Anda di halaman 1dari 4

BU DOPI 085379701760

Sistem politik terdiri atas dua kata, sistem dan politik. Sistem
berarti suatu kesatuan yang terbentuk dari beberapa unsur atau
elemen. Unsur atau elemen itu saling berkaitan, berhubungan,
dan mendukung sehingga tercipta satu kesatuan (totalitas) untuk
mencapai tujuan.
Asal kata politik menurut etimologi adalah sebagai berikut.
1. Pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan (sistem
pemerintahan/dasar pemerintahan).
2. Segala urusan dan tindakan (kebijaksanaan, siasat, dan sebagainya)
mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain.
3. Cara bertindak dalam menghadapi dan menangani suatu
masalah.
Dengan demikian, sistem politik berarti berbagai kegiatan yang
dilakukan oleh beberapa unsur atau lembaga negara yang saling
berkaitan dan menyatu untuk mencapai tujuan-tujuan negara.
Unsur atau lembaga-lembaga negara tersebut saling berhubungan
dan bekerja sama untuk mendukung penyelenggaraan negara danmencapai
tujuan bernegara.

Pengertian Legislatif
Legislatif adalah sebuah lembaga kenegaraan di Indonesia yang dalam hal ini memiliki tugas
untuk membuat atau menciptakan produk undang-udang. Lembaga yang disebut sebagai
lembaga legislator adalah DPR. Jadi, jika Anda bertanya "apa sih salah satu tugas pokok DPR
itu?", maka jawabannya, salah satu tugas utama DPR adalah membuat undang-undang.
Kekuasaan legislatif terletak pada MPR dan DPD.
1. MPR
Kewenangan :
a. Mengubah menetapkan UUD
b. Melantik presiden dan wakil presiden dll
2. DPR
Tugas :
a. Membentuk UU
b. Membahas RAPBN bersama presiden, dll.
Fungsi :
a. Fungsi legislasi
b. Fungsi anggaran
c. Fungsi pengawasan
Hak-hak DPR :
a. Hak interpelasi
b. Hak angket
c. Hak menyampaikan pendapat
d. Hak mengajukan pertanyaan
e. Hak Imunitas
f. Hak mengajukan usul RUU
3. DPD

Fungsi :
a. Mengawas atas pelaksanaan UU tertentu
b. Pengajuan usul

Pengertian Eksekutif
Eksekutif berasal dari kata eksekusi (execution) yang berarti pelaksana.
Lembaga eksekutif adalah lembaga yang ditetapkan untuk menjadi pelaksana
dari peraturan perundang-undangan yang telah dibuat oleh pihak legislatif.
Kekuasaan eksekutif biasanya dipegang oleh badan eksekutif. Eksekutif
merupakan pemerintahan dalam arti sempit yang melaksanakan pemerintahan,
pembangunan, dan kemasyarakatan berdasarkan peraturan perundangundangan dan haluan negara, untuk mencapai tujuan negara yang telah
ditetapkan sebelumnya. Organisasinya adalah kabinet atau dewan menteri
dimana masing-masing menteri memimpin departemen dalam melaksanakan
tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya.

Yang masuk dalam lingkaran eksekutif adalah presiden, wakil presiden serta jajaran kabinet
dalam pemerintahan. Jajaran kabinet dalam sebuah pemerintahan dalam hal ini pemerintahan
Republik Indonesia adalah para menteri yang telah ditunjuk dan dilantik secara resmi oleh
presiden.
Wewenang, kewajiban, dan hak presiden antara lain :
a. Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD
b. Menetapkan peraturan pemerintah
c. Mengangkat memberhentikan menteri-menteri; dll
Pengertian Yudikatif
Jika legislator adalah DPR, dan eksekutif adalah presiden beserta wakil dan para
menteri anggota kabinet, maka yudikatif adalah lembaga yang memiliki tugas
untuk mengawal serta memantau jalannya perundang-udangan atau penegakan
hukum di Indonesia, seperti MA (mahkamah agung), dan MK (mahkamah
konstitusi).
3. Yudikatif
Pasal 24 UUD 1945 menyebutkan tentang kekuasaan kehakiman dan memiliki
tugas masing-masing. Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh :
1. Mahkamah Agung (MA)
2. Mahkamah Konstitusi (MK)
3. Komisi Yudisial (KY)
4. Insfektif

Suprastruktur politik
Suprastruktur politik ialah lembaga politik yang dibuat oleh negara guna melakukan tugas
(kekuasaan) negara. Suprastruktur politik yang dibentuk atas ajaran Trias Politika dibagi
menjadi tiga, yait
1.

kekuasaan eksekutif ialah sebuah kekuasaan guna melaksanakan peraturan


perundang-undangan,

2. kekuasaan yudikatif ialah sebuah kekuasaan guna mempertahankan peraturan


perundang-undangan, da
3.

kekuasaan legislatif ialah sebuah kekuasaan guna menyusun dan membentuk


peraturan perundang-undangan

Infrastruktur politik
Infrastruktur politik adalah suatu lembaga politik yang ada di masyarakat. Infrastruktur
politik meliputi partai-partai politik, organisasi-organisasi kemasyarakatan (ormas), lembagalembaga swadaya masyarakat (LSM),kelompok-kelompok penekan, media massa, tokohtokoh politik, dan kelompok kepentingan. Infrastruktur politik memiliki peran (fungsi)
sebagai berikut.
1. Komunikasi politik, yaitu berfungsi untuk menghubungkan pikiran politik yang hidup
dalam masyarakat, baik asosiasi, institusi, atau pikiran intragolongan maupun sektor
kehidupan politik masyarakat dengan sektor pemerintahan.
2. Pendidikan politik, yaitu guna meningkatkan pengetahuan politik masyarakat agar
mereka juga dapat ikut berperan serta dengan maksimal dalam sistem politik. Hal ini
sesuai dengan paham demokrasi bahwa masyarakat (warga negara) harus mampu
untuk menjalankan partisipasi politik.
3. Melakukan seleksi kepemimpin, yaitu menyelenggarakan pemilihan pemimpin atau
calon pemimpin bagi masyarakat.
4. Agregasi kepentingan, merupakan penyertaan segala aspirasi dan pendapat
masyarakat kepada pemegang kekuasaan yang berwenang supaya tuntutan/ dukungan
menjadi perhatian dan menjadi bagian dari suatu keputusan politik.
5. Mempertemukan kepentingan ragam serta nyata-nyata hidup di dalam masyarakat.
Hal ini disebabkan oleh adanya pendapat, kepentingan, dan peran serta yang berbeda
dalam lingkungan dan kondisi pada masyarakat untuk dapat ditampung dalam suatu
aspirasi yang sama.
Partisipasi politik secara harafiah berarti keikutsertaan, dalam konteks
politik hal ini mengacu pada pada keikutsertaan warga dalam berbagai proses
politik. Keikutsertaan warga dalam proses politik tidaklah hanya berarti warga
mendukung keputusan atau kebijakan yang telah digariskan oleh para
pemimpinnya, karena kalau ini yang terjadi maka istilah yang tepat adalah
mobilisasi politik. Partisipasi politik adalah keterlibatan warga dalam segala
tahapan kebijakan, mulai dari sejak pembuatan keputusan sampai dengan

penilaian keputusan, termasuk juga peluang untuk ikut serta dalam pelaksanaan
keputusan.

Definisi dan Pengertian Tokoh Politik atau Political Actor yaitu seseorang yang
karena latar belakang sejarahnya, sepak terjangnya dalam perjuangan dan
idealismenya, dikenal oleh masyarakat sehingga segala pendapatnya atau
pemikirannya maupun perbuatannya diikuti. Tokoh-tokoh politik biasanya
mempunyai kemampuan-kemampuan karismatis, oratorik yang bersifat
mempersatukan, menengahi dan dapat memanipulasikan simbol-simbol
sehingga dapat mengendalikan massa.

HUBUNGAN ANTARA INFRASTRUKTUR DAN


SUPRASTRUKTUR POLITIK

Infrastruktur dan suprastruktur politik


sangat erat kaitan keduanya dan tidak mungkin
dipisahkan dalam kehidupan politik sehari-hari.
Suprastruktur politik sebagai pembuat kebijakan
tidak mungkin dengan sendirinya membuat suatu
peraturan tanpa pertimbangan, saran, dan
pendapat dari lembaga infrastruktur politik.
Karena jika tanpa adanya saran dari infrastruktur,
sangat mungkin akan terjadi kesalahpahaman
sebab belum tentu kebijakan yang dibuat
tersebut sesuai dengan apa yang dikehendaki
oleh masyarakat