Anda di halaman 1dari 41

Rambu Rambu Validasi

Pendataan Dapodik
untuk Penerbitan SKTP
2015
P2TK Dikdas Kemdikbud

Syarat Umum
Guru : Mengajar Linier 24 Jam atau Setara
dengan 24

Jam, kecuali daerah khusus,

Pendidikan Khusus atau Layanan Khusus


Pengawas : Mengawasi 10 Sekolah/60 Guru SD
atau 7 Sekolah/40 Guru SMP
Belum berusia 60 tahun
Status sebagai PNS atau Guru Tetap

Syarat Khusus
Untuk Guru : Sudah mengikuti PKG, dan
menyerahkan berkas penilaian pada Pengawas
yang ditugaskan untuk meng-input hasil PKG
pada sistem.
Untuk Pengawas: Sudah menginput Hasil
penilaian PKG guru guru yang berada dalam
pengawasannya

Validasi Pemenuhan Syarat


Jam Mengajar
JJM dihitung berdasarkan data pembelajaran
semester 2 tahun 2014-2015
Dasar perhitungan JJM diakui sesuai dengan
Kurikulum yang ditetapkan oleh Kementerian.
Penambahan JJM pada SMA/SMK dientri
melaui Dapodikmen.
Penambahan JJM pada madrasah harus
melampirkan SK Beban Mengajar pada
Madrasah tsb dan disetujui oleh Dinas
Pendidikan.
Jam Mengajar pada Sekolah Induk minimal 6
Jam Linier

Kurikulum yang diakui


Untuk Sekolah yang masuk dalam daftar
Sekolah Piloting K13 akan divalidasi sesuai
struktur kurikulum 2013
Untuk Sekolah yang tidak masuk dalam
daftar Sekolah Piloting akan divalidasi sesuai
dengan struktur KTSP

KTSP SD
Kewenangan Mengajar
Agama seusai dengan jenis Agama
027 atau Kode lain yang sudah dikonversi ke 027 menjadi Guru
Kelas
220 atau lain yang sudah dikonversi ke 220 mengajar PJOK
Kepala Sekolah
Kepala Sekolah dengan Kode 027 mengajar salah satu mapel Guru
Kelas
Kepala Sekolah dengan kode 127 (seni budaya) hanya dapat
mengajar Muatan Lokal Seni Budaya yang sudah ditetapkan oleh
Pemerintah Daerah.
Kepala Sekolah dengan kode 157 (bahasa inggris) hanya dapat
mengajar Muatan Lokal Bahasa Inggris jika Mapel tersebut
ditetapkan sebagai Muatan Lokal oleh Pemerintah Daerah

Strukur Kurikulum KTSP SD


(Permendiknas No 22/Tahun 2006)

Kurikulum 2013 SD
Kewenangan Mengajar (sesuai dengan Surat Kepada BPSDMPK dan PMP
No. 29277 /J/LL/2014)
Sekolah Dasar
Agama sesuai dengan jenis Agama
027 atau Kode lain yang sudah dikonversi ke 027 menjadi Guru
Kelas
220 atau lain yang sudah dikonversi ke 220 mengajar PJOK
Kepala Sekolah
Kepala Sekolah dengan Kode 027 mengajar salah satu sub tema
Guru Kelas
Kepala Sekolah dengan kode 127 (seni budaya) hanya dapat
mengajar Muatan Lokal Seni Budaya jika Mapel tersebut ditetapkan
sebagai Muatan Lokal oleh Pemerintah Daerah
Kepala Sekolah dengan kode 157 (bahasa inggris) hanya dapat
mengajar Muatan Lokal Bahasa Inggris jika Mapel tersebut
ditetapkan sebagai Muatan Lokal oleh Pemerintah Daerah

Strukur Kurikulum 2013 SD

KTSP SMP
Sekolah Menengah Pertama
Agama seusai dengan jenis Agama
Kode 154 mengajar PKn
Kode 156 mengajar Bahasa Indonesia
Kode 180 mengajar Matematika
Kode 097 mengajar IPA Terpadu
Kode 100 mengajar IPS Terpadu
Kode 157 mengajar Bahasa Inggris
Kode 217 mengajar Seni Budaya
Kode 220 mengajar PJOK
Kode 227 mengajar Keterampilan
Kode Kejuruan Tertentu mengajar Keterampilan
Kode 224 mengajar TIK
Kode 810 menjadi Guru BK

Struktur Kurikulum KTSP


SMP

Kurikulum 2013 SMP


Kewenangan Mengajar (sesuai dengan Surat Kepada BPSDMPK dan PMP
No. 29277 /J/LL/2014)
Sekolah Menengah Pertama
Agama seusai dengan jenis Agama
Kode 154 mengajar PKn
Kode 156 mengajar Bahasa Indonesia
Kode 180 mengajar Matematika
Kode 097 mengajar IPA atau Prakarya
Kode 100 mengajar IPS
Kode 157 mengajar Bahasa Inggris
Kode 217 mengajar Seni Budaya
Kode 220 mengajar PJOK
Kode 227 mengajar Prakarya
Kode Kejuruan mengajar Prakarya (tata busana, tata boga, teknik
elektronika, teknik audio visual, seni kerajinan,
Kode 224 menjadi Guru TIK
Kode 810 menjadi Guru BK

Struktur Kurikulum 2013


SMP

Muatan Lokal
Sesuai dengan Pemendikbud No 79 Tahun 2014

Bentuk muatan lokal


Seni budaya
Prakarya
Pendidikan jasmani
Bahasa
teknologi

Muatan dapat terintegrasi dengan salah satu pelajaran seni budaya,


prakarya atau PJOK (Kurikulum 2013)

Jika tidak dapat terintegrasi dengan Salah satu mapel diatas dibolehkan
berdiri sendiri (dengan alokasi waktu 2 jam per pekan)

Muatan Lokal dirumuskan oleh Pemerintah Kab/kota (atas usulan


Satuan Pendidikan), diusulkan ke Pemerintah Provinsi dan ditetapkan
oleh Pemerintah Provinsi.

Validasi JJM Pada Dapodik


GURU SD dengan Kurikulum KTSP

Guru Kelas 1 sd 6 diisi mengajar Guru Kelas pada Jam Wajib : 24 jam

Guru PJOK kelas 4 sd 6 mengajar PJOK pada Jam Wajib : 4 jam

Kepala Sekolah (027) mengajar salah satu pelajaran guru kelas, diisi
mengajar Guru Kelas/Pkn pada Jam Wajib Tambahan : 2 Jam
(minimal 3 rombel)

Kepala Sekolah (220) mengajar PJOK pada Jam Wajib : 4 jam


(minimal 2 Rombel)

Kepala Sekolah (127) hanya dapat mengajar Muatan Lokal Seni


Budaya, diisi mengajar Muatan Lokal (nama muatan lokal*) pada Jam
Wajib Tambahan : 2 Jam

Guru Khusus Muatan Lokal mengajar Muatan Lokal, diisi mengajar


Muatan Lokal (nama muatan lokal*) pada Jam Wajib Tambahan : 2
Jam

Semua Guru Agama dimasukkan dalam Jam Wajib : 3 jam

Nb : nama muatan lokal sesuai dengan yang ditetapkan

Validasi JJM Pada Dapodik


GURU SD dengan Kurikulum 2013

Guru Kelas 1 sd 6 diisi mengajar Guru Kelas pada Jam Wajib :


24 jam

Guru PJOK kelas 1 sd 6 mengajar PJOK pada Jam Wajib : 4


jam

Kepala Sekolah (027) mengajar salah satu sub tema pelajaran


guru kelas, diisi mengajar Guru Kelas pada Jam Wajib
Tambahan : 2 Jam (minimal 3 rombel)

Kepala Sekolah (220) mengajar PJOK pada Jam Wajib : 4 jam


(minimal 2 Rombel)

Kepala Sekolah (127) hanya dapat mengajar Muatan Lokal


Seni Budaya, diisi mengajar Muatan Lokal (nama muatan lokal*)
pada Jam Wajib Tambahan : 2 Jam

Semua Guru Agama dimasukkan dalam Jam Wajib : 3 jam

Nb : nama muatan lokal sesuai dengan yang ditetapkan

Validasi JJM Pada Dapodik


GURU SMP dengan KTSP
Semua Guru Mapel (termasuk Muatan Lokal) diisi pada
Jam Wajib : JJM sesuai struktur KTSP
Kepala Sekolah mengajar Mapel yang sesuai pada Jam
Wajib
Guru TIK diisi pada Jam Wajib Tambahan : 2 Jam.
Guru Muatan Lokal Tambahan jika ada, diisi mengajar
Muatan Lokal (nama muatan lokal*) pada Jam Wajib
Tambahan : 2 Jam
Guru BK diisi sebagai Guru BK pada jenis PTK, dan
masuk pada pembelajaran diisi pada Jam Tambahan :
JJM Tidak berpengaruh.
Nb : nama muatan lokal sesuai dengan yang ditetapkan

Validasi JJM Pada Dapodik


GURU SMP dengan Kurikulum 2013

Semua Guru Mapel diisi pada Jam Wajib : JJM sesuai struktur
Kurikulum 2013

Kepala Sekolah mengajar Mapel yang sesuai pada Jam Wajib

Guru Muatan Lokal diisi mengajar Muatan Lokal (nama muatan


lokal*) pada Jam Wajib Tambahan : 2 Jam

Guru BK diisi sebagai Guru BK pada jenis PTK, dan masuk


pada pembelajaran diisi pada Jam Tambahan : JJM Tidak
berpengaruh.

Guru TIK diisi sebagai Guru TIK pada jenis PTK, dan masuk
pada pembelajaran diisi pada Jam Tambahan : JJM Tidak
berpengaruh.

Nb : nama muatan lokal sesuai dengan yang ditetapkan

Validasi Guru TIK

Jenis Guru diisi sebagai Guru TIK

Guru TIK pada Kurikulum 2013 dihitung berdasarkan Jumlah


Siswa yang dibina pada rombel yang menjadi binaannya.

Guru TIK pada KTSP dihitung 2 Jam per rombel, jika


dikonversikan menjadi 13 siswa per rombel

Guru TIK dapat membina siswa pada SMP lain, dihitung dengan
cara yang sama.

Jika Guru TIK memiliki Tugas Tambahan sebagai Kepala


Sekolah maka Beban Tugas Minimal adalah 40 siswa.

Jika Guru TIK memiliki Tugas Tambahan sebagai Wakil Kepala


Sekolah maka Beban Tugas Minimal adalah 80 siswa.

Minimal beban tugas Guru TIK : 150 Siswa

Minimal beban tugas pada sekolah induk : 40 Siswa

Validasi Guru BK
Jenis Guru diisi sebagai Guru BK
Guru BK pada KTSP atau Kurikulum 2013 dihitung
berdasarkan Jumlah Siswa yang dibina pada rombel
yang menjadi binaannya.
Guru BK dapat membina siswa pada SMP lain, dihitung
dengan cara yang sama.
Jika Guru BK memiliki Tugas Tambahan sebagai Kepala
Sekolah maka Beban Tugas Minimal adalah 40 siswa.

Jika Guru BK memiliki Tugas Tambahan sebagai Wakil


Kepala Sekolah maka Beban Tugas Minimal adalah 80
siswa.

Minimal beban tugas Guru BK : 150 Siswa


Minimal beban tugas pada sekolah induk : 40 Siswa

Tugas Tambahan
SD
Kepala Sekolah : 1

SMP
Kepala Sekolah : 1
Wakil Kepala Sekolah
1 9 Rombel : 1 Wakil Kepala Sekolah
10 18 Rombel : 2 Wakil Kepala Sekolah
> 18 Rombel : 3 Wakil Kepala Sekolah

Kepala Laboratorium : 1
Kepala Perpustakaan : 1

Validasi Tugas Tambahan


No SK tugas Tambahan harus diisi
Mencantumkan TMT Tugas Tambahan
Jumlah Guru yang merangkap Tugas
Tambahan tidak boleh melebihi ketentuan
Tugas Tambahan harus pada Sekolah Induk
Untuk Kepala Perpustakaan mencantumkan
Nomor Sertifikat Kepala Perpustakaan

Validasi Beban Tugas Pengawas


Sekolah

Jenis Pengawas Sekolah :


Pengawas SD
Pengawas SMP
Pengawas Mata Pelajaran
Pengawas SLB

Pengawas SD :

Berasal dari Guru SD

Mengawasi Satuan Pendidikan minimal 10 SD atau 60 Guru


SD

Pengisian beban tugas kepengawasan melalui aplikasi Sim


Tunjangan Profesi

Sekolah yang sudah diawasi oleh satu pengawas tidak


boleh diawasi oleh pengawas lain.

Validasi Beban Tugas Pengawas


Sekolah
Pengawas SMP :

Berasal dari Guru SMP

Mengawasi Satuan Pendidikan minimal 7 SMP

Pengisian beban tugas kepengawasan melalui aplikasi Sim


Tunjangan Profesi

Sekolah yang sudah diawasi oleh satu pengawas tidak


boleh diawasi oleh pengawas lain

Validasi Beban Tugas Pengawas


Sekolah
Pengawas Mata Pelajaran :

Berasal dari Guru SMP

Jenis Pengawas Mapel

Pengawas MIPA dan TIK

Pengawas IPS

Pengawas Bahasa

Pengawas Olahraga

Pengawas Seni dan Budaya

Pengawas Bimbingan dan Konseling

Mengawasi Guru Mapel yang sesuai dengan Sertifikasinya


minimal 60 orang.

Pengisian beban tugas kepengawasan melalui aplikasi Sim


Tunjangan Profesi

Guru yang sudah diawasi oleh satu pengawas tidak boleh


diawasi oleh pengawas lain

Penilaian Kinerja Guru


Sebagai Syarat Khusus untuk mendapatkan Tunjangan
Profesi
Hasil penilaian PKG harus dientri melalui aplikasi tertentu
oleh Pengawas Sekolah yang mengawasi Guru tersebut.
Masing masing Pengawas akan diberikan password
melalui Operator Tunjangan Kabupaten/Kota
Password untuk pengawas dapat dilihat /diunduh oleh
Operator Tunjangan melalui Sim Tunjangan *
Dinas Pendidikan Kab/Kota harus memastikan bahwa
semua Guru sudah melakukan PKG dan sudah
ditentukan pengawas mana yang bertanggung jawab
terhadap pengentrian Nilai PKG nya.

Pembagian Tugas Pengisian Nilai PKG

Syarat Status Kepegawaian


Guru bersertifikat yang dapat dapat dibayarkan
tunjangan profesi nya adalah Guru dengan
status :
- PNS pada Sekolah Negeri atau Swasta
- Guru Tetap Yayasan pada Sekolah Swasta
- Guru Honor Daerah pada Sekolah Negeri
- Guru Bantu pada Sekolah Negeri dan Swasta

Validasi Status Kepegawaian

Guru PNS
Mengisi data kepegawaian dengan benar pada Dapodik
NIP
Tanggal Lahir
Riwayat Gaji Berkala
Riwayat Kepangkatan
No SK Pengangkatan PNS

Guru Tetap Yayasan


Mengisi data kepegawaian dengan benar pada Dapodik
Tanggal Lahir
TMT Pengangakatan
No SK Pengangkatan GTY

Validasi Status Kepegawaian

Guru Honor Daerah


Mengisi data kepegawaian dengan benar pada Dapodik
Tanggal Lahir
TMT Pengangakatan
No SK Pengangkatan sebagai Guru Honor Daerah

Verifikasi Status
Kepegawaian
Mengirimkan SK Pengangkatan Sebagai Guru Honor
Daerah yang ditandatangani oleh Kepala Daerah.
Untuk Guru yang diangkat sebagai Guru Tetap Bukan
PNS atau Guru Honor Daerah yang diangkat sebelum
tahun 2005 , harus menyerahkan
SK pengangkatan pertama sebagai Guru Honor
Daerah yang ditandangani oleh Kepala Daerah
Surat Keterangan Kepala Dinas bahwa ybs masih
ditugaskan pada Tahun 2015
Sumber Gaji/Honor harus dari APBD
Untuk Guru yang diangkat sebagai Guru Tidak Tetap
(Guru Kontrak) Daerah
SK pengangkatan tahunan (2015) yang
ditandatangani oleh Kepala Daerah
Sumber Gaji/Honor harus dari APBD

Verifikasi Status
Kepegawaian

Pendidikan dan Layanan


Khusus

Guru guru yang bertugas pada Pendidikan Khusus (SLB)


sebagai Guru Kelas SDLB harus memiliki Sertifikat dengan
kode 800

Guru guru yang bertugas pada SLB sebagai Guru Mapel harus
memiliki Kode Bidang Studi Sertifikasi sesuai dengan Mapel
yang diajarkan.

Guru guru yang bertugas pada Layanan Khusus yang diakui


adalah Guru guru yang bertugas pada Satuan Pendidikan yang
ditetapkan menyelenggarakan Layanan Khusus, yaitu :
Sekolah Terintegrasi
Sekolah Penyelenggara Kelas Inklusi
Sekolah Penyelenggara Kelas Jauh
Sekolah Penyelenggara Kelas Terbuka
Sekolah Penyelenggara Kelas Akselerasi

Validasi Layanan Khusus

Pada Dapodik pemberian nama Rombongan Belajar harus


mengikuti aturan berikut :
Untuk Kelas Jauh dicantumkan : (Kelas Jauh) , contoh :
Kelas 7 (Kelas Jauh)
Untuk Kelas Terbuka dicantumkan : (Kelas Terbuka) ,
contoh : Kelas 7 (Kelas Terbuka)
Untuk Kelas Akselerasi dicantumkan : (Kelas Akselerasi) ,
contoh : Kelas 7 (Kelas Akselerasi)

Untuk Guru yang mengajar sebagai Guru Inklusi pengisian yang


benar adalah sbb :
- Jenis Guru : Guru Inklusi
- Mengajar Guru Kelas SDLB pada Jam Tambahan
- Kode bidang Studi harus 800

Verifikasi Layanan Khusus


Sekolah sekolah yang menyelenggarakan
Layanan Khusus harus ditetapkan oleh
Pemerintah Daerah setempat dengan
menyerahkan SK Penetapan Sekolah
Penyelenggara Layanan Khusus.
SK Penetapan harus diserahkan selambat
lambatnya akhir Maret 2015

Daerah Khusus
Penentuan daerah khusus berdasarkan
penetapan desa tertinggal dan sangat tertinggal
oleh Kementerian Pembangunan Daerah
Tertinggal
Daerah dapat mengusulkan Sekolah sekolah
yang belum masuk daftar untuk diverifikasi oleh
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Schedule
Untuk Penerbitan SKTP dan Aneka Tunjangan Semester 1

Aplikasi Tunjangan Profesi diaktifkan : 16 Pebruari 2015

Aplikasi Aneka Tunjangan diaktifkan : 16 Maret 2015

Pengumpulan SK GTT Tahunan : 31 Maret 2015

Pengumpulan SK Penetapan Sekolah Penyelenggara Layanan


Khusus : 31 Maret 2015

Penetapan Mata Pelajaran Muatan Lokal : 31 Maret 2015

Pengusulan Daerah Khusus diluar penetapan KDT : 28 Maret


2015

Pengisian Dapodik : 18 Maret 2015

Penerbitan SKTP : 1 April 2015

Penyesuaian Aplikasi Simtun


untuk SKTP tahun 2015

Status Dokomen
1.
Belum update Dapodik
2.
Belum memenuhi syarat
3.
Menunggu Validasi/Verifikasi
4.
Tidak Memenuhi Syarat
5.
Dalam Perbaikan
6.
Tidak Aktif
7.
Siap SK
8.
Sudah SK
9.
Siap SK Tidak Penuh Bulan
10. Dihapus

Mekanisme :
. Data Guru yang sudah mememenuhi syarat masuk ke Siap SK
. Operator Tunjangan diberiwaktu 7 hari (kalender) untuk membatalkan Status
Siap SK jika Guru/Pengawas terbukti tidak memenuhi syarat tunjangan
Profesi
. Jika dalam waktu 7 hari tidak dibatalkan maka akan di SK kan oleh admin
Pusat

Kebijakan Ekuivalensi Jam Mengajar untuk Guru


terdampak kebijakan penundaan K13 (1)

Contoh : Guru Bahasa Indonesia pada SMP yang


terkena dampak

Kebijakan Ekuivalensi Jam Mengajar untuk Guru


terdampak kebijakan penundaan K13 (2)
Contoh : Guru Bahasa Indonesia pada SMP yang
tidak terkena dampak

Kebijakan Ekuivalensi Jam Mengajar untuk Guru


terdampak kebijakan penundaan K13 (3)

Tugas Tambahan yang dapat diekuivalensi dengan Jam


Mengajar

Maksimal Ekuivalensi untuk satu orang Guru adalah 6 Jam

Berlaku sd 31 Desember 2016