Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH

KIMIA ANALITIK II
REKRISTALISASI
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kimia Analitik II

Disusun oleh:
FIRNA FIRYANTI
G20140013

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS SAINS DAN FARMASI
UNIVERSITAS MATHLAUL ANWAR BANTEN
2016

FARMASI

Page 1 Kimia Analitik II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Rekristalisasi
Rekristalisasi adalah teknik pemurnian suatu zat padat dari
campuran atau pengotornya yang dilakukan dengan cara mengkristalkan
kembali zat tersebut setelah dilarutkan dalam pelarut (solven) yang sesuai
atau cocok. Ada beberapa syarat agar suatu pelarut dapat digunakan
dalam proses kristalisasi yaitu memberikan perbedaan daya larut yang
cukup besar antara zat yang dimurnikan dengan zat pengotor, tidak
meninggalkan zat pengotor pada kristal, dan mudah dipisahkan dari
kristalnya.

Dalam

kasus

pemurnian

garam

NaCl

dengan

teknik

rekristalisasi pelarut (solven) yang digunakan adalah air. Prinsip dasar dari
rekristalisasi adalah perbedaan kelarutan antara zat yang akan dimurnikan
dengan kelarutan zat pencampur atau pencemarnya. Larutan yang
terbentuk dipisahkan satu sama lain, kemudian larutan zat yang diinginkan
dikristalkan

dengan

cara

menjenuhkannya

(mencapai

kondidi

supersaturasi atau larutan lewat jenuh). Secara toritis ada 4 metoda untuk
menciptakan supersaturasi dengan mengubah temperatur, menguapkan
olvens, reaksi kimia, dan mengubah komposisi solven (Agustina, 2013).
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih pelarut yang
sesuai adalah sebagai berikut:
1. Pelarut tidak hanya bereaksi dengan zat yang akan dilarutkan.
2. Pelarut hanya dapat melarutkan zatyang akan dimurnikan dan tidak
melarutkan zat pencemarnya.
3. Titik didih pelarut harus rendah, hal ini akan mempermudah
pengeringan Kristal yang terbentuk.
4. Titik didih harus lebih rendah dari titik leleh zat yang akan dimurnikan
agar zat tersebut tidak terurai.
Ukuran kristal yang terbentuk selama pengendapan, tergantung
pada dua faktor penting yaitu laju pembentukan inti (nukleasi) dan laju

FARMASI

Page 2 Kimia Analitik II

pertumbuhan kristal. Jika laju pembentukan inti tinggi, banyak sekali kristal
akan terbentuk, tetapi tak satupun dari ini akan tumbuh menjadi terlalu
besar, jadi terbentuk endapan yang terdiri dari partikel-partikel kecil. Laju
pembentukan inti tergantung pada derajat lewat jenuh dari larutan. Makin
tinggi derajat lewat jenuh, makin besarlah kemungkinan untuk membentuk
inti baru, jadi makin besarlah laju pembentukan inti. Laju pertumbuhan
kristal merupakan faktor lain yang mempengaruhi ukuran kristal yang
terbentuk selama pengendapan berlangsung. Jika laju ini tinggi, kristalkristal yang besar akan terbentuk yang dipengaruhi oleh derajat lewat
jenuh.
Kristal dapat digolongkan berdasarkan sifat ikatan antara atomatom, ion-ion atau molekul-molekul yang menyusunnya. Penggolongan ini
akan lebih mendasar menggunakan jumlah dan jenis unsure semestinya.
Bila hasil rotasi, pantulan atau inverse suatu benda dapat dengan tepat
disuspensi pada benda asalnya, maka struktur itu dikatakan mengandung
unsure

seperti

simetri

tertentu

sumbu

rotasi,

bidang

pantulan

(cermin),atau titik pusat .operasi simetri ini dapat diterapkan pada bentukbentuk geometris, pada suatu benda fisis atau stuktur molekul.
Tahap Tahap rekristalisasi adalah :
1. Pelarut : melarutkan zat pengotor pada Kristal.
2. Penyaringan : memisahkan zat pengotor dari larutan Kristal yang
murni.
3. Pemanasan : menguapkan dan menghilangkan pelarut dari Kristal.
4. Pendinginan : mengkristalkan kembali Kristal yang lebih murni.
B. Macam-Macam Rekristalisasi
1. Rekristalisasi Garam Dapur (NaCl)
Tujuan dari percobaan ini adalah memisahkan garam dari kotorankotoran yang terkandung didalam garam. Dari hasil percobaan,
dapat diketahui beberapa perbedaan dan perubahan pada garam
dapur sebelum dan sesudah reaksi. Garam dapur yang belum

FARMASI

Page 3 Kimia Analitik II

mengalami proses rekristalisasi berwarna putih kecoklatan dan


kasar, sedangkan yang sudah mengalami proses rekristalisasi
berwarna putih bersih dan bentuknya lebih halus.

Gambar Alat Rekristalisasi Garam Dapur (NaCl)

Dengan rekristalisasi sederhana yang meliputi pelarutan dalam


akuades, penyaringan dengan kertas saring serta pemanasan
yang telah dilakukan kotoran-kotoran yang terkandung didalam
garam dapur terpisah dari garam. Hal ini disebabkan karena
sebelum larutan air garam dipanaskan lalu dikristalkan, larutan
tersebut

disaring

dengan

kertas

saring

terlebih

dahulu.

Pemanasan garam dapur pada proses rekristalisasi menyebabkan


merenggangnya

molekul-molekul

zat

dalam

garam

dapur

sehingga kristal hasil rekristalisasi lebih lembut dari kristal semula


dan massa garam lebih sedikit dari massa semula.
Pada

proses

rekristalisasi

garam

dapur,

praktikan

harus

memperhatikan dengan seksama langkah-langkah yang dilakukan


agar didapat hasil yang baik dan sesuai. Kebersihan alat yang
digunakan, penggunaan timbangan dan saat pemanasan sangat
mempengaruhi hasil dari rekristalisasi.

FARMASI

Page 4 Kimia Analitik II

2.

Rekristalisasi Tembaga Sulfat (CuSO4)


Sebelum proses rekristalisasi tembaga sulfat berwarna biru tua
dan kristal berbentuk besar kasar. Sedangkan setelah melalui
proses

rekristalisasi

yang

terdiri

dari

proses

pelarutan,

penyaringan dan pemanasan sehingga larutan tembaga sulfat


menguap maka didapatkan kristal tembaga sulfat menjadi
berwarna biru muda dan kristal berbentuk halus.
Proses penyaringan pada percobaan ini sangat penting karena
kotoran yang tertinggal pada kertas saring tidak ikut larut dalam
akuades. Tembaga sulfat jika dibandingkan dengan garam dapur
cenderung memiliki sifat yang sulit larut dalam akuades, sehingga
pengadukan yang dilakukan harus lebih lama.
Kotoran-kotoran yang terkandung dalam tembaga sulfat dapat
dipisahkan melalui proses rekristalisasi dan

massa tembaga

sulfat sebelum proses rekristalisasi lebih banyak dibanding


dengan massa tembaga sulfat setelah rekristalisasi.

Gambar Alat Rekristalisasi Tembaga Sulfat (CuSO4)

FARMASI

Page 5 Kimia Analitik II

DAFTAR PUSTAKA

Budi Hartono, Agus. 1999. Kimia Dasar I. Surakarta: UNS Press


Keenan. 1979. Kimia Untuk Universitas. Jakarta: Erlangga
Rositawati, Agustina Leokrist., Dkk, (2013). Rekristalisasi Garam Rakyat
dari Daerah Demak untuk Mencapai SNI Garam Industri.Jurnal
Teknologi Kimia Dan Industri. Vol. 2, No.4.Universitas Diponegoro.
Semarang. Diakses tanggal 8 Desember 2014.

FARMASI

Page 6 Kimia Analitik II