Anda di halaman 1dari 20

LBM III

TIDUR MALAMKU TERGANGGU


Kelompok

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR
2016

SKENARIO
Tn. Budi 65 th datang ke poliklinik RS UNIZAR diantar istrinya. Tn. Budi
mengeluh sudah 3 bulan ini sering terbangun tengah malam tanpa ada
alasan dan susah untuk tidur lagi, pasien juga merasa tidur malamnya
tidak nyenyak dan membutuhkan waktu lebih banyak untuk tidur disiang
hari karena sangat mengantuk. Istri Tn. Budi menceritakan jika suaminya
tidur sekitar jam 20.00 dan terbangun sekitar jam 02.00. pasien mengaku
memiliki riwayat hipertensi tapi rajin kontrol sedangkan riwayat penyakit
lain disangkal.
Pada pemeriksaan awal didapatkan TB : 165 cm, BB : 78 kg, tanda
vital TD : 155/95 mmHg, N : 80 x/menit, R : 20 x/menit, S : 36,8C
Lalu pasien menanyakan kepada dokter apa penyebab dari gejala yang
dialaminya.

Fisiologi Tidur

NREM (Non Rapid Eye Movement)

TAHAP 1 EEG : Gel campuran Alfa, Beta, Kadang2 Teta


EOG : Tak terlihat aktifitas bola mata yang cepat
EMG : Tonus otot menurun
TAHAP 2 EEG : Biasanya Gel. Campuran Alfa, Teta Dan Delta
EOG : Tak terdapat aktivitas bola mata yang cepat
EMG : Kadang2 peningkatan tonus otot secara tiba-tiba

TAHAP 3 EEG : Presentase Gel Delta 20-50 %, Tampak Kumparan


Tidur
EOG : Tak tampak aktivitas bola mata yang cepat
EMG : Gambaran tonus otot lebih jelas dari stadium 2

TAHAP 4 EEG : Persentase gelombang Delta mencapai lebih dari


50%. Tampak Kumparan Tidur
EOG : Tak tampak aktivitas bola mata yang cepat
EMG : Tonus otot menurun dari pada stadium sebelumnya

REM (Rapid Eye Movement)


EEG : Terlihat gelombang campuran Alfa, Beta dan Teta
Tak tampak gelombang Delta , Kumparan Tidur maupun Kompleks K
EOG : Terlihat gambaran REM yang khas
EMG : Tonus otot sangat rendah

Pola Siklus Tidur dan Bangun

Aktivitas RAS mempengaruhi mekanisme


tidur dan bangun
Aktivitas

RAS meningkat sadar

Aktivitas

RAS menurun dalam keadaan tidur

INSOMNIA

DSM-IV

keluhan dalam hal kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur


atau tidur non-restoratif yang berlangsung setidaknya satu bulan dan
menyebabkan gangguan signifikan atau gangguan dalam fungsi individu.

The International Classification of Diseases

kesulitan memulai atau mempertahankan tidur yang terjadi minimal 3


malam/minggu selama minimal satu bulan

The International Classification of Sleep Disorders

Kesulitan tidur yang terjadi hampir setiap malam, disertai rasa tidak
nyaman setelah episode tidur tersebut.

Etiologi
Stress
Kecemasan & depresi
Kafein, nikotin, alkohol
Perubahan
lingkungan

Kondisi medis
Belajar
insomnia

INSOMNIA

Patogenesis
Depresi/
stres berat

Amigdadala

CRF

Hipocampus

Gg HPA
Aksis

Klasifikasi

ICD 10
DSM
IV

Organik
Non organik

Gangguan tidur yang berkorelasi dengan gangguan mental


lain
Gangguan tidur yang disebabkan oleh kondisi medis umum
Gangguan tidur yang diinduksi oleh bahan-bahan atau
keadaan tertentu
Gangguan tidur primer menetap minimal 1 bulan.

Faktor Resiko

Penegakan Diagnosa

Anamnesa

Sulit tidur
Sering bangun
Bangun terlalu awal
Mudah merasa lelah di siang hari
Mudah tertidur di siang hari
Tdak merasa segar saat bangun
Sering terjaga selama tidur
Kesulitan berkonsentrasi saat kerja

Pemeriksaan
fisik/penunjang

Tidak terlalu bermakna

KRITERIA DIAGNOSTIK INSOMNIA


NON-ORGANIK BERDASAR PPDGJ

Hal tersebut di bawah ini diperlukan untuk membuat diagnosis pasti:

Keluhan adanya kesulitan masuk tidur atau mempertahankan tidur, atau kualitas tidur yang buruk

Gangguan minimal terjadi 3 kali dalam seminggu selama minimal 1 bulan

Adanya preokupasi dengan tidak bisa tidur dan peduli yang berlebihan terhadap akibatnya pada malam hari
dan sepanjang siang hari

Ketidakpuasan terhadap kuantitas dan atau kualitas tidur menyebabkan penderitaan yang cukup berat dan
mempengaruhi fungsi dalam sosial dan pekerjaan

Adanya gangguan jiwa lain seperti depresi dan anxietas tidak menyebabkan diagnosis
insomnia diabaikan.

Kriteria lama tidur (kuantitas) tidak digunakan untuk menentukan adanya gangguan,
oleh karena luasnya variasi individual. Lama gangguan yang tidak memenuhi kriteria di
atas (seperti pada transient insomnia) tidak didiagnosis di sini, dapat dimasukkan
dalam reaksi stres akut (F43.0) atau gangguan penyesuaian (F43.2)

Penatalaksanaan
Edukasi
Merubah

gaya hidup
Psikoterapi
Medikamentosa

FDA 10 obat Aman & Efektif


Nama Obat

Indikasi

Dosis (Mg)

Waktu Paruh
(Jam)

Flurazepam HCL

Pengobatan jangka pendek

15, 30

47-100

Quazepam

Pengobatan jangka pendek

7.5, 15

39-73

Estazolam

Pengobatan jangka pendek

0.5, 1, 2

10-24

Temazepam

Pengobatan jangka pendek

7.5, 15, 30

3.5-18.4

Triazolam

Pengobatan jangka pendek

0, 125, 0.25

1.5-5.5

Zaleplon

Pengobatan jangka pendek pada onset insomnia

5, 10, 20

Zolpidem

Pengobatan jangka pendek pada onset insomnia

5, 10

2.5

Zolpidem MR

Pengobatan jangka panjang atau pemeliharaan pd insomnia

6.25, 12.5

2.8

Eszopiclone

Pengobatan jangka panjang atau pemeliharaan pd insomnia

1, 2, 3

Ramelteon

Pengobatan jangka pendek pada onset insomnia

1-2.6

Komplikasi

Prognosis
Umumnya Baik terapi yang adekuat & terapi pada
gangguan lain spt depresi dll.

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu


jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu
berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
Jika salah seorang di antara keduanya atau keduaduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu,
maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada
keduanya perkataan ah dan janganlah kamu
membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka
perkataan yang mulia. (QS. Al- Isra [17]: 23).

BILLAHI FII SABILIL HAQ


FASTABIQUL KHAIRAT