Anda di halaman 1dari 6

Dalam kehidupan sehari hari kita pasti selalu berhubungan dengan benda logam baik itu secara

langsung ataupun tidak langsung terutama yang menyangkut akan pekerjaan kita yang membutuhkan
tenaga besar yang tidak dapat dilakukan oleh manusia, kita semua terkadang tidak pernah terlepas
dari peralatan yang berfungsi sebagai pembantu atau sebagai media kita untuk menyelesaikan
pekerjaan, sesuai dengan perkembangan dunia industri yang maju dengan pesat banyak peralatan
yang akan memudahkan kita melakukan aktifitas dan mengurangi beban berlebih yang tubuh kita
tidak sanggup untuk membawa atau melakukan pekerjaan tersebtu seperti membuat kursi, melubangi
dinding, berkebun dan transportasi, namun banyak dari kita yang masih belum mengetahui benda
benda yang kita gunakan setiap hari itu berbahan dasar apa dan dibuat menggunakan apa, pada
kesempatan ini saya selaku penulis akan menjelaskan peranan peranan logam dalam dunia industri.

2. Dasar Teori

2.1. Macam macam Logam, Terbagi menjadi dua jenis yaitu:


2.1.2 Logam Ferro
Logam ferro adalah suatu logam yang mengandung unsur logam besi(Fe). Bahan dasar logam ferro
adalah unsure fe dan C , Besi merupakan logam yang penting dalam bidang teknik, tetapi besi murni
terlalu lunak dan rapuh sebagai bahan kerja, bahan konstruksi dll. Oleh karena itu besi selalu
bercampur dengan unsur lain, terutama zat arang/karbon (C). Sebutan besi dapat berarti :
1. Besi murni dengan simbol kimia Fe yang hanya dapat diperoleh dengan jalan reaksi kimia.
2. Besi teknik adalah yang sudah atau selalu bercampur dengan unsur lain.
Besi teknik terbagi atas tiga macam yaitu :
1. Besi mentah atau besi kasar yang kadar karbonnya lebih besar dari 3,7%.
2. Besi tuang yang kadar karbonnya antara 2,3 sampai 3,6 % dan tidak dapat ditempa. Disebut
besi tuang kelabu karena karbon tidak bersenyawa secara kimia dengan besi melainkan
sebagai karbon yang lepas yang memberikan warna abu-abu kehitaman, dan disebut besi
tuang putih karena karbon mampu bersenyawa dengan besi.
3. Baja atau besi tempa yaitu kadar karbonnya kurang dari 1,7 % dan dapat ditempa.
Logam ferro juga disebut besi karbon atau baja karbon. Bahan dasarnya adalah unsur besi (Fe) dan
karbon ( C) , tetapi sebenarnya juga mengandung unsur lain seperti : silisium, mangan, fosfor,
belerang dan sebagainya yang kadarnya relatif rendah. Unsur-unsur dalam campuran itulah yang
mempengaruhi sifat-sifat besi atau baja pada umumnya, tetapi unsur zat arang (karbon) yang paling
besar pengaruhnya terhadap besi atau baja terutama kekerasannya.

Jenis jenis besi yaitu:


a. Besi tuang
Besi tuang adalah campuran antara besi dan karbon 4%,
Sifat besi tuang antara lain : rapuh, tidak dapat ditempa dan sukar dilas .
Banyak digunakan untuk membuat : komponen mesin bubut, blok silinder, meja datar dan cincin
torak.
b. Besi tempa
Besi tempa adalah campuran antara besi murni 99% dan sedikit rongsokan.
Sifatnya liat dan dapat ditempa.
Banyak digunakan untuk membuat rantai dan jangkar. Fasa besi tempa berupa ferit (alpha),
didalamnya terdapat sisa terak yang masih terperangkap. Terak tersebut banyak mengandung silikat
(silikon oksida), bentuknya menyerupai fiber (cukup kuat). Sifat dari besi tempa ini Ulet dan cukup
kuat. Contoh komposisi dari besi tempa :
- Carbon : 0.06%
- Mangaan : 0.045%
- Silicon : 0.101%
- Phospor : 0.068%
- Sulfur (belerang) : 0.009%
- Terak (dalan berat) : 1.97%
Besi tempa digunakan pada bangunan kereta api, bangunan kapal laut, industri minyak, tujuan
arsitektur, perlengkapan pertanian, dll. Umumnya, pembuatan dari besi tempa ini menggunakan dapur
puddle (dapur aduk
c. Baja lunak
Baja lunak adalah ampuran antara besi dengan karbon 0,1 0,3 %.
Sifatnya dapat ditempa dan lunak,
Digunakan u/ membuat Mur dan baut.
d. Baja karbon sedang
Baja karbon sedang adalah campuran antara besi dan karbon 0,4 0,6 %
Banyak digunakan u/ membuat rel kereta api, poros, atau untuk membuat alat pertanian.
e. Baja karbon tinggi
Baja kabon tinggi adalah campuran antara besi dan karbon 0,7 1,5 %
Sifatnya dapat ditempa dan disepuh.
Ferrous (besi)
1. Wrought Iron (besi tempa)
Fasa besi tempa berupa ferit (alpha), didalamnya terdapat sisa terak yang masih terperangkap. Terak
tersebut banyak mengandung silikat (silikon oksida), bentuknya menyerupai fiber (cukup kuat). Sifat
dari besi tempa ini Ulet dan cukup kuat. Contoh komposisi dari besi tempa :
- Carbon : 0.06%
- Mangaan : 0.045%
- Silicon : 0.101%
- Phospor : 0.068%
- Sulfur (belerang) : 0.009%
- Terak (dalan berat) : 1.97%
Besi tempa digunakan pada bangunan kereta api, bangunan kapal laut, industri minyak, tujuan
arsitektur, perlengkapan pertanian, dll. Umumnya, pembuatan dari besi tempa ini menggunakan dapur
puddle (dapur aduk)
a. Baja paduan rendah, yaitu : bila jumlah unsur tambahan selain karbon lebih kecil dari 8%, misalnya
: suatu baja terdiri atas 1,35%C; 0,35%Si; 0,5%Mn; 0,03%P; 0,03%S; 0,75%Cr; 4,5%W [Dalam hal

ini 6,06%<8%]>
b. Baja paduan tinggi, yaitu : bila jumlah unsur tambahan selain karban lebih dari atau sama dengan
8%, misalnya : baja HSS (High Speed Steel) atau SKH 53 (JIS) atau M3-1 (AISI) mempunyai
kandungan unsur : 1,25%C; 4,5%Cr; 6,2%Mo; 6,7%W; 3,3%V.
Tujuan utama dari penambahan unsur paduan sebenarnya untuk memperbaiki sifat-sifatnya seperti :
kekuatan tarik, kekuatan impak, ketahanan korosi, ketahanan panas, dll.
Pada baja HSS (contoh diatas) mempunyai sifat keras, ulet, tahan temperatur tinggi, dll.
Logam Non Ferro

2.1.3. Logam non Ferro


Logam non ferro atau logam bukan besi adalah logam yang tidak mengandung unsur besi (Fe).
Logam non ferro murni kebanyakan tidak digunakan begitu saja tanpa dipadukan dengan logam lain,
karena sifat-sifatnya belum memenuhi syarat yang diinginkan. Kecuali logam non ferro murni,
platina, emas dan perak tidak dipadukan karena sudah memiliki sifat yang baik, misalnya ketahanan
kimia dan daya hantar listrik yang baik serta cukup kuat, sehingga dapat digunakan dalam keadaan
murni. Tetapi karena harganya mahal, ketiga jenis logam ini hanya digunakan untuk keperluan
khusus. Misalnya dalam teknik proses dan laboratorium di samping keperluan tertentu seperti
perhiasan dan sejenisnya.
Logam non fero juga digunakan untuk campuran besi atau baja dengan tujuan memperbaiki sifat-sifat
bajja. Dari jenis logam non ferro berat yang sering digunakan uintuk paduan baja antara lain, nekel,
kromium, molebdenum, wllfram dan sebagainya. Sedangkan dari logam non ferro ringan antara lain:
magnesium, titanium, kalsium dan sebagainya.
B. Bahan Non Logam
C. 1. Lead, Timbal, Timah hitam, Plumbum (Pb)
D. Timah hitam sangat sangat lunak, lembek tetapi ulet, memiliki warna putih terang yang sangat jelas
terlihat pada patahan atau pecahannya. Timah Hitam memiliki berat jenis (?) yang sangat tinggi yaitu
=11,3 kg/dm3 dengan titik cair 3270C, digunakan sebagai isolator anti radiasi Nuclear. Timah hitam
diperoleh dari senyawa Plumbum-Sulphur (PbS) yang disebut Gelena dengankadar yang sangat
kecil. Proses pemurniannya dilakukan dengan memanaskannya didalam dapur tinggi, proses
pencairan untuk menghilangkan oxides serta unsur lainnya. Selain untuk pemakaian sebagai isolator
radiasi, Timah hitam digunakan juga sebagai bahan pelapis pada bantalan luncur, bahan timah pateri
serta sebagai unsur paduan dengan baja atau logam Non Ferro lainnya yang menghasilkan logam
dengan sifat Free Cutting atau yang disebut sebagai baja Otomat.
E. 2. Titanium (Ti)
F. Titanium (Ti) memiliki warna putih kelabu, sifatnya yang kuat seperti baja dan stabil hingga
temperature 4000C, tahan korosi dan memiliki berat jenis (?) = 4,5 kg/dm3. Titanium (Ti) digunakan
sebagai unsur pemurni pada baja serta sebagai bahan paduan dengan Aluminium dan logam lainnya.
Titanium (Ti) memiliki titik cair 16600C dan kekuatan tarik 470 N/mm2 serta densitas 56 %.
Titanium (Ti) tidak termasuk logam baru walaupun pengembangannya baru dilakukan pada tahun
1949, karena sebenarnya Titanium (Ti) telah terdeteksi sejak tahun 1789 dalam bentuk Oxide Silicon,
karena pengaruh oxygen maka pada saat itu tidak memungkinkan untuk dilakukan extraction, dimana
Titanium (Ti) merupakan bagian penting dari Oxygen, namun pada akhirnya ditemukan metoda
pemurnian Titanium (Ti) ini melalui pemanasan dengan Carbon dan Clorine, kemudian dengan
Magnesium dan denganSodium pada suhu pemanasan antara 8000C hingga 9000C yang
menghasilkan Titanium Tetraclorite sebagai produk awal dari Titanium (Ti) yang selanjutnya
menggunakan Magnesiumcloride atau Sodiumcloride.
H. 3. Nickel, Nickolium (Ni)

I.

Nickel, Nickolium merupakan unsur penting yang terdapat pada endapan terak bumi yang biasanya
tercamppur dengan bijih tembaga. Oleh kerena itu diperlukan proses pemisahan dan pemurnian dari
berbagai unsur yang akan merugikan sifat Nickel tersebut. Dalam beberapa hal Nickel memiliki
kesamaan dengan bijih logam yang lain seperti juga besi selalu memiliki sifat-sifat yang buruk seperti
titik cair yang rendah kekuatan dan kekerasannya juga rendah, tetapi juga memiliki keunggulan
sebagaimana pada Nickel ini ialah ketahanannya terhadap berbagai pengaruh korosi dan dapat
mempertahankan sifatnya pada temepratur tinggi. Oleh karena itu
J. Nickel banyak digunakan sebagai pelapis dasar sebelum pelapisan dengan Chromium, dimana Nickel
dapat memberikan perlindungan terhadap berbagi pengaruh gangguan korosi pada baja atau
logamlogam lainnya.
3.1 Pembahasan
Pada aplikasinya logam sering digunakan untuk keperluan dari yang terkecil
hingga yang terberat, Dalam industri sendiri banyak jenis pekerjaan yang menggunakan
logam Ferro dan non ferro sesuai kebutuhannya,
3.1.1 Logam fero juga memiliki perbedaan dan komposisinya yang disebut Baja Paduan
dan terbagi menjadi jenis yaitu:
Baja paduan rendah : Baja karbon rendah ditambah unsur pemadu <4% (Cr, Ni,
Cu, Ti, V , wb, B & W )
Sering digunakan untuk mesin cetakan plastic, meja kerja
datar, Kawat.
Baja paduan medium : Baja karbon rendah + unsur pemadu >4%
Sering digunakan untuk Roda kendaraan, Mesin Bubut, pipa
3.1.2 Baja Paduan Spesial: Baja Stainless steel
a. Feritik (12-30% Cr, dan kadar karbon rendah)
b. Martensitik (12-17% Cr, dan 0,1-1,0 C)
c. Austensitik (17-25% Cr dan 8-20% Ni)
d. Duplex (23-30% Cr, 2,5-7% Ni, Plu Ti & mo)
e. Presifitasi (sama dengan austensitik tetapi unsure elemen pemadu
Cu, Ti, Al, Mo, Nb atau N)

Tabel massa jenis

Keunggulan Logam Ferro


1. Logam Ferro adalah penghantar arus listrik atau konduktor yang bagus dan
baik.
2. Lebih kuat dan sangat baik untuk dibuat magnet.
3. Mudah Di las, Dipatri maupun disolder.
4. Lebih kuat terhadap getaran, guncangan dan kecepatan tinggi.
5. Mudah didapatkan dan harganya cenderung lebih murah.
6. Sangat baik untuk Konstruksi Jembatan, Bangunan maupun jalur kereta api.
7. Tahan terhadap benturan.
8. Kuat dan tidak mudah hancur.

Macam-macam Penggunaan material logam Ferro:


1. Konstruksi Beton, Rangka Baja, dan konstruksi Jembatan
2. Mata bor, Mesin Potong, Mata gergaji mesin.
3. Kerangka atau Chasis Mobil, motor.
4. Rantai Mesin.
5. Alat-alat berat ,Kereta api.
6. Mesin Penambang, Mesin pengebor Minyak Bumi
7. Kabel Power, Generator turbin.

Penggunaan Logam Non Ferro


Logam Non ferro lebih banyak digunakan karena massa jenisnya yang lebih
rendah dari logam ferro sehingga penggunaan logam non ferro banyak diaplikasikan
untuk bahan dasar pesawat terbang, Body kendaraan bermotor, dll.
Keunggulan dari material Logam non ferro yaitu:
1. Massa jenisnya yang ringan
2. Tahan terhadap korosi
3. Kuat dan tidak mudah hancur
4. Mudah dibentuk dan di las.
5. Sebagai konduktor panas yang baik
6. Dapat memantulkan sinar panas pada permukaan yang halus dan mengkilap
sinar maka pemantulan sinar bias nya mencapai 95%

7. Non magnetik Sehingga banyak digunakan pada peralatan elektronik Radio,


TV, dan Pemancar
8. Dapat Didaur Ulang
Penggunaan Logam Non Ferro dan Aplikasinya seperti:
1. Kabel Coaxial untuk menghantarkan signal dari gelombang Radio Maupun TV.
2. Digunakan untuk pemancar Radio atau pun antena.
3. Tabung Gas maupun Tabung cair Seperti Nitrogen, LNG, LPG dan HPG.
4. Perlatan Medis.
5. Material Titanium digunakan hampir disetiap benda yang memerlukan
kekuatan dengan berat yang ringan.
6. Dalam industri pembuatan Air handling unit material Profile Allumunium
digunakan untuk rangka unitnya dan menggunakan Colorbond untuk
dindingnya.
7. Di industri otomotif non ferro dipakai hampir di setiap interior.

Kesimpulan
Dari Pembahasan diatas Bisa kita simpulkan bahwa masing masing logam
memiliki keunggulan dan kekurangannya, namun seiring perkembangan dunia teknologi
dalam industri penggunaan material yang lebih ramah lingkungan dan lebih sedikit
dampaknya terhadap udara disekitar kita membuat semakin banyak varian dan
kombinasi dari masing logam ferro dan non ferro, disamping itu keunggulan material
logam memang lebih baik penggunaan nya sebagai konduktor atau sebagai penghantar
Arus listrik, namun tidak semua logam dapat mengalirkan listrik dengan baik seperti
stainless steel,
Massa jenis kedua logam tersebut juga berbeda beda