Anda di halaman 1dari 10

BAB 1

PENDAHULUAN

Sindroma HELLP (Hemolysis, Elevated Liver Enzyme, Low Platelets Count)


merupakan suatu variasi dari preeklamsi berat yang disertai trombositopenia,
hemolisis dan gangguan fungsi hepar. Sindroma HELLP juga merupakan suatu
kondisi yang mengancam jiwa dan berpotensi mempersulit kehamilan. Sindroma
HELLP dulu dikenal sebagai edema proteinuria-hipertensi pada awal abad ke 20
dan kemudian berganti nama pada tahun 1982 oleh Louis Weinstein.1,2,3
Kejadian sindroma HELLP pada saat kehamilan (70%) paling sering terjadi
pada umur kehamilan 27 35 minggu (70%) dan 30% terjadi pasca persalinan.
(emed) Timbulnya sindroma HELLP pada kehamilan memiliki risiko yang tinggi
pada maternal dan perinatal. Dilaporkan kematian maternal sebesar 24% dan
kematian perinatal berkisar 30-40%. Sindroma HELLP secara signifikan terbanyak
pada wanita berkulit putih dan wanita keturunan eropa. Sindroma HELLP telah
terbukti terjadi pada kelompok usia ibu yang lebih tua, dengan usia rata-rata 25 tahun.
Sebaliknya, preeklamsia paling sering terjadi pada pasien yang lebih muda (usia ratarata, 19 tahun). 2,3
Penanganan sindroma HELLP masih controversial antara perawatan
konservatif atau pengakhiran kehamilan yang jauh dari aterm. HELLP sindrom
merupakan komplikasi yang berat dari kehamilan yang akan meningkatkan
morbiditas dan mortalitas ibu dan perinatal. Penggunaan steroid diduga akan
HELLP SYNDROM | 1

meningkatkan angka hematologi dan nilai biokimia pada penderita sindrom HELLP
yang akan menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada penderita sindrom
HELLP.1,2,3

HELLP SYNDROM | 2

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Defenisi
Sindroma HELLP adalah singkatan dari Hemolysis, Elevated Liver Enzyme, Low
Platelets Count yang artinya adalah hemolisis dan peningkatan fungsi hepar dan
trombositopenia. Ini merupakan komplikasi dari pre-eklamsia dan eklamsia yang
terdiri dari:
- Hemolisis (penghancuran sel darah merah)
- Peningkatan enzim hati (yang menunjukkan adanya kerusakan hati)
- Penurunan jumlah trombosit
2.2 Etiologi dan Patogenesis
Patogenesis sindrom HELLP sampai sekarang belum jelas. Yang ditemukan
pada penyakit multisistem ini adalah kelainan tonus vaskuler, vasospasme, dan
kelainan koagulasi. Sampai sekarang tidak ditemukan faktor pencetusnya.
Sindrom ini kelihatannya merupakan akhir dari kelainan yang menyebabkan
kerusakan endotel mikrovaskuler dan aktivasi trombosit intravaskuler; akibatnya
terjadi vasospasme, aglutinasi dan agregasi trombosit dan selanjutnya terjadi
kerusakan endotel. Hemolisis yang didefinisikan sebagai anemi hemolitik
mikroangiopati merupakan tanda khas.1,2,3,4
Sel darah merah terfragmentasi saat melewati pembuluh darah kecil yang
endotelnya rusak dengan deposit fibrin. Pada sediaan apus darah tepi
ditemukan spherocytes, schistocytes, triangular cells dan burr cells.1,2,3,4

HELLP SYNDROM | 3

Peningkatan kadar enzim hati diperkirakan sekunder akibat obstruksi aliran


darah hati oleh deposit fibrin di sinusoid. Obstruksi ini menyebabkan nekrosis
periportal dan pada kasus yang berat dapat terjadi perdarahan intrahepatik,
hematom subkapsular atau ruptur hati. Nekrosis periportal dan perdarahan
merupakan

gambaran

histopatologik

yang

paling

sering

ditemukan.

Trombositopeni ditandai dengan peningkatan pemakaian dan atau destruksi


trombosit.1,3,4,5
2.3 Faktor Resiko
Faktor risiko sindroma HELLP berbeda dengan preeklampsi (Tabel 1).
pasien sindrom HELLP secara bermakna lebih tua (rata-rata umur 25 tahun)
dibandingkan pasien preeklampsi-eklampsi tanpa sindrom HELLP(rata-rata umur
19 tahun). lnsiden sindrom ini juga lebih tinggi pada populasi kulit putih dan multipara.. 1,2,3,4,5
Sindrom ini biasanya muncul pada trimester ke tiga, walaupun pada 11% pasien muncul
pada umur kehamilan <27 minggu, pada masa antepartum sekitar 69% pasiendan
pada masa postpartum sekitar 31%. Pada masa post partum, saat terjadinya
khas,dalam waktu 48 jam pertama post partum. 1,4,5,6

Sindroma HELLP

Pre eklampsi

Multipara

Nullipara

Usia ibu >25 tahun

Usia ibu < 20 tahun atau >40 tahun


HELLP SYNDROM | 4

Ras kulit putih

Riwayat keluarga pre eklampsi

Riwayat Obstetri Jelek

ANC yang minimal


Diabetes Melitus
Hipertensi Kronik

Kehamilan Multipel
Tabel 1. Faktor Resiko Sindroma HELLP 5
2.4 Manifestasi Klinis
Pasien sindroma HELLP dapat mempunyai gejala dan tanda yang sangat
bervariasi, dari yang berniali daignostik sampai semua gejala dan tanda pada
pasien preeklampsi-eklampsi yang tidak menderita sindrom HELLP.
Pasien biasanya muncul dengan keluhan nyeri epigastrium atau nyeri perut kanan
atas (90%), beberapa mengeluh mual dan muntah (50%), yang lain bergejala
seperti infeksi virus. Sebagian besar pasien (90%) mempunyai riwayat malaise
selama beberapa hari sebelum tanda lain. Mual dan atau muntah dan nyeri
epigastrium diperkirakan akibat obstruksi aliran darah di sinusoid hati, yang
dihambat oleh deposit fibrin intravaskuler. Pasien sindrom HELLP biasanya menunjukkan
peningkatan berat badan yang bermakna dengan edema menyeluruh. Hal yang
penting adalah bahwa hipertensi berat (sistolik160 mmHg, diastolik 110 mmHg)
tidak selalu ditemukan. 2,4,5,6

2.5 Diagnosis
Kriteria diagnosis sindroma HELLP berdasarkan hasil pemeriksaan
laboratorium

antara

lain

klasifikasi

Mississippi

dan

Tennessee.

Bila

HELLP SYNDROM | 5

dikombinasikan kedua klasifikasi ini maka klas 1 termasuk kelompok sindroma


HELLP komplit sedangkan klas 2 dan 3 merupakan sindroma HELLP parsial. 2
-

Sistem Mississippi
Sistem Tennessee
Klas 1 Trombosit 50 K/mm3
Sindrom Komplit:
Klas 2 Trombosit > 50 - 100 - Hemolisis
(gambaran

sel

K/mm3
abnormal)
- Klas 3 Trombosit >100 - 150 - AST 70 IU/L
- Platelet < 100 K/mm3
K/mm3
- LDH 600 IU/L
- AST dan atau ALT 40IU/L
Sindroma Parsial:
- Hemolisis (gambaran sel abnormal) Terdapat satu atau dua tanda diatas
- LDH 600 IU/L
Tabel 2. Kriteria Diagnosis Sindroma HELLP 2
2.6 Penatalaksanaan 3,4,6
a. Diagnosis dini sangat penting mengingat banyaknya penyakit yang mirip
dengan sindroma HELLP
b. Pengobatan sindroma HELLP juga harus memperhatikan cara-cara perawatan
dan pengobatan pada preeklampsia dan eklampsia
c. Pemberian cairan intravena harus sangat hati-hati karena sudah terjadi
vasospasme dan kerusakan sel endotel.
d. Bila hendaknya dilakukan section caesarea dan bila trombosit < 50.000/cc,
maka perlu diberikan transfusi trombosit. Bila trombosit < 40.000/cc, dan
akan dilakukan section caesarea maka perlu diberi transfusi darah segar
e. Dapat pula diberikan plasma exchange dengan fresh frozen plasma
dengan tujuan menghilangkan sisa-sisa hemolisis mikroangiopati.
f. Pemberian double strength dexamethasone diberikan 10 mg IV tiap 12 jam
segera

setelah

diagnosis

sindroma

HELLP

ditegakkan.

Kegunaan

pemberiannya yaitu untuk meningkatkan pematangan paru pada kehamilan


preterm dan dapat mempercepat perbaikan gejala klinis dan laboratoris.

HELLP SYNDROM | 6

g. Pada sindroma HELLP post partum diberikan dexamethasone 10 mg IV setiap


12 jam disusul pemberian 5 mg dexamethasone 2 kali dalam selang waktu 12
jam.
h. Perbaikan gejala klinik setelah pemberian dexamethasone dapat diketahui
dengan :
- Meningkatnya produksi urin
- Meningkatnya trombosit
- Menurunnya tekanan darah
- Menurunnya kadar LDH dan AST
i. Bila terjadi ruptur hepar, sebaiknya segera dilakukan pembedahan lobektomi.
j. Sikap terhadap kehamilan pada sindroma HELLP, lahirkan bayi tanpa
memandang usia kehamilan.
ALGORITMA TATALAKSANA SINDROMA HELLP 5

Umur kehamilan
< 32 minggu

Pemberian Kortikoste

Observasi res

Konsul pasien untuk menda

Kondisi pasien memburuk


Kon

2.7 Prognosis 3

HELLP SYNDROM | 7

Pantau pasien
Terminasi

a. Pada kebanyakan pasien akan stabil dalam waktu 24 48 jam dan sebagian
dengan penyakit klas 1 lebih lama waktu pemulihan post partum
b. Tingkat kekambuhannya adalah 2% - 27% pada kehamilan berikutnya
c. Pasien dengan resiko pre eklampsi atau hipertensi dalam kehamilan dapat
beresiko melahirkan premature, pertumbuhan janin terhambat, dan solusio
plasenta pada kehamilan berikut

BAB 3
PENUTUP
HELLP SYNDROM | 8

Sindroma HELLP (Hemolysis, Elevated Liver Enzyme, Low Platelets Count)


merupakan suatu variasi dari preeklamsi berat yang disertai trombositopenia,
hemolisis dan gangguan fungsi hepar. Faktor risiko sindroma HELLP berbeda dengan
preeklampsi pasien sindrom HELLP secara bermakna lebih tua (rata-rata umur 25
tahun) dibandingkan pasien preeklampsi-eklampsi tanpa sindroma HELLP.
Gambaran klinis Sindroma HELLP bervariasi. Oleh sebab itu diperlukan
pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan penunjang untuk mediagnosis Sindroma
HELLP. Pasien pasien dengan factor resiko, diharapkan melakukan pemeriksaan
kehamilan (ANC) secara teratur.
Diagnosis dini sangat penting mengingat banyaknya penyakit yang mirip dengan
sindroma HELLP. Pengobatan sindroma HELLP juga harus memperhatikan cara-cara
perawatan dan pengobatan pada preeklampsia dan eklampsia.

DAFTAR PUSTAKA

HELLP SYNDROM | 9

1. Prawirohardjo, S. Buku Ajar Ilmu Kebidanan. FK-UI. 2009 : 530-60


2. Jayakusuma A. Sindroma HELLP Parsial Pada Kehamilan Prematur. FK
UNUD. 2005. 25 43
3. Angsar, M. Hipertensi Dalam Kehamilan Edisi II. FK-UNAIR. 2003: 10-19
4. Khan H. HELLP Syndrom. Diunduh dari:
http://emedicine.medscape.com/article/1394126-overview#showall tanggal 26
Mei 2014.
5. Anonim. HELLP Syndrom. Diunduh dari:
http://www.scribd.com/doc/92585387/hellp-sindrom-teori tanggal 26 Mei 2014
6. Bailis A, Witter F. Hypertensive Disorders of Pregnancy. In: The Jhons Hopkins
Manual of Gynecology and Obstetrics, 3rd Ed. 2007

HELLP SYNDROM | 10