Anda di halaman 1dari 8

Jenis Penghasilan

yang Dipotong PPh


21
(Bab IV psl 5 sd 8)
1.a

Penghasilan yang
diterima oleh Pegawai
Tetap, baik
penghasilan yang
bersifat teratur
maupun tidak teratur

Dasar
Pengenaan
Pajak
(Bab V psl 9)
Penghasilan
Kena Pajak
[Pasal 9 ayat (1)
a angka 1]

[Pasal 5 ayat (1) huruf


a]

Pengurang yang
Diperbolehkan
(Bab VI psl 10 sd
12)
Bagi Pegawai Tetap,
pengurangan yang di
bolehkan:
a.
Biaya Jabatan;
b.
Iuran yang
terkait dengan gaji
yang dibayar oleh
pega-wai, kepada
Dana Pensiun;
c.
PTKP
Besarnya Biaya
Jabatan = 5% x
Penghasilan Bruto
maksimum
Rp500.000/bulan.
[Pasal 10 ayat 3 KMK
252 jo jo psl 1
KMK.250]

Tarif dan Cara Penerapan


(Bab VI,VII psl 13 sd 20)

a.

Atas Penghasilan
teratur dihitung perkiraan
Pengh Neto satu tahun,
yakni Peng Neto 1 bulan x
12;
b.
Untuk Pengh Teratur
PPh psl 21 yg dipotong =
PPh 1 tahun dibagi 12;
c.
Untuk Pengh Tidak
Teratur PPh 21 yg dipotong
= (PPh terutang atas
jumlah Pengh Teratur +
Pengh Tidak Teratur) (PPh
psl 21 atas Pengh Teratur.
d.
Dalam hal terdapat
tambahan pengh tidak
teratur, perkiraan Peng
Neto 1 tahun = Perk Pengh
teratur 1 tahun + Pengh
ekstra.
e.
Untuk Pengh Tidak
Teratur PPh 21 yg
dipotong = (PPh terutang
atas jumlah Pengh Teratur
+ Pengh Tidak Teratur)
(PPh psl 21 atas Pengh
Teratur).
[Pasal 13 ayat (1, 2, 3)

1.b

Penghasilan yang
Diterima oleh
Penerima Pensiun
[Pasal 5 ayat (1) huruf
b]

Penghasilan
Kena Pajak
[Psl 9 ayat (1) a
angka 2]

Bagi Penerima Pensiun


pengurangan yang
Diper-bolehkan adalah:
a.
Biaya Pensiun;
b.
PTKP.
Besarnya Biaya
Pensiun =
5% x Penghasilan

a.

Atas Penghasilan
teratur dihitung perkiraan
Pengh Neto satu tahun,
yakni Peng Neto 1 bulan x
12;
b.
Tarif PPh yang
dikenakan adalah tarif PPh
psl 17
c.
Untuk Pengh Teratur

Resume

Bagi Pegawai Tetap


PPh psl 21 dihitung sbb:
a.
Dijumlah Penghasilan
Bruto;
b.
Dikurangi dengan:

Biaya Jabatan;
Besarnya Biaya Jabatan =
5% dari Penghasilan
Bruto, Maksimum
Rp500.000/per bulan.

Iuran yang terkait


dengan Gaji yang
dibayarkan kepada Dana
Pensiun;
c.
Diperoleh Penghasilan
Neto satu bulan;
d.
Dihitung Penghasilan
Neto satu tahun;
e.
Dihitung PKP, yakin =
Penghasilan Neto dikurangi
PTKP;
f.
Dihitung PPh satu
tahun;
g.
Dihitung PPh satu
bulan = 1/12 x huruf f.
Untuk Perhitungan PPh psl 21
atas Penghasilan Tidak Teratur
dibuat tersediri
[Pasal 10 ayat (3) KMK.253 jo
psl 1 KMK.250]
Bagi Penerima Pensiun, PPh psl
21 dihitung sbb:
a.
Dicari Jumlah
Penghasilan Bruto;
b.
Dikurangi dengan
Biaya Pensiun;
Besarnya Biaya Pensiun =
5% dari Penghasilan Bruto
maksimum Rp200.000 per

___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________Skema PPh
pasal 21, berdasarkan PMK-252/PMK.03/2008, dibuat pada: Tuesday, May 03, 2016, jam: 05:42

Jenis Penghasilan
yang Dipotong PPh
21
(Bab IV psl 5 sd 8)

Dasar
Pengenaan
Pajak
(Bab V psl 9)

Pengurang yang
Diperbolehkan
(Bab VI psl 10 sd
12)
Bruto maksiumum
Rp200.000/bulan.
[Pasal 10 ayat (4) KMK
252 jo psl 1 KMK-250]

1.c

Penghasilan
sehubungan dengan
Pemutusan Hubungan
Kerja

Akan diatur
dalam PMK
tersendiri
[Pasal 14 KMK
252)
Sampai dengan
cacatan ini
ditulis, KMK tsb
belum dperoleh

1.d

Penghasilan Pegawai
Tidak Tetap atau
Tenaga Kerja Lepas,
berupa upah harian,
upah mengguan, upah
satuan, upah borongan
dan upah yang
dibayarkan secara
bulanan.

Penghasilan
Kena Pajak,
Jika jumlah Penghasilan yang
Dite-rima dlm
waktu 1 bulan
melebihi PTKP
untuk diri
sendiri.

Tarif dan Cara Penerapan


(Bab VI,VII psl 13 sd 20)

PPh psl 21 yg dipotong =


PPh 1 tahun dibagi 12;
d.
Dalam hal terdapat
tambahan pengh tidak
teratur, perkiraan Peng
Neto 1 tahun = Perk Pengh
teratur 1 tahun + Pengh
ekstra.
e.
Untuk Pengh Tidak
Teratur PPh 21 yg dipotong
= (PPh terutang atas
jumlah Pengh Teratur +
Pengh Tidak Teratur) (PPh
psl 21 atas Pengh Teratur).

Resume

bulan;
c. Diperoleh Penghasilan Neto
satu bulan;
d. Dihitung Perkiraan
Penghasilan Neto satu
tahun;
e. Dihitung PKP, yakni =
Penghasilan Neto dikurangi
dengan PTKP;
f. Dihitung PPh satu tahun;
g. Dihitung PPh satu bulan =
1/12 x huruf g.

[Pasal 13 ayat (1, 2, 3)

Untuk Perhitungan PPh psl 21


atas Penghasilan Tidak Teratur
dibuat tersediri

Akan diatur dalam PMK


tersendiri

Akan diatur dalam PMK


tersendiri

[Pasal 10 ayat (3) jo psl 1 KMK250]


Akan diatur dalam PMK
tersendiri

[Pasal 14 KMK 252)

[Pasal 14 KMK 252)

[Pasal 14 KMK 252)

Sampai dengan
cacatan ini ditulis,
PMK tsb belum
diperoleh

Sampai dengan cacatan ini


ditulis, PMK tsb belum
diperoleh

Sampai dengan cacatan ini


ditulis, PMK tsb belum
diperoleh

Bagi Pegawai Tidak


Tetap yang
penghasilannya di
bayar secara bulanan,
Pengurangnya adalah:

a.

Bagi Pegawai Tidak Tetap atau


tenaga lepas yang dibayar
secara Bulanan, PPh psl 21
dihitung sbb:
a.
Dijumlah Penghasilan
Bruto;
b.
Dikurangi dengan:
PTKP Bulanan/Tidak ada
Pengurang Biaya Jabatan.
c.
Dikalikan 12;
d.
Dihitung PPh psl 21

PTKP yang dihitung


secara bulanan.
(Tidak ada Pengurang
Biaya Jabatan)

Atas Penghasilan
teratur dihitung perkiraan
Pengh Neto satu tahun,
yakni Peng Neto 1 bulan x
12;
b.
Tarif PPh yang
dikenakan adalah tarif PPh
psl 17
c.
Untuk Pengh Teratur
PPh psl 21 yg dipotong =
PPh 1 tahun dibagi 12;

___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________Skema PPh
pasal 21, berdasarkan PMK-252/PMK.03/2008, dibuat pada: Tuesday, May 03, 2016, jam: 05:42

Jenis Penghasilan
yang Dipotong PPh
21
(Bab IV psl 5 sd 8)

Dasar
Pengenaan
Pajak
(Bab V psl 9)
[Pasal 9 ayat (1)
huruf a angka 3]

Pengurang yang
Diperbolehkan
(Bab VI psl 10 sd
12)
[Pasal 10 ayat (2)
huruf b

Tarif dan Cara Penerapan


(Bab VI,VII psl 13 sd 20)

Resume

[Pasal 13 ayat (1, 2, 3)


e.

dengan penerapan tarif


PPh psl 17
Untuk menghitung PPh
1 bulan, hasil huruf d
dibagi 12.

[Pasal 13 ayat (1), ayat (2)]


1.e

Imbalan kepada bukan


Pegawai, antara lain
berupa: honorarium,
ko-misi, fee, dan
imbalan sejenis
lainnya.

Penghasilan
Bruto
[Pasal 9 ayat (1)
huruf c]

Tarif PPh psl 17 diterapkan


terhadap Penghasilan Bruto
yang didasarkan pada
penyelesaian pekerjaan atau
jasa yang tidak
berkesinambungan.
Pedoman Teknis pemotongan
PPh psl 21 untuk Pekerjaan
Jasa diatur dlm Peraturan
Dirjen Pajak.
[Pasal 15 ayat (10 huruf a jo
Pasal 24]

Penghasilan
Bruto
[Pasal 9 ayat (1)
huruf c]

Tarif PPh psl 17 diterapkan


terhadap Penghasilan Bruto
atas pekerjaan/jasa yang
menurut maksudnya bersifat
berkesinam-bungan.
[Pasal 15 ayat (1) huruf c]

Bagi Penerima Imbalan yang


diberikan kepada bukan
Pegawai, berupa: honorarium,
komisi, fee, dan imbalan
sejenis lainnya yang
didasarkan pada penyelesaian
pekerjaan atau jasa yang tidak
berkesinambungan, PPh psl
21-nya dihitung sbb:
a.
Dihitung Penghasilan
Bruto;
b.
Tidak ada Biaya
Jabatan;
c.
Tidak ada PTKP;
d.
Diterapkan Tarif PPh psl
17.
Bagi Penerima Imbalan yang
diberikan kepada bukan
Pegawai, berupa: honorarium,
komisi, fee, dan imbalan
sejenis lainnya yang
didasarkan pada penyelesaian
pekerjaan atau jasa yang
berkesi-nambungan, PPh psl
21-nya dihitung sbb:
a.
Dihitung Penghasilan
Bruto;
b.
Tidak ada Biaya
Jabatan;
c.
Tidak ada PTKP;
d.
Diterapkan Tarif PPh psl
17

___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________Skema PPh
pasal 21, berdasarkan PMK-252/PMK.03/2008, dibuat pada: Tuesday, May 03, 2016, jam: 05:42

Jenis Penghasilan
yang Dipotong PPh
21
(Bab IV psl 5 sd 8)

Dasar
Pengenaan
Pajak
(Bab V psl 9)

Pengurang yang
Diperbolehkan
(Bab VI psl 10 sd
12)

Penghasilan
Bruto
[Pasal 9 ayat (1)
huruf c]

Tarif dan Cara Penerapan


(Bab VI,VII psl 13 sd 20)

Resume

Tarif PPh pasal 17 diterapkan


terhadap Penghasilan Bruto
yang bersifat tidak teratur
yang diper-oleh oleh Dewan
Komisaris
yang tidak merangkap sebagai
pegawai.

Bagi Penerima Penghasilan


berupa Imbalan kepada bukan
Pegawai, antara lain berupa:
honorarium, komisi, fee, dan
imbalan sejenis lainnya, yang
diberikan kepada Dewan
Komisaris yang tidak
merangkap sebagai pegawai,
PPh pasal 21-nya dihitung sbb:
a.
Dihitung Penghasilan
Bruto;
b.
Diterapkan Tarif PPh psl
17;
c.
Tidak ada Biaya
Jabatan;
d.
Tidak ada PTKP.

(Pasal 16 huruf a)

Penghasilan
Bruto

Tarif PPh pasal 17 diterapkan


terhadap Penghasilan Bruto
yang bersifat tidak teratur
yang diper-oleh oleh mantan
pegawai

[Pasal 9 ayat (1)


huruf c]

(Pasal 16 huruf b)

Penghasilan
Kena Pajak,
Diberlakukan
bagi:
Imbalan
kepada Bukan

PTKP yang dihitung


secara bulanan.
(tidak ada Biaya
Jabatan)
[Pasal 10 ayat (2)
huruf c]

Tarif PPh psl 17 diterapkan


diterapakn atas:
Penghasilan Bruto PTKP.
(PTKP dihitung secara
Bulanan).
(Tidak ada Biaya Jabatan)

Bagi Penerima Penghasilan


berupa Imbalan kepada bukan
Pegawai, antara lain berupa:
honorarium, komisi, fee, dan
imbalan sejenis lainnya yang
diberikan kepada mantan
pegawai, PPh psl 21-nya
dihitung sbb:
a.
Dihitung Penghasilan
Bruto;
b.
Diterapkan Tarif PPh psl
17;
c.
Tidak ada Biaya
Jabatan;
d.
Tidak ada PTKP.
Bagi Penerima Penghasilan
berupa Imbalan kepada bukan
Pegawai, antara lain berupa:
honorarium, komisi, fee, dan
imbalan sejenis lainnya yang
diberikan kepada: distributor
MLM, PDL Asuransi, Penjaja
Barang, Penerima penghasilan

___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________Skema PPh
pasal 21, berdasarkan PMK-252/PMK.03/2008, dibuat pada: Tuesday, May 03, 2016, jam: 05:42

Jenis Penghasilan
yang Dipotong PPh
21
(Bab IV psl 5 sd 8)

Dasar
Pengenaan
Pajak
(Bab V psl 9)
Pegawai,
meliputi :
a.
Distribu
tor MLM;
b.
Petugas
Dinas Luar
Asuransi;
c.
Penjaja
Ba-rang
yang tdk
bersta-tus
sbg
pegawai;
d.
Penerim
a
Penghasila
n bukan
pega-wai
lainnya yg
menerima
penghasila
n
berkesinam
-bungan;

Pengurang yang
Diperbolehkan
(Bab VI psl 10 sd
12)

Tarif dan Cara Penerapan


(Bab VI,VII psl 13 sd 20)

[Pasal 15 ayat (2)]

Resume

lainnya yg bukan pegawai, PPh


psl 21-nya dihitung sbb:

a.

Dihitung Penghasilan
Bruto
b.
Dikurang PTKP
Bulanan;
c.
Tidak ada Biaya
Jabatan;
d.
Diterapkan Tarif PPh
psl 17.
PTKP baru diperhitungkan
apabila yang bersangkutan
telah memiliki NPWP
[Pasal pasal 12 ayat (1) jo
15 ayat (2) ]

[Pasal 9 ayat
(1) huruf a
angka 4]
1.f

Imbalan kepada
peserta kegiatan
berupa: uang saku,
uang representasi,
uang rapat,
honorarium, hadiah
atau penghargaan

Penghasilan
Bruto
[Pasal 9 ayat (1)
huruf c]

Tarif PPh psl 17 diterapkan


terhadap Penghasilan Bruto
yang diterima oleh peserta
kegiatan.
[Pasal 15 ayat (1) huruf b]

Bagi Penerima Imbalan kepada


peserta kegiatan berupa: uang
saku, uang representasi, uang
rapat, honorarium, hadiah atau
penghargaan, PPh psl 21-nya
dihitung sbb:
a.
Dihitung Penghasilan
Bruto;
b.
Diterapkan Tarif PPh psl

___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________Skema PPh
pasal 21, berdasarkan PMK-252/PMK.03/2008, dibuat pada: Tuesday, May 03, 2016, jam: 05:42

Jenis Penghasilan
yang Dipotong PPh
21
(Bab IV psl 5 sd 8)

Dasar
Pengenaan
Pajak
(Bab V psl 9)

Pengurang yang
Diperbolehkan
(Bab VI psl 10 sd
12)

Tarif dan Cara Penerapan


(Bab VI,VII psl 13 sd 20)

Resume

17;
c.

Tidak ada Biaya


Jabatan;
d.
Tidak ada PTKP
[Pasal 15 ayat (1) huruf b]
2a

Penerimaan dalam
bentuk natura/
kenikmatan

Penghasilan
Bruto (Pasal 9
ayat 1 huruf c)

a. Yang diberikan oleh


bukan WP
b. Yang dibeikan oleh
WP yang dikenakan
PPh yang bersifat
Final
c. Yang diberikan oleh
WP yang dikenakan
PPh dengan Norma
Jumlah Penghasilan yg Melebihi
Rp150.000/hari.
Bagi pegawai
tidak tetap yang
mener-ima upah
harian, upah
mingguan, upah
satuan, upah
borongan.
Yang tidak
dibayar secara
bulanan,
Sepanjang
jumlah
penghasilan 1
bulan belum
mele-bihi PTKP
satu bulan untuk

a.

Tidak dilakukan
Pemotongan PPh 21 jika
penghasilan sehari belum
melebihi Rp150.000/per
hari;
b.
Dilakukan Pemotongan
PPh 21, dalam hal
penghasilan sehari melebihi
jumlah Rp150.000;
[Pasal 11 ayat (1) huruf a dan
b]

Bagi Pegawai Tidak Tetap atau


Tenaga Kerja Lepas berupa:
upah harian, upang Mingguan,
Upah Borongan yang tidak
dibayar secara bulanan, PPh
pasal 21-nya dihitung sbb:
a.
Dihitung Penghasiran
Bruto per hari.
b.
Tidak dilakukan
Pemotongan PPh 21 jika
penghasilan sehari belum
melebihi Rp150.000/per
hari;
c.
Dilakukan Pemotongan
PPh 21, dalam hal
penghasilan sehari
melebihi jumlah
Rp150.000;
d.
Dikenakan PPh 21 per
hari = 5% x ( Peng Bruto
Rp150.000)

___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________Skema PPh
pasal 21, berdasarkan PMK-252/PMK.03/2008, dibuat pada: Tuesday, May 03, 2016, jam: 05:42

Jenis Penghasilan
yang Dipotong PPh
21
(Bab IV psl 5 sd 8)

Dasar
Pengenaan
Pajak
(Bab V psl 9)

Pengurang yang
Diperbolehkan
(Bab VI psl 10 sd
12)

Tarif dan Cara Penerapan


(Bab VI,VII psl 13 sd 20)

diri sendiri WP

e.

[Pasal 9 ayat (1)


huruf b.
Jumlah Penghasilan yg Melebihi
Rp150.000/hari.
Bagi pegawai
tidak tetap yg
menerima upah
harian, upah
mingguan, upah
satuan, upah
borongan.

Dapat dikurangkan
dengan:
a.
PTKP
sebenarnya;
b.
PTKP dihitung
secara harian;
c.
Satu tahun
dihitung 360 hari.

a.

Terhadap Penghasilan
Bruto diatas Rp150.000
b.
Dikenakan Tarif PPh 5%
----------------- atau
------------------a.
Terhadap Penghasilan
diatas PTKP harian
sebenarnya
b. Dikenakan Tarif PPh 5%

[Pasal 11 ayat (3)]


[Pasal 14 ayat (1) huruf a dan
b]

Yang tidak
dibayar secara
bulanan
Jika jumlah
penghasilan 1
bulan melebihi
PTKP satu bulan
untuk diri sendiri
WP
[Pasal 9 ayat (1)
huruf b]
Bagi pegawai
tidak tetap yang
mene-rima upah
harian, upah
mingguan, upah
satuan, upah
borongan.
Yang tidak
dibayar secara
bulanan
Pasal 9 9 ayat
(1) huruf c]

Resume

PTKP yang
sebenarnya;

Dikalikan jumlah
jumlah hari.

[Pasal 14 ayat (1) huruf a dan


b]
a.
Dihitung Penghasilan
Bruto per hari;
b.
Dihitung PPh 21 per
hari = 5% x (Pengh Bruto
Rp150.000)
c.
Dialikan banyaknya
hari.
---------------- atau
-------------------a.
Dihitung Penghasilan
Bruto;
b.
Dikurangkan dengan
PTKP Harian;
c.
Dihitung PPh psl 21 =
15% x (Pengh Bruto PTKP
Harian)
d.
Dikalikan dengan
banyaknya hari.

a.

Jika Jumlah Penghasilan


Bruto satu bulan diatas
Rp6000.000.
b.
Dihitung PKP yang
disetahun-kan
c.
Diterapkan Tarif PPh psl
17
[Pasal 14 ayat (2)]

___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________Skema PPh
pasal 21, berdasarkan PMK-252/PMK.03/2008, dibuat pada: Tuesday, May 03, 2016, jam: 05:42

Jenis Penghasilan
yang Dipotong PPh
21
(Bab IV psl 5 sd 8)

Dasar
Pengenaan
Pajak
(Bab V psl 9)

Pengurang yang
Diperbolehkan
(Bab VI psl 10 sd
12)

Tarif dan Cara Penerapan


(Bab VI,VII psl 13 sd 20)

Resume

___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________Skema PPh
pasal 21, berdasarkan PMK-252/PMK.03/2008, dibuat pada: Tuesday, May 03, 2016, jam: 05:42