Anda di halaman 1dari 44

LAPORAN PKLI JURUSAN TEKNIK

ARSITEKTUR

AB II
KONDISI OBYEKTIF PERUSAHAN DAN PROYEK
2.1 DESKRIPSI INSTANSI / LEMBAGA / PERUSAHAAN / FIRMA /
KONTRAKTOR / KONSULTAN
2.1.1. Nama dan Latar Belakang atau Sejarah Singkat Perusahaan.
PT. ARTEFAK ARKINDO didirikan pada tanggal 18 agustua 1997 dan
telah banyak ikut serta dalam partisipasi penangan proyek proyek pemerintah
maupun swasta
DATA SINGKAT PERUSAHAAN
Nama

PT. ARTEFAK ARKINDO

Alamat Wijaya Graha Puri Blok C No. 41-42 keb. Baru, Jaksel
Telepon 7972066, 794423, Fax. 7972084
Konsultan Grade 4 (menurut LPJK.Org)
DASAR HUKUM
1. Akte Pendirian Perusahaaan
Notaris
:Ny. Nany Werdiningsih SH.
Nomor
:18
Tanggal
:18 Agustus 1997
2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Nomor
:01.802.390.3-019.000
3. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
Nomor
:09.03.1.71.25943
4. Izin Usaha Jasa Kontruksi (IUJK)
Nomor
:1-601275-3171-1-03466
Tanggal
:14 Februari 2016
5. Sertifikat Badan Usaha
Nomor
:601275
Tanggal
:13 Februari 2016

LAPORAN PKLI JURUSAN TEKNIK


ARSITEKTUR

BANK
1. Bank BCA Cabang Kuningan
2. Bank BRI Cabang Kalibata
3. BANK Mandiri Cabang Kalibata
4. BANK IFI Cabang tebet
2.1.2. Lingkup Layanan Perusahaan Beserta Pengalaman-pengalamanya.
JASA PERACANAGN ARSITEKTUR
a. Bangunan
Real estate
Industri estate
Perkantoran
Bank
Shooping centre
Hotel
Sport center
Pasar
Rumah sakit
Dan lain lain
b. Interior design
c. Lanscape / gatramaya
d.
e. JASA INDUSTRIPERANCANGAN
a.
b.
c.
d.

Studi kelayakan
Master plan / perancanagn lingkungan
Urban planning / perancangan wilayah
Planologi / perancangan kota

f.
g. JASA MANAJEMEN
a.
b.
c.
d.
e.

Manajeman kontruksi
Supervisi terpadu
Pemasaran riset
Investasi manajemen
Industri manajemen

h.
i. JASA PEREKAYASAAN
j.
a. Sipil/struktur

LAPORAN PKLI JURUSAN TEKNIK


ARSITEKTUR

k.
l.
m.
n.
o.
p.
q.
r.
s.

Survey topografi & hidrologi


Perancangan kontruksi
Irigasi
Sungai
Jalan
Jembatan
Bangunan gedung
Pelabuhan laut
Pelabuhan udara

b. Elektrikal
c.
Sistem komunikasi
d.
Sistem tanda bahaya ( alarm system
e.
Sistem pencegahan kebakaran
f.
Sistem tata suara (suond system
g.
Sistem penerangan
h. Mekanika & sanitry
i. Sstem sanitary
j. Sistem penghawaan udara
k. Sistem transportasi dalam gedung
l. Generator system / diesel
m. Sawage & water treatment
n.
o.
p.
q. JASA ANALISA MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN
r.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Penyajian informasi lingkungan


Penyajian evaluasi lingkungan
Kerangka acuan mengenai dampak lingkungan
Analisa dampak lingkungan
Kerangka acuan studi evaluasi lingkungan
Studi evaluasi lingkungan
Rencana pengelolaan lingkunan
Rencana pemantaun lingkungan
s.

t. JASA PERTANIAN DAN PERIKANAN


u.
a.
b.
c.
d.

Penelitian lahan
Spesifikasi tanaman
Perencanaan tata guna perencanaan pertanian
Sistem pengolahan hasil pertanian, perkebunan dan manajemen
pertanian.
v.

w.
x.
y.
z.
aa.
ab.
ac.
ad.
ae.

SOSIAL EKONOMI
AGRO EKONOMI
WATER RESOURCE STUDY
WATER TREATMENT STUDY
REGIONAL PLANNING
TRANSPORTATION PLANNING
LAND RESOURCE EVALUATION PLANNING
AGRICULTURE AND RURAL DEVELOPMENT

af.
ag.
ah.
ai.
aj.
ak.
al.
am.
an.
ao.
ap.
aq.
ar.
as.
at.
au.
av.
aw.
ax.
ay.
az.

ba.
bb.
bc.
bd.
be.
bf.
bg.
bh.
bi.
bj.
bk.
bl.
bm.
bn.
bo.
bp.
bq.
br.
bs.
bt.
bu.

bv.
bw.
bx.
by.
bz.
ca.
cb.
cc.
cd.
ce.
cf.
cg.
ch.
ci.
cj.
ck.
cl.
cm.
cn.
co.
cp.

cq.
cr.
cs.
ct.
cu.
cv.
cw.
cx.
cy.
cz.
da.
db.
dc.
dd.
de.
df.
dg.
dh.
di.
dj.
dk.

dl.
dm.
dn.
do.
dp.
dq.
dr.
ds.
dt.
du.
dv.
dw.
dx.
dy.
dz.
ea.
eb.
ec.
ed.
ee.
ef.

eg.
eh.
ei.
ej.
ek.
el.
em.
en.
eo.
ep.
eq.
er.
es.
et.
eu.
ev.
ew.
ex.
ey.
ez.
fa.

fb.
fc.
fd.
fe.
ff.
fg.
fh.
fi.
fj.
fk.
fl.
fm.
fn.
fo.
fp.
fq.
fr.
fs.
ft.
fu.
fv.

fw.
fx.
fy.
fz.
ga.
gb.
gc.
gd.
ge.
gf.
gg.
gh.
gi.
gj.
gk. 2.2 INFORMASI DAN REFRENSI TENTANG PROYEK
gl. 2.2.1. Definisi Proyek
gm.

Proyek merupakan sekumpulan aktivitas yang saling

berhubungan dimana ada titik awal dan titik akhir serta hasil tertentu,
proyek biasanya bersifat lintas fungsi organisasi sehingga membutuhkan
bermacam keahlian (skills) dari berbagai profesi dan organisasi. Setiap
proyek adalah unik, bahkan tidak ada dua proyek yang persis sama.
Dipohusodo (1995) menyatakan bahwa suatu proyek merupakan upaya
yang mengerahkan sumber daya yang tersedia, yang diorganisasikan untuk

mencapai tujuan, sasaran dan harapan penting tertentu serta harus


diselesaikan dalam jangka waktu terbatas sesuai dengan kesepakatan.
gn.

Proyek adalah aktivitas sementara dari personil, material,

serta sarana untuk menjadikan/mewujudkan sasaran-sasaran (goals)


proyek dalam kurun waktu tertentu yang kemudian berakhir (PT. PP,
2003).
go. Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang saling
gp. berkaitan untuk mencapai tujuan tertentu (bangunan/konstruksi ) dalam
batasan
gq. waktu, biaya dan mutu tertentu. Proyek konstruksi selalu memerlukan
resources
gr. (sumber daya) yaitu man (manusia), material (bahan bangunan), machine
gs. (peralatan), method (metode pelaksanaan), money (uang), information
(informasi),
gt. dan time (waktu).
gu.
gv.
Dalam Suatu proyek konstruksi terdapat tiga hal penting
yang harus
gw.diperhatikan yaitu waktu, biaya dan mutu (Kerzner, 2006). Pada
umumnya, mutu
gx. konstruksi merupakan elemen dasar yang harus dijaga untuk senantiasa
sesuai
gy. dengan perencanaan. Namun demikian, pada kenyataannya sering terjadi
gz. pembengkakan biaya sekaligus keterlambatan waktu pelaksanaan
(Proboyo, 1999;
ha. Tjaturono, 2004). Dengan demikian, seringkali efisiensi dan efektivitas
kerja yang
hb. diharapkan tidak tercapai. Hal itu mengakibatkan pengembang akan
kehilangan
hc. nilai kompetitif dan peluang pasar (Mora dan Li, 2001).
hd.
he. Adapun pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan proyek konstruksi
hf. antara lain:
hg. 1. Pemilik
hh. 2. Perencana (konsultan)
hi. 3. Pelaksana kontraktor
hj. 4. Pengawas (konsultan)

hk. 5. Penyandang dana


hl. 6. Pemerintah (regulasi)
hm.
7. Pemakai bangunan
hn. 8. Masyarakat :
ho. a. Asosiasi
hp. b. Masyarakat umum
hq. Jasa konstruksi merupakan jasa pelayanan :
hr. 1. Perencanaan Konstruksi
hs. 2. Pelaksanaan Konstruksi
ht. 3. Pengawasan Konstruksi
hu. 4. Atau gabungan dari dua atau tiga pelayanan.
hv.
hw.
Rangkaian kegiatan dalam proyek konstruksi diawali
dangan lahirnya suatu gagasan yang muncul dari adanya kebutuhan dan
dilanjutkan dengan penelitian terhadap kemungkinan terwujudnya gagasan
tersebut (studi kelayakan). Selanjutnya dilakukan desain awal (preliminary
design),

desain

(procurement),

rinci

(detail

pembangunan

desain),
di

lokasi

pengadaan
yang

sumber

telah

daya

disediakan

(construction), dan pemeliharaan bangunan yang telah didirikan


hx. (maintenance) sampai dengan penyerahan bangunan kepada pemilik
proyek.
hy. 2.2.2. Latar Belakang Proyek
hz.

Politeknik Negeri Batam merupakan salah satu dari sekian

perguruan tinggi swasta yangdinegerikan oleh Pemerintah pada tahun


2010. Berdasarkan Permendiknas Nomor 26 Tahun2010, pada tanggal 18
Oktober 2010 satu-satunya Politeknik di Pulau Batam tersebut
berubahstatus menjadi perguruan tinggi negeri. Selain direspon positif oleh
masyarakat luas, industri,dan pemangku kepentingan lainnya, perubahan
status tersebut telah memberikan spirit yangsignifikan bagi Politeknik
Negeri

Batam

untuk

mempercepat

realiasasi

program-

programpengembangan yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis dan


rencana PengembanganInduk Pengembangan Politeknik Negeri Batam
Tahun 2010-2019. Gambaran pengembanganProgram studi dan target

kapasitas daya tampung berdasarkan Renstra dan RIP 2010-2019tersebut


dapat dilihat pada tabel berikut :
ia.
ib.

Target Daya Tampung Kelas Reguler Pagi :

ic.
id.
ie. Targer Daya Tampung Kelas Malam/Karyawan :

if.
ig.

Target Daya Tampung Total Mahasiswa :

ih.
ii.
ij.

Kurang dari satu tahun setelah penegerian, layanan

pendidikan ditambah 5 Program Studi baru.Fasilitas pembelajaran berupa

peralatan kelas, mesin dan peralatan laboratorium terus ditambahdengan


teknologi terbaru. Jumlah tenaga pendidik dan kependidikan juga terus
ditambah dandikembangkan melalui peningkatan pendidikan S2 dan S3
maupun training- training. Programprogrampengembangan minat dan
bakat mahasiswa serta beasiswa pun semakin banyak tersedia.
ik.

Berdasarkan Rencana Induk Pengembangan Politeknik

Negeri Batam 2010-2019 edisi tahun 2013,pengembangan tersebut akan


terus dilaksanakan. Setiap tahun akan dilakukan penambahanprogram
Studi baru. Untuk tahun 2014 akan dibuka Program Studi Instrumentasi
dan Program StudiMikro Elektronika. Program studi ini awalnya akan
dibuka pada tahun 2013, tetapi karenaketerbatasan ruangan kuliah dan
laboratorium yang terjadi pada tahun 2013, makapembukaannya diundur
satu tahun. Tahun 2015 akan dibuka Program Studi Program Studi
teknikPenerbangan (konsentrasi pemeliharaan dan perbaikan mesin dan
badan pesawat) danprogmra studi teknik Perkapalan (konsentrasi
pemeliharaan dan perbaikan mesin kapal) danProgram Studi Manajemen
Logistik.

Tahun

2016

akan

dibuka

Program

Studi

Teknik

Kelautan,geoinformatika, animasi dan pariwisata/perhotelan. Demikian


seterusnya

sampai

dengan

mencapaikapasitas

maskimum

kampus

sebanyak 17 Program Studi pada tahun 2019.


il.

Penambahan program studi baru selain menyebabkan

penambahan jumlah mahasiswa baikkelas pagi maupun kelas malam, juga


menimbulkan konsekuensi penambahan kebutuhansumberdaya manusia,
peralatan, dan yang pasti luas bangunan yang akan menampung
seluruhaktivitas pembelajaran dan pendukung pembelajaran seperti ruang
kuliah,ruang laboratorium/bengkel, ruang dosen, ruang adminsitrasi dan
ruang aktivitaskemahasiswan. Jika
im.

dihitung menggunakan standar sarana pada penilaian

akreditasi, denganrasio mahasiswa dan luas lantai adalah satu mahasiswa =

15 m2. Dengan menggunakan dasarperhitungan jumlah mahasiswa kelas


pagi, maka kebutuhan luas lantai pembelajaran yangdiperlukan secara
bertahap dapat dilihat pada tabel berikut.
in.
io.

Untuk penambahan sumber daya manusia, peralatan dan

mesin laboratorium secara bertahapdilakukan melalui proses pengajuan


dan pengadaan setiap tahun mulai tahun 2011. Namuntidak demikian
dengan kebutuhan penambahan luas bangunan yang sangat diperlukan
untukruang kuliah dan ruang laboratorium. Satu unit gedung utama dan 7
unit bengkel yang saat iniada tidak lagi dapat menampung kebutuhan
ruangan. Data rincian pengalokasian GedungUtama dan 7 unit bengkel
saat ini dapat dilihat pada Tabel 1 sebagai berikut;
ip.

iq.

Jika ingin tetap berupaya merealisasi program studi dan

peningkatan kapasitas mahasiswa,sesuai dengan tabel kebutuhan luas


lantai ideal per tahun di dalam RIP, maka sejak tahun 2013jika
dibandingkan dengan kondisi actual saat ini, maka sudah terjadi
kekurangan luas lantaibangunan yang mendukung pembelajaran. Hal ini
karena sampai tahun 2013 ini luas lantaiactual yang digunakan baru
mencapai 14.873 m2 sedangkan kebutuhan seharusnya mulaitahun 2013
sekitar 21900 m2. Ini berarti saat ini sudah terjadi kekurangan luas
lantaipendukung pembelajaran sekitar 7000 m2. Padahal seiring dengan
penambahan program studibaru, kebutuhan luas lantai terus bertambah
pada tahun 2014 menjadi 24.300 m2.
ir.

Dengan 8 program studi yang diselenggarakan pada tahun

2013 jumlah mahasiswa aktif aktualKelas Pagi sebanyak 1.269 orang dan
761 orang mahasiswa Kelas Karyawan/malam terjadikekurangan 12 ruang
kelas. Kekurangan ruang kelas tersebut saat ini masih bisa diatasi
denganmengalihfungsikan

auditorium

menjadi

ruang

kelas.

Satu

auditorium dipartisi menjadi 8 ruangkelas. Solusi ini hanya bisa mengatasi


masalah kekurangan ruang kelas dan ruang laboratoriumjangka pendek
selama Tahun Ajaran 2013/2014. Penambahan mahasiswa dan program
studibaru tahun 2014 dan tahun-tahun selanjutnya tentu tidak dapat lagi
difasilitasi dengan ruang tambahan dari partisi auditorium tersebut.
Auditorium yang saat ini dimilikipun diperkirakantidak dapat lagi
menampung kegiatan wisuda atau kuliah umum mulai tahun 2013.
Demikianjuga dengan ruang kemahasiswaan, mushola, sarana olah raga,
dan lain-lain.
is.

Oleh karena itu untuk mengantisipasi RIP yang telah

disusun untuk 5 tahun ke depan, dan agar prosesperencanaan


pengembangan seluruh fasilitas tambahan kampus yang diperlukan dengan
luas lahanyang sangat terbatas untuk mendukung pencapaian rencana
strategis 5 tahun ke depan dapat lebihterpadu, komprehensif dan

terintegrasi, maka pada tahun 2015 ini dipandang perlu untuk


menyusunsuatu Masterplan Pengembangan Kampus Politeknik 2015-2019
termasuk di dalamnya DetailEngineering Design (DED) dari setiap item
bangunan yang dikembangkan. Adanya masterplan dapatmenjamin
terwujudnya keselarasan dan keserasian bangunan dengan bangunan,
bangunan denganprasarana dan lingkungannya, serta menjaga keselamatan
bangunan dan lingkungannya. Penyusunanmaster plan lengkap dengan
DED

ini

diharapkan

juga

dapat

diidentifikasi

rancangan

kebutuhanbangunan secara teknis berdasarkan kebutuhan pengembangan


institusi. Selain implementasi dapatterpadu pentahapannya, seperti yang
tertuang dalam master plan dan DED baru, waktu prosesperencanaan
untuk masing-masing bangunan yang diperlukandan akan dibangun dalam
kurun waktu5 tahun ke depan dapat dihilangkan sehingga proses
pengadaannya dapat lebih cepatdilakukan.Dengan luas lahan yang sangat
terbatas, atau hanya sekitar 10,5 Ha, dan adanya komitmenuntuk tetap
memberikan ruang hijau terbuka minimal sebesar 30% dari luas lahan
yang ada, makakonsep pembangunan yang dituangkan dalam Master plan
dan DED bangunan gedung perkuliahanmaupun gedung aktivitas
pendukung pembelajaran lainnya di lingkungan kampus existing
dilakukansecara vertikal.
it.

Sementara, terkait jenis bangunan yang akan dibangun, jika

ditinjau dari sisi fungsionalitas denganpenambahan program studi maka


terdapat beberapa bangunan yang diperlukan dalam kurun 5 tahunke
depan, antara lain:
iu.

1. Gedung Perkuliahan dan laboratorium Praktek ((Tower A dan

Tower B, minimal 12 lantai)Pembangunan gedung ini didasarkan pada


rencana Politeknik membuka 10 program studi barudalam 5 tahun ke
depan dan diharapkan dapat menampung tambahan mahasiswa sekitar
2000-2500 mahasiswa baru. Dan jika menggunakan standar 10m2 per

mhs, maka dibutuhkan gedungperkuliahan dengan luas lantai sekitar


20.000 m2 untuk menampung mahasiswa dengan jumlahtersebut,
iv.

2. Gedung Auditorium/Amphi Theater (minimal 3 lantai dengan

total kapasitas 5.000 orang)Pembangunan gedung ini didasarkan pada


kebutuhan untuk aktivitas akademik dan nonakademik,seperti kegiatan
dies natalis, wisuda,dan berbagai kegiatan ilmiah lainnya. Selain
itugedung juga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa maupun masyarakat
untuk pagelaran music,konser.
iw.

3. Gedung Student & Technopreneur Center (minimal 3

lantai)Pembangunan gedung ini didasarkan pada adanya kebutuhan


tempat

semacam

secretariat

bagimahasiswa

berinteraksi

dan

berorganisasi serta untuk aktivitas incubator bisnis yang akanmelahirkan


technopreneur dari para mahasiswa.
ix.

4. Gedung Bengkel/Workshop, termasuk untuk Hanggar Pesawat

(minimal 3 lantai)Pembangunan Bengkel/workshop didasarkan adanya


kebutuhan untuk mendukung prosespembelajaran di beberapa prodi
rekayasa, termasuk salah satu bengkel tersebut akan digunakansebagai
hangar pesawat oleh prodi perawatan dan perbaikan pesawat
iy.

5. Gedung Asrama Mahasiswa (minimal 4 lantai)Pembangunan

asrama mahasiswa baik untuk putra maupun putri, didasarkan adanya


kebutuhanpoliteknik untuk memfasilitasi tempat tinggal bagi mahasiswa
terutama dari pulau sekitar batamdan kepulauan Riau serta mahasiswa
kurang mampu.
iz.

6. Sarana Olah raga Indoor minimal 2 lantai (badminton, tenis

meja, kolam renang)) dan Outdoor(lapangan futsal, tennis, volley,


basket)Pembangunan sarana olah raga didasarkan adanya kebutuhan
Politeknik untuk mengembangkanprogram keseimbangan jasmani dan
rohani bagi sivitas akademika khususnya para mahasiswaselain aktivitas

penalaran dan keterampilan yang dikembangkan melalui proses


pembelajaran.
ja.

7. Mesjid (termasuk menara, minimal 3 lantai)Pembangunan

sarana ibadah berupa mesjid didasarkan adanya kebutuhan dari sivitas


akademikayang mayoritas beragama Islam menunaikan kewajibannya
sekaligus

sebagai

wadahmengembangkan

berbagai

kegiatan

pembangunan karakter dan rohani bagi sivitas akademika.


jb.

Berdasarkan gambaran tentang jenis bangunan maka

Pekerjaan Perencanaan DED Gedung Sarana danPrasarana Perkuliahan


serta Penunjang Politeknik Negeri Batam Tahun Anggaran 2015
meliputi :
jc.
jd.
je.
jf.

a) 2 unit Gedung Perkuliahan dan laboratorium Praktek


b) 1 unit Gedung Auditorium/Amphi-Theater
c) 1 unit Gedung Student & Technopreneur Center
d) 2 unit Gedung Bengkel/Workshop, termasuk untuk Hanggar

Pesawat
jg.
e) 2 unit Gedung Asrama Mahasiswa
jh.
f) Sarana Olah raga Indoor
ji.
g) Sarana Olah raga Outdoor terdiri dari
jj.
h) 1 unit Masjid
jk.
i) Infrastruktur lainnya termasuk koridor yang terintegrasi antar
seluruh gedung, drainase, PJU,jalan, schulpture, dll)
jl.
jm. 2.2.2. Pihak-Pihak yang Terilbat Dalam Proyek
jn. 1). Owner (Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi)
jo. 2). Konsultan Perencana (PT.Akitek team empat)
jp. 3). PT. Artefak Arkindo
jq.

Tenaga ahli yang dibutuhkan dalam penyelesaian

pekerjaan ini adalah sebagai berikut :


jr. 1.Team Leader,

js.
jt.

Kualifikasi

ju.a.

Pendidikan Sarjana (S2) Teknik Arsitektur, yang ekivalen

dibidang Teknik Arsitektur, jumlah 1 orang dengan Pengalaman


minimal 12 (Dua belas) tahun, dibidang Perencanaan

Teknis

Bangunan atau Perencanaan teknis bidang lainnya yang relevan


serta

memiliki

sertifikat keahlian (Ahli Perencana Utama

Arsitektur) sesuai bidang yang masih berlaku, memiliki NPWP dan


bukti Penyelesaian pajak.
jv.b. Memiliki pengalaman
konstruksi sebelumnya,

sebagai

ketua

tim

pada

layanan

khususnya dibidang perencanaan teknis

bangunan.
jw.

Tugas

Utama

dan

tanggung jawab :
jx.
jy.
jz.

Ruang lingkup tugas ketua Tim dibedakan berdasarkan

periode tahapan kegiatan meliputi:


ka.
1. Selama periode kegiatan perencanaan teknik berlangsung
sejak tanda tangan kontrak adalah menyelenggarakan seluruh
kegiatan pra survey, survey, analisa dan perencaaan teknis, serta
meliputi seluruh kegiatan lapangan , laboratorium,

Ketua Tim

bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh keluaran yang


dihasilkan oleh tim yang dipimpinnya, serta terikat dengan target
waktu, mutu dan biaya.
kb.

2. Pada periode pelaksanaan selama 6 (enam) bulan terhitung

sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja.


kc.

Dalam melaksanakan tugas Ketua Tim harus menunjukkan

kompetensi

dan profesionalitas,

dalam menjalankan

manajemen

efektif dan efisien, secara melekat

melakukan

pengawasan

dan

pengendalian internal terhadap prosedur dan produk untuk menjamin


mutu yang diharapkan. Ketua tim

harus

memiliki

kemampuan

kepemimpinan (Leadership) untuk dapat mengatur, memotivasi, dan


mengarahkan seluruh anggota timnya agar dapat mengendalikan sumber
dayanya, biaya, waktu dan sasaran fisik dari segi kualitas dan kuantitas
hasil konstruksi.
kd.
ke.

2. Ahli Sipil Struktur ( Structural Engineer )


Kualifikasi :
kf.
Pendidikan Sarjana (S1) Teknik Sipil, atau yang setara
dibidang Teknik Struktur, Jumlah 2 Orang dengan

Pengalaman

minimal 10 ( sepuluh ) tahun, dibidang Perencanaan teknis struktur


atau Perencanaan

teknis bidang lainnya yang relevan. Memiliki

sertifikat keahlian (Ahli Madya Perencana Struktur) sesuai bidang


yang masih berlaku, memiliki NPWP dan bukti penyelesaian Pajak .
kg.
kh. Tugas Utama danTanggung jawab :
ki.
Tugas Ahli Struktur

adalah

merencanakan

dan

melaksanakan semua kegiatan dalam perencanaan struktur bangunan


yang sesuai dengan keadaan tanah dilapangan yang mensukung
stabilitas pembangunan Fisik dilapangan. Tugas tersebut mencakup
pelaksanaan

Survey, Pemilihan

Geometric,

dan bangunan

tipe bangunan,

pelengkap

yang

perencaaan

diperlukan,

serta

harus menjamin bahwa rencana bangunan dan bangunan struktur


pendukung yang dihasilkan adalah pilihan yang paling ekonomis dan
sesuai dengan standar teknis yang berlaku.
kj.
kk.
kl.
km.
kn.

3. Ahli Arsitek
Kualifikasi :

ko.
setara

Pendidikan Sarjana (S1) Teknik Arsitektur, atau yang

dibidang

Teknik

Arsitektur,

Jumlah

2Orang

dengan

Pengalaman minimal 10 ( sepuluh ) tahun, dibidang Perencanaan


teknis struktur atau Perencanaan teknis bidang lainnya yang relevan.
Memiliki sertifikat keahlian (Ahli Madya Arsitek) sesuai bidang
yang masih berlaku, memiliki NPWP dan bukti penyelesaian Pajak .
kp. Tugas Utama danTanggung jawab :
kq.
Tugas Ahli
Arsitek adalah :
kr. l Merencanakan, mengkoordinasi dan mengendalikan semua
kegiatan

dan personil

yang terlibat dalam pekerjaan sehingga

pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik serta mencapai hasil


yang berkualitas dan tepat Mutu Skala Standard.
ks. 2. Mempersiapkan petunjuk pelaksanaan
dalam

tahap

pengumpulan

kegiatan,

baik

data, pengolahan, dan penyajian

akhirdari hasil keseluruhan pekerjaan


kt.

4.

Ahli Arsitek

Interior
ku.

Kualifikasi :
kv.
Pendidikan Sarjana (S1) Teknik Arsitektur Interior,
atau yang setara dibidang Teknik Arsitektur Interior,
Orang

dengan

Pengalaman

dibidang Perencanaan

teknis

minimal
struktur

8 ( Delapan
atau

Jumlah

) tahun,

Perencanaan

teknis

bidang lainnya yang relevan. Memiliki sertifikat keahlian (Ahli


Madya) sesuai bidang yang masih berlaku, memiliki NPWP dan
bukti penyelesaian Pajak .
kw. Tugas Utama danTanggung jawab :
kx.
Tugas Ahli Arsitek Interior adalah :
ky.

1.

Merencanakan,

mengkoordinasi

dan mengendalikan

semua kegiatan yang berhubungandengan interior bangunan


dan

personil

yang

terlibat

dalam

pekerjaan

sehingga

pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik serta mencapai hasil


yang berkualitas dan tepat Mutu Skala Standard.
kz.

2.

Mempersiapkan

baik

dalam

tahap

petunjuk

pelaksanaan

pengumpulan

kegiatan,

data,pengolahan, dan

penyajian akhirdari hasil keseluruhan pekerjaan.


la.
lb.

5. Ahli Mekanikal (Mechanical Engineer )


lc.

Kualifikasi :
ld.
Pendidikan Sarjana (S1) Teknik Mesin, Jumlah 2 Orang
dengan Pengalaman minimal 8 (delapan) tahun. Memiliki sertifikat
keahlian (Ahli Madya Teknik Mesin) sesuai bidang yang masih berlaku,
memiliki NPWP dan bukti penyelesaian Pajak .

le.

Tugas Utama dan Tanggung jawab :


lf.
Mekanikal.

Ahli

Mekanikal

Dalam

Bertugas

melaksanakan

merancang
tugas,

sistem

AhliMekanikal

bertanggung jawab kepada Team Leader.


lg.
lh.
li.
lj.
lk.

6. Ahli Elektrikal (Electrical Engineer )


ll.

Kualifikasi :
lm.
Pendidikan Sarjana (S1) Teknik Elektro, Jumlah 2 Orang
dengan Pengalaman minimal 8 (delapan) tahun. Memiliki sertifikat
keahlian

ln.

(Ahli

Madya)

sesuai

bidang

yang

masih

berlaku,

memiliki NPWP dan bukti penyelesaian Pajak .


Tugas Utama dan Tanggung jawab :
lo.
Ahli Elektrikal Bertugas merancang sistem elektrikal
bangunan

gedung.

Dalam

melaksanakan tugas, Ahli Elektrikal

bertanggung jawab kepada Team Leader.

lp.
lq.

7. Ahli Landscape ( Landscape Engineer )


lr.

Kualifikasi :
ls.
Pendidikan Sarjana (S1) Teknik Arsitektur, Jumlah 2
Orang dengan Pengalaman minimal 8 (delapan) tahun. Memiliki
sertifikat keahlian (Ahli Madya Perencana)

lt.

sesuai bidang yang

masih berlaku, memiliki NPWP dan bukti penyelesaian Pajak .


Tugas Utama danTanggung jawab :
lu.
Tugas
Ahli
Landscape
berkoordinasi
dengan
Pimpinan Tim Perencanaan dan para tenaga ahli lainnya secara
rutin dan periodik terkait dengan kondisi & validasi data lapangan,
pengembangan konsep landscape kawasan, dan strategi teknis desain
secara lengkap, Melakukan analisis kondisi landscape kawasan dan
perancangan landscape kawasan, Bertanggung jawab penuh atas
hasil perencanaan dan desainnya sesuai dengan bidang keahlian, baik
pada dokumen tertulis, maupun pada dokumen gambar tekniknya,
Dalam melaksanakan

tugas, Ahli Landscape bertanggung jawab

kepada Team Leader.


lv.

8. Ahli Arsitektur Green Building


lw.

Kualifikasi :
lx.
Pendidikan Sarjana (S1) Teknik Arsitektur, Jumlah 1
Orang dengan Pengalaman minimal 8 (delapan) tahun. Memiliki
sertifikat keahlian (Ahli Madya Perencana)

sesuai bidang yang

masih berlaku, memiliki NPWP dan bukti penyelesaian Pajak .


ly. Tugas Utama dan Tanggung jawab :
lz.
Tugas Ahli Green Building berkoordinasi dengan
Pimpinan Tim Perencanaan dan para tenaga ahli lainnya secara rutin
dan periodik terkait dengan kondisi & validasi data lapangan,
pengembangan konsep Green Building dan strategi teknis desain
secara lengkap, Melakukan studi terhadap Bangunan hijau (Green
Building) yang merupakan bangunan berkelanjutan yang mengarah

pada struktur dan pemakaian proses yang bertanggungjawab terhadap


lingkungan dan hemat sumber daya sepanjang siklus hidup bangunan
tersebut, mulai dari pemilihan tempat sampai desain konstruksi, operasi
perawatan, renovasi dan peruntuhan . Praktik ini memperluas dan
melengkapi desain bangunan klasik dalam hal ekonomi, utilitas,
durabilitas dan kenyaman. Dalam melaksanakan tugas, Ahli Green
Building bertanggung jawab kepada Team Leader.
ma.

9. Ahli Teknik Lingkungan

mb.

Kualifikasi :
mc.
Pendidikan Sarjana (S1) Teknik Lingkungan, Jumlah
2 Orang dengan Pengalaman minimal 8 (delapan) tahun. Memiliki
sertifikat keahlian (Ahli Madya Perencana)

sesuai bidang yang

masih berlaku, memiliki NPWP dan bukti penyelesaian Pajak .


md.

Tugas Utama danTanggung jawab :


me.

Tugas

Ahli

Teknik

Lingkungan

berkoordinasi

dengan Pimpinan Tim Perencanaan dan para tenaga ahli lainnya


secara rutin dan periodik terkait dengan kondisi & validasi data
lapangan, pengembangan kawasan, dan strategi teknis desain secara
lengkap,

Melakukan

analisis

kondisi Lingkungan kawasan dan

perancangan lingkungan kawasan, Bertanggung jawab penuh atas hasil


perencanaan dan desainnya sesuai dengan bidang keahlian, baik pada
dokumen tertulis, maupun pada
Dalam

melaksanakan

tugas,

dokumen
Ahli

gambar
Teknik

tekniknya,
Lingkungan

bertanggung jawab kepada Team Leader.


mf.
mg.

10. Ahli Teknik Geodesi

mh.

Kualifikasi :
mi.
Pendidikan Sarjana (S1) Teknik Geodesi, Jumlah 1
Orang dengan Pengalaman

minimal 8 (delapan) tahun. Memiliki

sertifikat keahlian (Ahli Madya Perencana)

sesuai bidang yang

masih berlaku, memiliki NPWP dan bukti penyelesaian Pajak .


mj.

Tugas Utama dan Tanggung jawab :


mk.

Tugas Ahli Teknik Geodesi

berkoordinasi

Pimpinan Tim Perencanaan dan para tenaga ahli


rutin

dan periodik

terkait

dengan

kondisi

dengan

lainnya

secara

& validasi

data

lapangan, pengembangan kawasan, dan strategi teknis desain secara


lengkap,

Melakukan

Bertanggung

analisis

kondisi Kondisi Lahan kawasan,

jawab penuh atas hasil perencanaan

dan desainnya

sesuai dengan bidang keahlian, baik pada dokumen tertulis, maupun


pada dokumen gambar tekniknya, Dalam melaksanakan tugas, Ahli
Teknik Geodesi bertanggung jawab kepada Team Leader.
ml.
mm. 11. Ahli Intelegent Building
mn.

Kualifikasi :
mo. Pendidikan Sarjana (S1) Teknik Informatika Jumlah
1 Orang dengan Pengalaman minimal 8 (delapan) tahun. Memiliki
NPWP dan bukti penyelesaian Pajak .

mp.

Tugas Utama dan Tanggung jawab :


mq.

Menganalisis konsep Intelegent Building System yang

merupakan teknologi dengan instalasi yang memungkinkan


perangkat

fasilitas

Gedung

dapat

dirancang

dan

seluruh
diprogram

sesuai kebutuhan, keinginan dan control otomatis terpusat. Dalam


melaksanakan tugas, Ahli Teknik Intelegent Building bertanggung
jawab kepada Team Leader.
mr.
ms.
mt.

12. Ahli Dokumen Tender / lelang


Kualifikasi :

mu.

Pendidikan Sarjana (S1) Teknik Sipil, Jumlah 2 Orang

dengan Pengalaman minimal 8 (delapan) tahun. Memiliki sertifikat


keahlian

(Ahli

Madya)

sesuai

bidang

yang

masih

berlaku,

memiliki NPWP dan bukti penyelesaian Pajak .


mv.

Tugas

Utama

dan

Tanggung jawab :
1. Membantu

pembuatan

dokumen Lelang.
mw. 13. Ahli Estimasi Biaya ( Cost Quantity Engineer )
mx.

Kualifikasi :
my.
Pendidikan Sarjana (S1) Teknik Sipil, Jumlah 3 Orang
dengan Pengalaman minimal 8 ( delapan ) tahun. Memiliki sertifikat
keahlian

(Ahli

Madya)

sesuai

bidang

yang

masih

berlaku,

memiliki NPWP dan bukti penyelesaian Pajak .


mz.
Tugas
Utama
na.

dan

Tanggung jawab :
1.
Membuat analisa dan perhitungan harga satuan setiap mata
pembayaran, Pengumpulan data harga bahan / material serta peralatan
pada proyek-proyek

yang sedang berjalan terutama yang terdekat

dengan rencana pekerjaan ini, untuk digunakan sebagai pembanding.


nb. 2.

Menghitung kuantitas bahan dan kebutuhan lain berdasarkan hasil

perrencanaan yang ada.


nc. 3. Membantu pembuatan dokumen Lelang.
nd. 4.
Bertanggung jawab atas semua perhitungan
konstruksi berdasarkan pada perencanaan yang ada

harrga dan biaya

ne. 5. Menjamin bahwa data, perhitungan


perhitungan

kuantitas

analisa harga satuan dan

pekerjaan yang dihasilkan adalah benar dan

akurat.
nf.
ng.Tenaga ahli juga dibantu oleh Assisten Tenaga Ahli dan Tenaga
pendukung antara lain :
nh. Assisten Tenaga Ahli yang dibutuhkan adalah :
ni. 1.
Assisten Tenaga Ahli Teknik Sipil Struktur, 2 (Dua) orang,
Pendidikan Sarjana Teknik Sipil Struktur, pengalaman minimal 5 (lima)
tahun, memiliki sertifikat keahlian Muda Struktur.
nj. 2.
Assisten Tenaga Ahli Arsitek, 2 (Dua) orang, Pendidikan Sarjana
Teknik Arsitek, pengalaman minimal 5 (lima) tahun, memiliki sertifikat
keahlian Muda.
nk. 3.

Assisten

Tenaga

Ahli

Arsitek

Interior,

(Dua)

orang,

Pendidikan Sarjana Teknik Arsitek, pengalaman minimal 5 (lima) tahun,


memiliki sertifikat keahlian Muda.
nl. 4.

Assisten Tenaga Ahli Mekanikal,

Sarjana

2 (Dua) orang, Pendidikan

Teknik Mesin,pengalaman minimal 5 (lima) tahun, memiliki

sertifikat keahlian Muda.


nm. 5.

Assisten Tenaga Ahli Elektrikal, 2 (Dua) orang, Pendidikan

Sarjana

Teknik Elektro, pengalaman minimal 5 (lima) tahun, memiliki

sertifikat keahlian Muda.


nn. 6. Assisten Tenaga Ahli Landscape,
Sarjana

Teknik

2 (dua) orang, Pendidikan

Arsitek, pengalaman minimal 5 (lima) tahun, memiliki

sertifikat keahlian Muda.


no. 7.
Assisten Tenaga Ahli Lingkungan, 2 (Dua) orang, Pendidikan
Sarjana

Teknik

Lingkungan, pengalaman minimal 5 (lima) tahun,

memiliki sertifikat keahlian Muda.

np. 8.

Assisten Tenaga Ahli Dokumen

Tender,

1 (Satu) orang,

Pendidikan Sarjana Teknik Sipil , pengalaman minimal 5 (lima) tahun,


memiliki sertifikat keahlian Muda.
nq. 9.

Assisten

Tenaga

Ahli

Cost

Estimator,

(Empat)

orang,

Pendidikan Sarjana Teknik Sipil, pengalaman minimal 5 (lima) tahun,


memiliki sertifikat keahlian Muda.
nr. Tenaga Pendukung yang dibutuhkan adalah :
ns. 1.

Administrasi, 3 (tiga) orang, minimal SMA pengalaman 8 (

delapan ) tahun atau D3

atau sederajat minimal pengalaman 5 ( lima )

tahun
nt. 2. Tenaga Surveyor, 12 ( Dua belas ) orang, minimal STM pengalaman
8 ( delapan ) tahun atau D3 Sipil atau sederajat minimal pengalaman 5 (
lima ) tahun.
nu. 3.
Drafter CAD, 10 ( Sepuluh ) orang, minimal STM pengalaman 8 (
delapan ) tahun atau D3 Sipil atau sederajat minimal pengalaman 5 ( lima
) tahun. Memiliki sertifikat Autocad.
nv. 4. Operator Komputer, 5 (Lima) orang , minimal SMA pengalaman 8 (
delapan ) tahun atau D3 Sipil atau sederajat minimal pengalaman 5 (
lima ) tahun. Memiliki sertifikat Program Komputer seperti Windows
dan Microsoft.
nw.5. Driver , sebanyak 3 orang.
nx. 6. Office Boy , Sebanyak 3 orang
ny. Adapun Struktur Organisasi serta
kualifikasinya sebagai berikut
nz.

daftar

tenaga

ahli

beserta

oa.

ob.
oc.
od.
oe.
of.

og.
oh.
oi.
oj.
ok. 2.3. Spesifikasi Proyek
ol. Dalam proyek Perencanaan Master Plan Dan DED Pembangunan Kampus
Terpadu Dan Gedung Kuliah Politeknik Negeri Batam. Luas lahan
keseluruhan sebesar 10,5ha. dyang terdiri dari beberapa jenis bangunan
yang akan di bangun. Seperti bangunan gedung perkuliahan, laboratorium,
auditorium, asrama, bengkel dan segala fasilitas lainya.
om.

2.3

TEORI-TEORI

PENDUKUNG

PEKERJAAN

DI

PROYEK1
on. 1. Denah
oo.

DENAH adalah :

Merupakan

penampang

potongan

horisontal dari suatu obyek/bangunan, yang potongannya terletak pada


ketinggian 1,00 m dari atas lantai ruangan dalam bangunan
op.

Denah mencerminkan skema organisasi kegiatan dalam bangunan

dan merupakan unsur penentu bentuk bangunan.Denah

berguna

untuk

mengungkapkan banyak hal, seperti untuk mengungkapkan banyak hal


seperti ruang sirkulasi dengan ruang untuk beraktivitas, dan hubunganya
baik antar ruang di dalam bangunan maupun diluar bangunan yang
masih

terletak

didalam tapak, secara keseluruhan memberi makna bagi

bangunan tersebut. Menempatkan gambar denah pada suatu tapak dalam


bidang gambar mempertimbangkan beberapa faktor, yaitu :
1. Posisi arah utara, umumnya menghadap keatas.
2. Posisi jalan, sebagai orientasi pencapaian ke tapak, umumnya
ditempatkan dibagian bawah bidang gambar dengan layout bangunan
yang dominan ortografis dan sejajar terhadap bidang bawah gambaR
oq.
or. TUJUAN GAMBAR DENAH
os.
ot. Untuk menjelaskan Ruang Ruang dua dimensi yang
ou.
ov.
ow.
ox.
oy.
oz.
pa.
pb.
pc.
pd.

direncanakan
Hubungan Ruang
Fungsi Ruang
Ukuran Ruang
Posisi / elevasi lantai / Ruang
Hubungan Rg dalam (interior) dan Rg luar (ekstrior)
Letak pintu dan jendela
Susunan perabotan (Furniture)
Karakter obyek bangunan

Kelengkapan dalam Mengkomunikasikan Gambar Denah


1.
2.
3.
4.
5.

Nama gambar dan skala gambar


Ukuran ruang
Notasi dinding
Notasi bukaan pintu dan jendela
Notasi struktur

kolom
6. Notasi teras
7. Piel
muka
tanah
8. Garis

arah

pemotong
9. Garis rencana atap
pe.
pf.

Langkah Kerja Mengkomunikasiakan Gambar Denah


pg.
ph.

pi.
pj.
pk. Aturan dalam Memberi notasi dinding

pl.
pm.

1. garis tipis untuk arsir-arsir notasi


2. garis tipis untuk bidang yang berkesan licin, contoh :

plesteran.
pn.
3. garis sedang untuk bidang yang berkesan kasar, contoh : batu
bata
po.

4. garis tebal untuk bidang yang berkesan sangat kasar, contoh : cor
beton

pp. Aturan dalam Memberi notasi tangga

pq.

1.
2.
3.
4.

Arah panah menentukan arah naik


Bentuk perpotongan ditentukan dengan notasi bergaris tebal
Elemen kontruksi yang hampir datar ditentukan dengan garis tipis
Elemen kontruksi yang memiliki ketinggian ditentukan dengan garis
setengah tebal

pr. Aturan dalam memberi notasi level lantai

ps.
1. Garis lantai dibuat dengan sangat tipis, bentuk dan ukuranya
menunjukan acuan untuk pelaksanaan
2. Level lantai ditulis design sistem plus minus, acuan nilai nol (+0.00)
diletakan pada ruang utama
3. Tiap perbedaan ketinggian lantai di beri garis tipis
pt.
pu. 3.Potongan
pv.

POTONGAN

gambar

penampang

bangunan

yang

diproyeksikan pada bidang vertikal, yang posisinya diambil pada


tempat-tempat tertentu.
pw.

Gambar potongan untuk suatu desain bangunan diperlukan guna

px.

menjelaskan kondisi ruangan- ruangan ( dimensi, sakala, konstruksi)

didalam bangunan ataupun diluar bangunan seperti yang diinginkan oleh

perencana dan bermanfaat sebagai komunikasi yang komunikatif ( diungkapkan


dalam skala).
py.

POTONGAN

MEMANJANG

Bidang

potongan yang terletak sejajar dengan bidang


jalan utamanya
pz.

POTONGAN MELINTANG : adalah bidang penampang potongan pada

bangunan yang sejajar atau ortografis terhadap bidang jalan utamanya. Sering
kali pengertian tentang potongan melintang dan memanjang ini, dalam notasi
dan arah pandang potongan ditempatkan di dalam gambar denah, sekurangkurangnya dua buah notasi potongan dalam posisi yang berlawanan, disebut
dengan istilah potongan melintang dan potongan memanjang. Istilah ini dapat
memberikan konotasi yang berbeda jika dikaitkan dengan lay-out bangunan.
qa.

Batas-batas tapak dan bangunan yang komplek, kondisi bangunan

dengan lokasi lebih dari satu jalan utama, menjadi sulit untuk dituliskan dengan
istilah potongan melintang ataupun memanjang, maka digunakan notasi dengan
huruf atau dengan angka saja, seperti potongan A A, B B ,dst ; potongan 1
1, 2 2, dst ; potongan I I , II II, dst , yang ditentukan oleh perencana.
qb.

Cara

mengambil

obyek

gambar

potongan :
qc.

Potongan dapat diambil atau di letakan pada tempat- tempat yang dilalui

oleh Ruang yang di anggap sebagai interest point atau bagian titik terpenting
pada rancangan bangunan, sehingga pada bagian tersebut dapat di informasikan.
Gambar Potongan bangunan harus dapat dan mampu menginformasikan
tentang :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Konstruksi
Struktur bangunan
Ruang
Sistem cahaya, ventilasi
Leveling perbedaan lantai
Sistem langit-langit / plafond

7. Ketinggian bangunan
8. Spesifikasi material yang digunakan
qd.

GAMBAR POTONGAN : lebih bersifat realitis dan lebih mudah untuk

dimengerti dari pada gambar DENAH karena gambar ini memperlihatkan


ukuran Horizontal dan ukuran VertikalDilihat dari cara mengkomunikasikan
gambar potongan, ada dua jenis gambar potongan :
qe.
qf.

Potongan arsitektural gambar ini menginformasikan :

qg.

Tinggi bangunan
Tinggi rendah lantai (permainan lantai)
Tinggi plafond (permainan plafond)
Bentuk atap
Sistem ventilasi cahaya, sirkulasi udara dsb
Ukuran sistem bangunan
Keterangan material
Kelengkapan dalam mengkomunikasikan gambar potongan.

qh. Aturan dalam memberi notasi gambar potongan


1. Letak dan arah potongan ditandai dengan menggunakan tanda
panahdiatas gambar denah.
2. Warna gelap atau arsir dipakai untuk mempertegas unsur-unsur
dalamdenah yang terpotong.
3. Jika skala gambar bertambah besar maka tingkat ketelitiannya
akanbertambah pula
qi. 4.Tampak
qj. Gambar tampak sama pentingnya dengan gambar DENAH dan
POTONGAN,

secara

teknis

di

buat

berdasarkan

proyeksi

ORTHOGONAL sehingga secara grafis akan terlihat gambar berupa dua


dimensi yang datar.

qk. Yang perlu diperhatikan dalam menggambar tampak.

Letak pintu
Ketinggian bangunan
Bentuk atap
Tinggi pintu standart T.200 210 cm
Letak garis ambang kusen dan jendela bawah dan atas diusahakan sama.
Ketinggian lantai terhadap tanah.

ql. Gambar tampak bisa dilengkapi:

Rendering (pohon/tanaman)
Arsir bayangan (efek cahaya)
Penampilan material bahan bangunan

qm. Untuk memperlihatkan gambar-gambar 2 dimensi kelihatan seperti tiga


dimensional.
qn.
qo.
GAMBAR TAMPAK
qp.
qq. Gambar tampak bangunan adalah cara mengkomunikasikan bentuk fisik
arsitektur yang dilihat dari arah pandang frontal (ortografis dengan bidang
obyeknya).
qr.
Tampak bangunan paling tidak memiliki 4 arah pandang dari obyek
bangunan tersebut. Dalam mengkomunikasikan gambar tampak bangunan, maka
faktor tapak berperanan penting untuk diperhatikan, faktor lingkungan
memberikan estetika tersendiri terhadap obyek bangunan tersebut.
qs. Terdapat beberapa karakter komunikasi tempak yang diakibatkan oleh
posisi bangunan terhadap karakteristik tapaknya.
qt.
qu. GAMBAR TAMPAK
qv.

Gambar tampak bangunan adalah cara mengkomunikasikan

bentuk fisik arsitektur yang dilihat dari arah pandang frontal (ortografis
dengan bidang obyeknya).Tampak bangunan paling tidak memiliki 4 arah

pandang dari obyek bangunan tersebut. Dalam mengkomunikasikan


gambar tampak bangunan, maka faktor tapak berperanan penting untuk
diperhatikan, faktor lingkungan memberikan estetika tersendiri terhadap
obyek bangunan tersebut.Terdapat beberapa karakter komunikasi tempak
yang diakibatkan oleh posisi bangunan terhadap karakteristik tapaknya.
qw.KELENGKAPAN

DALAM

MENGKOMUKASIKAN

GAMBAR

TAMPAK

Keterangan

gambar

(nama

gambar

dan

dikomunikasikan)
Proyeksi gambar tampak :
Bagian atap
Bagian badan
Bagian kaki bangunan
Lingkungan (alam dan suasana)
Proyeksi gambar detail tampak
Bagian atap
Bentuk atap
Bukaan atap
Kemiringan atap
Listplank atap
Canopy
Bagian badan:
Kusen (untuk pintu,jendela,lobang

skala

angin,

kombinasinya)
Daun pintu, daun jendela, lobang angin.
Dinding
Pelapis tambahan di dinding (estetika)
Bagian kaki bangunan:
Finishin kaki bangunan
Teras
Tangga / trap
Bagian lingkungan alam :
Posisi lahan
Skala pohon
Suasana
Proyeksi tampak
Perbandingan tinggi rendah lebar bangunan
Berkesan tinggi/rendah

yang

dan

Berkesan seimbang/tidak seimbang


Informasi kedalaman ruang
Bidan depan
Bidang tengah
Bidang belakang
Informasi karakteristik dari material

qx.

Masif

qy.

-Tembok/batu tempel tampilan

qz.

-kayu/panel

- kerawang/rooster

ra.

- genteng/ sirap/ seng/ asbes

- teralis/ tirai

Transparan
- kaca

rb.
rc.
Tampilan gambar tampak yang komunikatif sesuai maksud dan
tujuan gambar skala
rd.
Skala komunikatif
re.
-1:200 atau 1:100
rf.
rg.
-Di utamakan
rh.
-Dimensi
ri.
-Dan estetika gambar

Skala komunikatif
-1:50
-Di utamakan
- Ketelitian Gambar
-Keterangan
bahan

pada tampak
rj.
rk. Aturan dalam memberi notasi gambar tampak
1. Jika skala gambar semakin besar, maka semakin banyak gambar
detailyang perlu diperlihatkan.
2. Kesan warna gelap, tekstur dan bayangan dapat menun!ukkan kesan !
arak dalam penggambaran tampak.
3. Penekanan dapat diberikan pada gambar suatu bangunan yangdisa!ikan
lengkap dengan kondisi lingkungannya dan diberi batas yangtegas
dengan menyempurnakan gambar bangunan yang akanditon!olkan.
rl. 5.DETAIL

rm. Detail : Pembesaran skala gambar bagian elemen ruang atau konstruksi
dengan tujuan untuk menginformasikan secara jelas ide rancangan.
rn. Tujuan gambar detail :

Menginformasikan bentuk detail


Menginformasikan hubungan kontruksi joint elemen
Menginformasikan jenis material dan material finishing, warna, campuran
Menjelaskan keterangan teknis dan kelengkapan persyaratan detail untuk
pedoman pelaksanaan pemborong.

ro.
rp.
rq. Berdasarkan karakteristiknya gambar detail dibedakan sebagai beriku:
1. GAMBAR DETAIL KONSTRUKSI
rr. Menitik beratkan pada penjelasan hubungan konstruksi elemen bangunan/
ruang.
2. GAMBAR DETAIN ARSITEKTURAL
rs. Menitik beratkan pada penjelasan bentuk rancangan elemen bangunan/
ruang (proporsi dan prinsip bentuk)
rt. Menggambar Detail
Skala detail 1:20, 1:10, 1:5, 1:1
Skala sub Detail 1:5, 1:2, 1:1
Visualisasi gambar detail dijelaskan melalui proyeksi bidang dari
detail seperti denah detail, Tampak detail, Potongan, penampang
detail, atau dilengkapi dengan visualisasi tiga dimensi, seperti
isometri detail.
ru.
rv.
rw.

Kelengakapan Gambar

Detail :
rx. 1.
gambar detail

Nama

ry. 2. Petunjuk letak detail pada Denah, Tampak, Potongan, dan


rz.

sebagainya.
3. Menjelaskan ukuran, panjang, lebar, dan

tinggi.
sa. 4. Notasi gambar yang membedakan / menjelaskan perbedaan
material dasar, material finishing, warna, dsb.
sb. 5. Menjelaskan hubungan konstruksi, joint elmen dsb.
sc. 6. Menjelaskan keterangan teknis dan kelengkapan persyaratan detail.
sd.
se. MACAM
GAMBAR DETAIL
sf.
Gambar Detail, dapat dipetik dari semua gambar rancangan antara lain
pada :
sg.

RANCANGAN TAPAK : detail pagar, detail badan jalan, riol,

detail lansekap, lampu, dsb.


sh.
RANCANGAN DENAH : detail teras, kolom, kaki bangunan,
detail lantai, detail tangga, detail dapur, detail km/wc, dsb.
si.
RANCANGAN TAPAK : detail canopy, detail bidang bukaan,
detail bidang masif/finishing.
sj.
RANCANGAN POTONGAN : detail plafond, detail balkon,
railling, detail konstruksi atap, dsb.
sk.
sl.

DETAIL

ARSITEKTURAL
sm. Detail Arsitektonis lebih lengkap jika digambarkan dalam
satu kesatuan denah, tampak, potongan, potongan tiga dimensi. Hal ini
disebabkan karena penambahan suatu bahan pelapis tertentu mempunyai
konsekuensi yang menuntut pemecahan konstruksi dan estetika
pertemuan

dengan

elmen-elmen

lainnya.

terhadap

Yaitu mampu menjelaskan

pertemuan dengan bidang dinding-lantai-plafond- maupun elmen lainnya


(misalnya kusen)