Anda di halaman 1dari 8

Manfaat Aqidah Islamiyah

Adapun Manfaat Aqidah Islamiyah antara lain :


1. Untuk meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT. Sebab aqidah
merupakan benteng yang paling utama bagi umat muslim untuk menjaga
kemurniannya.
2.

Agar mendapatkan ketenangan dalam hidup, karena orang yang


beraqidah hanya akan fokus kepatu satu Tuhan, yakni Allah SWT. Maka
seluruh upayanya akan ia serahkan kepad-Nya, sehingga akan tercipta
ketenangan batin dalam hidupnya di dunia.

3.

Seseorang yang beraqidah akan mendapatkan kemudahan dalam


menjalani hidup. Dimana Allah SWT. Telah menjamin kepada orang-orang
yang beraqidah dengan penuh ketaqwaan.

4. Agar setiap perbuatan, sikap, tingkah laku, dan perkataan seseorang


sesuai dengan aqidah isllamiyah yang berpegang teguh akan keyakinan
tauhid.
5. Dimudahkan dalam menghadapi sakaratul maut, mendapatkan syafaat
dari

Raslullah

perhitungan,

SAW.

kebaikan

Dan

dimudahkan

dalam

dalam

timbangan

proses

amal,

hisab

kemudahan

atau
dalam

menyeberangi siratal mustaqim dan diperkenankan masuk surganya Allah


SWT. Ketika diakhirat.
3.2. Tujuan Aqidah Islamiyah
Adapun Tujuan Aqidah Islamiyah antara lain :
1. Memantapkan keyakinan tentang kebenaran

aqidah dan menjelaskan

ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.


2. Meluruskan tujuan dan perbuatan dari penyelewengan dalam beribadah
kepada Allah SWT. Dan bermuamalah dengan orang lain. Karena diantara
dasar aqidah adalah mengimani para Rasul dengan mengikuti jalan
mereka.
3. Memberikan ketenangan jiwa, dan pikiran, tidak cemas dalam jiwa, dan
tidak goncang dalam pikiran. Karena aqidah ini akan menghubungkan

orang mukmin dengan pencipta-Nya yang mengatur segala urusan


umatnya.
4. Mengikhlaskan niat dan ibadah hanya kepada Allah SWT. Semata. Karena
hanya kepada-Nyalah kita menyembah, dan memohon pertolongan. Dan
karena Dia adalah Maha pencipta segalanya dan tidak ada sekutu bagiNya.
5.

Menghilangkan akal dan pikiran dari kekacauan yang timbul dari


kosongnya hati dari aqidah. Karena dengan hati kosong dari aqidah dapat
terjerumus dalam jurang kemaksiatan.

6. Untuk membimbing umat manusia kembali kepada jalan kebenaran,


sesuai yang dicontohkan oleh Nabi dan Rasul, sehingga dapat membentuk
karekteristik manusia yang sesuai dengan aqidah islamiyah.
3. 3. Sumber Aqidah Islamiyah
Adapun sumber-sumber aqidah islamiyah antara lain :
1. Al-Quran
Sebagai sumber aqidah, Al-Quran banyak menyinggung tentang
kepercayaan Islam yang diyakini oleh orang-orang atas kebenaran-Nya.
Antara lain :
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga
mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Q.S. ArRad ayat : 13)
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (islam) sesuai
fitrah-Nya, disebabkan Dia telah menciptakan manusia dengan fitrah-Nya
itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan-Nya . Itulah agama yang lurus ,
akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. ( Q.S. Ar-Rum ayat :
30)
Dan barang siapa yang berserah diri kepada Allah, sedang dia orang
yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telang berrpegang
kepada buuhul (tali) yang kokoh. Hanya kepada Allah kesudahan segala
urusan. (Q.S. Luqman ayat : 22)
Dari ayat-ayat di atas sangatlah jelas bahwa Al-Quran sangat
berperan penting bagi umat manusia tentang beraqidah yang baik dan
benar.

2. Hadits
Adapun Hadits yang menetapkan kebenaran tentang keyakinan
aqidah islam diantaranya :
Dari Jundup radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu
alaihi wa sallam bercerita bahwa seseorang berkata : Demi Allah, Allah
tidak mengampuni Fulan. Sesunggunhnya Allah Taala berfirman :
Siapakah yang bersumpah atas-Ku bahwa aku tidak mengampuni Fulan,
sesungguhnya Aku telah mengampuni Fulan dan Aku menghapus amal
atau seperti apa yang ia ucapkan. (Hadits ditakhrij oleh Imam Muslim).
Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu dari Rasulullah Shalallahu
alihi wa sallam, beliau bersabda : Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar
berfirman : Sesungguhnya umatmu senantiasa berkata : Apakah ini,
apakah ini ?, sehingga mereka berkata : Ini adalah Allah, yang
menciptakan makhluk. Maka siapakah yang menciptakan Allah? (Hadits
ditakhrij oleh Imam Imam Muslim).
Dari Abu Zurah, Ia mendengar Abu Hurairah radhiyallahu anhu
berkata : Saya mendengar Rasulullah Shalallahu alihi wa sallam bersabda
: Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : Siapakah yang
hendak aniaya dari pada orang yang seperti buatan-Ku, maka hendaklah
ia membuat semut kecil, atau membuat biji dan gandum. (HR.
Bukhari).Dari hadits-hadits diatas dapat kita pahami bahwa seseorang
yang beraqidah haruslah mengetahui dengan baik dan

benar akan

kebenaran Maha Besar dan Mulianya Allah SWT.

http://executiftarbiyahptiq2012.blogspot.co.id/2014/01/manfaat-tujuandan-sumber-tauhid-aqidah.html

Adapun perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Aqidah Islam, yaitu antara lain :
1. Beribadah kepada Allah SWT dengan hati yang ikhlas tanpa perasaan terpaksa dan
terbebani.
2. Berusaha dengan sungguh-sungguh sepenuh hati untuk memurnikan niat dalam
beribadah kepada Allah SWT.

3. Berusaha menghindarkan diri dari segala bentuk kesesatan, baik dalam beribadah
maupun perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.
4. Berusaha untuk meningkatkan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT dalam
bentuk berbakti kepada kedua orang tua dan berbuat baik kepada sesama manusia.
5. Tidak mempercayai adanya makhluk gaib yang dapat mempengaruhi nasib manusia
karena hal itu merupakan termasuk syirik.
http://isma-ismi.com/akidah-islam.html

1. Pengertian Aqidah Secara Bahasa (Etimologi) :


Kata "aqidah" diambil dari kata dasar "al-aqdu" yaitu ar-rabth(ikatan),
al-Ibraam (pengesahan), al-ihkam(penguatan), at-tawatstsuq(menjadi kokoh,
kuat), asy-syaddu biquwwah(pengikatan dengan kuat), attamaasuk(pengokohan) dan al-itsbaatu(penetapan). Di antaranya juga
mempunyai arti al-yaqiin(keyakinan) dan al-jazmu(penetapan).
"Al-Aqdu" (ikatan) lawan kata dari al-hallu(penguraian, pelepasan). Dan
kata tersebut diambil dari kata kerja: " Aqadahu" "Ya'qiduhu" (mengikatnya), "
Aqdan" (ikatan sumpah), dan " Uqdatun Nikah" (ikatan menikah). Allah Ta'ala
berfirman, "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang
tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi dia menghukum kamu disebabkan
sumpah-sumpah yang kamu sengaja ..." (Al-Maa-idah : 89).
Aqidah artinya ketetapan yang tidak ada keraguan pada orang yang
mengambil keputusan. Sedang pengertian aqidah dalam agama maksudnya
adalah berkaitan dengan keyakinan bukan perbuatan. Seperti aqidah dengan
adanya Allah dan diutusnya pada Rasul. Bentuk jamak dari aqidah adalah aqaid. (Lihat kamus bahasa: Lisaanul Arab, al-Qaamuusul Muhiith dan alMu'jamul Wasiith: (bab: Aqada).
Jadi kesimpulannya, apa yang telah menjadi ketetapan hati seorang secara
pasti adalah aqidah; baik itu benar ataupun salah.
2. Pengertian Aqidah Secara Istilah (Terminologi)
Yaitu perkara yang wajib dibenarkan oleh hati dan jiwa menjadi tenteram
karenanya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang teguh dan kokoh, yang tidak
tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan.
Dengan kata lain, keimanan yang pasti tidak terkandung suatu keraguan
apapun pada orang yang menyakininya. Dan harus sesuai dengan
kenyataannya; yang tidak menerima keraguan atau prasangka. Jika hal tersebut
tidak sampai pada singkat keyakinan yang kokoh, maka tidak dinamakan

aqidah. Dinamakan aqidah, karena orang itu mengikat hatinya diatas hal
tersebut.
3.

Pengertian Aqidah Secara Syara


Yaitu iman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, para
Rasul-Nya, dan kepada Hari Akhir serta kepada Qada dan Qadar.
Syariat terbagi menjadi dua: itiqadiyah dan amaliyah. Itiqadiyah adalah
hal-hal yang tidak berhubungan dengan tata cara amal, hal ini disebut ashliyah
(pokok agama). Sedangkan, amaliyah adalah segala apa yang berhubungan
dengan tata cara amal, hali ini disebut juga fariyah (cabang agama).

B. Nama-Nama Lain Ilmu Aqidah


At Tauhd: Karena ilmu ini berputar (pada pembahasan) untuk
mentauhidkan Allah dengan ulhiyyah, rubbiyyah, dan asm wa shift. Tauhid
adalah pembahasan ilmu aqdah yang paling mulia bahkan merupakan tujuan
ilmu aqdah. Penamaan ilmu aqdah dengan tauhd telah umum dikalangan
salaf.
As Sunnah: dan As Sunnatuth Thorqoh. Penyebutan as sunnah
dimutlakkan kepada Aqdah salaf karena mereka mengikuti thorqoh (metode)
Rosul shalallahualaihi wa sallam dan para sahabatnya dalam beraqdah.
Pemutlakan istilah ini telah umum di 3 zaman yang utama (pent: yaitu 3 zaman
awal).
Ushluddn dan Ushlid Diynah. Al Ushul adalah rukun iman dan
rukun islam, serta masalah masalah yang pasti (qothi) yang para imam
bersepakat atasnya. Kata ini sinonim dengan kata Ushlid Dn dan berlawanan
kata dengan Fiqhul asghor yang bermakna hukum hukum ijtihdiyyah.
Asy Syarah. Yaitu segala yang disyariatkan Allah darn Rosul-Nya yang
termasuk dalam sunnah sunnah petunjuk dan yang paling agung adalah
Ushluddn.
. Disebut marifat karena dengan pengetahuan ini dapat mengetahui
benar-benar akan Allah dan segala sifat-sifat-Nya dan dengan keyakinan yang
teguh.
Marifat

3.
.
Marifat

-Fiqhul Akbar. Ini adalah nama lain Ushuluddin dan kebalikan dari alfiqhul ashghar, yaitu kumpulan hukum-hukum ijtihadi.
Al

C.

Sumber-Sumber Aqidah

1. Al-Quran Sebagai Sumber Akidah


Al Quran adalah firman Alloh yang diwahyukan kepada Rasululloh sholallahu
alaihi wassalam melalui perantara Jibril. Di dalamnya, Alloh telah menjelaskan
segala sesuatu yang dibutuhkan oleh hamba-Nya sebagai bekal kehidupan di
dunia maupun di akhirat. Bahkan jika dicermati, akan ditemui banyak ayat
dalam Al Quran yang menjelaskan tentang akidah, baik secara tersurat maupun
secara tersirat. Oleh karena itu, menjadi hal yang wajib jika kita mengetahui dan
memahami akidah yang bersumber dari Al Quran karena kitab mulia ini
merupakan penjelasan langsung dari Rabb manusia, yang haq dan tidak pernah
sirna ditelan masa.
2. As Sunnah
Seperti halnya Al Quran, As Sunnah adalah satu jenis wahyu yang datang dari
Alloh subhanahu wataala walaupun lafadznya bukan dari Alloh tetapi
maknanya datang dari-Nya. Hal ini dapat diketahui dari firman Alloh
Dan dia (Muhammad) tidak berkata berdasarkan hawa nafsu, ia tidak lain
kecuali wahyu yang diwahyukan (Q.S An Najm : 3-4)
3. Ijma Para Ulama
Ijma adalah sumber akidah yang berasal dari kesepakatan para mujtahid umat
Muhammad sholallohu alaihi wassalam setelah beliau wafat, tentang urusan
pada suatu masa. Mereka bukanlah orang yang sekedar tahu tentang masalah
ilmu tetapi juga memahami dan mengamalkan ilmu.
4. Akal Sehat Manusia
Selain ketiga sumber akidah di atas, akal juga menjadi sumber hukum akidah
dalam Islam. Hal ini merupakan bukti bahwa Islam sangat memuliakan akal
serta memberikan haknya sesuai dengan kedudukannya. Termasuk pemuliaan
terhadap akal juga bahwa Islam memberikan batasan dan petunjuk kepada akal
agar tidak terjebak ke dalam pemahaman-pemahaman yang tidak benar. Hal ini
sesuai dengan sifat akal yang memiliki keterbatasan dalam memahami suatu
ilmu atau peristiwa.
Al
C.

D.

Tujuan Ilmu Aqidah


Akidah Islam mempunyai banyak tujuan yang baik yang harus dipegang teguh,
yaitu :
1. Untuk mengihlaskan niat dan ibadah kepada AllahI semata. Karena Dia
adalah pencipta yang tidak ada sekutu bagiNya, maka tujuan dari ibadah
haruslah diperuntukkan hanya kepadaNya.
2. Membebaskan akal dan pikiran dari kekacauan yang timbul dari kosongnya
hati dari akidah.
3. Ketenangan jiwa dan pikiran, tidak cemas dalam jiwa dan tidak goncang
dalam pikiran.
4. Meluruskan tujuan dan perbuatan dari penyelewengan dalam beribadah
kepada Allah dan bermuamalah dengan orang lain.
5. Bersungguh-sungguh dalam segala sesuatu dengan tidak menghilangkan
kesempatan beramal baik, kecuali digunakannya dengan mengharap pahala.
Serta tidak melihat tempat dosa kecuali menjauhinya dengan rasa takut dari
siksa
6. Menciptakan umat yang kuat yang mengerahkan segala yang mahal maupun
yang murah untuk menegakkan agamanya serta memperkuat tiang
penyanggahnya tanpa peduli apa yang akan terjadi untuk menempuh jalan itu.
7- Meraih kebahagiaan dunia dan akhirat dengan memperbaiki individuindividu maupun kelompok-kelompok serta meraih pahala dan kemuliaan.

E.

Manfaat Ilmu aqidah

1. Sebagai sumber dan motifator perbuatan kebajikan dan keutamaan.


2. Membimbing manusia ke jalan yang benar, sekaligus mendorong
mereka untuk mengerjakan ibadah dengan penuh keikhlasan.
3. Mengeluarkan jiwa manusia dari kegelapan, kekacauan dan
kegoncangan hidup yang dapat menyesatkan.
4. Mengantarkan manusia kepada kesempurnaan lahir dan batin.
5.

Memupuk dan melahirkan kesehatan mental seseorang.

6. Memberikan pengajaran dan pendidikan ilmu tauhid.


D.
E.
5.

7. Memupuk dan membentuk kepribadian manusia


http://dirbas.blogspot.co.id/2012/07/pengertian-tujuan-dan-manfaatilmu_30.html