Anda di halaman 1dari 5

Akupuntur untuk Obesitas

Akupunktur dipraktekkan selama ribu tahun di Cina dan semakin digunakan


di seluruh dunia dalam pengobatan berbagai gangguan kesehatan. Sebuah
organisasi menegaskan bahwa pengobatan akupunktur memiliki efek yang
menguntungkan untuk berbagai kondisi, mulai dari sakit gigi pasca operasi
sampai kemoterapi terkait emesis. Hal ini juga efektif sebagai modalitas tambahan
untuk nyeri sendi dan otot, kecanduan, dan asma.
A. Meridian dan Titik Akupuntur
Dalam Pengobatan Tradisional Cina (TCM), kekuatan hidup atau 'Qi'
('chi') diperkirakan beredar dalam jalur energi atau 'meridian' longitudinal
seluruh tubuh. Ada 14 meridian utama, sesuai dengan definisi organ pada
kedokteran Barat. Titik-titik akupunktur adalah lokasi tertentu pada tubuh
yang dianggap terhubung ke meridians. Selama sakit, Qi dianggap tidak
seimbang,

dan

stimulasi

titik

akupunktur

dapat

mengoreksi

ketidakseimbangan ini. Secara teoritis, sebuah 'kelebihan' atau 'kekurangan'


dari Qi bisa 'normal' dengan cara stimulasi titik tertentu.
Menggunakan paradigma ini, obesitas dan / atau kelebihan nafsu
makan dapat dianggap sebagai 'panas' di perut dan usus, kekurangan Qi
dalam limpa dan lambung, atau kekurangan Qi primer. Berdasarkan
keyakinan tentang penyebab obesitas ini, berbagai titik akupuntur
ditargetkan dalam pengobatan obesitas, antara lain: Neiguan (P 6), Fenglong
(St 40), Liangmen (St 21), Guanyuan (R 4), Zusanli (St 36), Tianshu (St 25),
Quchi (LI 11), di mana P mengacu pada titik paru-paru, St untuk perut, R
untuk ginjal, dan LI untuk usus besar.
Dalam hal pengobatan tradisional, diyakini bahwa akupunktur bekerja
untuk mengubah tingkat sistem neurotransmitter saraf pusat dengan
merangsang saraf perifer di titik akupuntur. Saraf yang terangsang ini
kemudian membawa sinyal terpusat, termasuk ke saraf tulang belakang,

hipofisis, dan otak tengah. Pusat yang diaktifkan kemudian dapat


melepaskan zat kimia saraf: endorfin, monoamina, dan kortisol.

Gambar 1. Jalur teoritis sedehana dari stimulasi jarum yang mengirimkan


impuls saraf ke otak dan organ.
B. Stimulasi Titik Akupuntur
Sejumlah besar titik-titik akupunktur (365 titik telah diidentifikasi
dalam peta akupunktur Cina) menunjukkan konsentrasi persimpangan saraf
perifer, yang kemudian disebut sebagai 'titik pemicu'. Berbagai metode
digunakan untuk merangsang titik-titik akupuntur, antara lain:
1. Tusuk jarum atau akupunktur tradisional, di mana jarum stainlesssteel halus dimasukkan melalui kulit pada kedalaman tertentu lalu
dibiarkan untuk beberapa saat dan / atau dirangsang secara manual
atau elektrik (electroacupuncture).
2. Tekan jarum atau staplepuncture di mana jarum akupunktur pendek
diletakkan di tempat tertentu untuk waktu tertentu dengan tekanan
sedang yang diaplikasikan secara teratur.
3. Akupresur di mana manik-manik yang dipijat atau ditekan di lokasi
tertentu.

4. Moksibusi dengan membakar pelet butiran bahan berukuran kecil


yang mudah terbakar ke dekat titik akupuntur.
5. Bekam atau menggunakan cangkir berbagai bahan untuk membuat
tekanan

negatif

atau

vakum

pada

permukaan

kulit

untuk

meningkatkan sirkulasi darah dan stimulasi titik.


6. Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) yang melibatkan
bantalan elektroda pada permukaan kulit yang mengirimkan arus
ringan ke titik akupuntur.
C. Akupuntur Aurikula
Akupuntur aurikularis (telinga) adalah metode yang paling sering digunakan
untuk pengobatan obesitas. Titik aurikula yang umum digunakan dalam
pengobatan obesitas adalah titik 'Hunger' dan 'Stomach' (untuk rasa
kenyang) dan 'Shenmen' (untuk sedasi dan analgesia). Telinga luar (daun
telinga) dipersarafi oleh beberapa saraf, termasuk vagus, glossopharyngeus,
trigeminus, facialis, dan cabang kedua dan ketiga dari nervus spinalis
servikalis. Saraf vagus diduga berinteraksi dengan saraf kranial dan organorgan saluran pencernaan. Dapat dibuat hipotesis, bahwa stimulasi saraf
aurikula menyebabkan gangguan sinyal nafsu makan dari saluran
pencernaan.

Gambar 2. Hubungan titik akupuntur-organ di telinga: 1-gigi rahang atas, 2mulut, 3-rahang dan tonsil, rahang 4-gigi bawah, 5-mata, 6-telinga dalam, 7gigi rahang bawah, 8-tonsil, 9-telinga dalam, 10-kaki, 11-pergelangan kaki,
12-lutut, 13-Shenmen-relax, 14-pergelangan tangan, 15-panggul, 16-siku,
17-prostat, 18-kandung empedu, 19-zero-relax, 20-lambung, 21-hati 22bahu, 23-paru dan bronkus, 24-hati, 25-hidung dalam, 26-sakit gigi, 27leher, 28-adrenal, 29-Pingchuan-asma, 30-endokrin, 31-rasa lapar, 32vertebra lumbalis, 33- diafragma, 34-subcortex, 35-triple warmer, 36- usus
besar, 37-simpatis, 38- genitalia eksternal, 39-uterus, 40-ginjal.

Gambar 3. Skema distribusi nervus vagus.


D. Kenyang, lapar, dan nafsu makan
Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa stimulasi daerah terkait
aurikula dengan ventromedial hipotalamus mempengaruhi pusat kenyang
dan menyebabkan peningkatan atau penurunan berat badan pada tikus-tikus

obesitas dan nonobesitas. Demikian juga, ada laporan berkurangnya nafsu


makan dari pasien setelah memakai perangkat akupunktur aurikula (tekan
jarum, tusuk jarum, atau akupresur)
E. Suasana hati (mood)
Dengan meningkatkan pelepasan neurotransmitter, akupunktur dapat
meningkatkan mood yang dapat menyebabkan peningkatan regulasi asupan
makanan. Atau, akupunktur dapat menekan nafsu makan dengan penurunan
induksi endorfin pada stres dan depresi. Efek positif dari akupuntur standar
dan elektroakupuntur pada suasana hati telah diamati dalam mengobati
depresi. Mengingat hubungan antara obat yang diduga mengubah kadar
serotonin dan meningkatkan mood dan penurunan berat badan, akupunktur
dapat menghasilkan efek dengan meningkatkan kadar serotonin.

Lacey JM, Tershakovec AM, Foster GD (2003). Acupuncture for the


treatment of obesity: A review of the evidence. International Journal of
Obesity, (27): 419427. doi:10.1038/sj.ijo.0802254