Anda di halaman 1dari 40

K3 dan Hukum Ketenagakerjaan

Bahaya Fisik dan


Mekanik

Kelompok 1

1. Agustin jazilla ekaning dyah


2. Faiz azzaen
3. Gigih yudha alam
4. Hielda vebrina
5. Moch delfahmi
6. Oktavianus dwi bn

Peta konsep
Bahaya fisik
dan mekanik

pendahuluan

Potensi
bahaya fisik
dan mekanik

Jenis
Kecelakaan
yang di
timbulkan
oleh bahaya
fisik dan
mekanik

penyebab

Bahaya (hazard) merupakan sumber potensi


kerusakan atau situasi yang berpotensi untuk
menimbulkan kerugian. Sesuatu disebut sebagai
sumber bahaya hanya jika memiliki risiko
menimbulkan hasil yang negatif ( cross, 1998).
K3 diflosofika sebagai pemikiiran dan upaya untuk menjamin
keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupunn rohani
tenaga kerja manusia untuk menuju masyarakat makmur dan
sejahtera.

LATAR BELAKANG
Dalam dunia teknik sipil Bahaya fisik dan
mekanik merupakan sumber utama dari
kecelakaan. Bahaya tersebut mungkin tidak
bisa dihindari karena dunia kontruksi selalu
bersinggungan fisik dan peralatan mekanik.
Mari kita cari tahu lebih
banyak
Tentang bahaya fisik dan
mekanik

PENGERTIAN
Potensi bahaya fisik dan mekanik, yaitu potensi
bahaya yang dapat menyebabkan gangguan-gangguan
kesehatan terhadap tenaga kerja yang terpapar.
Misalnya terpapar kebisingan intensitas tinggi, suhu
ekstrim (panas & dingin), intensitas penerangan
kurang memadai, getaran, radiasi .

Bahaya mekanik,
disebabkan oleh mesin atau
alat kerja mekanik
seperti tersayat,
terjatuh,tertindih,terpeleset,dll.

Potensi bahaya fisik dan mekanik

KEBISING
AN

Dapat
menimbulkan

Gangguan
Fisiologis.

Gangguan
Fisiologis.

Gangguan Patologis
Organis.

Iklim kerj
a

Iklim kerja adalah suatu kombinasi dari


suhu udara, kelembaban udara, kecepatan
gerakan udara dan suhu radiasi pada suatu
lingkungan kerja.

Pencahayaan
Pencahayaan di lingkungan kerja sangat
diperlukan agar tenaga kerja dapat bekerja atau
mengamati benda yang sedang dikerjakan
secara jelas, cepat, nyaman dan aman. Apabila
pencahayaan kurang dapat mengganggu mata.

Getaran
Peralatan
yang
menimbulkan getaran
juga dapat memberi
efek
negatif
pada
sistem
saraf
dan
sistem
musculoskeletal
dengan
mengurangi kekuatan
cengkram dan sakit
tulang belakang

Radiasi

Radiasi Pengion

Radiasi Non
Pengion

debu

Jenis Kecelakaan yang di timbulkan


oleh bahaya fisik dan mekanik

Tertimbun

Tertimpa

Terjatuh

TERSETRUM

TERKENA ALAT-ALAT

TERSAYAT

Penyebab kecelakaan kerja secara umum


dapaat dibagi dua yaitu :
1. Penyeba
b langsung
2. Peny
ebab t d
i ak
langsun
g

Penyeba langsung
Perbuatan yang tidak aman ( unsafe act) yaitu sebagai
segala tindakan yang dapat memungkinkan terjadi
kecelakan pada diri sendiri ataupun orang lain
(grimaldi dan simonds 1975; anton , 1989)

Kondisi tidak aman ( unsafe condition) yaitu sebagai suatu kondisi


dimana kondisi dalam lingkungan kerja yang dapat memungkinkan
terjadinya kecelakaan ( grimaldi dan simonds 1975; anton , 1989)

Penyebab tidak langsung


1. Kurang berperanya managemen
keselamatan kerja

2. Kondisi
pekerja

TERIMA
KASIH

Jenis jenis bahaya fisik


Debu.
Debu
merupakan
salah
satu
sumber
gangguan yang tidak dapat diabaikan. Dalam
kondisi tertentu debu merupakan bahaya
yang dapat menimbulkan kerugian besar.
Tempat kerja yang prosesnya mengeluarkan
debu, dapat menyebabkan pengurangan
kenyamanankerja, gangguan penglihatan,
gangguan fungsi faal paru-paru, bahkan
dapat menimbulkan keracunan umum.

Kebisingan adalah bunyi yang didengar sebagai


suatu rangsangan pada telinga dan manakala
bunyi-bunyi tersebut tidak dikehendaki maka
dinyatakan sebagai suatu kebisingan

Iklim kerja adalah suatu kombinasi dari


suhu udara, kelembaban udara, kecepatan
gerakan udara dan suhu radiasi pada suatu
lingkungan kerja.

Pencahayaan di lingkungan kerja


sangat diperlukan agar tenaga kerja
dapat bekerja atau mengamati benda
yang sedang dikerjakan secara jelas,
cepat, nyaman dan aman.
Radiasi
Tidak
Mengion
Radiasi
gelombang
elektromagnetik terdiri dari radiasi yang mengion
dan radiasi yang tidak mengion, seperti gelombang
mikro, sinar laser, sinar tampak (termasuk sinar dari
layar monitor),

bising
Bising dapat diartikan sebagai suara yang timbul
dari getaran-getaran yang tidakteratur dan periodik,
kebisingan
merupakan
suara
yang
tidak
dikehandaki.Manusia masih mampu mendengar
bunyi dengan frekwensi antara 16-20.000 Hz, dan
intensitas dengan nilai ambang batas (NAB) 85 dB
(A) secara terus menerus. Intensitas lebih dari 85 dB
dapat menimbulkan gangguan dan batas ini disebut
critical level of intensity. Kebisingan merupakan
masalah
kesehatan
kerja
yang
timbul
di
proyek.Sumber kebisingan berasal dari suara mesin
gerinda dan suara kompresor dan lain-lain.

1. Gangguan Fisiologis.
Gangguan fisiologis adalah gangguan yang mula-mula timbul akibat
bising. Dengan kata lain fungsi pendengaran secara fisiologis dapat
terganggu. Pembicaraan atau instruksi dalam pekerjaan tidak dapat
didengar secara jelas sehingga dapat menimbulkan kecelakaan kerja.
Pembicara terpaksa berteriak-teriak, selain memerlukan tenaga ekstra
juga menimbulkan kebisingan. Kebisingan juga dapat mengganggu
cardiac out put dan tekanan darah.
2. Gangguan Psikologis.
Gangguan fisiologis lama-lama bisa menimbulkan gangguan psikologis.
Suara yang tidak dikehendaki dapat menimbulkan stress, gangguan jiwa,
sulit konsentrasi dan berfikir, dan lain-lain.
3. Gangguan Patologis Organis.
Gangguan kebisingan yang paling menonjol adalah pengaruhnya
terhadap alat pendengaran atau telinga, yang dapat menimbulkan
ketulian yang bersifat sementara hingga permanent

Pengendalian Kebisingan
dilingkungan kerja
1. Menghilangkan transmisi kebisingan terhadap pekerja.
Untuk menghilangkan atau mengurangi transmisi kebisingan terhadap pekerja
dapat dilakukan dengan isolasi tenaga kerja atau mesin yaitu dengan menutup
atau menyekat mesin atau alat yang yang mengeluarkan bising. Pada dasarnya
untuk menutup mesin- mesin yang bising adalah sebagai berikut:
a. Menutup mesin serapat mungkin.
b. Mengolah pintu-pintu dan semua lobang secara akustik.
c. Bila perlu mengisolasi mesin dari lantai untuk mengurangi penjalaran getaran.
2. Menghilangkan kebisingan dari sumber suara.
Menghilangkan kebisingan dari sumber suara dapat dilakukan dengan
menempatkan perendam dalam sumber getaran.
3. Mengadakan perlindungan terhadap karyawan.
Usaha melindungi karyawan dari kebisingan dilingkungan kerja dengan memakai
alat
pelindung telinga atau personal protective device yaitu berupa ear plugs dan ear
muffs.

Iklim kerja
Iklim kerja adalah suatu kombinasi dari suhu udara, kelembaban
udara, kecepatan gerakan udara dan suhu radiasi pada suatu
lingkungan kerja. Iklim atau keadaan cuaca di lingkungan kerja
yang tidak nyaman, tidak sesuai dengan syarat yang ditentukan
dapat menurunkan kapasitas kerja yang berakibat menurunnya
efisiensi dan produktivitas kerja. Suhu udara dianggap nikmat
bagi orang Indonesia adalah sekitar 24oC sampai 26oC dan
selisih suhu di dalam dan di luar ruangan tidak boleh lebih dari
5oC. Batas kecepatan angin secara kasar yaitu 0,25 sampai 0,5
m/dt.
Keseimbangan panas atau suhu tubuh manusia selalu
dipertahankan oleh suatu pengatur suhu pada tubuh manusia.
Suhu menetap ini adalah akibat keseimbangan udara panas
yang dihasilkan di dalam tubuh sebagai akibat metabolisme dan
pertukaran panas diantara tubuh dan lingkungan sekitarnya.

Faktor penyebab
Lingkungan kerja yang panas
berpengaruh terhadap tubuh manusia.
Individu yang selalu berhadapan dengan
faktor panas agar tidak merasa
terganggu maka ada beberapa faktor
yang perlu diperhatikan. Faktor yang
mempunyai toleransi tubuh terhadap
panas adalah aklimatisasi, ukuran badan,
umur, jenis kelamin, kesegaran jasmani,
dan suku bangsa

radiasi
Radiasi Pengion
Radiasi pengion adalah jenis radiasi yang dapat
menyebabkan proses ionisasi (terbentuknya ion
positif dan ion negatif) apabila berinteraksi
dengan materi. Yang termasuk dalam jenis
radiasi pengion adalah partikel alpha, partikel
beta, sinar gamma, sinar-X dan neutron. Setiap
jenis radiasi memiliki karakteristik khusus. Yang
termasuk radiasi pengion adalah partikel alfa
(), partikel beta (), sinar gamma (), sinar-X,
partikel neutron.

Radiasi Non Pengion


Radiasi non-pengion adalah jenis radiasi yang tidak akan
menyebabkan efek ionisasi apabila berinteraksi dengan
materi. Radiasi non-pengion tersebut berada di
sekeliling kehidupan kita. Yang termasuk dalam jenis
radiasi non-pengion antara lain adalah gelombang radio
(yang membawa informasi dan hiburan melalui radio
dan televisi); gelombang mikro (yang digunakan dalam
microwave oven dan transmisi seluler handphone); sinar
inframerah (yang memberikan energi dalam bentuk
panas); cahaya tampak (yang bisa kita lihat); sinar
ultraviolet (yang dipancarkan matahari).

Efek radiasi
Radiasi infra merah dapat
menyebabkan katarak.
Laser berkekuatan besar dapat
merusak mata dan kulit.
Medan elektromagnetik tingkat
rendah dapat menyebabkan kanker

upaya
Upaya yang perlu dilakukan untuk
mengatasi suhu udara yang panas di
lingkungan
kerja
adalah
dengan
memperbaiki aliran udara, mereduksi
tekanan panas, menerapkan teknologi
pengendalian suhu basah, mengurangi
pemaparan udara panas terhadap
tenaga kerja, penyediaan air minum
yang cukup serta penyesuaian berat
ringannya pekerjaan.

Contoh perbuatan tidak


aman
1. Menjalankan peralatan dengan
kecepatan yang salah.
2. Meninggalkan peralatan dalam keadaan yang berbahaya
3. Bahaya yang ditimbulkan akibat suatu gerakan yang berbahaya
seperti berlari, melompat, melempar

4. Prosedur yang tidak tepat dalam menangani material

Contoh kondisi tidak aman


1. Kondisi fisik, mekanik, peralatan
2. Kondisi permukaan bidang kerja
3. Kondisi penerangan,ventilasi, suara
dan getaran.
4. Tidak tersedianya perlengkapan
keselamatan kerja
5. Pengturan perlatan, mesin, elektrik
yang buruk.

Contoh kurang berperanya


manajemen keselamatan kerja
1. Kurangnya program pelatihan
keselamatan kerja
2. Kurang program pengawasan
lingkungan kerja
3. Kegagalan dalam peringatan
berbahaya

Contoh kondisi pekerja


1. Kurang keahlian kerja
2. Kondisi pekerja yang kurang prima