Anda di halaman 1dari 22

Bleeding Time

Kelompok 8
Alda Khoirunnisa
Anisa Nur Insani
Asri Arfiani
Ayu Nurul Awaliah

Bleeding Time (BT)


Menilai kemampuan darah untuk membeku
setelah adanya luka atau trauma, dimana
trombosit berinteraksi dengan dinding
pembuluh darah untuk membentuk bekuan.
Bleeding time digunakan untuk pemeriksaan
penyaring hemostasis primer atau interaksi
antara trombosit dan pembuluh darah
dalam membentuk sumbat hemostatik

Lanjutan
Pasien dengan perdarahan yang memanjang
setelah luka, pasien dengan riwayat
keluarga gangguan perdarahan.
Bleeding Time dilakukan untuk menilai
factor-faktor hemostatis yang letakknya
extravaskuler dimana keadaan dinding
kapiler dan jumlah trombosit juga
berpengaruh.

Abnormal Bleeding Time

Masa perdarahan memanjang


mengindikasikan kemungkinan:

Suatu defek vaskular (blood vessel defect)


Suatu defek fungsi platelet (lihat agregasi
platelet)
Defek jumlah platelet (low platelets) /
thrombocytopenia

Obat-obatan, a.l: dextran,


indomethacin, dan salicylates (including
aspirin).

Masa Perdarahan Memanjang

1. Kelainan konstriksi pembuluh darah


2. Trombositopenia
3. Gangguan adesi Trombosit
4. Gangguan pelepasan ADP oleh Trombosit
5. Gangguan agregasi Trombosit
6. Gangguan PF-3

Masa Perdarahan (Bleeding Time)


Tujuan :
Untuk menilai
trombosit)

faktor

hemostasis

primer

(Vaskular

dan

Prinsip :
Mengukur waktu yang diperlukan untuk menghentikan
pendarahan setelah dilukai pembuluh darah kecil yang
superfisial.
Metode :
1. Metode Ivy (Dewasa)
2. Metode Duke (Anak-anak)

Metode Ivy
Lebih akurat dari metode Duke
Alat dan Bahan :

Sphygmomanometer
Sterile disposable lancet
(Lebar: 1 mm, Dalam: 3 mm)
Kertas saring bulat
Alcohol 70%
Kapas
Stopwatch

Cara Kerja
Bersihkan lengan bawah bagian voler dengan
alkohol 70% dan biarkan kering.
Kenakan sphygmomanometer pada lengan atas
dan pompa sampai tekanan 40 mmHg. Selama
percobaan tekanan harus tetap setinggi itu.
Tegangkan kulit lengan bawah dengan sebelah
tangan dan tusuklah dengan lanset darah pd
satu tempat kira-kira 3 jari dibawah lipatan
siku sp 3 mm dalamnya.

Lanjutan
Jika terlihat darah keluar, jalankan
stopwatch.
Isap tetes darah tiap 30 dtk memakai
kertas saring, jangan sampai menekan
waktu menghisap darah.
Hentikan stop watch pd waktu darah
tidak dapat dihisap lg dan catat waktu
itu.

Interpretasi
Normal : < 11 min.
Jika perdarahan > 15 min, tempat perdarahan
ditekan dengan kapas alkohol, dan hasil dilaporkan
sebagai > 15 menit.

Metode Duke
Prinsip :
Kulit di incisi, lalu perdarahan yang terjadi
ditempelkan pada kertas saring, dan diukur
lamanya perdarahan.
Tujuan :
Menilai kemampuan trombosit dan vaskuler
untuk
membentuk
sumbat
trombosit
(platelet plug)

Alat-alat

Blood lancet.
Kapas alkohol (70%).
Kertas saring (berbentuk bulat).
Stop watch

Metode Duke
Bersihkan anak daun telinga dengan
alkohol 70% dan biarkan kering.
Tusuk anak daun telinga dengan lancet
sedalam 2 mm.
Teruskan percobaan seperti cara Ivy
Jika terlihat darah keluar, jalankan
stop watch
Isap tetes darah tiap 30 detik memakai
kertas saring, jangan sampai menekan
waktu menghisap darah.
Hentikan stop watch pada waktu darah
tidak dapat dihisap lagi dan catat waktu
itu.

1. Metode DUKE (cuping telinga)

setiap
30
detik
Kertas
saring

5 mm

Interpretasi
Banyaknya perdarahan yang terjadi dibagi 2. Hasil
pembagian merupakan waktu perdarahan dan
dinyatakan dalam menit.
Normal : 1-3 menit

Hal yang harus diperhatikan dalam


pemeriksaan Bleeding Time
Masa perdarahan Normal : 1-6 menit
(Ivy), 1-3 menit (Duke)
Bila lebih 10 menit : adanya kelainan
pada mekanisme hemostasis primer.
Kemungkinan lain : Tertusuk satu vena
(ulangi percobaan pada lengan lain)

Lanjutan
Tusukkan harus cukup dalam sehingga
salah satu bercak darah pertama pada
kertas saring minimal berdiameter 5 mm
atau lebih.
Masa pendarahan kurang dari satu menit
percobaan batal, kemungkinan krn
penusukan kurang dalam.

Catatan
Pada pemeriksaan Bleeding Time metode Ivy
kenapa dilakukan penahanan pada tekanan 40
mmHg?
Nilai MAP (Mean Arteria Pressure)
Pengurangan Sistole dengan Diastole normal
(rata-rata pada manusia)
120 mmHg 80 mmHg = 40
mmHg

Dan rata-rata ketahanan vaskuler


tekanan yaitu berkisar 40 mmHg
Normal : 30 40 mmHg

terhadap

Daftar Pustaka
Suharti C. Dasar-Dasar Hemostasis. Dalam : Sudoyo AW,
Setiyohadi B, Alwi I, dkk. Ed. Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam. Ed 4. Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FK
UI. Jakarta; 2006:749-754. 2.
Oesman F, Setiabudy RD. Fisiologi Hemostasis dan
Fibrinolisis. Dalam : Setiabudy RD. Hemostasis dan
Trombosis. Ed 3. Balai Penerbit FKUI. Jakarta. 2007; 18.
White MM, Jennings LK. Laboratory Evaluation of Platelet
Function. In : White MM, Jennings LK. Platelet
Protocols; Research and Clinical Laboratory Procedures.
California. Academic Press.1999:27-58

Terimakasih