Anda di halaman 1dari 10

Pengendalian Internal dalam

Sistem Informasi Akuntansi


Bel-Mart

UNIVERSITAS TRISAKTI

Nama Kelompok :
Nur Hamidah

023135005

Siti Rizky Ayu R

023135006

Pipian Deborah H

023135014

BAB I
DASAR TEORITIS
Pada setiap tingkat perusahaan, baik perusahan kecil,
menengah, maupun perusahaan besar, persediaan sangat
penting
harus

bagi kelangsungan
dapat

hidup perusahaan.

memperkirakan

jumlah

Perusahaan

persediaan

yang

dimilikinya.Persediaan yang dimiliki oleh perusahaan tidak


boleh terlalu banyak dan juga tidak boleh terlalu sedikit karena
akan mempengaruhi biaya yang akan

dikeluarkan untuk

persediaan tersebut. Dalam makalah yang dibahas kali ini


adalah

Persediaan

di

dalam

Belmart.

Belmart

adalah

convinience meat shop yang menyediakan segala jenis daging


ayam, mulai dari daging ayam segar, ayam yang dibumbui,
maupun yang telah siap makan ayam panggang rotisserie.
Jika Belmart ingin mengisi persediaan barang dagang yang
sesuai dengan dasar teori Sistem Informasi Akuntansi 2, maka
langkah langkah berikut yang seharusnya dilakukan:
1. Belmart melakukan Purchase Order pada supplier yang
dapat memenuhi kebutuhan toko atau pada Distribution
Center.
2. Supplier atau DC memberitahu Belmart bahwa barang
sudah dikirim dan telah melampirkan surat pengantar
untuk penerimaan barangnya.
3. Saat penerimaan barang, supplier atau DC melampirkan
surat pengantarnya dan memberikan barang yang telah di
order,

sedangkan

pihak

Belmart

menghitung

jumlah

barang yang dikirim oleh supplier atau DC, apakah jumlah

yang di order sama dengan jumlah yang dikirim atau


tidak.
4. Saat sudah menerima barang, pihak supplier menagih
pihak Belmart untuk melakukan pembayaran dengan
melampirkan bukti PO, surat pengantar, invoice dan pajak
pembelian.
5. Belmart membayar tagihan yang ditagihkan dari supplier.
6. Belmart menginput data data persediaan yang telah
diterima dari supplier dan atau dari DC.
7. Perlu adanya control terhadap persediaan yang dilakukan
secara rutin oleh pihak toko.
8. Saat kebutuhan akan persediaan dibutuhkan, pihak toko
akan melakukan Purchase Order kembali, sesuai dengan
tahap sebelumnya.

Dibawah ini adalah bagan organisasi Belmart cabang Cempaka


Putih yang membantu menjalankan siklus persediaan barang
dagang pada toko Belmart .

Kepala Toko Cabang Belmart

KASIR

KASIR
BACKUP
STAFF

STAFF
STAFF

STAFF

STAFF

STAFF

Dalam toko Belmart cabang Cempaka Putih, semua karyawan


langsung di awasi kinerjanya oleh Kepala Toko Cabang Belmart.
Fungsi dari Backup Staff yang terdiri dari tiga orang staff adalah
mewakili Kepala Toko Cabang Belmart jika Kepala Toko sedang
berhalangan. Artinya, fungsi Backup Staff sama saja dengan
Wakil Kepala Toko Cabang, tetapi tidak setiap hari ada untuk
mewakilkan Kepala Toko Cabang Belmart. Backup Staff di
jadwalkan oleh Kepala Toko Cabang sendiri. Jadi, saat Kepala
Toko Cabang berhalangan, tidak semua Staff mewakilinya,
melainkan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat oleh Kepala
Toko Cabang itu sendiri. Sedangkan untuk Kasir, langsung
terkoordinasi oleh Kepala Toko Cabang Belmart.

BAB II
PENGAMATAN LAPANGAN
DATA-DATA REAL PERUSAHAAN
Sistem Pengendalian

Perputaran

Persediaan

Barang

yang Belaku Pada Belmart


Sistem pengendalian perputaran persediaan barang yang
berlaku di Belmart adalah sebagai berikut :
1. Penentuan kebutuhan persediaan / stock
a) Penentuan kebutuhan persediaan

pada

Belmart

didasarkan atas kebutuhan pada costumer dan stock di


gudang. Saat pengorderan (Purchase Order), pihak toko
harus

menyesuaikan

dengan

kebutuhan

customer

dengan kuantitas yang di mark up sebesar 30% dari


yang dibutuhkan. Untuk produk groceries (misalnya
bumbu-bumbu), dilakukan sistem PO dan satu quantity
bisa mencakup satu pack. Jika beda produk dan atau
ukuran, maka beda pula jumlah pack atau quantity.
Lain halnya dengan produk sejenis ayam dilakukan
dengan sistem standing. Maksudnya, orderan per satu
minggu. Jadi dari hari Senin sampai ke hari Senin lagi.
b) Pembukuan persediaan dilakukan oleh masing-masing
toko cabang sesuai dengan kebutuhan tokonya.
c) Untuk pengiriman barang, Belmart menerima dua
penerimaan, yaitu dari supplier dan dari Distribution
Center. Dari supplier, pengiriman barangnya diantar.

Sedangkan, dari Distribution Center diantar dan di drop


juga dari Cibubur (dari Company sendiri).
2. Penerimaan persediaan
a) Penerimaan persediaan tidak dilakukan dengan cara per
box. Karena beda-beda supplier, beda pula produknya.
Sehingga produknya langsung diterima per kardus.
Tidak seperti Indomart dan Alfamart.
b) Untuk surat pengantar (Bukti Tanda Terima Barang),
pasti ada. Karena, saat PO harus melampirkan tanda
buktinya untuk mengajukan invoice atau penagihan
pembayaran yang sesuai dengan PO. Setiap supplier
pasti beda surat pengantar karena tiap order beda
catatannya, tidak boleh dijadikan satu. Dan setiap
supplier beda pula barang yang di order.
c) Jika saat penerimaan barang datang tanpa pengantar,
pihak toko tidak bisa menerima barangnya. Barang
tersebut

akan

ditolak

walaupun

pihak

toko

membutuhkannya. Jika pihak toko menerima barang


tersebut, ada kendala dari pihak toko dan pihak
supplier. Untuk pihak toko, Bukti Tanda Terima Barang
akan mengalami kesulitan tanda bukti. Sedangkan
supplier, mengalami kesulitan untuk penagihannya.
3. Pengisian rak untuk persediaan
Letak barang pada gondola (layout) sudah dikonsep
oleh kantor pusat. Saat isi layout sudah ada yang
berkurang (sudah terjual) maka akan dilakukan PO,
tetapi harus disesuaikan juga dengan kebutuhan toko.
Maksudnya, jika banyak barang yang terjual, maka toko

akan membuka PO. Tetapi jika barang yang terjual


sedikit, toko tidak akan membuka PO.

4. Administrasi persediaan
a) Dalam pengelolaan administrasi dikelola oleh kantor
pusat. Sedangkan, administrasi pengorderan dilakukan
oleh toko.
b) Pihak toko melakukan pengecekan secara fisik

yang

dilakukan secara rutin setiap malam (Stock Opname).


c) Control pihak toko dilihat dari stock yang ada ditoko
dengan

stock

yang

sudah

terinput

dikomputer

( Gudang ) sudah akan mengurangi stock dan itu nanti


akan dilihat di akhir malam ( Stock Opname) . Pihak
toko akan membuka sold journal lalu akan diorder
sesuai dengan produk yang keluar hari itu. Jika ada
barang yang hilang dari yang pihak toko terima, akan
dibandingkan dengan data dikomputer lalu jika ada
barang yang hilang penggantiannya dari lingkungan
karyawan atau dicari lagi.

BAB III
PEMBAHASAN
Belmart merupakan minimarket yang menjual daging
ayam segar maupun olahan. Belmart yang terletak di daerah
Cempaka Putih ini awalnya berasal dari Bangbarung, Bogor
yang dibuka pada bulan Desember 2009. Minimarket ini
merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Sierad Produce
Tbk. PT Sierad tersebut merupakan perusahaan multinasional
yang bergerak dibidang peternakan unggas.
Sistem
diterapkan

pengendalian
oleh

siklus

pihak toko

persediaan

Belmart

barang

yang

telah dilaksanakan

secara tepat, cermat dan rutin. Dalam pelaksanaan sistem


pengendalian perputaran persediaan

barang pada Belmart

sudah sesuai dengan standar mutu serta teori-teori yang


berlaku pada sistem pengendalian persediaan dan siklus
paerputaran
pencatatan

persediaan.

Metode

yang

digunakan

dalam

perputaran persediaan barang di gudang dan di

toko adalah metode perpetual, dimana setiap pembelian


persediaan dicatat, lalu diinput ke dalam komputer pada Daftar
Persediaan untuk mencatat kuantitas persediaan barang yang
dibeli

lalu

terjual.

Semua

toko

cabang

Belmart

sudah

menggunakan sistem yang terkomputerisasi untuk setiap


pencatatan persediaan, baik pembelian persediaan barang,
persediaan barang yang ada di gudang maupun penjualan
persediaan barang. Lalu data yang sudah diinput ke dalam
computer akan dilaporkan kepada auditor internal Belmart.

Hampir

semua

jenis

barang

yang

dihasilkan

oleh

perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan


harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini,
barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan
barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah
berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting
karena permintaan sudah jauh menurun.Apabila barang yang
lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan
barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada
pasar tertentu yang sangat terbatas.
Belmart sendiri mempunyai dua jenis audit internal yang
berbeda,

yaitu

Audit

Keuangan

dan

Audit

Produk

yang

dilakukan setiap enam bulan sekali. Untuk Audit Keuangan


berada di kantor pusat, hanya mengaudit masalah keuangan
seperti

siklus

pendapatan

dan

pengeluaran

perusahaan.

Sedangkan Audit Produk ada karena toko Belmart menjual


bahan bahan makanan seperti ayam, bumbu bumbu,
minyak goreng, dsb. dan bertujuan untuk menjaga kesegaran
dan kualitas produk. Untuk Audit Produk dibagi lagi menjadi dua

fungsi, yaitu Quality Product dan Quality Audit. Fungsi Quality


Product adalah yang mengaudit kualitas produk yang dijual di
Belmart dan equipment yang menjadi sarana penjualan di
Belmart. Fungsi Quality Product sendiri dalam

sebulan dapat

dilakukan sebanyak dua atau tiga kali. Sedangkan Fungsi


Quality Audit, yang menerima hasil laporan Quality Product dan
mem-follow up Quality Product ke bagian maintenance.
Dari toko cabang sendiri juga harus melakukan Internal
Control yang disebut Stock Opname setiap harinya, agar tidak
terjadi kecurangan diantara lingkungan karyawan. Dengan
adanya Stock Opname dari toko cabang sendiri dan adanya
Audit Produk, kecurangan atau pencurian yang terjadi diantara
lingkungan karyawan bisa diminimalisir atau diketahui oleh
pihak internal sendiri. Dengan memiliki jaringan Belmart, Sierad
memiliki kendali penuh atas penjualan produk-produknya,
sekaligus membangun alternatif jaringan penjualan selain jalurjalur yang biasa dipakai oleh mereka (traditional dan modern
market). Pilihan bentuk minimarket khusus produk tertentu
juga merupakan pilihan tepat, karena bentuk itulah yang paling
memungkinkan

untuk

berkembang

di

antara

jepitan

hipermarket dan minimarket,contohnya lihat bagaimana Top


Buah dan Total Buah yang masih eksis.