Anda di halaman 1dari 7

TOLAK PELURU

A.

PENGERTIAN TOLAK PELURU


Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik dalam nomor lempar. Atlet tolak
peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin. Peluru ini merupakan peralatan utama
dalam olahraga ini. Bentuknya bulat seperti bola dan terbuat dari besi.
Berat peluru disesuaikan dengan penggunanya, antara lain:
Untuk senior putra = 7 kg
Untuk senior putri = 4 kg
Untuk junior putra = 5 kg
Untuk junior putri = 3 kg
Pada awalnya, kegiatan ini diselenggarakan dengan menggunakan bola batu. Sementara
kegiatan pertama yang menggambarkan tolak peluru modern, tampaknya terjadi di zaman
pertengahan ketika serdadu menyelenggarakan pertandingan dengan melempar beban peluru
meriam.

B.

TEKNIK DASAR TOLAK PELURU


Dalam tolak peluru terdapat beberapa teknik dasar, diantaranya:

1.

Teknik Memegang Peluru

a.

Jari-jari renggang.
Jari kelingking ditekuk berada disamping peluru,sehingga dapat membantu untuk menahan
supaya peluru tidak mudah tergeser dari tempatnya.Untuk menggunakan cara ini penolak harus
memiliki jari jari yang kuat dan panjang.

b.

Jari-jari agak rapat


Ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru.
Jari kelingking selain berfungsi untuk menahan jangan sampai peluru mudah bergeser, juga
membantu menekan pada waktu peluru ditolakkan. Cara ini lebih banyak dipakai oleh atlit.

c.

Jari-jari agak renggang


Bagi mereka yang tangannya agak kecil dan jari jarinya pendek, dapat menggunakan cara
ketiga ini, yaitu jari jari seperti pada cara kedua tetapi lebih renggang, kelingking di belakang
peluru sehingga dapat ikut menolak peluru, ibu jari untuk menahan geseran ke samping, karena
tangan pelempar kecil dan berjari jari pendek, peluru diletakkan pada seluruh lekuk tangan.

2.

Teknik meletakkan peluru pada bahu


Peluru dipegang dengan salah satu cara di atas, letakkan peluru pada bahu dan menempel pada
leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya
rileks di samping kiri badan.

3.

Teknik menolak peluru


Untuk menyiapkan kondisi fisik dapat dilakukan dengan cara, seperti dibawah ini:

a.
1)

Menolak peluru dengan kedua tangan


Pegang peluru dengan kedua tangan didepan dada, kedua kaki dalam keadaan sejajar, lalu
dorong/tolakkan peluru kedepan-atas sejauh mungkin.

2)

Pegang peluru dengan kedua tangan, kemudian simpan dibawah perut dengan lengan
diluruskan , kedua kaki dalam keadaan sejajar. Kemudian ayun dan lemparkan peluru kedepan.

3)

Pegang peluru dengan kedua tangan, kemudian simpan dibawah perut dengan lengan
diluruskan , kedua kaki dalam keadaan sejajar. Posisi ini dilakukan dengan membelakangi arah
lemparan. Kemudian ayunkan dan lempar peluru kearah belakang atau sektor lemparan.

4)

Pada tahap berikutnya doronglah peluru dengan bantuan putaran pinggang. Tolakan masih
dengan kedua tangan tetapi beben diutamakan pada tangan tolak atau tangan terkuat. Kaki masih
sejajar. Tahapan ini depersiapkan untuk melakukan tolakan yang sebenarnya.

5)

Lakukan seperti diatas, hanya sekarang satu kaki berada di depan. Tolakan dilakukan dengan
koordinasi bantuan dorong kaki belakang.

b.

Menolak peluru dengan satu tangan

1) Peganglah peluru dengan tangan kanan dan letakkan dileher. Lanjurkan /rentangkan lengan kiri
kedepan dan badan menghadap depan. Tolakkan peluru dengan sudut parabola beberapa meter
kedepan sambil melangkahkan kaki kiri kedepan. Jangan lupa kai kanan dihentakkan untuk
membantu melakukan tolakan, sesaat sebelum peluru dilepaskan.
2) Lakukan gerakkan seperti diatas, hanya pada saat melakukan tolakan, badan diputar ke kanan
untuk mengambil ancang-ancang.

3) Lakukan gerakan menolak peluru dengan awalan membelakang gunakan bantuan putaran tubuh
saat melakukan tolakan.
C.

PERALAT
Alat

AN TOLAK PELURU
yang

gunakan
dalam

tolak

1.
Kecil
2. Rol
Meter.
3. Kapur / Tali Rafia.
4. Peluru.
5. Untuk senior putra = 7.257 kg
6. Untuk senior putri = 4 kg
7. Untuk junior putra = 5 kg
8. Untuk junior putri = 3 kg
9. Obrient : gaya membelakangi arah tolakan.
10. Ortodox : gaya menyamping.
D.

LAPANGAN TOLAK PELURU

peluru:
Bendera

di

Lapangan tolak peluru berbentuk lingkaran berdiameter 2,135 m. Lingkaran tolak peluru
harus dibuat dari besi, baja atau bahan lain yang cocok dilengkungkan, bagian atasnya harus rata
dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari semen, aspal atau
bahan lain yang padat tetapi tidak licin. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar antara 20
mm-6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi. Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas
lingkaran besi menjulur sepanjang 0,75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau
kayu. Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi lingkaran tolak
minimum 6 mm dan harus dicat putih. Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang
sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam
lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh. Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di
dalam, tebal 9,8-10,2 cm.
LOMPAT TINGGI
Lompat tinggi merupakan olahraga yang menguji ketrampilan melompat dengan melewat tiang
mistar.Lompat tinggi adalah salah satu cabang dari atletik. Tujuan olahraga ini untuk
memperoleh lompatan setinggi-tingginya saat melewati mistar tersebut dengan ketinggian
tertentu.Tinggi tiang mistar yang harus dilewati atlet minimal 2,5 meter,sedangkan panjang
mistar minimal 3,15 meter.Lompat tinggi dilakukan di arena lapangan atletik.Lompat tinggi
dilakukan tanpa bantun alat.
Dalam pertandingan, mistar akan dinaikkan setelah peserta berhasil melewati ketinggian mistar.
Peserta mestilah melonjak dengan sebelah kaki Peserta boleh mulai melompat di mana
ketinggian permulaan yang disukainya Sesuatu lompatan akan dikira batal jika peserta
menyentuh palang dan tidak melompat. Menjatuhkan palang semasa membuat lompatan atau
menyentuh kawasan mendarat apabila tidak berjaya melompat Peserta yang gagal melompat
melintasi palang sebanyak tiga kali bertutrut-turut (tanpa di ambil kira di aras mana kegagalan itu
berlaku) akan terkeluar daripada pertandinga Seseorang peserta berhak meneruskan lompatan
(walaupun semua peserta lain gagal) sehingga dia tidak dapat menuruskannya lagi mengikut
peraturan Ketinggian lompatan di ukur secara menegak dari aras tanah hingga bahagian tengah
disebelah atas padang.Setiap peserta akan diberi peluang sebanyak tiga kali untuk melakukan
lompatan. Jika peserta tidak berhasil melewati mistar sebanyak tiga kali berturut-turut, dia
dinyatakan gagal.Untuk menentukan kemenangan, para peserta harus berusaha melompat

setinggi mungkin yang dapat dilakukan. Pemenang ditentukan dengan lompatan tertinggi yang
dilewati.

SEJARAH LOMPAT TINGGI


Meskipun event lompat tinggi diikut sertakan dalam kompetisi pada ollmpiade kuno, kompetisi
lompat tinggi tercatat berlangsung pada awal abad ke-19 tepatnya di Skotlandia dengan
ketinggian 1,68 meter. Pada masa itu peserta menggunakan metode pendekatan langsung atau
teknik gunting.Lompat tinggi tidak dilakukan secara sembarangan. Ada gaya-gaya tertentu yang
harus dikuasai agar peserta terhindar dari kecelakaan.Pada abad ke -19 peserta lompat tinggi
mendarat dan jatuh diatas tanah yang berumput dengan gaya gunting, yaitu dengan cara
membelakangi . Gaya ternyata banyak mengakibatkan cedera bagi para peserta.Sementara kini,
lompat tinggi dilakukan dengan mendarat di atas matras sehingga kecelakaan dapat di
minimalisir. Atlet lompat tinggi sekarang banyak menggunakan teknik fosbury flop.
SARANA DAN PRASARANA
-Daerah awalan
Panjangnya tidak terbatas, minimal 15m.
-Daerah tumpuan
Harus datar dan tingkat kemiringannya 1:100.
-Tiang Lompat
Tiang lompat harus kuat dan kukuh,dapat terbuat dari apa saja asal kuat dan kukuh.jarak kedua
tiang tersebut adalah 3,98 4,02 m.
-Bilah Lompat
Terbuat dari kayu,metal atau bahan lain yang sesuai dengan :a) Panjang mistar lompat 3,98
4,02 m dan berat maksimal mistar adalah 2,00 kgb) Garis tengah mistar antara 2,50 3,00 m,
dengan penampang mistar terbentuk bulat dan permukaannya harus datar dengan ukuran 3cm x
15 cm x 20 cm c) Lebar penopang bilah 4 cm dan panjang 6 cm
-Tempat Pendaratan
Tempat pendaratan tidak boleh kurang dari 3 x 5 m yang terbuat dari busa dengan ketinggian 60
cmdan di atasnya ditutupi oleh matras yang tebalnya 10 20 cm.

LARI JARAK MENENGAH


Lari jarak menengah merupakan kegiatan berlari pada lintasan lomba yang jaraknya lebih
panjang dibandingkan lari jarak pendek, bisa menjadi 3000 meter. Standar panjang lintasan
adalah 800 meter, 1500 meter, 3000 meter juga bisa dimasukkan ke dalam kelas jarak menengah.
Lari 880 yard atau setengah mil, merupakan asal mula lari jarak menengah 800 meter dan
diprakarsai pada kompetisi di Inggris pada 1830an. Lari jarak menengah 1500 meter berasal dari
hasil lari tiga lap lintasan 500 meter yang biasa dilakukan di benua Eropa pada abad ke 20.
Untuk lari jarak 800 meter menggunakan start jongkok, sedangkan untuk lari jarak 1500 meter
menggunakan start berdiri.
Pada lari jarak 800 meter, pelari mulai start pada lintasannya sendiri-sendiri, tetapi setelah
melewati tikungan pertama, pelari boleh memasuki lintasan pertama. Kecepatan dan stamina
merupakan hal yang harus menjadi perhatian penuh untuk pelari ini.
Gerak lari jarak menengah (800 -1500 meter) sedikit berbeda dengan lari jarak pendek.
Perbedaannya terletak pada cara kaki yang menapak pada lintasan. Pada lari jenis ini, kaki
menapak pada ujung kaki tumit dan menolak dengan ujung jari.

TEKNIK LARI JARAK MENENGAH


Teknik start. Teknik start terdiri atas :
1.Ketika aba-aba bersedia dibunyikan, pelari melangkah ke depan dengan sikap tenang dan
berdiri tegap di belakang garis start
2.Aba-aba siap pelari mengambil sikap start dengan meletakkan kaki kiri di depan dan kaki
kanan di belakang. Posisi badan condong ke depan dan tidak menginjak garis start
3.Aba-aba ya pelari mulai berlari dengan kecepatan biasa hanya mengeluarkan kecepatan
seperempat atau tiga perempat dari kecepatan penuh si pelari
Teknik gerakan. Teknik gerakan lari ini meliputi :
1.Posisi kepala dan badan tidak terlalu condong sikap badan sebagaimana layaknya orang yang
berlari
2.Pendaratan pada tumit dan menolak dengan ujung kaki
3.Ayunkan kedua lengan untuk mengimbangi gerakan kaki

4.Ayunan lutut tidak setinggi pinggul


-Gerakan tungkai bawah dari belakang jaraknya tidak terlalu tinggi
Teknik saaat memasuki garis finish, yaitu :
1.Lari terus tanpa mengubah gaya berlari. Langkah kaki dipercepat dan diperlebar. Perhatian
harus dipusatkan pada garis finish. Apabila terdapat pita di garis finish jangan sekali-kali
meraihnya dengan tangan . Berlarilah terus sampai beberapa meter dari garis finish dan jangan
berhenti mendadak setelah melewati garis finish.
2.Dada membusung ke depan dan posisi kedua tangan lurus ke belakang
3.Salah satu bagian bahu maju ke depan
4.Kepala tertunduk sedangkan lengan kedua berayun kembali
PERATURAN PERLOMBAAN
Peraturan lomba untuk semua kelas atletik ditetapkan oleh International Amateur Athletic
Federation (IAAF) di tingkat international dan di tingkat nasional ditetapkan oleh Persatuan
Atletik Seluruh Indonesia (PASI).
Pada semua perlombaan, bunyi aba-aba bagi lari jarak jauh adalah di tempat, siap bila tidak
ada yang bergerak lagi, diberikan tembakan start. Pada perlombaan Internasional yang besar,
pelari jarak menengah 800 m hingga akhir tikungan pertama berlari pada lintasannya masingmasing.
Dalam melakukan start, diperkenankan dua hal:
1.Pelari mulai start dalam lintasan terpisah, baru boleh masuk ke lintasan utama setelah tikungan
pertama.
2.Dilakukan start tanpa pembagian lintasan dari belakang garis start yang dibuat hingga semua
menempuh jarak lari yang sama.
Lintasan lari dibuat dengan ketentuan sebagai berikut :
1.Satu keliling lintasan lari dibuat panjangnya 400 m, dibatasi dengan garis yang dibuat dari
semen, kayu atau bahan lain yang lebarnya 5 cm dan tinggi 5 cm.
Untuk perlombaan minimal terdapat 6 lintasan, tetapi idealnya terdapat 8 lintasan.
2.Lebar masing-masing lintasan sebesar 1,22 m dan setiap lintasan dibatasi garis yang lebarnya 5
cm.
3.Kemiringan lintasan tidak melebihi 100.
Diskualifikasi Perlombaan Lari Jarak Menengah
Beberapa hal yang dianggap tidak sah dalam lari jarak menengah yaitu :
1.Melakukan kesalahan start lebih dari 3 kali
2.Memasuki lintasan pelari lain
3.Mengganggu pelari lain

4.Keluar dari lintasan


5.Terbukti memakai obat perangsang