Anda di halaman 1dari 19

1

Pendahuluan
Pengertian Ilmu Ekonomi
Sebelum membahas makna dari ilmu ekonomi ilngkungan perlu dibahas lebih
dulu pengertian ilmu sekonomi itu sendiri. Ilmu ekonomi disusun berdasarkan fenomena
dan pengamatan di lapangan terhadap kegiatan dan aktifitas masyarakat dalam
melakukan kegiatan ekonomi mereka sehari-hari.
Semenjak manusia ada, mereka telah melakukan kegiatan ekonomi walaupun
tanpa disadari bahwa mereka melakukan aktivitas ekonomi. Jual beli misalnya adalah
kegiatan penting yang telah dilakukan sejak keberadaan manusia di bumi walaupun
dalam bentuk sederhana. Kegiatan ini semakin intensif dilakukan seiring dengan
kemajuan peradaban sebuah bangsa.
Sebagian dari anggota masyarakat yaitu para ilmuan tertarik melakukan
pengamatan terhadap tingkah laku manusia dalam melakukan kegiatan ekonomi.
Misalnya, mereka mengamati apa yang dibeli dan mengapa membeli atau menjual.
Pengamatan terhadap fenomena kemasyarakatan atau fenomena sosial ini akhirnya
melahirkan pengetahuan-pengetahuan baru yang menarik bagi para peminat ilmu
ekonomi.
Dari proses yang cukup panjang, mulai pengamatan fenomena dilapangan
sampai kepada membuat kesimpulan umum tentang apa yang terjadi diterngah-tengah
masyarkat sehingga akhirnya melahirkan teori-teori tentang kehidupan dan pola-pola
interaksi ekonmi dan kehidupan antara anggota masyarakat.
Terdapat banyak definisi ilmu ekonomi, antara lain sbb:
Ilmu yang mempelajari bagaimana mengalokasikan sumberdaya yang terbatas
(scarce resources) untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas,
atau;
Ilmu yang mempelajari alokasi sumber daya yang terbatas dan menjaga
pertumbuhan dari sumberdaya tersebut untuk menunjang pertumbuhan produksi
barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas, atau,
1

Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia bagaimana mengalokasikan


sumberdaya yang terbatas (scarce resources) untuk memenuhi kebutuhan
manusia yang tidak terbatas.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa ilmu ekonomi dikelompokkan dalam
ilmu social karena ilmu ini mempelajari tingkat laku manusia (human behavior),
mempelajari bagaimana mengalokasikan sumberdaya yang terbatas kepada sejumlah
alternative untuk memenuhi kebutuhan manusia. Atau bagaimana menentukan pilihan
diantara sekian banyak alternative dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia
(terhadap barang dan jasa) yang hampir tidak terbatas.
Dengan demikian ilmu ekonomi itu cukup rumit dan kompleks karena sifat dan
tingkah laku manusia juga rumit dan tidak mudah untuk diprediksi. Setiap pelaku
ekonomi (konsumen) mempunyai keinginan yang beragam dan harus memilih diantara
ratusan ribu alternative pilihan. Sementara produsen juga memproduksi ratusan ribu
produk dan harus memutuskan berapa banyak harus diproduksi, apa jenisnya, kemana
dan kapan dijual. Pelaku ekonomi harus memilih karena adanya keterbatasan (scarcity)
sumberdaya (alat pemuas) sementara keinginan (wants) tidak terbatas. Jadi terdapat
dua hal yang saling bertentangan yaitu scarcity versus wants.

Scarcity versus Wants


Timbul pertanyaan kenapa keinginan manusia itu tidak terbatas padahal
sumberdaya yang tersedia sangat terbatas? Sumber daya yang terbatas artinya tidak
cukup tersedia di alam ini sebagai alat pemuas untuk memenuhi keinginan manusia
yang hampir tidak terbatas. Kenapa keinginan manusia itu tidak terbatas? Jawaban
secara singkat, manusia mempunyai nafsu yang ditiupkan sewaktu dalam
penciptaanya. Seperti yang termaktub dalam kitab suci Alquran, Surat 91 (Asyams) ayat
8 - 10.
Maka Dia mengilhamkan kepada manusia jalan kejahatan dan ketaqwaan.
Sungguh beruntung orang-orang yang mensucikan jiwanya dan sungguh merugi
orang-orang yang mengotorinya.
Orang yang mengikuti hawa nafsu akan berpotensi merusak alam dan
lingkungan sedangkan orang yang mampu mengendalikan nafsunya (taqwa) akan
menjadi orang yang mampu menjaga lingkungan. Hal yang sama diungkapkan oleh
Rasul Muhammad SAW:
Bahwa bila manusia ini diberi satu gunung emas niscaya ia akan meminta
gunung emas yang kedua.

Mahatma Gandhi menambahkan: bumi ini cukup untuk memberi makan semua
orang tetapi tidak akan pernah cukup untuk memenuhi keinginan (nafsu) serakah
satu orang.
Karena alasan diatas maka manusia harus membatasi konsumsi hanya cukup
untuk memenuhi kebutuhan saja, bukan untuk memenuhi keinginan. Dan manusia
harus membuat pilihan dan prioritas dari alternatif yang ada.
Selanjutnya bagaimana caranya atau mekanisme yang ditempuh manusia dalam
mengalokasikan sumber daya yang terbatas tersebut? Tentunya mekanisme alokasi ini
akan sangat ditentukan oleh prilaku, sifat-sifat dan behavior manusia itu sebagai pelaku
ekonomi disuatu tempat atau negara. Karena itu ilmu ekonomi sebetulnya mempelajari
tingkah laku manusia sebagai pelaku ekonomi seperti yang akan diuraikan dalam babbab berikut.

Model Ekonomi
Fenomena perilaku yang kompeks tersebut tidak mungkin dipelajari semuanya
dengan rinci karena tidak mungkin dilakukan dan tidak ada gunanya. Untuk itu yang
diperlukan adalah hal-hal yang bersifat umum atau berlaku umum (universal) yang
ditemui pada sebagian besar manusia. Ini artinya yang tidak berlaku umum atau hanya
dianut oleh sebagain kecil manusia yang tidak mengikuti kaidah-kaidah yang bersifat
umum, tidak perlu dipelajari. Misalnya tidak semua orang melakukan produksi untuk
mencari keuntungan yang maksimal tetapi ingin berbuat baik kepada sesama manusia 1.
Fenomena yang berlaku umum ini kemudian dituangkan dalam model yang dapat
mewakili dan menangkap prinsip-prinsip dasar dari fenomena ekonomi yang umum
tersebut. Dengan model ini kita lebih mudah menganalisis dan memahami kompleksitas
dan keterkaitan variable satu dengan yang lain dalam proses kegiatan ekonomi dalam
masyarakat. Model digunakan bukan untuk mendangkalkan arti suatu fenomena tetapi
lebih untuk menyederhanakan sehingga lebih mudah untuk dipahami. Ibarat belajar
mekanik otomotif, sebelum mempelajari cara kerja mesin mobil maka lebih dulu
dipelajari model mesin mobil yang sederhana yang pernah dibuat pada tahun 1930 an.
Setelah memahami model yang sederhana tersebut baru kita bisa mempelajari mesin
mobil canggih seperti mobil bermesin turbo, mobil hybrid dan seterusnya.
Dalam membangun model ekonomi ini harus diingat adanya asumsi yang
diberlakukan agar model ekonomi tsb valid. Asumsi tsb adalah ceteris paribus, artinya
suatu keadaan dimana variabel atau factor-faktor lain tidak berubah, kecuali factor yang
sedang dianalisis. Misalnya permintaan terhadap barang dipengaruhi oleh harga
dengan asumsi pendapatan tetap. Bila harga naik permintaan terhadap barang yang
1 Tetapi argument ini ada yang membantah bahwa yang mereka lakukan adalah juga untuk
keuntungan pribadi yaitu untuk mendapatkan pahala
3

dijual akan berkurang dan bila harga turun permintaan akan naik. Ini hanya berlaku
apabila pendapatan di pembeli tetap, karena kalau pendapatannya naik dan harga
barang naik secara proporsioanal maka tidak berpengaruh terhadap jumlah permintaan.
Model juga bermakna suatu bentuk hubungan antara dua atau lebih variabel 2.
Bila contoh diatas, yaitu hubungan jumlah permintaan dan harga, kita buat dalam
sebuah model gambar maka kita akan lebih mudah memahaminya (Gambar 1.1).
Model ekonomi ini juga menerangkan bagaimana perilaku manusia (konsumen) dalam
menghadapi perubahan harga. Bila harga murah mereka akan membeli lebih banyak
dan demikian pula sebaliknya. Dengan menggunakan gambar tersebut akan lebih
mudah kita memahami tingkah laku konsumen dalam menghadapi harga yang berubahubah sebelum mempelajari fenomena ekonomi yang lebih rumit di lapangan.

Pelaku ekonomi: Konsumen


Kegiatan ekonomi dalam dalam sebuah Negara dilakukan oleh para pelaku
ekonomi. Ada 5 pelaku ekonomi yaitu: konsumen (rumah tangga, masyarakat)
produsen (perusahaan, penjual), pemerintah, Negara asing dan lembaga keuangan.
Para pelaku eknomi ini mempunyai peranan dan tujuan masing-masing yang umumnya
berbeda satu sama lain.

P2

Gambar 1.1
Model kurva demand. Pada harga P1 maka jumlah yang diminta oleh konsumen adalah
Q1. Apabila harga turun ke P2 maka permintaan akan naik ke Q2.

Teori Konsumen
2 Variabel adalah suatu konsep yang mempunyai nilai atau besaran yang dapat diukur
dan nilainya bervariasi
4

Pertama kita bahas tentang perilaku dari pelaku ekonomi yang paling penting
yaitu konsumen atau rumah tangga. Konsumen mempunyai dua peranan; pertama,
membeli barang dan jasa yang diproduksi oleh perusahaan, pelaku bisnis atau
produsen. Dari mana alat pembeli atau uang untuk mendapatkan barang dan jasa
tersebut? Hal ini terkait dengan peranan kedua, yaitu, menjual faktor-faktor produksi
yang mereka memiliki kepada produsen. Hasil penjualan inilah yang kemudian
digunakan oleh konsumen untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi oleh pelaku
bisnis. Jadi bila produksi tidak bergerak maka tidak ada juga pembelian faktor produksi
dan tidak ada juga income bagi masyarakat. Argumen ini disebut dalam hukum Say.
Tujuan konsumen adalah memaksimalkan kepuasan (satisfaction) dari kegiatan
konsumsinya terhadap barang dan jasa dalam batas pendapatan yang mereka miliki.
Konsumen jelas tidak bisa melakukan konsumsi diluar batas kemampuan pendapatan
yang mereka miliki. Pendapatan merupakan faktor pembatas bagi seorang konsumen
untuk melakukan konsumsi. Sebelum membahas lebih lanjut perlu diketahui lebih dulu
pengertian dari kepuasan.
Menurut kamus Merriam Webster, kepuasan adalah perasaan senang yang
dialami seseorang akibat dari perbuatan atau apa yang terjadi pada dirinya atau
terpenuhinya keinginannya. Kenapa harus peduli dengan kepuasan? Karena seorang
konsumen yang rasional akan membeli barang dan jasa yang memberikan kepuasan
atau memberikan nilai guna kepada dirinya. Konsumen yang rasional tidak akan
membuang-buang uang untuk membeli barang dan jasa yang tidak berguna atau
mencurahkan waktunya pada hal-hal yang tidak bermanfaat. Artinya konsumen yang
rasional akan berusaha, dalam batas-batas kemampuan anggarannya, untuk
memaksimumkan nilai guna atau kepuasannya dari barang dan jasa yang dibelinya.
Bagaimana menentukan bahwa kepuasan yang didapat tersebut sudah
maksimal atau belum, atau apakah kepuasan tersebut bisa diukur sehingga kita tahu
sudah seberapa besar kepuasan yang kita peroleh. Sayangnya kepuasan tidak bisa
diukur karena sangat subjektif. Orang kaya melihat orang yang hidup sederhana di
kampung yang tenang adalah orang yang berbahagia, sementara orang miskin melihat
orang kaya di kota yang hidup mewah adalah orang yang paling berbahagia di dunia.
Jadi kepuasan tidak bisa diukur dan seseorang hanya bisa membandingkan tingkat
kepuasan yang dialaminya ketika melakukan kegiatan atau melakukan konsumsi, tetapi
dia tidak bisa membandingkan tingkat kepuasan yang dialaminya dengan kepuasan
yang dialami oleh orang lain dari melakukan konsumsi atau kegiatan yang sama. Rasa
dan tingkat kepuasan itu berbeda untuk setiap orang karena selerannya berbeda.
Karena itu kepuasan tidak bisa diukur secara kuantitatif. Kalaulah bisa diukur secara
kuantitatif (angka) maka dengan mudah kita akan bisa melihat sejauh mana sesorang
telah mencapai kebahagiaan dalam hidupnya.
5

Terkait dengan tujuan konsumen ini maka analisisnya dapat dilakukan dengan
tiga pendekatan, yaitu: pendekatan utility, pendekatan kurva indifferent dan pendekatan
matematik. Dalam bab ini hanya akan dibahas dua pendekatan pertama saja yaitu,
pendekatan utility dan kurva indifferent.
Utility adalah ukuran imaginer dari tingkat kepuasan yang dialami seseorang dari
kegiatan atau konsumsi yang dilakukannya, yang, sekali lagi tidak bisa diukur secara
kuantitatif. Kita membuat asumsi bahwa kepuasan diukur dengan ukuran yang disebut
dengan unit utility. Namun kita tidak bisa mengatakan bahwa si A mendapat kepuasan
sebesar 5 point dan si B mendapat lebih rendah yaitu 4 point.
Assumsi tentang utility
Kalau begitu apa yang bisa kita katakan dari konsep utility adalah bahwa
seseorang HANYA bisa membandingkan bahwa bagi si A mengkonsumsi ayam lebih
tinggi kepuasannya dari pada mengkonsumsi ikan, sedangkan bagi si B sebaliknya.
Tetapi seberapa besar tingginya kepuasan mengkonsumsi ayam dibandingkan dengan
mengkonsumsi ikan tidak bisa dijawab. Namun dengan kemampuan bisa
membandingkan saja sudah banyak tingkah laku atau sifat variable ekonomi dapat
diterangkan dan dianalisis.
Asumsi penting lainnya terkait dengan utility ini adalah bahwa konsumen mampu
menyatakan atau membandingkan kepuasannya dengan konsisten (consistent
preference). Artinya konsumen yang rasional akan mampu menyatakan secara
konsisten bahwa dia lebih menyukai ayam karena lebih memberikan kepuasan dari
pada ikan dan lebih menyukai ikan dari pada tempe. Atau ayam > ikan > tempe. Dari
tingkatan kepuasan ini juga dapat disimpulkan secara konsisten bahwa konsumen ini
lebih menyukai ayam dari pada tempe atau ayam> tempe. Jadi tidak akan terjadi,
misalnya si A tidak bisa makan karena tidak bisa memutuskan apakah akan memakan
ayam atau ikan karena tidak mampu memutuskan mana yang lebih disukai, sehingga ia
akhirnya mati kelaparan.
Asumsi berikutnya adalah konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dari
pada yang sedikit. Artinya konsumen yang rasional akan lebih menyukai yang lebih
banyak dari pada sedikit karena konsumsi yang lebih banyak tentu akan memberikan
kepuasan yang lebih tinggi dari pada mengkonsumsi yang sedikit. Asumsi ini adalah
konsekuensi logis dari manusia yang dilengkapi nafsu oleh Tuhan yang maha kuasa
mulai sejak dalam kandungan ibunda. Karena adanya nafsu inilah maka manusia
bertahan hidup di dunia, mereka bekerja keras untuk mendapatkan lebih banyak.
Namun tambahan kepuasan dari setiap tambahan barang yang dikonsumsi semakin
berkurang akibat menurunnya selera terhadap barang yang sama. Perhatikan Gambar
1.2.
6

Kurva utility total

Gambar 1.2.
Kurva utilty yang menggambarkan hubungan antara total utility dan jumlah
barang yang dikonsumsi.

Kurva indifferent
Pendekatan kedua dalam terori konsumen adalah pendekatan kurva indifferent.
Kurva indifferent adalah kurva yang menunjukkan kombinasi konsumsi dari dua macam
barang yang memberikan kepuasan yang sama kepada konsumen. Konsumen
biasanya mengkonsumsi lebih dari satu barang dalam jumlah yang berimbang atau
proporsional antara satu barang dengan barang lainnya. Keadaan ini dapat
digambarkan pada gambar 1.3.
Konsumen mengkonsumsi dua barang yaitu nasi dan ikan dan tentu normalnya
orang cenderung memakan keduanya dalam kombinasi yang berimbang. Titik kosumsi
yang memberikan kepuasan tertinggi adalah titik E karena dibawah E kepuasannya
lebih rendah dan diatas E tidak mungkin dicapai karena keterbatasan budget. Bentuk
kurva indifferent yang melengkung menunjukkan selera dari setiap konsumen dan ini
juga konsisten dengan gambar 1.2 yang menunjukkan bahwa konsumen (pada titik
dibawah E) bersedia mengurangi konsumsi konsumsi nasi bila mendapatkan
kompensasi ikan dalam proporsi yang lebih banyak. Dari konsep kurva indifferent ini
dapat diturunkan sebuah kurva yang sangat penting yaitu kurva permintaan (kurva
demand) dari konsumen. Perhatikan Gambar 1.3 dan 1.4.

Gambar 1.3
Kurva indifferent yang menunjukkan kombinasi konsumsi dua barang denagan
tingkat kepuasan yang sama. Kepuaan yang maksimum adalah pada titik E,
perpotongan antara kurva indifffrent dengan garis budget.

Kurva Permintaan
Bila harga ikan turun maka dengan budget nominal yang sama seorang
konsumen bisa membeli lebih banyak ikan dari sebelumnya sehingga titik perpotongan
garis budget pada garis horizontal akan bergeser ke kanan. Sementara itu harga nasi
tidak berubah sehingga perpotongan garis budget pada garis vertical tidak berobah.
Kalau harga ikan terus turun maka akan tercipta beberapa garis buget dengan
beberapa titik perpotongan pada garis horizontal. Pergeseran garis budget ini
menyebabkan income ril atau budget ril menjadi meningkat (budget nominal tetap)
aehingga terbentu beberapa titik perpotongan antara garis budget yang baru dengan
kurva indifferent. Bila titik titik perpotongan garis budget dan kurva indifferent ditarik
kebawah maka akan tercipta sebuah kurva yang disebut dengan kurva permintaan.
Kurva demand ini menghubungkan antara harga ril yang turun dengan jumlah
pemintaan ikan yang semakin meningkat.

Gambar 1.4
Menurunkan kurva demand dari beberapa kurva indifferent yang berpotongan
dengan garis budget.

Kurva demand adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara harga barang
dan jumlah barang yang diminta oleh seorang konsumen. Hubungan harga dengan
jumlah barang adalah berbanding terbalik, artinya semakin murah (mahal) harga barang
tersebut maka akan semakin banyak (sedikit) permintaan konsumen terhadap barang
tersebut dengan asumsi factor-faktor lain tidak berubah atau konstan. Permintaan pasar
adalah penjumlahan dari seluruh permintaan indivisu konsumen.
Pelaku ekonomi: Produsen
Pelaku ekonomi yang penting lainnya adalah produsen atau perusahaan.
Pemisahan antara kelompok konsumen dan produsen adalah untuk memudahkan
dalam memahami dan menganalisis fenomena ekonomi dalam masyarakat atau
Negara. Dalam kenyataaannya antara konsumen dan produsen orang-orang yang
sama dimana peranananya berbeda pada waktu dan tempat yang berbeda. Misalnya
seorang produsen TBS (tanda buah segar kelapa sawit) akan menjadi konsumen ketika
dia pergi ke pasar membeli ikan.
9

Teori Produsen
Peranan produsen adalah kebalikan dari peranan konsumen. Produsen berperan
membeli factor-faktor produksi yang dijual oleh konsumen, yaitu pemilik factor produksi.
Setelah factor produksi tersebut diolah menjadi barang atau jasa yang baru maka
kemudian dijual kepada para konsumen.
Adapun tujuan dari produsen adalah juga kebalikan dari tujuan konsumen, yaitu
memaksimalkan keuntungan atau profit dari penjualan barang dan jasa yang
diproduksinya. Keuntungan adalah selisih penerimaan atau penjualan dengan biaya
produksi. Penerimaan terdiri dari komponen harga output (Pq) dan jumlah output (Q),
sedangkan biaya produksi terdiri dari harga input atau factor produksi (P xi) dan jumlah
masing-masing input yang dipakai (Xi), seperti terlihat dari persamaan (1.1).
Memaksimalkan keuntungan berarti bisa dicapai dengan cara memaksimalkan
penerimaan dan atau menurunkan biaya produksi.
Keuntungan (profit) = Penerimaan (sale) Biaya produksi (harga pokok)
= Pq*Q - Pxi*Xi
. . . . . . . . . . . . . . . (1.1)
Memaksimalkan penerimaan dapat ditempuh dengan cara menaikan harga
barang (Pq) atau jumlah barang Q. Tetapi menaikan Q berarti harus menaikan
pemakaian factor produksi (Xi) sehingga biaya produksi juga harus naik secara
proporsional dengan kanaikan produksi. Karena itu yang paling mungkin adalah
menaikan harga barang sampai batas tertentu, yaitu sampai pada saat dimana
tambahan penerimaan yang diakibatkan oleh penambahan produksi sama dengan
tambahan biaya produksi yang diakibatkan oleh tambahan pemakaian input. Dalam
istilah ilmu ekonomi disebut nilai produksi marginal sama dengan tambahan biaya
marginal yang diakibatkan oleh penambahan satu unit produksi. Produsen yang
rasional akan terus menaikan produksi selama tambahan penerimaannya lebih besar
dari tambahan biaya akibat penambahan pemakaian factor produksi untuk mendukung
penambahan produksi. Hal ini disebabkan produsen akan kehilangan kesempatan
meraih keuntungan bila hal tersebut tidak dilakukan. Sebaliknya produsen akan
menghentikan penambahan produksi apabila nilai produksi marginal sudah lebih rendah
dari tambahan biaya. Bila situasi ini dibuat dalam gambar kurva maka akan terlihat
seperti pad gambar 1.5.

Kurva supply
Dari gambar 1.5 terlihat kurva MC atau marginal cost, yang bergerak dari dari
bawah melengkung ke atas, yang berarti biaya tambahan per unit semakin naik bila
produksi ditambah. Kurva MC adalah kurva supply atau penawaran dari produsen
10

barang dan jasa yang ingin dijual ke konsumen. Kurva supply ini dimulai dari titik C ke
sampi ke ujung atas. Titik E adalah jumlah penawaran atau supply yang optimal bagi
produsen karena pada titik tersebut biaya tambahan sama dengan tambahan
penerimaan. Bila harga barang berada dibawah titik E maka biaya produksi lebih besar
dari tambahan penerimaan (MR) sehingga produsen akan merugi. Tindakan
rasionalnya adalah mengurangi produksi sehingga tambahan penerimaan (MR) kembali
sama dengan tambahan biaya (MC). Sebaliknya bila harga naik diatas titik E maka
tambahan penerimaan lebih besar dari tambahan biaya sehingga produsen akan
kehilangan kesempatan untuk meraih keuntungan sehingga tindakan yang rasiobal
adalah menambah produksi. Dari proses ini maka terbentuklah kurva yang disebut
dengan kurva suppy atau kurva penawaran.

Gambar 1.5.
Kurva marginal cost terbentuk dari hubungan antara tambahan biaya akibat
tambahan satu unit produksi yang dihubungkandengan tambahan penerimaan.
Sesuai dengan uraian diatas maka bentuk kurva supply adalah melengkung
keatas sehingga kurva supply didefinisikan sebagai kurva yang menunjukkan hubungan
antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen. Hubungan antara
harga dan jumlah barang yang ditawarkan adalah berbanding lurus, artinya semakin
mahal harga barang maka semakin banyak barang akan ditawarkan oleh produsen
kepada konsumen karena semakin tinggi harga potensi keuntungan juga tinggi.
Sebagai contoh, harga buah kelapa sawit yang semakin tinggi pada sepuluh tahun
11

terakhir telah menyebabkan meningkatnya luas kebun kelapa sawit, karena tambahan
penerimaan lebih besar dari tambahan biaya atau potensi keuntungan menjadi semakin
besar. Sebaiknya ketika harga gabah tidak naik maka luas padi sawah juga semakin
menyusut. Contoh lain dari sisi biaya produksi; ketika harga BBM naik maka biaya
produksi juga ikut naik akibatnya harga barang atau tambahan penerimaan akan lebih
rendah dari tambahan biaya sehingga keuntungan menjadi rendah dan produsen
menurunkan produksi sehingga MR sama dengan MC. Penurunan produksi sering
meyebabkan terjadinya PHK.
Nilai dan harga
Apa perbedaan antara nilai dan harga barang? Kenapa ada barang yang nilainya
atau kegunaannya tinggi tetapi harganya rendah atau sebaliknya. Nilai (value)
merupakan persepsi manusia tentang makna suatu objek bagi individu tertentu pada
tempat dan waktu tertentu. Atau nilai adalah sesuatu yang penting, bermanfaat, atau
memberikan kepuasan (satisfaction) kepada pemakainya atau pemiliknya. Sedangkan
harga adalah sesuatu yang mempunyai nilai atau mendatangkan manfaat ketikda
terjadi pertukaran. Perbedaan nilai dan harga ini dapat dilihat pada ilustrasi waterdiamond paradox. Air sangat berguna dan memberikan kepuasan kepada yang
memanfaatkannya tetapi harganya sangat murah bila dibandingkan dengan intan.
Manfaat intan tidak sebesar manfaat air bagi tubuh manusia, tetapi harganya sangat
tinggi bila dibandingkan dengan harga air. Untuk menjelaskan perbedaan kedua
fenomena ini kita lihat sejarah pembentukan harga dari zaman dulu sampai sampai
pada abad ke 19.

Sejarah pembentukan harga


Pada awalnya manusia tidak mengetahui secara jelas kenapa harga barang
mengalami fluktuasi; pada waktu tertentu harga barang tinggi dan pada waktu yang lain
harga barang menjadi murah. Karena kebingungan dengan fenomena ini maka
manusia hanya bisa mengatakan bahwa harga ditentukan oleh Tuhan.
Pada proses pencarian manusia selanjutnya terhadap fenomena sosial ini
manusia berpendapat bahwa harga itu ditentukan oleh kegunaan suatu benda atau
barang. Semakin tinggi kegunaan suatu barang maka semakin tinggi pula harganya.
Namun dari proses berfikir manusia yang semakin kritis pendapat ini ternyata tidak bisa
diterima karena bertentangan dengan kenyataan sehari-hari, seperti yang dijelaskan
sebelumnya pada kasus water-diamond paradox. Ada barang yang nilainya tinggi sekali
bagi kehidupan, seperti air, tetapi harganya hampir tidak ada. Sebaliknya intan
(diamond) sangat tinggi harganya tetapi kegunaannya rendah. Intan hanya digunakan
12

untuk perhiasan saja sedangkan air sangat tinggi kegunaanya tetapi harganya rendah.
Pendapat kedua ini akhirnya tidak diterima oleh para ahli pemikir pada waktu itu.
Semakin lama proses berfikir manusia semakin maju sehingga muncullah
pendapat yang lebih baik. Pendapat ketiga adalah labor theory of value, yang
mengatakan bahwa harga barang ditentukan oleh biaya yang diperlukan untuk
membuat barang tersebut dan umumnya pada waktu itu adalah biaya tenaga kerja
karena peralatan modern belum ditemukan. Pendapat ketiga ini lebih logis karena
memberikan solusi pada paradok water and diamond. Kenapa harga diamond mahal
adalah karena mencari dan memproduksi diamond memerlukan lebih banyak tenaga
kerja sedangkan untuk mendapatkan air sangat mudah sehingga biayanya juga murah.

Gambar 1.6
Proses pembentukan harga yang dilakukan oleh konsumen dan produsen

Namun belakangan diketahui bahwa teori ketiga ini juga tidak mampu
menerangkan fenomena tingginya harga baju bekas para selebriti atau mobil antik
presiden Soekarno padahal biaya membuatnya sekarang sangat murah karena
teknologi mobil era tahun 1930 an itu adalah teknologi sederhana. Artinya semua teori
diatas menjadi terbantah atau tidak relevan sampai dengan munculnya pendapat
keempat yang mengatakan bahwa harga ditentukan oleh jumlah persediaan barang dan
jumlah permintaan barang yang mau dibeli oleh konsumen. Menurut teori ini harga
terbentuk dari interaksi antara penjual yang mempunyai persediaan barang dan pembeli
barang yang meminta barang. Persediaan dan permintaan barang ini digambarkan
dalam bentuk kurva penwaran barang (supply) dan kurva permintaan barang (demand).
Perpotongan kurva demand dan kurva supply ini menggambarkan proses dan
13

persetujuan dari kedua belah pihak terhadap besarnya harga dan jumlah barang yang
disepakati untuk dijual dan dibeli. Proses ini disebut dengan pembentukan harga (price
determination). Proses pembentukan harga ini digambarkan pada gambar 1.6. Bila
asumsi pasar bersaing sempurna terpenuhi maka harga barang tidak bisa dipengaruhi
oleh siapapun dalam jangka panjang. Harga ini disebut dengan given, artinya tidak bisa
diintervensi atau diganggu gugat oleh siapapun. Konsumen dan produsen disebut juga
dengan price taker karena menghadapi harga yang apa adanya. Jadi harga selain
ditentukan oleh kekuatan konsumen dan produsen juga ditentukan oleh bentuk pasar
yang memfasilitasi pelaku pasar tersebut.

Bentuk pasar
Pasar didefinisikan sebagai tempat hipotetis dimana penjual bertemu dan
berkomunikasi dengan pembeli untuk menentukan harga dan jumlah yang yang akan di
jual dan dibeli. Kenapa hipotetis? Karena saat ini dengan kemajuan teknologi dan
komunikasi transaksi dapat terjadi dimana dan kapan saja, tidak dibatasi oleh ruang
dan waktu seperti pada waktu 3 dekade dulu. Jadi pasar dapat berbentuk nyata secara
konvensional seperti pasar mall dan dapat juga tidak berbentuk seperti di dunia maya.
Pasar berfungsi memberikan informasi tentang kelangkaan dan nilai dari suatu
sumberdaya dalam bentuk harga. Fungsi kedua adalah pasar akan memberikan
insentive pasar dalam bentuk keuntungan kepada pelaku pasar (produsen) yang efisien
dan memberikan kepuasan maksimum kepada konsumen yang cerdas.
Secara ekstrim bentuk pasar ada dua, yaitu pasar yang bersaing sempurna dan
pasar monopoli. Kedua bentuk pasar ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Pasar yang banyak dijumpai adalah bentuk-bentuk pasar diantara keduanya. Pasar
monopoli dan bersaing sempurna merupakan dua kutub ekstrim dan diantara keduanya
terdapat bentuk-bentuk pasar yang merupakan sebuah kontinum dari satu kutub ke
kutub lainnya. Atau pasar yang lebih mendekati bentuk bersaing sempurna atau
mendekati bentuk pasar monopoli.

Pasar bersaing sempurna


Pasar bersaing sempurna adalah bentuk pasar yang ideal dan sulit ditemui
dalam dunia nyata. Yang ada adalah bentuk pasar yang mendekati bersaing sempurna,
seperti pasar untuk beberapa komoditi pertanian. Pengertian dari pasar bersaing
sempurna adalah apabila pasar tersebut memenuhi beberapa persyaratan, yaitu
a. Banyak penjual (produsen) dan pembeli (konsumen) dan tidak satupun diantara
mereka yang cukup besar untuk bisa mempengaruhi harga pasar,
14

b. Para produsen tersebut memproduksi barang yang homogen, artinya tersedia


banyak barang pengganti atau substitusi,
c. Bebas bagi siapapun atau tidak ada hambatan, untuk berusaha, memproduksi
suatu barang yang diinginkannya di bidang usaha apapun, atau entry is
assumed costless, atau tidak ada hambatan bagi factor factor produksi untuk
bergerak kemana saja untuk mencari return yang paling tinggi.
d. Akses informasi sempurna baik bagi pembeli maupun bagi penjual, artinya
semua orang mempuyai pengetahuan yang relative sama sehingga kekuatan
juga relative sama.

Bila asumsi diatas terpenuhi maka konsekuensi logisnya adalah harga barang
akan murah dan stabil karena tidak ada satupun diantara pelaku pasar yang bisa
mempengaruhi harga karena jumlah atau kekuatan pelaku pasar tersebut sangat kecil
sekali dibandingkan dengan jumlah pelaku pasar keseluruhan, Dalam istilah ekonomi
mikro disebut karena bekerjanya kekuatan tangan yang tidak tampak (invisible hands).
Kondisi ini tentu akan menguntungkan bagi konsumen. Karena asumsi pasar ini sulit
tercapai dan yang ada adalah pasar yang mendekati sempurna maka produsen juga
diuntungkan karena profit akan berfluktuasi. Ketika pasar mendekati pasar bersaing
sempurna maka profit akan kecil dan ketika pasar menjauh dari bentuk sempurna maka
profit akan naik.

Pasar monopoli
Pasar monopoli juga jarang ditemui dalam keadaan sehari-hari kecuali dalam
keadaan tertentu, misalnya dibentuk oleh pemerintah melalui undang-undang seperti
PLN dan lain-lain. Ciri-ciri pasar monopoli adalah sebagai berikut.
a. Hanya ada satu producer sementara pembeli sangat banyak sehingga produsen
ini dengan mudah dapat mengatur harga pasar,
b. Terkait dengan alasan diatas (a) maka untuk masuk berusaha sangat mahal
karena si monopoli membuat penghalang untuk masuk, misalnya dengan
membanting harga, kartel dll. Atau dengan kata lain adanya berrier to entry.
c. Informasi sangat tidak sempurna sehingga pelaku pasar mudah dimanipulasi
oleh orang-orang yang memegang informasi. Hal ini juga menyebabkan sulitnya
pengusaha baru untuk masuk (entry).
Pasar monopoli adalah pasar dimana penjual atau pembeli hanya satu orang
sehingga dia akan mempengaruhi bahkan menentukan pembentukan harga barang dan
jasa. Karena tunggal atau tidak ada pesaing maka konsumen tidak mempunyai
15

alternative lain untuk melakukan transaksi sehingga harga akan ditentukan sepihak oleh
pelaku ekonomi yang jumlahnya sedikit. Si monopolist bisa mempengaruhi harga
melalui penetapan harga langsung atau melalui pengaturan supply barang. Ciri pasar
monopoli yaitu adanya penghalang terhadap perusahaan lain untuk masuk adalah cirri
yang paling utama yang menyebabkan timbul dan bertahannya keberadaan pasar
monopoli.
Bentuk-bentuk pasar yang lain adalah pasar homogenous oligopoly,
differentiated atau monopolistic competition, dan differentiated oligopoly dengan ciricirinya adalah diantara bentuk pasar monopoli dan pasar bersaing sempurna. Misalnya
untuk pasar homogenous oligopoly asalah terdapat beberapa produsen yang bias
berkolusi, memproduksi barang-barang homogeny, dan masuk untuk membuka usaha
baru di industry tersebut sangat sulit karena si monopolist menciptakan penghalang
yang cukup mahal untuk ditembus.
Pasar monopolistic competition atau pasar cirinya adalah terdapat banyak
producers dan konsumen tetapi mereka memproduksi barang-barang yang sedikit
berbeda satu sama lainnya (differentiated goods) dan masuk ke industry yang
bersangkutan relative mudah terutama dalam jangka pendek. Sedangkan pasar
differentiated oligopoly hampir sama hanya berbeda dalam hal jumlah penjual dimana
dimana pada pasar terakhir ini jumlah penjual relative sedikit sehingga entry lebih sulit
dilakukan.
Halangan masuk (barrier to entry)
Ada beberapa bentuk halangan bagi pengusaha baru untuk masuk pada usaha
yang baru. Betuk halangan ini ada beberapa bentuk sebagai berikut:
1. Natural barrier terjadi karena produksi barang tertentu menunjukkan decreasing
average cost atau increasing return to scale dalam jangka panjang. Artinya
produksi memerlukan modal dan skala ekonomi yang besar untuk meraih
keuntungan sehingga biasanya hanya perusahaan besar yang efficient yang
mampu menanggung biaya besar dan kerugian dalam jangka panjang tetapi
berkerja efficient.
2. Technical barrier karena technology atau rahasia yang dimiliki oleh perusahaan
tertentu dan perusahaan lain tidak menguasai teknologi tersebut sehingga tidak
menguntungkan untuk masuk ke industry tersebut. Contoh: Coca Cola, memiliki
rahasia minuman sehingga Coca Cola memonopoly usaha tersebut. Microsoft
adalah contoh klasik yang kontraversial karena berkali-kali dituduh monopoly
baik di Amerika maupun Eropa. Atau perusahaan yang membangun brand image
dalam jangka panjang sehingga perusahaan lain tidak bisa masuk karena
16

membangun image baru memerlukan


menguntungkan untuk masuk.

biaya

besar

sehingga

tidak

3. Legal barrier, diciptakan secara hukum oleh pemerintah misalnya hak patent
yang diberikan pada perusahaan tertentu karena penemuan teknologi yang
membutuhkan biaya besar dalam penelitian. Perusahaan perlu dilindungi agar
biaya penemuan teknologi kembali dan juga memberikan insentive kepada
masyarkat untuk menemukan teknologi baru. Contoh: franchise yang diberkan
kepada perusahaan tertentu yang membayar fee, hal patent, dll.
4. Illegal monopoly biasa disebut coercive monopoly timbul karena adanya
pemaksaan terhadap orang lain untuk menguasai pasar baik secara halus
maupun kasar. Monopoly jenis ini biasanya terjadi pada Negara-negara dengan
penegakan hukum yang sangat lemah. Beberapa penelitian menunjukkan
monopoly seperti ini banyak ditemui pada pasar-pasar tradisional dimana
preman pasar menguasai jenis komoditi tertentu dan penjual hanya bisa masuk
ke pasar tersebut melalui para preman tersebut.

Cabang Ilmu Ekonomi


Ilmu ekonomi mengalami perkembangan yang cukup pesat sehingga terbentuk
cabang-cabang yang cukup luas. Awalnya pada tahun 1930 an ilmu ekonomi terbagi
atas dua, yiatu Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro. Namun belakangan berkembang
menjadi bagian yang lebih kecil dan spesifik. Diantara cabang-cabang ilmmu ekonomi
adalah Ekonomi Pertanian (Agricultural Economics), Ekonomi Perburuhan (Labor
Economics), Ekonomi Sumber Daya Manusia (Human Resource Economics), Ekonomi
Perdagangan dan International (International Economics), Ekonomi Politik (Political
Economics), Ekonomi Pembangunan (Development Economics), Ekomomi Sumber
Daya Alam (Natural Resource Economics) atau ilmu Ekonomi Lingkungan
(Environmental Economics).
Dalam kuliah ini kita akan lebih fokus pada cbang ilmu yang terakhir yaitu, Ilmu
Ekonomi Lingkungan (Environmental Economics). Selain itu juga akan dibahas secara
ringkas tentang Ekonomi Politik karena kebijakan lingkungan tidak lepas dari pengaruh
ekonomi dan politik.
Ekomomi lingkungan dan ekonomi politik
Ekonomi lingkungan adalah ilmu yang mengkaji hubungan antara ekonomi dan
manusia dengan ekosistem alam. Fokus kajian ini adalah bagaimana interaksi ekonomi
17

terjadi antara para pelaku ekonomi ditengah-tengah keterbatasan ketersediaan sumber


daya alam.
Ilmu ekonomi politik adalah ilmu yang mempelajari proses social dan
kelembagaan dimana kelompok elite ekonomi dan politik tertentu menggunakannya
untuk mempengaruhi alokasi sumberdaya yang terbatas untuk memenuhi kepentingan
mereka atau kelompok kepentingan. Jadi ekonomi politik memepelajari hubungan
antara politik dan ekonomi dengan penekanan pada peranan kekuasaan dalam
pengambilan keputusan ekonomi. Ilmu Ekonomi politik penting dalam pengelola
ekonomi Negara karena kestabilan politik merupakan salah satu syarat utama untuk
terwujunya pembangungan ekonomi terutama di negara-negara sedang berkembang.
Karena itu politik adalah salah satu faktor penting yang harus dipertimbangankan dalam
merumuskan kebijakan ekonomi Negara.
Teori dan Realita
Bagaimana hubungan antara teori dan realitas sehari-hari. Apakah ada
hubungannya atau malah bertolak belakang. Teori dan realitas harus sejalan karena
teori dibangun atas dasar pengamatan dari kejadian dan fenomena sehari-hari. Jadi
teori tidak dibangun atas dasar pemikiran yang mengawang awang atau imaginasi liar
dari seorang ilmuan. Teori terbentuk dalam sebuah proses waktu yang cukup lama
karena mulai dari pengamatan fenomena social dalam masarakat kemudian dibuat
hipotesis dan dibuktikan berkali-kali sampai akhirnya menjadi sebuah teori. Teori
kemudian diuji lagi oleh para ilmuan yang tidak setuju atau meragukan hasil penelitian
tersebut dengan teori tersebut sehingga kemudian teori itu semakin kukuh.
Kenapa ada pernyataan seperti Ah itu kan cuma teori, kenyataannya tidak
seperti itu. Benarkan pernyataan ini, dimana letak kelirunya? Seperti diketahui bahwa
teori dibangun dalam waktu yang cukup panjang dan mengalami pengujian berkali-kali
seperti terlihat pada gambar 1.7. Pertanyaannya adalah kenapa ada teori yang tidak
cocok atau tegasnya tidak bisa menerangkan realitas yang ada. Jawabannya adalah
bahwa teori dibangun diatas serangkaian asumsi-asumsi. Bila asumsi tidak terpenuhi
maka teori tersebut tidak berlaku.

18

Law/Hukum

Gambar 1.7
Proses terbentuknya sebuah teori
Misalnya, dalam masalah ekonomi, kenapa harga kedele tetap tinggi walaupun
pasokan import telah banyak masuk padahal menurut teori ekonomi harga ditentukan
oleh ketersediaan barang (supply) dan permintaan (demand). Artinya kenyataan
berbeda dengan teori. Tidak sejalannya antara teori dengan realitas ini ternyata diduga
ada pengusaha yang membentuk kartel yang sehingga teori tidak bekerja. Karena teori
ini baru berlaku jika terpenuhi asumsi bahwa bentuk pasarnya sempurna; artinya tidak
ada halangan untuk bekerjanya mekanisme pasar dengan baik. Bila ada kartel maka
berapapun besarnya supply kedele tetap tidak akan mampu menurunkan harga.

References
Fauzi, Ahmad (2006). Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.
Nicholson, Walter (1987). Intermediate Microeconomics and Its Applications. New York:
Dryden Press.
Pearce, David, Edward Barbier, dan Anil Markandya (1990). Sustainable Development:
Economic and Development in the Third World. London: Edward Elgar.

19