Anda di halaman 1dari 12

OPTIMALISASI KOMPETENSI BERMAIN DRAMA SISWA KELAS XI

IPS 2 SMA NEGERI 4 TANJUNG JABUNG


TIMUR DENGAN METODE MIMIKRI
INDONESIA LAWAK KLUB
sebagai salah satu syarat mengikuti seleksi Guru Favorit Jambi
Ekspres 2015

LAPORAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

OLEH
SUTOYO, S.S.
NIP. 197402142006041007

PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR


DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 4 TANJUNG JABUNG TIMUR
2015

LEMBAR PENGESAHAN

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul Optimalisasi Kompetensi Bermain


Drama Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur dengan
Metode Mimikri Indonesia Lawak Klub oleh:

Nama

: SUTOYO, S.S.

NIP

: 19740214 200604 1 007

Unit Kerja

: SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur

telah dilakukan di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur dan laporannya telah
dilaporkan. Oleh karena itu, kepala SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur dengan ini
mengesahkan laporan PTK ini agar dapat dimanfaatkan seperlunya.

Dendang, 30 Mei 2015


Kepala SMA Negeri 4
Tanjung Jabung Timur

AHMAD TAIFUR, S.Pd.


NIP 196806042005011008

PERNYATAAN
Saya, yang bertanda tangan di bawah ini,
Nama

: Sutoyo, S.S.

NIP

: 197402142006041007

Unit Kerja

: SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur

dengan ini

menyatakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul

Optimalisasi Kompetensi Bermain Drama Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4


Tanjung Jabung Timur dengan Metode Mimikri Indonesia Lawak Klub benarbenar karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan dari hasil penelitian orang
lain.

Bila di kemudian hari saya terbukti mengingkari pernyataan saya di atas, saya
bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Muara Sabak, 30 Mei 2015
Pembuat Pernyataan

SUTOYO, S.S.

KATA PENGANTAR

Alahamdulillah. Ungkapan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberi


kesempatan sehingga Laporan Penelitian Tindakana Kelas berjudul Optimalisasi
Kompetensi Bermain Drama Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4 Tanjung Jabung
Timur dengan Metode Mimikri Indonesia Lawak Klub ini dapat diselesaikan.
Penelitian ini merupakan salah satu upaya dalam rangka meningkatkan kualitas
guru, di samping untuk mencari akar persoalan pembelajaran serta alternasi
solusinya.

Selain itu, penelitian ini diajukan sebagai salah satu syarat mengikuti

seleksi Guru Favorit Jambi Ekspres 2015.


Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada
1. Bapak Ahmad Taifur, S.Pd sebagai kepala SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur
sekaligus bertindak sebagai observer dalam penelitian.
2. Kru harian Jambi Ekspres yang telah member kesempatan penulis mengikuti
seleksi Guru Favorit Jambi Ekspres 2015.
3. Ibu Yul Handayani selaku observer.
4. Semua pihak yang turut andil dalam selesainya penelitian dan laporan ini yang
tidak bisa disebutkan satu per satu.
Semoga amal baik Anda semua diridhoi Allah SWT dan memberi berkah. Amin.
Muara Sabak, 30 Mei 2015
Penulis

SUTOYO, S.S.

Optimalisasi Kompetensi Bermain Drama Siswa Kelas XI IPS 2

SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur dengan


Metode Mimikri Indonesia Lawak Klub
Oleh Sutoyo, S.S.

ABSTRAK
Sastra merupakan salah satu materi dalam pembelajaran mata pelajaran Bahasa
Indonesia di kelas XI program IPS di SMA. Di samping puisi dan prosa, drama pun
diajarkan. Selain dituntut mampu dalam teori dan apresiasi drama, siswa juga harus
kompeten dalam bermain drama. Namun kenyataannya, hasil belajar bermain drama
masih belum optimal. Misalnya yang terjadi di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4 Tanjung
Jabung Timur. Pada pembelajaran biasa, hanya 25% siswa yang mampu mencapai
KKM 75. Oleh karena itu perlu dilakukan terobosan untuk mengoptimalkan
kompetensi siswa kelas tersebut dalam bermain drama. Salah satu upaya untuk
meningkatkan kompetensi siswa tersebut dengan mengaplikasikan metode mimikri
tokoh Indonesia Lawak Klub (ILK) dalam pembelajaran bermain drama.
Tujuan penerapan metode mimikri ILK ini adalah megoptimalkan kompetensi
bermain drama siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur tahun
pelajaran 2014/2015.
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak
tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas 4 tahap yakni: perencanaan, pelaksanaan,
observasi, dan refleksi. Instrumen yang dipernakan dalam penelitian ini adalah
lembar observasi terhadap guru dan siswa, lembar penilaian performansi siswa,
serta catatan khusus oleh observer.
Hasil pengolahan dan analisis isi instrumen dalam penelitian memperlihatkan hasil
bahwa penerapan metode mimikri ILK di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4 Tanjung
Jabung Timur mampu meningkatkan kualitas dan kompetensi siswa dalam bermain
drama. Kualitas pembelajaran meningkat dari segi antusiasme siswa sebesar 20%.
Kinerja guru pun meningkat 42%. Sementara kompetensi bermain drama siswa
meningkat 50%.
Keberhasilan PTK ini diharapkan menginspirasi guru Bahasa Indonesia lain agar
tidak rau melakukan penelitian lain serta melakukan pembelajaran variatif.

DAFTAR ISI

Judul.............................................................................................................i
Lembar Pengesahan ..................................................................................ii
Pernyataan ..iii
Kata Pengantar ..........................................................................................iv
Abstrak ........................................................................................................v
Daftar isi .....................................................................................................vi
Daftar Tabel ix
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah ......................................................................1
1.2 Identifikasi Masalah ..............................................................................2
1.3 Batasan Masalah .3
1.4 Rumusan Masalah ................................................................................3
1.5 Tujuan Penelitian ..................................................................................3
1.6 Manfaat Hasil Penelitian .......................................................................3
Bab II Kajian Pustaka
2.1 Hakikat Pembelajaran Bahasa Indonesia....5
2.2 Optimalisasi Kompetensi Bermain Drama............................................5
2.2.1 Pengertian Optimalisasi .....................................................................5
2.2.2 Pengertian kompetensi.6
2.2.3 Pengertian Bermain Drama...............................................................7
2.2.4 Unsur Drama..8
2.2.5 Jenis Drama ...8
2.2.6 Manfaat Drama9
2.2.7 Jenis-Jenis Tokoh dalam Drama....9
2.2.8 Pembelajaran Drama di SMA10
2.3 Metode Mimikri Indonesia Lawak klub...10
2.3.1 Pengertian metode.10
2.3.2 Pengertian Mimikri...12
2.3.3 Pengertian Indonesia Lawak Klub13
2.4 Bermain Drama dengan Metode Mimikri.14
2.4.1 Langkah-Langkah Pembelajaran Mimikri15

2.5 Hipotesis Penelitian..17


Bab III Metodologi Penelitian
3.1 Subyek Penelitian .18
3.2 Lokasi Penelitian..18
3.3 Waktu Penelitian18
3.4 Prosedur Penelitian18
3.4.1 Rancangan Siklus I.20
3.4.1.1 Tahap Perencanaan Penelitian.20
3.4.1.2 Tahap Pelaksanaan Penelitian..21
3.4.1.3 Tahap Observasi..22
3.4.1.4 Analisis dan Refleksi...26
3.4.2 Rancangan Siklus II dan III...27
3.5 Teknik dan Alat Pengumpulan Data27
3.6. Analisis Data ...28
3.7. Indikator Keberhasilan ..28
3.8. Jadwal Penelitian...30
Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
4.1 Hasil Penelitian Setiap Siklus32
4.1.1 Siklus I..32
4.1.1.1

4.1.2

4.1.3

Perencanaan Penelitian 32

4.1.1.2

Pelaksanaan Tindakan..33

4.1.1.3

Observasi...34

4.1.1.4

Refleksi..35

Hasil Penelitian Siklus II36


4.1.2.1

Perencanaan Penelitian 36

4.1.2.2

Pelaksanaan Penelitian Tindakan .36

4.1.2.3

Observasi...37

4.1.2.4

Refleksi..38

Hasil Penelitian Siklus III..38


4.1.3.1

Perencanaan Penelitian.38

4.1.3.2

Pelaksanaan Tindakan...39

4.1.3.3

Observasi...40

4.1.3.4

Refleksi...40

4.2 Pembahasan..40
4.2.1

Lembar Observasi..41

4.2.2

Lembar Penilaian Hasil Belajar...45

4.2.3

Catatan Khusus oleh Observer48


Bab V Kesimpulan, Saran dan Rekomendasi
5.1 Kesimpulan .......................................................................................50
5.2 Saran dan Rekomendasi ..................................................................50
Daftar Pustaka .........................................................................................51
Lampiran-Lampiran .................................................................................53

DAFTAR TABEL

Tabel 1 .. 23
Tabel 2 ..24
Table 3 ....25
Table 4 29
Table 5 30
Tabel 6 .31
Tabel 7 .42
Tabel 8 .44
Tabel 9 .46

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Masalah

Salah satu materi dalam pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah
pembelajaran sastra. Berbagai jenis sastra diberikan dalam pembelajaran ini. Di
samping

puisi dan prosa, siswa juga mendapatkan pembelajaran drama.

Pembelajaran drama meliputi menulis naskah drama, menganalisis pementasan


drama serta memerankan berbagai tokoh dalam pementasan drama.
Pembelajaran drama di sekolah umumnya ditafsirkan menjadi dua macam, yakni
teori drama dan apresiasi drama. Pembelajaran teori drama dititikberatkan pada
teori naskah drama serta teori pementasan drama. Demikian juga dengan aspek
apresiasi drama yang juga dititikberatkan pada bagaimana mengapreasiasi naskah
serta pementasannya.
Idealnya, semua subpembelajaran drama ini mampu dilakukan siswa dengan baik.
Siswa harus memiliki kompetensi dalam drama secara holistik. Di samping mampu
menulis naskah drama dan menganilis pementasan drama, siswa juga dituntut untuk
mampu bermain peran. Dalam hal ini siswa dituntut mampu memerankan tokoh
dalam drama dengan cara mengekspresikan perilaku dan dialog tokoh baik
protagonis maupun antagonis.
Kenyataan di lapangan ternyata tidak selalu sesuai harapan. Salah satunya yang
terjadi di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur. Kemampuan siswa
dalam mengekspresikan perilaku dan dialog masih rendah. Hal ini terlihat dari hasil
penilaian materi tersebut. Mayoritas siswa belum mencapai KKM.

Berdasarkan

kenyataan di atas, maka diperlukan sebuah upaya

untuk

meningkatkan kompetensi siswa dalam bermain peran. Salah satu upaya tersebut
adalah dengan perbaikan pembelajaran bermain drama dengan metode mimikri.
Metode mimikri dilakukan dengan meniru gaya tokoh terkenal. Penekanan peniruan
adalah pada vokal, mimik, gestur, dan blocking.

Tokoh yang dipilih sebagai model dalam penelitian ini adalah tokoh-tokoh pengisi
program Indonesia Lawak Klub (ILK) yang disiarkan oleh stasiun televsi Trans 7.
Pemilihan pelawak sebagai model atas pertimbangan bahwa program lawak
merupakan program yang selalu bisa dinikmati, tanpa membosankan. Di samping
itu, humor juga merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat dilakukan
dengan menyenangkan (Darmansyah, 2010 : 138).
Dekatnya siswa dengan televisi juga merupakan salah satu pertimbangan pemilihan
materi. Menurut hasil penelitian Komisi Penyiaran Indonesia dalam www.kpi.go.id,
rata-rata anak anak dan remaja Indonesia menghabiskan 5 jam atau lebih di
depan TV setiap hari. Komisioner KPI Agatha Lily mengungkapkan bahwa waktu
anak

dan

remaja

menonton

televisi

adalah

1.600

jam

per

tahun

(detik.com/26/09/2014). Oleh karena itu, pendekatan pembalajaran bermain drama


dengan meniru vokal, mimik, gestur, dan blocking tokoh dalam ILK dinilai sangat
efektif. Tokoh yang dipilih meliputi tokoh protagonis dan antagonis.

1.2 Identifikasi Masalah


Dari

pengamatan, rendahnya kemampuan siswa

dalam

bermain drama

ini

disebabkan oleh:
1.
2.
3.
4.
5.

Pembelajaran masih monoton, kurang variatif


Siswa masih malu berperan menjadi tokoh lain
Siswa kurang total dalam berperan
Metode pembelajaran kurang menarik.
Masih kurang sinkronnya antara dialog (vokal) dengan gestur,

ekspresi

(mimik), dan blocking.


6. Siswa masih malas latihan bermain drama.

1.3 Batasan Masalah


Berdasarkan temuan identifikasi masalah di atas, maka penelitian ini dibatasi pada
identifkasi nomor 4, yakni metode pembelajaran kurang menarik.Oleh karena itu
dipilih metode mimikri dalam penelitian ini.
1.4 Rumusan Masalah

Apakah dengan metode mimikri Indonesia Lawak Klub dapat meningkatkan


kompetensi bermain drama siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4 Tanjung Jabung
Timur?
1.5 Tujuan Pembelajaran
Megoptimalkan kompetensi bermain drama siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4
Tanjung Jabung Timur
1.6 Manfaat Penelitian
a. Untuk siswa
Memotivasi siswa untuk meningkatkan partisipasi dalam pembelajaran
dengan cara yang lebih menyenangkan, yakni dengan melibatkan tokohtokoh terkenal dalam pembelajaran.
b. Untuk guru
Memotivasi guru untuk menerapkan model pembelajaran yang lebih
bervariatif

dalam

melaksanakan

pembelajaran,

tidak

monoton,

dan

konvensional. Di samping itu, dapat meningkatkan kompetensi pedagogik


guru (Saudagar dan Ali Idrus, 2009: 33)
c. Untuk sekolah
Meningkatkan kinerja guru yang bermuara pada meningkatnya mutu
pendidikan di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur.