dana Desa;
2. Bagian dari Hasil Pajak Daerah
Kabupaten/Kota dan Retribusi Daerah;
3. Alokasi Dana Desa (ADD);
4. Bantuan Keuangan dari APBD Provinsi;
dan
5. Bantuan Keuangan APBD
Kabupaten/Kota.
Bantuan Keuangan dari APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota
dapat bersifat umum dan khusus.
Bantuan Keuangan bersifat khusus dikelola dalam APBDesa
tetapi tidak diterapkan dalam ketentuan penggunaan paling
sedikit 70% dan paling byk 30%

PENDAPATAN DESA
3.
Pendapat
an Lainlain

1. Hibah dan Sumbangan dari pihak


ketiga yg tidak mengikat; (adalah
pemberian berupa uang dari pihak ke
tiga)
2. Lain-lain pendapatan Desa yang sah.
(antara lain pendapatan sebagai hasil
kerjasama dengan pihak ketiga dan
bantuan perusahaan yg berlokasi di
desa).

BELANJA DESA
Belanja desa, meliputi semua pengeluaran dari rekening desa
yg merupakan kewajiban desa dalam 1 TA yg tidak akan
diperoleh pembayarannya kembali oleh desa. Belanja desa
dipergunakan dalam rangka mendanai penyelenggaraan
kewenangan Desa.
Klasifikasi
Belanja Desa,
terdiri atas
kelompok:

1.
2.
3.
4.
5.

Penyelenggaraan Pemerintahan Desa;


Pelaksanaan Pembangunan Desa;
Pembinaan Kemasyarakatan Desa;
Pemberdayaan Masyarakat Desa; dan
Belanja Tak Terduga.

Kelompok belanja dibagi dalam kegiatan sesuai dengan


kebutuhan Desa yang telah dituangkan dalam RKPDesa, terdiri
atas jenis belanja : Pegawai, Barang dan Jasa, dan Modal.

BELANJA DESA
Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Pasal 74

- Diprioritas utk Kebut. Pembangunan diputuskan


melalui musy desa
- Kebut. Pemb. meliputi, tetapi tdk terbatas pd:
a. Kebut. Primer;
b. Pelayanan Dasar;
c. Lingkungan;
d. Pemberdayaan Masy. Desa.

- Kebutuhan primer
adl
sandang, pangan, papan;
- Pelayanan dasar adl a.l.
pendidikan,
kesehatan,
infrastruktur dasar.

Dpt. dialokasikan insentif bg


RT/RW (membantu pelaks. tugas
pelay. pem., perenc., pemb.,
ketertiban, dan Pemberdayaan
Masy. Desa.)
tdk terbatas adalah Kebut.
pemb.diluar
pelay.dsr.
yg
15
dibutuhkan masy.desa

JENIS
BELANJA

Jenis belanja pegawai, dianggarkan untuk


pengeluaran penghasilan tetap dan tunjangan
bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa serta
tunjangan BPD.

Belanja Pegawai dianggarkan dalam kelompok


Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, kegiatan
pembayaran penghasilan tetap dan tunjangan.

Belanja pegawai pelaksanaannya dibayarkan


setiap bulan.

Belanja Barang dan Jasa digunakan untuk pengeluaran


pembelian/pengadaan barang yg nilai manfaatnya kurang
dari 12 bulan.

Belanja barang dan jasa al :


a. alat tulis kantor;
b. benda pos;
c. bahan/material;
d. pemeliharaan;
e. cetak/penggandaan;
f. sewa kantor desa;
g. sewa perlengkapan dan peralatan kantor;
h. makanan dan minuman rapat;
i. pakaian dinas dan atributnya;
j. perjalanan dinas;
k. upah kerja;
l. honorarium narasumber/ahli;
m. operasional Pemerintah Desa;
n. operasional BPD;
o. insentif Rukun Tetangga /Rukun Warga;
p. pemberian barang pada masyarakat/kelompok masyarakat.

BELANJA BARANG & JASA


1

Insentif RT/RW adalah bantuan uang untuk


operasional lembaga RT/RW dalam rangka
membantu pelaksanaan tugas pelayanan
pemerintahan, perencanaan pembangunan,
ketentraman dan ketertiban, serta
pemberdayaan masyarakat desa.

Pemberian barang pd masyarakat/kelompok


masyarakat dilakukan untuk menunjang
pelaksanaan kegiatan.

BELANJA MODAL
1

Belanja Modal, digunakan untuk pengeluaran


dalam rangka pembelian/pengadaan barang atau
bangunan yang nilai manfaatnya lebih dari 12
(dua belas) bulan

Pembelian /pengadaan barang atau bangunan


digunakan untuk kegiatan penyelenggaraan
kewenangan desa.

OBJEK BELANJA MODAL (kegiatan


penyelenggaraan kewenangan desa) :
1.Belanja bentuk tanah;
2.Belanja peralatan dan mesin;
3.Belanja gedung dan bangunan;
4.Jalan;
5.Irigasi;
6.Jaringan dalam skala desa;

BELANJA TAK TERDUGA


1

Dalam keadaan darurat dan/atau KLB,


pemerintah Desa dapat melakukan belanja
yang belum tersedia anggarannya.

Keadaan darurat dan/atau KLB merupakan


keadaan yang sifatnya tidak biasa atau tidak
diharapkan berulang dan/atau mendesak.

Keadaan darurat yaitu antara lain dikarenakan


bencana alam, sosial, kerusakan sarana dan
prasarana.

Keadaan luar biasa karena KLB/wabah.

Keadaan darurat dan luar biasa ditetapkan


dengan Keputusan Bupati/walikota.

Kegiatan dalam keadaan darurat dianggarkan


dalam belanja tidak terduga.

Semua penerimaan yg perlu dibayar kembali dan / atau pengeluaran yg


akan diterima kembali, baik pada TA yg bersangkutan maupun pd
tahun2 anggaran berikutnya. terdiri dari:
A. PENERIMAAN PEMBIAYAAN : penerimaan yang perlu dibayar kembali
baik pada T.A berjalan maupun Tahun Anggaran berikutnya, terdiri dari:
1. Sisa lebih perhitungan anggaran (SilPA) tahun sebelumnya;
2. Pencairan Dana Cadangan;
3. Hasil penjualan kekayaan desa yang dipisahkan
B. PENGELUARAN PEMBIAYAAN : pengeluaran yang akan diterima
kembali baik pada Tahun Anggaran berjalan maupun Tahun Anggaran
berikutnya, yang terdiri dari :
1. Pembentukan Dana Cadangan;
2. Penyertaan Modal Desa

CATATAN
(1) SILPA TAHUN SEBELUMNYA, merupakan penerimaan pembiayaan yg digunakan
untuk:
a. menutupi defisit anggaran apabila realisasi pendapatan lebih kecil dari pada
realisasi belanja;
b. mendanai pelaksanaan kegiatan lanjutan;
c. mendanai kewajiban lainnya yang sampai dengan akhir TA belum diselesaikan.
(2) DANA CADANGAN.
a. Dana cadangan guna mendanai kegiatan yang penyediaan dananya tidak dapat
sekaligus/sepenuhnya dibebankan dalam satu tahun anggaran.
b. Pembentukan dana cadangan ditetapkan dgn peraturan desa yg mencakup
penetapan tujuan pembentukan dana cadangan, program dan kegiatan yg akan
dibiayai dari dana cadangan, besaran dan rincian tahunan dana cadangan yg
dianggarkan dan ditransfer ke rekening dana cadangan, sumber dana cadangan,
dan TA pelaksanaan dana cadangan.
c. Dana cadangan bersumber dari penyisihan atas penerimaan desa kecuali dari
penerimaan yang penggunaannya telah ditentukan scr khusus berdasar peraturan
Per-UU-an.
d. Pembentukan dana cadangan ditempatkan pd rekening tersendiri dan
penganggaran dana cadangan tidak melebihi tahun akhir masa jabatan Kades.

FORMATAPBDesa

FORMAT
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA
PEMERINTAH DESA .......................
TAHUN ANGGARAN .................
KODE
REKENING

1.
1.1
1.1.1
1.1.2
1.1.3
1.1.4
1.1.5

1.2
1.2.1

PENDAPATAN
Pendapatan Asli Desa
Hasil Usaha
Hasil Aset
Swadaya dan Partisipasi
Gotong Royong
Lain-lain Pendapatan Asli Desa yang sah

Pendapatan Transfer
Dana Desa
Bagian dari hasil pajak & retribusi daerah
Kab/kota
1.2.2
Alokasi Dana Desa
1.2.3
Bantuan Keuangan
1.2.4
1.2.4.1 Bantuan Provinsi
1.2.4.2 Bantuan Kabupaten/Kota

1.3
1.3.1
1.3.2
1.3.3

ANGGARAN
(Rp)

URAIAN

Pendapatan lain lain


Hibah
Sumbangan dari pihak ke - 3 yang tidak
mengikat
Hasil kerjasama dengan pihak ke-3

KETERANGAN


2.
2.1
2.1.1
2.1.1.1

2.1.2
2.1.2.2

2.1.2.3

2.1.3
2.1.3.2

BELANJA
Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
Penghasilan Tetap dan Tunjangan
Belanja Pegawai
Penghasilan Tetap Kepala Desa dan Perangkat
Tunjangan Kepala Desa dan Perangkat Desa
Tunjangan BPD

Operasional Perkantoran
Belanja Barang dan Jasa :
Alat Tulis Kantor
Benda Pos
Pakaian Dinas dan Atribut
Pakaian Kerja
Alat dan Bahan Kebersihan
Perjalanan Dinas
Pemeliharaan
Air, Listrik, dan Telepon
Honor
dst.....................

Belanja Modal
Komputer
Meja dan Kursi
Mesin Tik
dst.........................

Operasional RT/RW
Belanja Barang dan Jasa:
ATK
Penggandaan
Konsumsi Rapat
dst.....................


2.2
2.2.1
2.2.1.3

2.2.1.2

2.2.2
2.2.2.3

2.2.2.2

2.2.3

2.3
2.3.1
2.3.1.2

2.3.2

2.4
2.4.1
2.4.1.2

2.4.2


Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Perbaikan Saluran Irigasi
Belanja Modal
- Semen
- Material
- dst .................

Belanja Barang dan Jasa


- Upah Kerja
- Honor
- dst................................................
Pengaspalan Jalan Desa
Belanja Modal
- Aspal
- Pasir
- dst .................

Belanja Barang dan Jasa


- Upah Kerja
- Honor
- dst.....................

Kegiatan..........................

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan


Kegiatan ................................................
Belanja Barang dan Jasa :
- Honor Pelatih
- Konsumsi Peserta
- Alat Pelatihan
- dst.......................

Kegiatan ..........................................................

Bidang Pemberdayaan Masyarakat


kegiatan ............................................................
Belanja Barang dan Jasa
- Honor Pelatih
- Alat dan Bahan Pelatihan
- dst..........................

Kegiatan.........................................

2.5
2.5.1
2.5.1.2

2.5.2

3.
3.1
3.1.1
3.1.2
3.1.3

3.2
3.2.1
3.2.2

Bidang Tak Terduga


Kegiatan ............................................................
Belanja Barang dan Jasa
- Masker penyaring udara
- Honor Tim
- dst..........................

Kegiatan.........................................

JUMLAH BELANJA

SURPLUS/DEFISIT

PEMBIAYAAN
Penerimaan Pembiayaan
SiLPA
Pencairan Dana Cadangan
Hasil Kekayaan Desa yang dipisahkan
JUMLAH (Rp.)

Pengeluaran Pembiayaan
Pembentukan Dana Cadangan
Penyertaan Modal Desa
JUMLAH (Rp.)

DITETAPKAN
DI ..........................................................
TANGGAL,
.......................
.......
KEPALA DESA ....................
TTD
(................
...........)

DISKUSI KELOMPOK
MASING2 KELOMPOK :

30

1. Mencermati lembar diskusi kelompok


(M.4.2.4.b)
2. Tentukan urutan komponen dimaksud kedalam
format APBDes berdasarkan struktur :
1)Pendapatan
2)Belanja
3)Pembiayaan
3. Tentukan berikut kode rekening, kelompok
pendapatan, jenis pendapatan, kelompok belanja,
jenis belanja, kelompok pembiayaan, jenis
pembiayaan serta jumlah anggaran

DISKUSI PLENO

31

1. Masing-masing kelompok menukarkan


kertas kerjanya dengan kelompok lain.
2. Masing-masing kelompok yang telah
mendapatkan hasil kerja kelompok lain,
melakukan penilaian hasil kerja kelompok.
3. Penilaian didasarkan kebenaran dalam
pengisian :
a) Kode rekening
b) Struktur APBDes (kelompok
pendapatan, jenis pendapatan,
kelompok belanja, jenis belanja,
kelompok pembiayaan, jenis
pembiayaan)