Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN

IDENTIFIKASI MIKROORGANISME BERDASARKAN MORFOLOGI


DAN REAKSI BIOKIMIA

Oleh:
Kelompok A 3
Tsulsiyah Zahroh Putri

(142210101051)

Feni Puspita Dewi

(142210101053)

Widyaning Dwi Astuti

(142210101055)

Lauresia Jeany

(142210101057)

Veronica Budi Magfiroh

(142210101059)

Eva Wulandari

(142210101063)

Riska Illa C

(142210101065)

Intan Fahri Savitri

(142210101069)

Anjar Rina Rahayu

(142210101071)

Mila Nur Azizah

(142210101073)

Monica Cinuradha AS

(142210101075)

Adinda Nadia Naufalia

(142210101079)

LABORATORIUM BIOLOGI FARMASI


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS JEMBER
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Bakteri adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran
inti sel. Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran
sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di
bumi. Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan
penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang
pangan, pengobatan, dan industri. Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa
nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria
dan kloroplas. Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot
dengan sel eukariot yang lebih kompleks (Colome, 2001).
Uji biokimia merupakan salah uji yang digunakan untuk menentukan
spesies kuman yang tidak diketahui sebelumnya. Setiap kuman memiliki sifat
biokimia yang berbeda sehingga tahapan uji biokimia ini sangat membantu
proses identifikasi. Setelah sampel diinokulasikan pada media differensial
atau selektif, kemudian koloni kuman diinokulasikan pada media uji
biokimia. Ada 12 jenis uji yang sering digunakan dalam uji biokimia
walaupun sebenarnya masih banyak lagi media yang dapat digunakan (Adam,
2001). Pentingnya dilakukan praktikum ini adalah untuk melakukan
identifikasi mikroorganisme berdasarkan morfologi dan reaksi biokimia.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.2.1
Apa perbedaan dari setiap media yang digunakan ?
1.2.2 Apa perbedaan dari media umum dan selektif ?
1.2.3 Bagaimana reaksi yang terjadi pada setiap media selektif ?
1.2.4
Bagaimana sifat bakteri-bakteri yang dapat diidentifikasi dengan
media selektif ?
1.3 TUJUAN
1.3.1 Memahami perbedaan dari setiap media yang digunakan
1.3.2 Memahami perbedaan dari media umum dan media selektif
1.3.3 Memahami reaksi yang terjadi pada setiap media selektif

1.3.4

Memahami sifat bakteri-bakteri yang dapat diidentifikasi dengan


media selektif.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Identifikasi bakteri berdasarkan morfologi
Populasi bakteri tumbuh sangat cepat ketika mereka disertakan dengan
gizi dan kondisi lingkungan yang memungkinkan mereka untuk berkembang.
Melalui pertumbuhan ini, berbagai jenis bakteri kadang-kadang akan
menghasilkan koloni yang khas dalam penampilan. Beberapa koloni mungkin
akan berwarna, ada yang berbentuk lingkaran, sementara yang lain tidak
teratur. Karakteristik koloni (bentuk, ukuran, warna, dll) yang diistilahkan
sebagai koloni morfologi. Morfologi koloni adalah cara para ilmuan dapat
mengidentifikasi bakteri. Morfologi koloni dapat ditinjau dari berbagai aspek
yaitu : shape (bentuk), edge (tepi ; pinggir), elevation (ketinggian), size
(ukuran), surface (permukaan), consistency (kekentalan ; kepadatan), odor
(bau), opacity (transparansi) dan chromogenesis (pigmentasi).
2.2 Identifikasi bakteri berdasarkan uji biokimia
Uji biokimia bakteri merupakan suatu cara atau perlakuan yang
dilakukan untuk mengidentifikasi dan mendeterminasi suatu biakan murni
bakteri hasil isolasi melalui sifat - sifat fisiologinya. Suatu bakteri tidak dapat
dideterminasi hanya berdasarkan sifat-sifat morfologinya saja, sehingga perlu
diteliti sifat-sifat biokimianya dan faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhannya.
Berikut beberapa uji Biokimia yang digunakan untuk identifikasi
bakteri antara lain:
1. Reaksi Fermentasi Karbohidrat (Gula-gula)
Fermentasi merupakan salah satu aktivitas biokimia yang
dilakukan oleh mikroba. Fermentasi adalah proses pengubahan senyawa
makromolekul organik menjadi senyawa yang lebih sederhana oleh
aktivitas mikrobia pada kondisi anaerob.Fermentasi dapat menghasilkan
berbagai senyawa akhir, contohnya fermentasi karbohidrat yang dapat

menghasilkan berbagai senyawa asam seperti asam laktat dan propionet,


ester-ester, keton dan gas (Pelczar, 2007).
2. Uji katalase
Uji katalase merupakan suatu pengujian terhadap bakteri tertentu
untuk mengetahui apakah bakteri tersebut merupakan bakteri aerob,
anaerob fakultatif, atau anaerob obligat. Dan digunakan unrtuk mengetahui
kemampuan mikroorganisme untuk menguraikan hydrogen peroksida
dengan menghasilkan enzim katalase. Bakteri yang memerlukan oksigen
manghasilkan hidrogen peroksida (H2O2) yang sebenarnya beracun bagi
bakteri sendiri. Namun mereka dapat tetap hidup dengan adanya
antimetabolit tersebut karena mereka menghasilkan enzim katalase yang
dapat mengubah hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen dengan
reaksi sebagai berikut :2H2O 2H2O + O2 (Volk dan Wheeler, 1993).

BAB III
METODE KERJA
3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum
Hari, tanggal

: Senin, 5 November 2015

Waktu

: Pukul 13.20 16.00 WIB (shift A)

Tempat

: Laboratorium Biologi Farmasi Universitas Jember

3.2 Alat dan Bahan


Alat

: mikroskop cahaya

Bahan

: mikroorganisme, media yang sesuai

3.3 Cara Kerja


Morfologi koloni dan macam bakteri yang diamati meliputi : warna, bentuk,
tepi, elevasi, mengkilat atau suram, diameter koloni

Morfologi koloni mikrooganisme tersebut digambar


Diisikan pada tabel pengamatan koloni bakteri

Koloni dan reaksi yang terjadi pada bakteri yang ditumbuhkan pada media
Mac Conkey, BAP, media amilum agar, dan skim milk agar diamati

BAB IV

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Pengamatan
Bakteri

Bentuk

Escherichia coli

Bentuk spreading, flat

Staphylococcus
aureus

Bentuk echinulate

Bacillus subtilis

Bentuk rhizoid

Pseudomonas
aeruginosa

Media
Mac Conkey

Bentuk effuse, warna agar jadi hijau


kebiruan

Escherich
ia coli
Mengkilat
, warna
agar
menjadi
merah
karena E.
coli

Staphyloc
occus

Bacillus
subtilis

Kleb.
pneumoniae

aureus
-

Mengkilat,
diameter 2
mm, warna
agar
menjadi
kemerahan,
convex

Mengkilat
, ada zona
bening

Strep
haemolyti
cus
-

Memecah
laktosa
E.coli

Kleb pneumonia
BAP

Mengkilat

Suram
(bakteri
tumbuh
dalam

Bentuk
irreguler,
mengkilat,

media
BAP)

Media amilum agar

Setelah
ditetesi
iodium
tidak
terjadi
perubaha
n

convex

Setelah
ditetesi
iodium,
warna
koloni
bakteri
berubah
menjadi
kuning
keemasan

Skim milk agar

Suram,
ada zona
bening
karena
bakteri
Bacillus
subtilis
bersifat
proteolitik

4.2 Pembahasan
4.2.1 Perbedaan setiap yang digunakan
Media Mac Conkey meruapakan media selektif dan diferensial

yang mempunyai keistimewaan memilah bakteri enteric gram


negatif dari campuran bakteri yang memfermentasikan laktosa,
karena dalam Mac Conkey agar terdapat laktosa crystal violet dan
neural red bile salt. Sehingga media ini dapat membedakan bakteri
yang memfermentasi laktosa berupa koloni berwarna merah muda
dan nonfermentasi laktosa koloni tidak berwarna. Komposisi media
Mac Conkey antara lain :
1.

17 gram/L Pancreatic Digest of Gelatin

2.

10/L Lactose

3.

1,5/L Pancreatic Digest of Casein

4.

1/L Crystal Violet

5.

1,5/L Peptic Digest of Animal Tissue

6.

5/L Sodium Chloride

7.

30 mg/LNeutral Red

8.

1,5/L Bile Salt Mixture

Media BAP (Blood Agar Plate)


Media agar darah disebut media universal karena dapat digunakan
untuk menumbuhkan beragam jenis bakteri. Media agar darah juga

dapat membedakan bakteri hemolitik dan bakteri non hemolitik,


yang ditandai oleh adanya zona (halo) disekitar koloni .Media BAP
(Blood Agar Plate) digunakan sebagai media isolasibakteri coccus
gram positif.
Media Amilum Agar
Media amilum agar merupakan media yang dibuat dengan bahan
padat yaitu amilum. Media ini digunakan untuk uji hidrolisis
amilum dari bakteri yang mampu memproduksi -amilase sehingga
mampu menguraikan amilum dengan eksoenzim amilolitik. Pati
yang terhidrolisis di sekeliling koloni akan membentuk areal
bening.

Sedangkan

pati

yang

tidak

terhidrolisis

akan

memnghasilkan warana biru tua apabila ditetesi dengan yodium 1


%.
Media Skim Milk Agar
Media skim milk agar merupakan media yang terdiri dari PCA
steril dan susu skim. Susu skim digunakan sebagai sumber substrat.
Susu skim merupakan susu yang mengandung protein tinggi 3,7%
dan lemak 0,1%. Susu skim mengandung kasein sebagai protein
susu dimana akan dipecah oleh mikroorganisme proteolitik menjadi
senyawa nitrogen terlarut sehingga pada koloni dikelilingi area
bening yang menunjukkan mikroba tersebut memiliki aktivita
sproteolitik.
Media skim milk mempunyai komposisi 5 gram kasein, 2.5 gram
ekstrak yeast, 1 gram skim milk agar, 1 gram glukosa, dan 10.5
gram agar.
4.2.2

Perbedaan media umun dan media selektif


Media selektif (selective media) adalah media formulasi untuk
menghambat pertumbuhan mikroba tertentu dan menumbuhkan
mikroba yang diinginkan. Media selektif pada dasarnya adalah
media untuk mikroba yang diinginkan ditambah faktor penghambat
untuk mikroba lain yang dapat hidup di media sama. Media selektif
bermanfaat untuk menyeleksi mikroba tertentu (khususnya galur

tertentu). Diantara 4 media yang digunakan dalam praktikum yang


termasuk media selektif adalah media Mac Conkey.
Media umum adalah media yang digunakan untuk menumbuhkan
satu atau lebih kelompok mikroba secara umum. Media umum
mengandung zat-zat yang umum diperlukan oleh sebagian besar
mikrooganisme dan dipakai juga sebagi komponen dasar untuk
membuat media pembiakan lain. Diantara empat media yang
digunakan dalam praktikum yang termasuk media umum adalah
media BAP (blood agar palte).
4.2.3

Reaksi yang terjadi pada setiap media selektif


Yang termasuk media selektif dari keempat media yang digunakan
dalam praktikum ini adalah media Mac Conkey. Reaksi yang terjadi
pada media Mac Conkey adalah pemecahan laktosa. Melalui reaksi
pemecahan laktosaini dapat dibedakan antara bakteri gram negatif dan
gram positif melalu reaksi pemecahan laktosa. bakteri yang
memfermentasi laktosa berupa koloni berwarna merah muda
sedangkan bakteri yang tidak memfermentasikan laktosa tidak
berwarna.

4.2.4

Bakteri yang dapat diidentifikasi dengan media selektif


Media selektif pada praktikum kali iniadalh media Mac Conkey.
Bakteri yang dapat diidentifikasi dengan media Mac Conkey adalah
bakteri gram negatif yang mempunyai kemampuan memfermentasi
glukosa. Koloni bakteri memfermentasikan laktosa berwarna merah
bata dan dapat dikelilingi oleh endapan garam empedu. Endapan ini
disebabkan oleh penguraian laktosa menjadi asam yang akan bereaksi
dengan garam empedu.Bakteri yang tidak memfermentasikan laktosa
biasanya bersifat patogen. Golongan bakteri ini tidak memperlihatkan
perubahan pada media. Ini berarti warna koloninya sama dengan
warna media. Warna koloni dapat dilihat pada bagian koloni yang
terpisah.

Beberapa contoh pertumbuhan koloni pada Mac Conkey Agar :


Salmonella dan Shigella : serupa media
Escherichia coli: merah dikelilingi zona keruh
Enterobacter dan Klebsiella : merah muda dan mukoid
Enterococcus dan Staphylococcus : kecil dan tidak terang tembus

BAB V
PENUTUP
5.1

Kesimpulan
Dari prktikum yang dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

Ada 4 media yang digunakan dalam identifikasi mikkrooganisme


dalam praktikum kali ini, yaitu media Mac Conkey, media BAP,
media amilum agar, dan skim milk agar.

Dari keempat media yang termasuk media selektif adalah media


Mac Conkey dan yang termasuk media umum adalah media BAP.

5.2

Saran
Dari praktikum yang dilakukan diperoleh kesimpulan berikut ini:

Untuk keselamatan kerja setiap praktikan diwajibkan untuk


mematuhi tata tertib dan tata kerja di laboratorium mikrobiologi,

Pengenalan alat dan bahan sangat berguna bagi praktikan untuk


melakukan berbagai praktikum, khususnya praktikum
mikrobiologi,

Prosedur-prosedur seperti sterilisasi merupakan prosedur yang


harus dilakukan dalam setiap praktikum mikrobiologi.

DAFTAR PUSTAKA
Colome, JS. Et al. 2001. Laboratory Exercises in Microbiology. West Publishing
Company.New York.
Dwidjoseputro, D. 2003. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta : Djambatan.
Pratiwi, S.T. 2008. Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Erlangga.
Volk & Wheeler. 1993. Mikrobiologi Dasar. Penerbit Erlangga : Jakarta.