Anda di halaman 1dari 17

TUGAS MAKALAH

PEMBOBOTAN NILAI PADA PENILAIAN KINERJA SEKOLAH

Mata Kuliah
PENILAIAN KINERJA DAN EVALUASI DIRI SEKOLAH

Dosen Pengampu :
DR. SUKARMAN PURBA, M.Pd.

OLEH KELOMPOK II :

1. ANDRIYANTI PASARIBU

NIM : 8156132056

2. MOCH. MUSTAIN

NIM : 8156132080

2. HORAS RONALDO PAKPAHAN

NIM : 8156132070

Kelas AW2 AP Kepengawasan

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN


KONSENTRASI KEPENGAWASAN
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2016
1

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis dihaturkan ke hadirat Allah SWT , karena berkat rahmat dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah Pembobotan Nilai Pada Penilaian
Kinerja Sekolah dengan baik dan sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Dr. Sukarman Purba, M.Pd sebagai dosen
pengampu mata kuliah Teori Aministrasi dan Manajemen Pendidikan, yang telah
membimbing penulis dalam penyelesaian makalah ini.
Makalah ini disusun dalam upaya memahami Pembobotan Nilai Pada Penilaian
Kinerja dalam meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan amanah Undang-Undang dan
diharapkan mencapai hasil yang maksimal.
Demikian makalah Pembobotan Nilai Pada Penilaian Kinerja Sekolah penulis susun
dengan sebaik mungkin. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Penulis menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dalam upaya meningkatkan isi dari makalah ini selanjutnya
selanjutnya.

Medan, April 2016

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................ i


DAFTAR ISI.......................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................... 4
A. Latar Belakang ....................................................................................................... 4
B. Tujuan dan Manfaat ............................................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................................... 6
A. Penilaian Kinerja Sekolah ...................................................................................... 6
B. Kerangka Instrumen Penilaian Kinerja Sekolah .................................................... 8
C. Pembobotan Instrumen Penilaian Kinerja Sekolah .............................................. 10
D. Pen-sekor-an Instrumen Penilaian Kinerja Sekolah ............................................. 12
E. Instrumen Penilaian Kinerja Sekolah ................................................................... 15
BAB III PENUTUP ............................................................................................................. 16
Lampiran .............................................................................................................................. 17
Daftar Pustaka ...................................................................................................................... 18

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
menegaskan bahwa setiap warga negara berhak atas pendidikan yang bermutu. Amanat ini
dalam bentuk standar yang dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
tentang pemenuhan Standar Nasional Pendidikan yang mencakup standar: (1) isi, (2) proses,
(3) kompetensi lulusan, (4) pendidik dan tenaga kependidikan, (5) sarana dan prasarana, (6)
pengelolaan, (7) pembiayaan, dan (8) standar penilaian pendidikan. Standar-standar tersebut,
merupakan acuan dan sekaligus kriteria dalam peningkatan dan penjaminan mutu
penyelenggaraan pendidikan.
Proses evaluasi terhadap seluruh aspek pendidikan harus diarahkan pada upaya untuk
menjamin terselenggaranya layanan pendidikan yang berkualitas (Quality assurance) dan
memberdayakan mereka yang dievaluasi sehingga menghasilkan lulusan pendidikan sesuai
dengan standar yang ditetapkan. Artinya pihak yang dievaluasi, apakah itu administrator
pendidikan, Kepala Sekolah, guru, atau siswa akan merasakan bahwa kegiatan evaluasi
membantu untuk mengenal berbagai kelebihan dan kekurangannya, serta memberikan arah
yang jelas dilakukan untuk mencapai kualitas yang lebih baik. Oleh karena itu evaluasi harus
dilakukan secara berkesinambungan, komprehensif, dan transpa-ran serta memotivasi peserta
didik dan pengelola pendidikan untuk terus menerus berupaya meningkatkan mutu kegiatan
pembelajaran dan pendidikan.
Sehubungan dengan prinsip evaluasi di atas, untuk menjaga komparabilitas dan
pengakuan kualitas input, proses dan hasil dari setiap lembaga pendidikan perlu dilakukan
penilaian kinerja sekolah. Proses penilaian kinerja sekolah dilakukan secara berkala dan
terbuka dengan tujuan membantu dan memberdayakan sekolah agar mampu mengembangkan
sumberdayanya dalam mencapai tujuan pendidikan.
Untuk melakukan Penilaian Kinerja Sekolah dengan baik, maka pelaksana penilaian
maupun pihak sekolah perlu memahami dan menguasai tentang Pembobotan Nilai Pada
Penilaian Kinerja Sekolah.

B. Tujuan dan Manfaat


Pembuatan makalah ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang Pembobotan
Nilai Pada Penilaian Kinerja Sekolah, dan diharapkan dapat memberi manfaat kepada pihakpihak yang membutuhkan informasi dan terlibat dalam proses penilaian kinerja sekolah,
termasuk Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah.

BAB II
PEMBAHASAN

A.

Penilaian Kinerja Sekolah


Penilaian Kinerja Sekolah adalah penilaian terhadap hasil kerja yang dapat dicapai oleh

seluruh warga sekolah di lembaga dengan wewenang dan tanggung jawab untuk mencapai
tujuan kelembagaan (sekolah).
Kriteria atau indikator kinerja sekolah diadaptasi dari komponen-komponen sekolah
yang menjadi bahan penilaian berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi
Sekolah Nasional (BASNAS). Penentuan kriteria di Badan Akreditasi Sekolah lebih bernuansa dikotomis, artinya lambaga tersebut apakah sekolah memenuhi standar minimal,
yang akan dinyatakan terakreditasi atau tidak memenuhi syarat minimal, yang dinyatakan
tidak terakreditasi. Sedangkan pada konsep penilaian kinerja yang lebih bernuansa
pembinaan berkesinambungan, penilaian lebih menekankan pada identifikasi permasalahan
sekolah melalui penilaian kinerja, dimana kelemahan-kelemahan yang ada di sekolah
diusahakan di atasi dengan berbagai kebijakan sekolah, baik pada tingkat kabupaten/kota,
propinsi, maupun tingkat Departemen CQ. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.
Penilaian dilakukan melalui serangkaian kegiatan proses pembandingan kondisi
sekolah dengan kriteria (standar) yang telah ditetapkan. Standar-standar tersebut meliputi : a)
standar input, b) standar proses, maupun c) standar output. Mengingat standar-standar
tersebut terdiri dari berbagai aspek dan sub aspek yang saling terkait satu sama lain untuk
mencapai tujuan sekolah, maka standar tersebut harus disusun secara kronologis berdasarkan
standar yang ada yang isinya dari waktu ke waktu dapat berubah sesuai dengan
perkembangan dan tuntutan pendidikan masa depan.
Standar input mencakup : a) aspek tenaga kependidikan, b) aspek kesiswaan, dan c)
aspek sarana dan d) pembiayaan. Standar proses mencakup : a) aspek kurikulum dan bahan
ajar, b) aspek PBM, c) aspek penilaian,

dan d) aspek manajemen dan kepemimpinan.

Sedangkan aspek output mencakup : a) aspek prestasi belajar siswa, b) aspek prestasi guru
dan kepala sekolah, dan c) aspek prestasi sekolah. Selanjutnya setiap aspek baik input,
proses, maupun output akan diuraikan lebih rinci untuk mendapatkan gambaran data yang
lebih jelas dan konkrit, agar kondisi sekolah benar-benar tercerminkan secara komprehensif,
melaui indikator yang terukur.
6

Selanjutnya aspek tenaga kependidikan terdiri dari : guru, kepala sekolah, dan
karyawan. Keberadaan guru, kepala sekolah dan karyawan akan dipotret secara
komprehensif dan dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan. Aspek kesiswaaan
terdiri dari :: kondisi siswa dan prestasi siswa yang merupakan bahan baku sekolah dan
sangat menentukan pembinaan pretasi siswa ke depan. Sedangkan aspek sarana yang terdiri
dari : keberadaan ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang
keterampilan/kesenian, ruang administrasi, kamar kecil, lingkungan sekolah, dan fasilitas
pendukung (media/alat peraga). Selanjutnya untuk aspek pembiayaan terdiri dari : sumber
pendanaan, penggunaan dana, dan akuntabilitas penggunaan dana. Indikator-indikator yang
ada pada aspek sarana maupun aspek pembiayaan cukup penting mengingat proses belajar
mengajar tidak akan dapat optimal tanpa dukungan sarana yang lengkap dan pembiayaan
yang cukup.
Dari sisi proses, aspek kurikulum dan bahan ajar terdiri dari: kurikulum, bahan ajar, dan
buku siswa. Keberadaan tiga indikator ini cukup penting, karena tanpa kurikulum yang jelas,
bahan ajar yang komprhensif dan buku penunjang untuk siswa yang mendukung kurikulum
maka proses pembelajaran juga tidak akan dapat berjalan dengan efektif. Aspek PBM terdiri
dari : kesiapan guru, pengelolaan kelas, metodologi pengajaran, dan penggunaan media
pembelajaran. Sedangkan aspek penilaian terdiri dari : kesiapan guru, dan pelaksanaan
penilaian. Kedua aspek tersebut (proses belajar mengajar dan penilaian) sangat penting dalam
melihat keberhasilan program pengajaran. Sedangkan aspek manajemen dan kepemimpinan
terdiri dari : perencanaan, implementasi program, pengawasan, dan kepemimpinan. Tidak
berbeda dengan aspek-aspek yang lain, aspek manajemen dan kepemimpinan juga tidak kalah
penting dalam melihat kinerja sekolah, khususnya pada komponen proses.
Dari sisi output, aspek prestasi belajar siswa terdiri dari : akademik, non-akademik, dan
kepribadian. Prestasi siswa menjadi tolok ukur utama dalam melihat keberhasil pendidikan
secara umum. Tolok ukur ini pada umumnya justru menjadi ukuran kemajuan sebuah
lembaga pendidikan. Aspek pretasi guru dan kepala sekolah terdiri dari : prestasi guru dan
prestasi kepala sekolah. Indikator ini yang selama ini sering dilupakan, padahal dilihat dari
sisi efektivitas pembelajaran, peran guru sangat penting dalam mengembangkan strategi
pembelajaran, sedangkan kepala sekolah sangat berperan dalam mengelola sekolah sebagai
agen perubahan. Sedangkan aspek prestasi sekolah terdiri dari : prestasi akademik dan nonakademik.

B.

Kerangka Instrumen
Dalam pengembangan alat evaluasi, termasuk pengembangan instrumen penilaian

kinerja sekolah, agar dapat dipertanggung-jawabkan secara akademik memerlukan konsstruk


yang dapat dijadikan acuan pengembangan kisi-kisi. Dengan mengacu pada konstruk
tersebut, selanjutnya dikembangkan komponen-komponen sekolah, aspek-aspek, beserta
indikator-indikatornya. Berdasarkan indikator tersebut dikembangkan butir-butir penilaian,
yang miliki validitas yang dapat dipertanggung-jawabkan secara akademik.
Dalam proses penilaian kinerja sekolah terkait oleh dua fokus utama yakni kelayakan
dan kinerja. Kelayakan yang terkait dengan sumber daya, dan sarana yang dimiliki oleh
sekolah. Sedang kinerja dapat dilihat dari proses dan hasil pendidikan yang dapat dicapai oleh
sekolah.

Kedua fokus utama tersebut tercakup dalam indikator-indikator yang telah

dikembangkan berdasarkan konstruk kinerja sekolah. Untuk kepentingan penilaian kinerja


sekolah pengembangan konstruk sekolah didasarkan atas makna atau hakekat kualitas
sekolah, baik yang digali dari bahan kepustakaan maupun dari pandangan-pandangan pihak
yang berkepentingan terhadap pendidikan di sekolah.
Konstruk yang dikembangkan ini menggambarkan kualitas sekolah sekolah secara
general. Oleh karena itu, konstruk ini hanya dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan
instrumen penilaian kualitas yang bersifat general. Dengan demikian penilaian yang bersifat
khusus (sekolah yang memiliki spesifikasi tertentu), selain menggunakan instrumen ini juga
harus ada instrumen tambahan untuk mengungkap aspek-aspek yang bersifat khusus.
Kerangka acuan yang digunakan dalam pengembangan instrumen menggunakan pola
: input proses output. Input, proses, dan output selanjutnya dalam pengembangan
instrumen ini di sebut komponen. Selanjutnya sub-komponen disebut aspek, dan bagian dari
aspek adalah indikator. Untuk lebih jelasnya hubungan antara komponen, aspek, dan
indikator dapat dilihat pada Tabel di bawah.
Tabel 1 Hubungan Komponen, Aspek, dan Indikator
No.
1.

Komponen
Input

Aspek
Tenaga kependidik-an

Indikator
Guru
Kepala sekolah
Karyawan

Kesiswaan

Kondisi siswa

No.

Komponen

Aspek

Indikator
Prestasi siswa

Sarana

dan

biayaan

Pem- Ruang kelas


Laboratorium
Perpustakaan
Ruang Kepala Sekolah
Ruang Keterampilan/
Kesenian/komputer
Ruang administrasi
Kamar Kecil
Lingkungan sekolah
Fasilitas Pendukung
Pembiayaan

Pembiayaan

Sumber dana
Penggunaan dana
Akuntabilitas penggunaan dana

2.

Proses

Kurikulum dan bahan Kurikulum


ajar

Bahan ajar
Buku siswa

PBM

Kesiapan guru
Pengelolaan Kelas
Metodologi Pengajaran
Penggunaan media pem-belajaran

Penilaian

Kesiapan guru
Pelaksanaan Penilaian

Manajemen
kepemimpinan

dan Perencanaan
Implementasi program
Pengawasan
Kepemimpinan

3.

Output

Prestasi siswa

Akademik
Non-akademik
Kepribadian

No.

Komponen

Aspek

Indikator

Pretasi guru dan kepala Prestasi guru


sekolah

Prestasi kepala sekolah

Prestasi sekolah

Akademik
Non-akademik

C.

Pembobotan Instrumen
Setiap komponen, aspek, dan indikator memiliki bobot yang telah ditentukan

berdasarkan besar kecilnya kontribusi komponen terhadap keseluruhan instrumen, aspek


terhadap komponen, dan indikator terhadap aspek. Selanjutnya secara keseluruhan kontribusi
komponen tersebut akan menentukan kinerja sekolah. Komposisi bobot indikator terhadap
aspek dapat dijelaskan sebagai berikut :
Tabel 2 Pembobotan Komponen, Aspek, dan Indikator
No.
1.

Komponen
Input (40)

Aspek
Tenaga

Indikator

kependidikan Guru (7)

(15)

Kepala sekolah (5)


Karyawan (3)

Kesiswaan (10)

Kondisi siswa (5)


Prestasi siswa (5)

Sarana (8)

Ruang kelas (2)


Laboratorium (1)
Perpustakaan (1)
Ruang Kepala Sekolah (0,5)
Ruang guru (0,5)
Ruang Keterampilan/
Kesenian (0,5)
Ruang tata usaha (0,5)
Kamar Kecil (0,5)
Lingkungan sekolah (0,5)
Fasilitas Pendukung (1)

Pembiayaan (7)

Sumber pendanaan (2)

10

No.

Komponen

Aspek

Indikator
Penggunaan dana (3)
Akuntabilitas penggunaan dana (2)

2.

Proses (30)

Kurikulum dan bahan Kurikulum (1)


ajar (5)

Bahan ajar (3)


Buku siswa (1)

PBM (10)

Kesiapan guru (2)


Pengelolaan Kelas (3)
Metodologi Pengajaran (3)
Penggunaan Media (2)

Penilaian (5)

Kesiapan guru (2)


Pelaksanaan Penilaian (3)

Manajemen
kepemimpinan (10)

dan Perencanaan (2)


Implementasi program (4)
Pengawasan (2)
Kepemimpinan (2)

3.

Output (30)

Prestasi siswa (15)

Akademik (7)
Non-akademik (4)
Kepribadian (4)

Pretasi guru dan kepala Prestasi guru (4)


sekolah (7)

Prestasi kepala sekolah (3)

Prestasi sekolah (8)

Akademik (5)
Non-akademik (3)

Jumlah komulatif komponen, aspek, ataupun indikator 100 point. Oleh karena itu,
penilaian kinerja keseluruhan merupakan jumlah setiap indikator ataupun aspek atau
komponen, tetapi lebih mudah penghitungannya menggunakan skor komulatif indikator.
Indikator-indikator penilaian kinerja sekolah merupakan acuan untuk mengembangkan butirbutir penilaian kinerja sekolah. Indikator ini dijabarkan dari aspek-aspek penilaian yang
menjadi fokus penilaian, yang merupakan jabaran dari komponen-komponen kinerja sekolah.
Dalam merumuskan indikator-indikator ini digunakan kriteria :

11

1.

Teramati, kriteria ini menunjukkan bahwa setiap indikator yang digunakan


sebagai acuan pengembangan butir-butir penilaian harus dapat diamati substansi
dan keberadaanya.

2.

Terukur, kriteria ini menunjukkan bahwa setiap indikator dapat diukur dan
ditujukkan.

3.

Praktis, kriteria ini menunjukan bahwa dari setiap indikator harus dapat
diturunkan butir-butir penilaian yang akan digunakan sebagai alat untuk menilai
kinerja sekolah.

4.

Relevan, kriteria ini menunjukkan bahwa setiap indikator yang dikembangkan


harus relevan dengan harapan pihak yang berkepentingan di sekolah.

5.

Representatif,

kriteria

ini

menunjukkan

bahwa

setiap

indikator

yang

dikembangkan harus mewakili aspek-aspek tertentu dari komponen kualitas


sekolah.
Pengembangan instrumen penilaian dalam rangka penilaian kinerja perlu memperhatikan
kepentingan penilaian kinerja sekolah.

D.

Pen-Sekor-An Instrumen

Langkah-langkah pen-sekor-an penilaian kinerja sekolah adalah sebagai berikut :


1.

Pen-sekor-an butir pertanyaan pada setiap indikator/aspek :


a.

Skor setiap indikator (mis. Indikator guru), menghitung jumlah skor semua
butir dibagi dengan jumlah butir.

b.

Jumlah skor indikator (rentang 1 4)

kemudian dijumlahkan dengan

indikator lain pada aspek tertentu (mis. Aspek tenaga kependidikan).


c.

Mengalikan rata-rata skor indikator dengan bobot tiap indikator.

d.

Menjumlahkan hasil perkalian antara indikator dengan bobot pada aspek


tertentu (mis. Aspek tenaga kependidikan)

e.

Dengan cara yang sama diulangi dari a s/d d untuk aspek yang lain (mis.
Aspek kesiswaan).

2.

Pen-sekor-an pada komponen (mis. Input) :


a.

Skor aspek tertentu pada komponen input dijumlahkan dengan aspek yang
lain (terbatas pada komponen input).

12

b.

Selanjutnya dilakukan cara yang sama untuk input lain (mis. Proses dan
output).

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat ilustrasi perhitungan seperti di bawah untuk
komponen input.

Pensekoran Komponen Input :

Komponen Input (Ki) = A1 + A2 + A3

A1 = Aspek Tenaga Kependidikan


A2 = Aspek Kesiswaan
A3 = Aspek Sarana
A4 = Aspek Pembiayaan

Selanjutnya :

A1 = Ind. Guru + Ind. Kepsek + Indi. Karyawan

A2 = Ind. KSis + Ind. PS

A3 = Ind. RK + Ind. Lab + Ind. Perp + Ind. RKs + Ind. Rg + Ind. Rket + Ind.
RTU + Ind.
Kk + Ind. LS + Ind. FP

A4= Ind. SD + Ind. PD + Ind. APD

Pembobotan :

A1 = 7 (rerata butir Ind. Guru) + 5(rerata butir Ind. Kepsek) + 3(rerata butir Ind.
Kary)

A2 = 5(rerata butir Ind. Kondisi Siswa) + 5 (rerata butir Ind. Prestasi Siswa)

13

A3 = 2(rerata butir Ind. RK) + 1(rerata butir Ind. Lab) + 1(rerata butir Ind. Perp)
+

0,5(rerata butir Ind. RKs) + 0,5 (rerata butir Ind. Rg) + 0,5(rerata butir Ind.

Rket) + 0,5(rerata butir Ind. RTU) + 0,5(rerata butir Ind. Kk) + 0,5(rerata butir
Ind. LS) + 1(rerata butir Ind. FP)

A4 = 2(rerata butir Ind. SD) + 3(rerata butir Ind. PD) + 2(rerata butir Ind. APD)

Contoh Perhitungan :

A1 = 7 (rerata butir Ind. Guru) + 5(rerata butir Ind. Kepsek) + 3(rerata butir Ind.
Kary)

A1 = 7 {(4+4+3+3+2)/5} } + 5 {(4+3+2)/3}} + 3{(4+3+3+3+2+2)/6}}

= 7{(16)/5}} + 5{(9/3)} + 3{(17/6)} = 7(3,20) + 5(3,00) + 3(2,83)

= 22,40 + 15,00 + 8,49 = 45,89

Dengan cara yang sama A2, A3, dan A4 dihitung seperti perhitungan A1

Sehingga :

Sekor Komponen Input (S-Ki) = A1 + A2 + A3 + A4

Catatan/keterangan :
Ind. Guru

: Indikator Guru (7)

Ind. Kepsek

: Indikator Kepala Sekolah (5)

Ind. Karyawan

: Indikator Karyawan (3)

Ind. RK

: Indikator Ruang Kelas (2)

Ind. Lab.

: Indikator Laboratorium (1)

Ind. Perp

: Indikator Perpustakaan (1)

Ind. RKs

: Indokator Ruang Kepala Sekolah (0,5)

Ind. Rg

: Indikator Ruang Guru (0,5)


14

Ind. Rket

: Indikator Ruang Keterampilan(0,5)

Ind. RA

: Indikator Ruang Tata Usaha (0,5)

Ind. Kk

: Indikator Kamar Kecil (0,5)

Ind. LT

: Indikator Lingkungan sekolah (0,5)

Ind. FP

: Indikator Fasilitas Pendukung (1)

Ind. SD

: Indikator Sumber Dana (2)

Ind. PD

: Indikator Penggunaan Dana (3)

Ind. APD

: Indikator Akuntabilitas Penggunaan Dana (2)

Ind. Ksis

: Indikator Kondisi Siswa (5)

Ind. PS

: Indikator Prestasi Siswa (5)

Dengan cara yang sama dilakukan pen-sekor-an untuk komponen proses dan
output (mis. Skor Komponen input = Sekor Ki, skor komponen proses = Sekor
KP, Sekor komponen output = Sekor Ko), maka Nilai kinerja sekolah dapat
diformulasikan sebagai berikut :

Nilai KINERJA SEKOLAH = Nilai Ki + Nilai Kp + Nilai Ko

Keterangan = Sekor Kinerja sekolah maksimum 400

Nilai KINERJA SEKOLAH =

E.

Instrumen Penilaian Kinerja Sekolah

Instrumen penilaian kinerja sekolah secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran .

15

BAB III
PENUTUP

Penilaian Kinerja Sekolah yang merupakan suatu bentuk evaluasi terhadap hasil kerja
yang dapat dicapai oleh seluruh warga sekolah di lembaga dengan wewenang dan tanggung
jawab untuk mencapai tujuan sekolah yang dilakukan melalui serangkaian kegiatan proses
pembandingan kondisi sekolah dengan kriteria (standar) yang telah ditetapkan. Setiap aspek
yang dinilai memiliki bobot yang disesuaikan dengan instrumen penilaian. Pelaksanaan
penialaian Kinerja sekolah bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas
pendidikan pada unit pelaksana teknis (sekolah)

16

Lampiran : Instrumen Kinerja Sekolah

INSTRUMEN KINERJA SEKOLAH


MONITORING DAN EVALUASI SSN

NAMA SEKOLAH

SSN ANGKATAN TAHUN

ALAMAT SEKOLAH

NAMA PETUGAS

INSTANSI

NO.TELP

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN MENENGAH
17