Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Mesin induksi dapat dioperasikan sebagai motor maupun sebagai generator.
Namun, ada juga pengunaan kincir serta bendungan untuk mengkonversikan
energi dari air menjadi listrik. Tetapi ada pula yang menggunakan kemampuan
gelombang laut serta ombak.
Namun, akhir akhir ini karena cadangan sumber energi yang tidak terbarukan
seperti minyak, gas bumi, batubara dan lain lain dirasakan semakin
menipis,maka

pengembangan

generator

induksi

penguatan

sendiri

yang

digerakkan oleh energi angin, pembangkit mikrohidro, biogas dan lain lain
mulai menjadi semakin mendapat perhatian yang nyata. keuntungan lain dari
mesin ini adalah kontruksinya yang kokoh, biaya pemeliharaan yang rendah dan
tidak

membutuhkan

penguatan

DC.

dalam

hal

ini

penulis

menjelaskan

implementasi generator induksi pada Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang


Laut, PLTGL merupakan salah satu pembangkit Energi terbarukan, penulis
melihat bahwa potensi gelombang laut di Indonesia sangat menjanjikan, dengan
begitu jika pembangkit listrik tenaga gelombang laut di realisasikan secara tidak
langsung Generator induksi juga akan di gunakan sebagai mesin konversi energi
tersebut.
Pada hal ini energi lainnya pun sangat berkegunaan yakni yang umum ialah
Tidal, pembangkit listrik tenaga pasang surut air laut. Dengan hal ini semua
hydro power sangat bermanfaat dengan kebutuhan.

1.2 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan dari penulisan ini adalah mengetahui proses kerja secara umum
Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut dan lebih khusus mempelajari
tentang prinsip kerja, komponen serta perhitungan matematis pengaplikasian
generator induksi/asinkron yang di pakai sebagai generator pada Pembangkit
Listrik Tenaga Gelombang Laut,
1

BAB II
Energi Wave ( gelombang laut)

Berikut ini ialah Blok Diagram Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut :

Prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut


Pertama-tama aliran gelombang laut yang mempunyai energi kinetik masuk
kedalam mesin konversi energi gelombang. Kemudian dari mesin konversi aliran
gelombang yang mempunyai energi kinetik ini dialirkan menuju turbin. Di dalam
turbin ini, energi kinetik yang dihasilkan gelombang digunakan untuk memutar
rotor. Kemudian dari perputaran rotor inilah energi mekanik yang kemudian
disalurkan menuju generator. Di dalam generator, energi mekanik ini dirubah
menjadi energi listrik (daya listrik). Dari generator ini, daya listrik yang dihasilkan
dialirkan lagi menuju sistem tranmisi (beban).
PLTGL-OWC (Oscilatting Water Column)
OWC merupakan salah satu sistem dan peralatan yang dapat mengubah energi
gelombang laut menjadi energi listrik dengan menggunakan kolom osilasi. Alat
2

OWC ini akan menangkap energi gelombang yang mengenai lubang pintu OWC,
sehingga terjadi fluktuasi atau osilasi gerakan air dalam ruang OWC, kemudian
tekanan udara ini akan menggerakkan baling-baling turbin yang dihubungkan
dengan generator listrik sehingga menghasilkan listrik.
Pada teknologi OWC ini, digunakan tekanan udara dari ruangan kedap air untuk
menggerakkan whells turbine yang nantinya pergerakan turbin ini digunakan
untuk menghasilkan energi listrik. Ruangan kedap air ini dipasang tetap dengan
struktur bawah terbuka ke laut. Tekanan udara pada ruangan kedap air ini
disebabkan oleh pergerakan naik-turun dari permukaan gelombang air laut.

Gambar 1. Proses terbentuknya aliran udara yang dihasilkan oleh gelombang


laut

Gerakan gelombang di dalam ruangan ini merupakan gerakan compresses dan


gerakan decompresses yang ada di atas tingkat air di dalam ruangan. Gerakan
ini mengakibatkan, dihasilkannya sebuah alternating streaming kecepatan tinggi
dari udara. Aliran udara ini didorong melalui pipa ke turbin generator yang
digunakan untuk menghasilkan listrik. Sistem OWC ini dapat ditempatkan
permanen di pinggir pantai atau bisa juga ditempatkan di tengah laut. Pada
sistem yang ditempatkan di tengah laut, tenaga listrik yang dihasilkan dialirkan
menuju transmisi yang ada di daratan menggunakan kabel.

Gambar2 . Turbin dan generator

Gambar3. Tampak keseluruhan

PLTG-OWC

Generator pada Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL)


Jenis generator yang digunakan pada PLTGL ialah jenis Generator Asinkron
(generator tak-serempak) yang merupakan motor induksi yang dirubah menjadi
generator, generator ini dipilih karena PLTGL sebagai energi alternatif tidak
banyak membutuhkan perawatan seperti halnya generator sinkron, lebih kuat,
handal, harga lebih murah dan tidak membutuhkan bahan bakar pada saat
diaplikasikan di lapangan, tapi cukup bergantung pada sumber energi terbarukan
seperti air, angin, dan lain lain sebagai prime over (penggerak mula). Tegangan
dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik untuk
akhirnya digunakan oleh masyarakat. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan
oleh generator ini berupa AC (Alternating Current).

Blok Diagram Generator Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut

Komponen generator Induksi


Secara umum konstruksi generator induksi/ asinkron adalah sama dengan
konstruksi motor induksi, hanya saja dalam pengoperasiannya generator induksi
memerlukan penggerak mula (dalam hal ini turbin yang di gerakkan oleh tenaga
hasil gelombang laut) untuk menggerakkan rotor motor induksi tersebut selain
Agar dapat berfungsi sebagai generator dengan tegangan dan frekuensi sama
dengan tegangan dan frekuensi jala jala, maka putaran rotor harus sama dengan
putaran nominal motor induksi yang dijadikan generator. Tegangan hanya dapat
timbul bila ada sisa magnet pada rotor. Untuk memperoleh tegangan nominal,
dipasang kapasitor paralel pada terminal kumparan stator .
Secara umum motor induksi terdiri dari rotor dan stator. Rotor merupakan bagian
yang bergerak, sedangkan stator bagian yang diam. Diantara stator dengan rotor
ada celah udara yang jaraknya sangat kecil. Konstruksi motor induksi dapat
dilihat pada gambar 5.

Gambar Penampang rotor dan stator motor induksi

Komponen stator adalah bagian terluar dari motor yang merupakan bagian yang
diam dan mengalirkan arus phasa. Stator terdiri atas tumpukan laminasi inti
yang memiliki alur yang menjadi tempat kumparan dililitkan yang berbentuk
silindris. Alur pada tumpukan laminasi inti diisolasi dengan kertas (Gambar 2.2.
(b)). Tiap elemen laminasi inti dibentuk dari lembaran besi (Gambar 2.2 (a)). Tiap
lembaran besi tersebut memiliki beberapa alur dan beberapa lubang pengikat
untuk menyatukan inti. Tiap kumparan tersebar dalam alur yang disebut belitan
phasa dimana untuk motor tiga phasa, belitan tersebut terpisah secara listrik
sebesar 120o. Kawat kumparan yang digunakan terbuat dari tembaga yang
dilapis dengan isolasi tipis. Kemudian tumpukan inti dan belitan stator diletakkan
dalam cangkang silindris. Berikut ini contoh lempengan laminasi inti, lempengan
inti yang telah disatukan, belitan stator yang telah dilekatkan pada cangkang
luar untuk motor induksi tiga phasa.

Gambar 6. Menggambarkan komponen stator motor induksi tiga fasa,


a. Lempengan inti,
b. Tumpukan inti dengan kertas isolasi pada beberapa alurnya.
c. Tumpukan inti dan kumparan dalam cangkang stator.

Rotor motor induksi tiga phasa dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu rotor
sangkar (squirrel cage rotor) dan rotor belitan (wound rotor). Rotor sangkar
terdiri dari susunan batang konduktor yang dibentangkan ke dalam slot slot
yang terdapat pada permukaan rotor dan tiap tiap ujungnya dihubung singkat
dengan menggunakan shorting rings.
Sementara itu pada rotor belitan, rotornya dibentuk dari satu set belitan tiga
phasa yang merupakan bayangan dari belitan statornya. Biasanya belitan tiga
phasa dari rotor ini terhubung Y dan kemudian tiap-tiap ujung dari tiga kawat
rotor tersebut diikatkan pada slip ring yang berada pada poros rotor. Pada motor
induksi rotor belitan, rangkaian rotornya dirancang untuk dapat disisipkan
6

dengan tahanan eksternal, yang mana hal ini akan memberikan keuntungan
dalam memodifikasi karakteristik torsi kecepatan dari motor.

Prinsip Kerja Generator


Prinsip kerja generator induksi adalah kebalikan daripada saat mesin induksi
bekerja sebagai motor. ketika mesin berfungsi sebagai motor, kumparan stator
diberi tegangan tiga fasa sehingga akan timbul medan putar dengan kecepatan
sinkron (ns). Namun jika motor berfungsi sebagai generator, pada rotor motor
diputar oleh sumber penggerak dengan kecepatan lebih besar daripada
kecepatan sinkronnya. Bila suatu konduktor yang berputar didalam medan
magnet (kumparan stator) akan membangkitkan tegangan sebesar
e = B.l.v
Dimana :
e = tegangan induksi yang dihasilkan (volt)
B = fluks magnetik (weber)
l = panjang konduktor yang dilewati medan magnet (m)
v = kecepatan medan magnet melewati konduktor (m/s)

dan bila dihubungkan ke beban akan mengalirkan arus. Arus pada rotor ini akan
berinteraksi dengan medan magnet pada kumparan stator sehingga timbul arus
pada kumparan stator sebagai reaksi atas gaya mekanik yang diberikan. Pada
proses perubahan motor induksi menjadi generator induksi dibutuhkan daya
reaktif atau daya magnetisasi untuk membangkitkan tegangan pada terminal
keluarannya. Dalam hal ini yang berfungsi sebagai penyedia daya reaktif adalah
kapasitor yang besarnya disesuaikan dengan daya reaktif yang diperlukan.
Kebutuhan daya reaktif dapat dipenuhi dengan memasang suatu unit kapasitor
pada terminal keluaran, dimana kapasitor menarik daya reaktif kapasitif atau
dengan kata lain kapasitor memberikan daya reaktif induktif pada mesin induksi.
Kerja dari kapasitor ini dapat dipandang sebagai suatu sistem penguat (eksitasi)
sehingga generator induksi juga dikenal dengan sebutan generator induksi
7

penguatan sendiri (self excited of induction generator). Hal terpenting yang


harus diperhatikan dalam kinerja generator induksi adalah fluksi sisa atau medan
magnet pada kumparan stator, dimana tanpa adanya fluksi sisa ini proses
pembangkitan tegangan tidak akan tejadi. Dengan adanya fluksi sisa ini dan
perputaran rotor akan menimbulkan tegangan induksi pada rotor. Tegangan
induksi ini akan terinduksi pula pada sisi stator dan akan menimbulkan arus yang
akan mengisi kapasitor hingga terjadi keseimbangan. Keseimbangan tersebut
ditandai dengan titik pertemuan antara lengkung magnetisasi dengan garis
reaktansi kapasitif seperti terlihat pada gambar di bawah ini . Lengkung
magnetisasi tersebut terjadi akibat adanya kejenuhan inti besi dari generator.

Gambar Proses penguatan

Pada generator induksi tidak terdapat hubungan listrik antara stator dengan
rotor, karena arus pada rotor merupakan arus induksi. Jika belitan stator diberi
tegangan tiga phasa, maka pada stator akan dihasilkan arus tiga phasa, arus ini
kemudian akan menghasilkan medan magnet yang berputar dengan kecepatan
sinkron (ns) dan kemudian akan melakukan pengisian muatan ke kapasitor (C)
yang dipasang parallel dengan stator yang tujuannya untuk mensuplai tegangan
ke stator nanti untuk mempertahankan kecepatan sinkron (ns) motor induksi
pada saat dilakukan pelepasan sumber tegangan tiga phasa pada stator.
turbin sebagai prime mover yang dikopel dengan generator induksi diputar
secara perlahan memutar rotor generator induksi hingga mencapai putaran
sinkronnya (nr = ns). Saklar sumber tegangan tiga phasa untuk stator dilepas,
8

dan kapasitor yang sudah discharge akan bekerja dan akan mempertahankan
besar ns. Motor dc diputar hingga melewati kecepatan putaran sinkronnya mesin
induksi (nr > ns), sehingga slip yang timbul antara putaran rotor dan putaran
medan magnet menghasilkan slip negatif (s < 0) dan akan menghasilkan
tegangan sehingga motor induksi akan berubah fungsi menjadi generator
induksi.

Energi Tidal ( Pasang surut laut)

Pada umumnya PLTA ialah pembangkit listrik yang energi penggerak


utamanya bersumber dari air yang dibuat sedemikian rupa sehingga mampu
menggerakkan

turbin.

PLTA

merupakan

jenis

pembangkit sumber

energi

terbarukan dan tanpa menimbulkan emisi. Tetapi untuk skala besar masih
banyak masalah-masalah yang harus dihadapi dari pengembangan PLTA ini.
Permasalahan yang sering timbul adalah besarnya biaya untuk pembangunan
dan pemeliharaan PLTA, kebutuhan lahan yang sangat luas, dan efek samping
yang diakibatkan terhadap lingkungan juga menjadi kendala. Karena alasan
tersebut, akhir-akhir ini banyak yang mengembangkan alternatif teknologi baru
sistem pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air untuk mengahasilkan
enegi listrik, salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Arus Sungai atau
Laut. Laut memiliki potensi yang besar, yaitu untuk ikan, tanaman laut, harta
karun, dan masih banyak lagi. Kini kita pun mengetahui bahwa laut mengandung
potensi sebagai salah satu sumber energi terbarukan dan berkat kemajuan
teknologi potensi tersebut dapat diwujudkan.
Arus sungai mempunyai kelebihan dibandingkan dengan angin ataupun matahari
yang

cenderung

lebih

dipengaruhi

oleh

cuaca,

sementara

arus

sungai

mempunyai aliran yang tetap dan tidak banyak mengalami perubahan hingga
ratusan tahun. Selain itu, air mempunyai berat jenis yang lebih besar
dibandingkan dengan udara, dan hal itu berarti bahwa potensi energi yang bisa
dihasilkan 321.800 km sungai-sungai besar di dunia lebih besar dibandingkan
dengan energi yang bersumber dari angin. Berbeda dengan arus sungai, arus
laut juga mempunyai kandungan energi yang bisa dimanfaatkan sebagai energi
9

terbarukan. Namun arus laut cenderung mengalami perputaran atau biasa


disebut juga arus putar sehingga cenderung pula untuk merusak. Pada selat,
teluk dan tempat-tempat lainnya dimana arus laut mengalami penyempitan
berupa bottle neck, arus laut akan sangat kuat sehingga sangat potensial untuk
dimanfaatkan energinya.
Kebutuhan akan energi listrik di Indonesia terus meningkat hingga sebesar 7 %
per tahun. Terbatasnya ketersedian energi fosil sebagai sumber energi utama
pembangkit-pembangkit di Indonesia. Geografis Indonesia 63% wilayahnya
terdiri dari laut menyimpan banyak potensi energi alternatif, khususnya energi
tidal.
Energi tidal atau energi pasang surut barangkali kurang begitu dikenal
dibandingkan dengan energi samudera yang lain seperti energi ombak (wave
energy). Jika dibandingkan dengan energi angin dan surya, energi tidal memiliki
sejumlah keunggulan antara lain: memiliki aliran energi yang lebih pasti/mudah
diprediksi, lebih hemat ruang dan tidak membutuhkan teknologi konversi yang
rumit. Kelemahan energi ini diantaranya adalah membutuhkan alat konversi
yang handal yang mampu bertahan dengan kondisi lingkungan laut yang keras
yang disebabkan antara lain oleh tingginya tingkat korosi dan kuatnya arus laut.
Pasang surut menggerakkan air dalam jumlah besar setiap harinya dan
pemanfaatannya dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang cukup besar.
Dalam sehari bisa terjadi hingga dua kali siklus pasang surut. Oleh karena waktu
siklus bisa diperkirakan (kurang lebih setiap 12,5 jam sekali), suplai listriknya
pun relatif lebih dapat diandalkan daripada pembangkit listrik bertenaga ombak.
Pada dasarnya ada dua metodologi untuk memanfaatkan energi pasang surut:

10

Gambar 1 Ombak masuk ke dalam muara sungai ketika terjadi pasang


naik air laut.

Gambar 2 Ketika surut, air mengalir keluar dari dam menuju laut sambil
memutar turbin.

1. Dam pasang surut (tidal barrages)


Cara ini serupa seperti pembangkitan listrik secara hidro-elektrik yang terdapat
di dam/waduk penampungan air sungai. Hanya saja, dam yang dibangun untuk
memanfaatkan siklus pasang surut jauh lebih besar daripada dam air sungai
pada umumnya. Dam ini biasanya dibangun di muara sungai dimana terjadi
pertemuan antara air sungai dengan air laut. Ketika ombak masuk atau keluar
(terjadi pasang atau surut), air mengalir melalui terowongan yang terdapat di
dam. Aliran masuk atau keluarnya ombak dapat dimanfaatkan untuk memutar
turbin (Lihat gambar 3 dan 4).

11

Gambar PLTPs La Rance, Brittany, Perancis.

Gambar atas menampilkan aliran air dari kiri ke kanan. Gambar sebelah kiri
bawah menampilkan proyek dam ketika masih dalam masa konstruksi. Gambar
kanan menampilkan proses perakitan turbin dan baling-balingnya. Photo credit:
Popular Mechanics, December 1997.
Pembangkit listrik tenaga pasang surut (PLTPs) terbesar di dunia terdapat di
muara sungai Rance di sebelah utara Perancis. Pembangkit listrik ini dibangun
pada tahun 1966 dan berkapasitas 240 MW. PLTPs La Rance didesain dengan
teknologi

canggih

dan

beroperasi

secara

otomatis,

sehingga

hanya

membutuhkan dua orang saja untuk pengoperasian pada akhir pekan dan malam
hari. PLTPs terbesar kedua di dunia terletak di Annapolis, Nova Scotia, Kanada
dengan

kapasitas

hanya

16

MW.

Kekurangan terbesar dari pembangkit listrik tenaga pasang surut adalah mereka
hanya dapat menghasilkan listrik selama ombak mengalir masuk (pasang)
ataupun mengalir keluar (surut), yang terjadi hanya selama kurang lebih 10 jam
per harinya. Namun, karena waktu operasinya dapat diperkirakan, maka ketika
PLTPs tidak aktif, dapat digunakan pembangkit listrik lainnya untuk sementara
waktu hingga terjadi pasang surut lagi.

2. Turbin lepas pantai (offshore turbines)

12

Pilihan lainnya ialah menggunakan turbin lepas pantai yang lebih menyerupai
pembangkit listrik tenaga angin versi bawah laut. Keunggulannya dibandingkan
metode pertama yaitu: lebih murah biaya instalasinya, dampak lingkungan yang
relatif lebih kecil daripada pembangunan dam, dan persyaratan lokasinya pun
lebih mudah sehingga dapat dipasang di lebih banyak tempat.
Beberapa perusahaan yang mengembangkan teknologi turbin lepas pantai
adalah: Blue Energy dari Kanada, Swan Turbines (ST) dari Inggris, dan Marine
Current Turbines (MCT) dari Inggris. Gambar hasil rekaan tiga dimensi dari ketiga
jenis turbin tersebut ditampilkan dalam Gambar 4.

Gambar 4 Bermacam-macam jenis turbin lepas pantai yang digerakkan oleh arus
pasang

surut.

Gambar sebelah kiri (1): Seagen Tidal Turbines buatan MCT. Gambar tengah (2):
Tidal Stream Turbines buatan Swan Turbines. Gambar kanan atas (3): Davis
Hydro Turbines dari Blue Energy. Gambar kanan bawah (4): skema komponen
Davis Hydro Turbines milik Blue Energy. Picture credit: (1) marineturbines.com,
(2) swanturbines.co.uk, (3) & (4) bluenergy.com.
Teknologi MCT bekerja seperti pembangkit listrik tenaga angin yang dibenamkan
di bawah laut. Dua buah baling dengan diameter 15-20 meter memutar rotor
yang menggerakkan generator yang terhubung kepada sebuah kotak gir
(gearbox). Kedua baling tersebut dipasangkan pada sebuah sayap yang
membentang horizontal dari sebuah batang silinder yang diborkan ke dasar laut.
Turbin tersebut akan mampu menghasilkan 750-1500 kW per unitnya, dan dapat
disusun dalam barisan-barisan sehingga menjadi ladang pembangkit listrik. Demi
menjaga agar ikan dan makhluk lainnya tidak terluka oleh alat ini, kecepatan
rotor diatur antara 10-20 rpm (sebagai perbandingan saja, kecepatan balingbaling kapal laut bisa berkisar hingga sepuluh kalinya).

13

Dibandingkan dengan MCT dan jenis turbin lainnya, desain Swan Turbines
memiliki beberapa perbedaan, yaitu: baling-balingnya langsung terhubung
dengan generator listrik tanpa melalui kotak gir. Ini lebih efisien dan mengurangi
kemungkinan terjadinya kesalahan teknis pada alat. Perbedaan kedua yaitu,
daripada melakukan pemboran turbin ke dasar laut ST menggunakan pemberat
secara gravitasi (berupa balok beton) untuk menahan turbin tetap di dasar laut.

Adapun satu-satunya perbedaan mencolok dari Davis Hydro Turbines milik Blue
Energyadalah poros baling-balingnya yang vertikal (vertical-axis turbines). Turbin
ini juga dipasangkan di dasar laut menggunakan beton dan dapat disusun dalam
satu baris bertumpuk membentuk pagar pasang surut (tidal fence) untuk
mencukupi kebutuhan listrik dalam skala besar.
Berikut ini disajikan secara ringkas kelebihan dan kekurangan dari pembangkit
listrik tenaga pasang surut:
Kelebihan:

Setelah dibangun, energi pasang surut dapat diperoleh secara gratis.

Tidak menghasilkan gas rumah kaca ataupun limbah lainnya.

Tidak membutuhkan bahan bakar.

Biaya operasi rendah.

Produksi listrik stabil.

Pasang surut air laut dapat diprediksi.

Turbin lepas pantai memiliki biaya instalasi rendah dan tidak menimbulkan
dampak lingkungan yang besar.
Kekurangan:

Sebuah dam yang menutupi muara sungai memiliki biaya pembangunan


yang sangat mahal, dan meliputi area yang sangat luas sehingga merubah
ekosistem lingkungan baik ke arah hulu maupun hilir hingga berkilo-kilometer.

Hanya dapat mensuplai energi kurang lebih 10 jam setiap harinya, ketika
ombak bergerak masuk ataupun keluar.

Namun saat ini untuk menerapkan teknologi PLTAL masih dihadang kendala dana
dan penelitian daerah mana yang memiliki potensi terbesar dalam penerapan
14

teknologi tersebut, namun dapat dipastikan penggunaan energi ini menjadi salah
satu alternatif yang berpotensi besar, khususnya di negara kita Indonesia yang
berupa negara kepulauan.
Saat ini baru beberapa negara yang sudah melakukan penelitian secara serius
dalam bidang energi tidal, diantaranya Inggris dan Norwegia. Di Norwegia,
pengembangan energi ini dimotori oleh Statkraft, perusahaan pembangkit listrik
terbesar di negara tersebut. Statkraft bahkan memperkirakan energi tidal akan
menjadi sumber energi terbarukan yang siap masuk tahap komersial berikutnya
di Norwegia setelah energi hidro dan angin. Keterlibatan perusahaan listrik besar
seperti

Statkraft

mengindikasikan

bahwa

energi

tidal

memang

layak

diperhitungkan baik secara teknologi maupun ekonomis sebagai salah satu solusi
pemenuhan kebutuhan energi dalam waktu dekat.
Perlu diketahui bahwa potensi energi tidal di Indonesia termasuk yang terbesar
di dunia, khususnya di perairan timur Indonesia. Sekarang inilah saatnya bagi
Indonesia untuk

mulai

menggarap

energi

ini.

Jika

bangsa kita mampu

memanfaatkan dan menguasai teknologi pemanfaatan energi tidal, ada dua


keuntungan yang bisa diperoleh yaitu, pertama, keuntungan pemanfaatan energi
tidal sebagai solusi pemenuhan kebutuhan energi nasional dan, kedua, kita akan
menjadi negara yang mampu menjual teknologi tidal yang memberikan
kontribusi terhadap devisa negara. Belajar dari India yang mampu menjadi salah
satu pemain teknologi turbin angin dunia (dengan produk turbin angin Suzlon),
maka tujuan yang kedua bukanlah hal yang terlalu muluk untuk kita wujudkan.

Energi Limpet ( Ombak )

Ombak adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus
permukaan air laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal.Gelombang laut
disebabkan oleh angin.Angin di atas lautan mentransfer energinya ke perairan,
menyebabkan riak-riak yang kemudian berubah menjadi apayang kita sebut
sebagai gelombang. Energi ombak laut adalah energi kinetik yang ada pada
gelombang laut digunakan untuk menggerakkan turbin. Ombak naik ke dalam
15

ruang generator, lalu air yang naik menekan udara keluar dari ruang generator
dan menyebabkan turbin berputar.Ketika air turun, udara bertiup dari luar ke
dalam ruang generator dan memutar turbin kembali.Putaran turbin kemudian
dihubungkan ke generator dan diubah menjadi energi listrik dan di distribusikan
ke beban.
Komponen-Komponen Utama pada PLTGL
1.

Piston Hirolik
Piston hidrolik adalah bagian yang berfungsi menjaga keseimbangan

generator agar kedudukanya tidak terpengaruh oleh laju ombak yang bergerak.

2.

Turbin
Pada Prinsipnya turbin bekerja sebagai "Penerima Energi", artinya dia

menerima energi (kinetik) dari angin dan merubahnya menjadi energi lain yang
dapat digunakan seperti listrik. Angin yang datang akan menumbuk sayap kipas
(baling-baling) pada kincir angin, sehingga sayap kipas akan berputar. Kemudian
sayap kipas akan memutar memutar generator.
3.

Generator
Generator berfungsi untuk merubah energy mekanik yang berasal

dari turbin menjadi energy listrik.Generator inilah yang disebut konventer


energy. Jenis generator yang digunakan pada PLTGL ialah jenis Generator
Asinkron (generator tak-serempak) yang merupakan motor induksi yang dirubah
menjadi generator, generator ini dipilih karena PLTGL sebagai energi alternatif
tidak banyak membutuhkan perawatan seperti halnya generator sinkron, lebih
kuat, handal, harga lebih murah dan tidak membutuhkan bahan bakar pada saat
diaplikasikan di lapangan, tapi cukup bergantung pada sumber energi terbarukan
seperti air, angin, dan lain lain sebagai prime over (penggerak mula). Tegangan
dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik untuk
akhirnya digunakan oleh masyarakat.Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan
oleh generator ini berupa AC (Alternating Current).

Proses PLTGL
16

Pertama aliran gelombang laut yang mempunyai energi kinetik masuk kedalam
mesin

konversi

energi

gelombang.Kemudian

dari

mesin

konversi

aliran

gelombang yang mempunyai energi kinetik ini dialirkan menuju turbin.Di dalam
turbin ini, energi kinetik yang dihasilkan gelombang digunakan untuk memutar
rotor.Kemudian dari perputaran rotor inilah energi mekanik yang kemudian
disalurkan menuju generator.Di dalam generator, energi mekanik ini dirubah
menjadi energi listrik (daya listrik).Dari generator ini, daya listrik yang dihasilkan
dialirkan lagi menuju sistem tranmisi (beban).

PLTGL-OWC (Oscilatting Water Column)


OWC merupakan salah satu sistem dan peralatan yang dapat mengubah energi
gelombang laut menjadi energi listrik dengan menggunakan kolom osilasi. Alat
OWC ini akan menangkap energi gelombang yang mengenai lubang pintu OWC,
sehingga terjadi fluktuasi atau osilasi gerakan air dalam ruang OWC, kemudian
tekanan udara ini akan menggerakkan baling-baling turbin yang dihubungkan
dengan generator listrik sehingga menghasilkan listrik.
Pada teknologi OWC ini, digunakan tekanan udara dari ruangan kedap air untuk
menggerakkan whells turbine yang nantinya pergerakan turbin ini digunakan
untuk menghasilkan energi listrik.Ruangan kedap air ini dipasang tetap dengan
struktur bawah terbuka ke laut.Tekanan udara pada ruangan kedap air ini
disebabkan oleh pergerakan naik-turun dari permukaan gelombang air.
Gerakan gelombang di dalam ruangan ini merupakan gerakan compresses dan
gerakan decompresses yang ada di atas tingkat air di dalam ruangan. Gerakan
ini mengakibatkan, dihasilkannya sebuah alternating streaming kecepatan tinggi
dari udara.Aliran udara ini didorong melalui pipa ke turbin generator yang
digunakan untuk menghasilkan listrik.Sistem OWC ini dapat ditempatkan
permanen di pinggir pantai atau bisa juga ditempatkan di tengah laut.Pada
sistem yang ditempatkan di tengah laut, tenaga listrik yang dihasilkan dialirkan
menuju transmisi yang ada di daratan menggunakan kabel.
Kapasitas Terpasang dan Ekonomi
Limpet, yang merupakan OWC terletak di pantai Islay , Skotlandia , saat ini
beroperasi sebagai prototipe di 75kW . Namun, fasilitas ini mampu bekerja pada

17

kapasitas penuh dari 500kW . Ini adalah kapasitas pembangkit yang membuat
energi gelombang ekonomis dan mampu bersaing di pasar komersial ( Carbon
Trust , 2010) situs di India yang dibangun sebagai dekat pantai OWC beroperasi
pada 150kw . The Mk3 -PC dibangun oleh Oceanlinx dinilai untuk 2.5MW .
Perbedaan mencolok tergantung pada konstruksi, turbin udara, dan energi
gelombang yang tersedia . Energi gelombang saat operasi cukup mahal di 14
sen per kWh . Hal ini disebabkan sebagian untuk biaya instalasi mahal dan
pengembangan teknologi . Akhirnya sebagai energi gelombang menjadi lebih
tersebar luas biaya akan diturunkan menjadi harga yang sebanding dengan
energi angin .

Penghitungan Kapasitas Daya dari PLTGL


Kapasitas daya untuk pembangkit listrik tenaga arus laut saat ini belum
dapat ditentukan denga pasti. Tetapi perhitungan untuk ke arah itu dapat
didekati dengan cara menghitung periode gelombang yang kemudian dapat
diperkirakan energi yang timbul dari situ. Perhitungan untuk periode gelombang
adalah sebagai berikut;
Energi dari gelombang untuk sebuah arus linier dapat dihitung dengan rumus :
P=kH2T
k = konstanta (nilainya mendekati 0.5)
H = tinggi gelombang (meter)
T = periode gelombang (sekon)
Untuk gelombang atau arus dalam, hubungan antara kecepatan dan panjang
gelombang dapat dihitung dengan rumus :
l = g . t2/(2)
l = t .c

(untuk semua jenis arus).

Jika disubstitusikan hasilnya adalah:


18

t . c = g . t2 / (2)
c = g.t / (2) atau t = c . 2/ g atau t = c . 0.641
T = periode gelombang (s)
c = kecepatan gelombang (m/s)
g = percepatan gravitasi bumi (10 m/s2)
l = panjang gelombang (m)
= 3.1415....
untuk menghitung kecepatan rambat arus dan panjang gelombang dapat
digunakan rumus:
c = t . 1.56
l = 1.56 . t2
dengan nilai 1.56 merupakan konstanta.
Melalui perhitungan seperti di atas dan dengan pengaitan rumus dengan
rumusan energi maka dapat diperkirakan potensi daya yang terbangkit pada
siuatu daerah. Dan dari percobaan dari para ilmuwan diperkirakan daya total
dari gelombang pecah di garis pantai dunia diperkirakan mencapai 2 hingga 3
juta megawatt. Pada tempat-tempat tertentu yang kondisinya sangat bagus,
kerapatan energi gelombang dapat mencapai harga rata-rata 65 megawatt per
mil garis pantai.
Dengan beberapa teknik penangkapan gelombang yang saat ini masih
dalam tahap percobaan diperoleh data sebagai berikut:
1.

Berdasarkan hasil pengamatan yang ada, deretan ombak (gelombang)

yang terdapat di sekitar pantai Selandia Baru dengan tinggi rata-rata 1 meter
dan periode 9 detik mempunyai daya sebesar 4,3 kW per meter panjang ombak.
Sedangkan deretan ombak serupa dengan tinggi 2 meter dan 3 meter dayanya
sebesar 39 kW per meter panjang ombak.Untuk ombak dengan ketinggian 100
meter dan perioda 12 detik menghasilkan daya 600 KW per meter.

19

2.

Transverse

Horisontal

Axis

Water

Turbine

(THAWT)

dengan

menggunakan dua turbin dan satu generator yang diletakkan di tengahtengahnya, bisa dihasilkan listrik sebesar 12 MWatt.
3.

Dari pengujian pertama di laboratorium, diperkirakan Anaconda bisa

menghasilkan sekitar 1MW dan bisa menghasilkan listrik seharga US$ 0,12 per
kWh atau bahkan kurang dari angka tersebut.
Dengan perkiraan seperti itu maka energi arus laut merupakan energi yang
potensial untuk dijadikan energi pembangkit di masa depan.

Kelebihan dan Kekurangan PLTGL


Kelebihan dari pembangkit listrik ini :
1. Energi bisa diperoleh secara gratis
2. Tidak butuh bahan bakar
3. Tidak menghasilkan limbah & Ramah lingkungan
4. Mudah dioperasikan
5. Biaya perawatan rendah
6. Menghasilkan energi dalam jumlah yang memadai

Sedangkan kekurangan dari pembangkit ini yaitu :


1. Bergantung pada ombak; kadang dapat energi, kadang pula tidak, artinya
pembangkit tenaga ini tidak pasti dapat digunakan (tidak flexible).
2. Perlu menemukan lokasi yang sesuai dimana ombaknya kuat dan muncul
secara konsisten.
3. Membutuhkan alat konversi yang handal yang mampu bertahan dengan
kondisi lingkungan laut yang keras yang disebabkan antara lain oleh tingginya
tingkat korosi dan kuatnya arus laut.

20

Energi Felling Water (Air terjun)

PLTA adalah suatu pusat tenaga air yang bertujuan merubah (konversi) energi
potensial air menjadi energ ilistrik.Pembangkit tinggi tenaga air (PLTA) bekerja
dengan cara merubah energy potensial (dari dam atau air terjun) menjadi energi
mekanik (dengan bantuan turbin air) dan dari energy mekanik menjadi energi
listrik (dengan bantuan generator). Kapasitas PLTA diseluruh dunia ada sekitar
675.000 MW ,setara dengan 3,6 milyar barrel minyak atau sama dengan 24 %
kebutuhan listrik dunia yang digunakan oleh lebih 1 milyar orang. PLTA termasuk
jenis pembangkitan hidro . Karena pembangkitan ini menggunakan air untuk
kerjanya.

21

KomponenUtama PLTA besertaFungsinya


1.

Bendungan

Bendungan merupakan bagian komponen dari Pembangkit Listrik Tenaga Air


yang

berfungsi untuk menampung air dalam jumlah besar dan untuk

menciptakan tinggi jatuh air agar tenaga yang dihasilkan juga besar. Selain itu
bendungan juga berfungsi untuk pengendalian banjir.

2. Turbine

22

Turbin merupakan komponen yang sangat penting pada Pembangkit Listrik


Tenaga Air. Turbin berfungsi mengubah aliran air menjadi energy mekanik. Air
yang jatuh akan mendorong baling-baling sehingga menyebabkan turbin
berputar. Perputaran turbin ini dihubungkan ke generator . Turbin air
kebanyakan bentuknya seperti kincir angin.
3.

Generator

Generator merupakan komponen yang terhubung dengan turbin dimana


generator akan menghasilkan energy listrik. Generator bekerja seperti halnya
generator lain yang ada di PLTA ataupun generator pembangkit lainnya, yang
mengubah energy mekanis menjadi energy listrik sesuai dengan karakteristik
yang dipasokkan.

23

4.

JalurTransmisi

Berfungsi mengalirkan energy listrik dari PLTA menuju rumah-rumah dan pusat
industri.

Prinsip Kerja pada PLTA

1.

Bendungan

Bendungan berfungsi menaikkan permukaan air sungai untuk menciptakan


tinggi jatuh air . Selain

menyimpan air, bendungan juga dibangun dengan

tujuan untuk menyimpan energy.


2.

Turbine

Gaya jatuh air yang mendorong baling-baling menyebabkan turbin berputar.


Turbin air kebanyakan seperti kincir angin, dengan menggantikan fungsi dorong
angin untuk memutar baling-baling digantikan air untuk memutar turbin.
Selanjutnya turbin merubah energy kenetik yang disebabkan gaya jatuh air
menjadi energy mekanik.
3.

Generator

Dihubungkan dengan turbin melalui gigi-gigi putar sehingga ketika balingbaling turbin berputar maka generator juga ikut berputar. Generator
selanjutnya merubah energy mekanik dari turbin menjadi energy elektrik.
Generator di PLTA bekerja seperti halnya generator pembangkit listrik lainnya.
Generator mengubah energy mekanis menjadi energy listrik.Tergantung pada
24

karakteristik jaringan yang dipasok, produsen bias memilih antara : Generator


sinkronus yang dilengkapi dengan system eksitasi DC (rotasi atau statis) yang
terkait dengan regulator tegangan, untuk memberikan tegangan, frekuensi dan
control sudut fasese belum generator disambungkan kejaringan dan memasuk
energy reaktif yang diperlukan oleh system tenaga ketika generator telah
disambungkan kejaringan. Generator ansinkronus adalah motor induksi
sederhana yang tidak menggunakan pengaturan voltage dan berjalan pada
kecepatan yang secara langsung terkait dengan frekuensi sistem. Mereka
menarik arus eksitasinya dari jaringan, sehingga menyerap energy reaktifdari
magnetismenya sendiri. Efisiensi generator ansinkronus adalah 2 sampai 4 per
sen di bawah efisiensi generator sinkronus selama seluruh kisaran operasi.
Secara umum, ketika daya melebihi 5000 kVA maka generator sinkronus perlu
dipasang.Tegangan kerja dari generator bervariasi sesuai dengan
dayanya.Tegangan pembangkitan standard adalah 380 V atau 430 V sampai
dengan 1400 kVA dan 6000/6600 untuk pembangkit yang lebih besar.
Pembangkitan pada tegangan 380 V atau 430 V memungkinkan penggunaan
transformer distribusi strandard sebagai transformer saluran keluar dan
penggunaan arus buatan untuk memasok kedalam system daya pembangkit.

Sistem kontrol yang digunakan pada perencanaan menggunakan


pengaturan beban sehingga jumlah output daya generator selalu sama dengan
beban. Apabila terjadi penurunan beban di konsumen, maka beban tersebut
akan dialihkan kesistem pemanas udara System transmisi daya yang dihasilkan
terdiri dari beberapa komponen utama, antara lain travo step-up kelas
menengah, tiang, kabel, dll. Jaringan distribusi merupakan pendistribusian daya
kerumah-rumah atau konsumen yang dilengkapi dengan sebuah KWh meter,
instalasi rumah, dll.

4. JalurTransmisi
PLTA umumnya terletak jauh dari tempat-tempat di mana tenaga listrik itu
digunakan atau pusat-pusat beban ( load contres). Karena itu tenaga listrik
yang dibangkitkan harus disalurkan melalui kawat-kawat atau saluran
transmisi. Karena tegangan generator pada umumnya rendah, antara 6 KV
sampai 24 KV, maka tegangan ini biasanya dinaikkan dengan pertolongan
transformator daya ketingkat tegangan yang lebih tinggi antara 30 KV sampai
25

500 KV (di beberapa Negara maju bahkan sudah sampai 1000 KV).
Tingkat tegangan yang lebih tinggi ini,selain untuk memperbesar daya hantar
dari saluran yang berbanding lurus dengan kuadrat tegangan,juga
untukmemperkecil rugi-rugi daya danjatuh tegangan pada saluran. Sudah jelas,
dengan mempertinggi tegangan tingkat isolasi-pun harus lebih tinggi, dengan
demikian biaya peralatan juga tinggi.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Berbicara mengenai Mesin konversi energi erat kaitannya dengan perpindahan
panas , termodinamika serta fisika teknik.Dimana Mesin konversi energi menjadi
salah satu bahan utama bagi penggunaan sumber daya alam yang ada. Oleh
karena mesin konversi energi ini sangat dimanfaatkan pada kebutuhan pabrik-

26

pabrik atau pun alat-alat kendaraan sejenisnya.

agar mesin yang dikonversi

memiliki kualitas yang baik, dari segi mutu maupun kemampuan alat yang akan
dipergunakan, maka energi-energi yang ada harus dimanfaatkan sebaik mungkin
seperti air,udara,atau lainnya.
Pada PLTA ini sendiri sangat banyak energi-energi yang digunakan yakni, energi
Wave, energi tidal, energi limpet dan energi falling water. Hal ini di konversi
sekian rupa sehingga menjadi pembangkit listrik. Penggunaan pada energi air
sangat menguntungkan juga , dimana dengan barang yang digunakan mudah,
praktis,cukup sumber daya alam , serta murah. Pada saat ini kalangan indonesia
sangat memfaatkan energi tersebut. Sekian yang dapat kami simpulkan, semoga
para pembaca mengerti akan yang kami tulis. Bila ada kata yang salah mohon
kiritikannya trimah kasih.

DAFTAR PUSTAKA

- Taufiq,A, 2010, Tugas Akhir Panas Pada Generator Induksi Saat Pembebanan,
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/25067/4/Chapter%20II.pdf. Di
akses pada tanggal 30 April 2012

27

- Anonim,2002, Islay Limpet Wave Power Plant,


http://www.wavegen.co.uk/pdf/LIMPET%20publishable%20report.pdf . Di akses
pada tanggal 30 April 2012
- Anonim, Wind Turbines With Asynchronous Electrical Generators,
http://www.rpc.com.au/pdf/wind6.pdf. Di akses pada tanggal 30 April 2012
- Togan, P, Perencanaan Sistem Penyimpanan Energi dengan Menggunakan
Battery pada Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di Desa Ketapang,
Kabupaten Lombok Timur, NTB,
http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate - 9448-2205100061Presentation.pdf. Di akses pada tanggal 30 April 2012
web. Pembangkit listrik tenaga air ( wave,limpet,tidal,falling water ) network .

28