Anda di halaman 1dari 3

A.

Transaksi Pertama
Pada suatu hari Pak Adib dari perusahaan BULOG akan pergi ke Bank Syariah untuk
melakukan pemesanan barang.
BS : Selamat pagi Pak, ada yang bisa saya bantu ?
PA : Ya mbak, ini saya dari Bulog mau pesan beras.
BS : Menggunakan akad apa ya pak ?
PA : Akadnya biasanya apa ya mbak ?
BS : Baik begini pak saya akan menjelaskan biasanya pemesanan beras ini menggunakan
akad salam.
PA : Oo.. akad salam itu seperti apa mbak ?
BS : Akad salam ini merupakan perjanjian pemesanan barang dengan penangguhan
pengiriman oleh penjual dan pelunasannya dilakukan segera oleh pembeli sebelum barang
barang pesanan tersebut diterima sesuai dengan syarat-syarat tertentu. Jadi ada beberapa
ketentuannya Pak.
PA : Ketentuannya apa ya mbak ?
BS : yang pertama................................
PA : oke mbak, saya pesan 10 ton beras pandanwangi tipe A dengan kadar air 12%.
BS : Baik pak kita akan proses pesanannya. Bapak tunggu sebentar.
Setelah beberapa menit kemudian
BS : Alhamdulillah Pak 10 ton beras dengan jenis pandanwangi kadar 12% tersedia. Dari
pihak bank memberikan harga Rp 100.000.000,- Bagaimana pak setuju dengan harga yang
kami tentukan ?
PA : iya mbak setuju. Baik akan saya bayar sebesar Rp 100.000.000,- ya
BS : Iya pak, saya ulangi lagi pesanan beras pandanwangi kadar air 12% sebesar 10 ton
seharga Rp 100.000.000,- telah kita sepakati. Untuk barang akan kita kirim minggu depan.
Kemudian pihak bank mencatat jurnal yang harus ditulis melalui akuntan.

B. Transaksi kedua
Pada tanggal 15 April 2015 Bank Syariah melakukan pesanan kepada kelompok petani UD
Sejahtera.
BS : siang pak, kita dari pihak bank syariah
UD : O iya mbak selamat siang, ada yang bisa saya bantu?
BS : Ini pak, kita ingin memesan jagung 100 ton.
UD : dengan kualifikasi yang seperti apa mbak ?
BS : (memberikan berkas dan menjelaskan)
-

Nama barang : Jagung

Jenis barang : Hibrida, Bisi-16 Super Tipe A

Jumlah barang : 100 ton

Jumlah Modal : Rp 800.000,00 per ton

Jangka Waktu Penyerahan : 4 bulan

Penyerahan Modal : Uang tunai sejumlah Rp 60.000.000,00


Bibit jagung hibrida bisi-16 super tipe A sebanyak 500 kg dan 5 ton pupuk dengan
nilai wajar saat penyerahan sebesar Rp 20.000.000,00

Agunan : Sebidang sawah seluas 2 Ha

Cara penyerahan : Secara bertahap yatu :


Tahap 1 15 Agustus 2015 sebesar 25 ton
Tahap 2 20 Agustus 2015 sebesar 25 ton
Tahap 3 25 Agustus 2015 sebesar 25 ton
Tahap 4 30 Agustus 2015 sebesar 25 ton

Syarat pembayaran : Dilunasi pada saat akad ditandatangani oleh kedua belah pihak.

UD : ow begitu mbak, kami dari kelompok tani UD Sejahtera akan memproses pesanan dari
Bank.
BS : saya serahkan uang tunai sebesar Rp 60.000.000,00 dan bibit jagung hibrida bisi-16
super tipe A sebesar 500 kg dan 5 ton pupuk dengan nilai Rp 20.000.000,00. Dan total dari
harga semuanya sebesar Rp 80.000.000.
UD : saya terima modal yang diberikan dari bank dan kami akan mengelolanya dengan baik.
Terima kasih atas kerjasamanya.

Setelah melakukan transaksi tersebut pihak bank melelui akuntan mencatat jurnal atas
transaksi yang terjadi.
BS : Ini mbak, bukti transaksi antara bank dengan UD sejahtera
AK : Jadi kita mencatat jurnal pada saat penyerahan modal itu
Piutang Salam(100ton x Rp 800.000)
Kas/rekening petani

Rp 80.000.000,00
Rp 80.000.000,00

Kemudian jurnal pada saat bank membeli barang keperluan modal salam sebesar Rp
18.000.000,00:
Persediaan/aset salam
Kas/rekening suplier

Rp 18.000.000,00
Rp 18.000.000,00

Pada saat bank syariah menyerahkan modal kas dan non kas kepada UD Sejahtera dilakukan
jurnal:
Piutang Salam(100ton x 800.000)

Rp 80.000.000,00

Kas/rekening petani

Rp

60.000.000,00
Persediaan/Aset saham

Rp 18.000.000,00

Keuntungan penyerahan aset salam

Rp 2.000.000,00