Anda di halaman 1dari 17

WAHYU WIYATI

NRP. 9115201301

Kapal
yang
dibangun
dengan
menggunakan material Fiber Reinforced
Plastic (FRP)
Paling banyak digunakan untuk tipe kapal
cepat (speed boat), kapal pesiar (yacht),
kapal wisata (pleissure boat), dll.

material komposit yang terbentuk dari 2 komponen utama yaitu

plastik/polyester sebagai matrik pengikat dan serat (=fiber)


sebagai penguat.
LWT kapal lebih ringan (72% dibandingkan LWT kapal yang

dibangun dengan material kayu)


Proses

pembangunan relatif sederhana dan cepat (diluar


pembuatan cetakan dan untuk kapal yang dibangun secara
seri)

Tidak bersifat korosif


Perawatan dan perbaikan relatif mudah

Material penyusun FRP bersifat racun

dan tidak ramah lingkungan


Material penyusun FRP bersifat mudah
terbakar
Semua material adalah material import
sehingga harga dipengaruhi fluktuasi
rupiah terhadap mata uang asing
Bentuk dan type kapal tergantung pada
desain dan cetakan yang telah dibuat.

Resin
a) Resin ini berbentuk cair dengan dengan viskositas yang relatif rendah dan dapat
mengeras pada suhu kamar dengan menggunakan katalis/initiator.
b) Epoxy resin
Resin ini mempunyai kegunaan yang luas dalam industri teknik, listrik, mekanik,
sebagai perekat, dan sebagai cat pelapis. Untuk bidang perkapalan resin ini
digunakan sebagi pelapis badan kapal sebelum diadakan pengecatan.
Initiator/Katalis

Initiator disebut juga hardener atau katalis berfungsi sebagai


pengering atau mempercepat proses pengeringan
(curring process). Yang dimaksud dengan curing proses
perubahan resin dari bentuk cair menjadi bentuk padat.

Jenis initiator yang biasa dipakai dibidang perkapalan, yaitu :


- metil etil keton peroksida (MEKPO)
- benzoil peroksida (BPO)

adalah

proses

Serat Gelas
Roving

Cut glassfibre
( Chopped strand )

Chopped strand matt ( CSM )

Woven Roving

Akselerator

Akselerator merupakan material penyusun fiberglas yang berfungsi sebagai


pelarut dan mengefektifkan curing proses. Polyester resin dan accelerator
dicampur dalam waktu yang lama dengan perbandingan 96% : 4% dan
campuran ini disebut dengan preaccelerated resin.
Jenis accelerator yang umum dipakai adalah :
Cobalt toctoat (cobnalt), yaitu cairan berwarna ungu dimana
penggunaanya bersama dengan initiator MEKP atau organik peroksida
yang lainnya
Dimetil anilen (DMA), yaitu cairan tak berwarna (bening) dan digunakan
berwarna dengan initiator BPO
Gel Coat

Gel coat merupakan material yang berfungsi sebagai pembentuk lapisan


terluar dari fiberglas agar mempunyai permukaan yang halus. Gel coat bila
dicampur pigmen dapat memberi warna permukaan. Sebelum digunakan
sebagai pelapis permukaan perlu diberi campuran atau ditambahkan katalis
sebagai bahan untuk mempercepat pengeringan. Gel coat yang dilapiskan
untuk awal proses fiberglas mempunyai ketebalan antara 0,3-0,5 mm
dengan berat sekitar 400 gram/m2.
Release Agent

Release agent adalah material yang digunakan untuk mempermudah


pelepasan hasil atau produk fiberglas dari cetakannya. Release agent ini
dilapiskan dengan cara dikuaskan atau disemprotkan pada permukaan
cetakan sebelum proses laminasi dilakukan (Wax release agent dan PVA)

1
PEMBUATAN
MOULD

2
PELAPISAN
RELEASE AGENT

4
PELAPISAN
FRP
5
PELEPASAN
PRODUK

3
PELAPISAN
RESIN GEL COAT

Adalah proses pelapisan cetakan (mould)


menggunakan material utama serat fiberglass
dan resin.
Hal yang perlu dihindari dalam proses laminasi
adalah terjadinya POLIMERASI dan AIR TRAPPED
Polimerasi adalah lapisan menjadi padat dan
licin, sehingga ketika ingin menambah lapisan,
material tidak akan menyatu, hal ini bisa
berakibat lapisan pecah.
Air Trapped adalah terdapat rongga udara
dalam lapisan, yang bisa menimbulkan lapisan
retak.

METODE HAND LAY-UP

Adalah metode laminasi yang paling mudah dilakukan dan


sederhana. Proses laminasi hanya menggunakan tangan
dibantu dengan roll untuk menyatukan material fiberglass
dengan resin.
Agar resin dapat diserap dengan baik oleh fiberglass, maka
diperlukan keterampilan dan pengalaman yang baik dari
orang yang melakukan laminasi
Karena menggunakan kekuatan tangan untuk menekan
resin terhadap fiberglass, maka hasil pelapisan cenderung
kurang rata dan penyatuan antar material kurang
sempurna.
Seringkali terjadi polimerasi dan air trapped dalam lapisan.

VACUUM INFUSSION

HAND LAY-UP

VACUUM INFUSION
The Vacuum Infusion Process (VIP) is a
technique that uses vacuum pressure to
drive resin into a laminate.
Materials are laid dry into the mold and
the vacuum is applied before resin is
introduced.
Once a complete vacuum is achieved,
resin is literally sucked into the laminate
via carefully placed tubing

HAND LAY-UP
Serat CSM (chopped strand mat)
serat : resin = 28 : 72

Serat WR (woven roving)


serat : resin = 35 : 65

Serat Biaxial
serat : resin = 50 : 50

VACUUM INFUSION
Serat Multiaxial, serat : resin = 65 : 35