Anda di halaman 1dari 6

1 Gram Karbohdirat Sama Dengan 4 Kalori

Salah Satu Tugas Mata Kuliah Analisis Keamanan Pangan

Putery Nashirotun Nissa Tauzirie


2404111054

Jurusan Farmasi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Garut
2013

Metabolisme karbohidrat
Metabolisme merupakan modifikasi senyawa kimia secara biokimia di
dalam organisme dan sel. Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan
penguraian (katabolisme) molekul organic kompleks. Metabolisme biasanya
terdiri atas tahapan-tahapan yang melibtakan enzim, yang di kenal pula
sebagai jalur metabolisme. Metabolisme total merupakan semua proses
biokimia di dalam organisme sedangkan metabolisme sel mencakup semua
proses kimia di dalam sel.
Glukosa merupakan karbohidrat terpenting. Karbohidrat siap
dikatabolisir menjadi energy berbentuk monosakarida. Energy yang di
hasilkan berupa Adenosin Triofosfat (ATP).
Proses metabolisme karbohidrat
1. Glikolisis
Glikolisi adalah sebuah rangkaian biokimia dimana glukosa dioksidasi
menjadi molekul asam piruvat. Pada proses glikolisis menghasilkan
sedikit energy. Energy yang dihasilkan disimpan dalam senyawa
oraganik berupa adenosine triophosfat atau yang lebih umum dikenal
dengan ATP dan NADH. Glikolisis berlangsung di dalam sitosol semua
sel. Lintasan katabolisme ini adalah proses pemecahan glukosa
menjadi asam piruvat (aerob) dan asam laktat (anaerob). Glikolisis
merupakan jalur utama metabolisme glukosa agar terbentuk asam
piruvat dan selanjutnya asetil-koA untuk di oksidasi dalam siklus krebs.
Skema glikolisis :

Keterangan :
1. Glukosa melalui fosforilasi diubah menjadi glukosa 6-fosfat dengan
katalisir enzim heksokinase. Proses ini memerlukan ATP sebagai donor
fosfat. Reaksi ini disertai kehilangan energy bebas dalam jumlah besar
berupa kalor.
Glukosa + ATP glukosa 6-fosfat + ADP
2. Glukosa 6-fosfat diubah menjadi fruktosa 6-fosfat dengan bantuan
enzim fosfoheksosa.
3. Fruktosa 6-fosfat diubah menjadi fruktosa-1,6 difosfat dengan bantuan
enzim fosfofruktokinase, enzim ini bersifat alosterik sekaligus bisa
menginduksi sehingga sangat berperan dalam proses glikolisis. Pada
proses ini memerlukan ATP sebagai donor fosfat sehingga hasilnya
adalah ADP. (-1P)
4. Fruktosa-1,6 bifosfat diubah menjadi gliseraldehid 3 -fosfat.
Gliseraldehid 3-fosfat dapat berubah menjadi dihidroksi aseton fosfat.
Reaksi bulak-balik ini mendapatkan katalisator enzim fosfotriosa
isomerase.
5. Glikolisi berlangsung melalui oksidasi gliseraldehid 3-fosfat menjadi
1,3-difosfogliserat, senyawa dihidroksi aseton juga dioksidasi menjadi
1,3-difosfogliserat melalui gliseraldehid 3 -fosfat.
D-gliseraldehid 3-fosfat + NAD+ + P 1,3-difosfogliserat
+ NADH + H+
Atom-atom hydrogen yang dikeluarkan dari proses oksidasi ini
dipindahkan ke NAD+ yang terikat pada enzim dan akan menghasilkan

6.

7.
8.
9.

energy tinggi. (+3P) karena fruktosa 1,6-difosfat memiliki 6 atom C di


pecah sehingga 2 x 3P = 6P (+6P).
Setelah fosforolisis, gugus fosfat bernergi tinggi dalam posisi 1
senyawa 1,3-difosfogliserat. Fosfat bernergi tinggi ini akan di tangkap
menjadi ATP dalm reaksi lebih lanjut dengan ADP yang dikatalisir oleh
enzim fosfogliseratkinase yang menyisakan senyawa 3-fosfogliserat.
1,3-disfosfogliserat + ADP 3-fosfogliserat + ATP
1,3-difosfogliserat memiliki 2 molekul maka energy yang dihasilkan 2 x
1P = 2P. (+2P)
3-fosfogliserat diubah menjadi 2-fosfogliserat dengan katalisir oleh
enzim fosfogliserta mutase.
2-fosfogliserat diubah menjadi fosfoenol piruvat (PEP) dengan bantuan
enzim enolase.
Fosfat bernergi tinggi PEP dipindahkan pada ADP oleh enzim piruvat
kinase sehingga menghasilkan ATP. Enol piruvat yang terbentuk dalam
reaksi ini mengalami konversi spontan menjadi keto piruvat. Reaksi ini
disertai kehilangan energy bebas dalam jumlah besar sebagai kalor.
Fosfoenol piruvat + ADP piruvat ATP
Ada 2 molekul PEP maka terbentuk 2 molekul piruvat sehingga total
hasil energy pada tahap ini 1P x 2 = 2P. (2P)

2. Oksidasi Piruvat
Dalam tahap ini piruvat dioksidasi (dekarboksilasi oksidatif) menjadi
asetil-KoA . reaksi ini dikatalisir oleh berbagai enzim yang berbeda
yang bekerja secara berurutan di dalam suatu kompleks. Tahap ini
merupakan penguhubung tahap glikolisis denga tahap silkus krebs.
Reaksi kimia pada tahap ini, yaitu :
1. Dengan adanya TDP (thiamine diphosphate), piruvat
didekarboksilasi menjadi hidroksietil TDP terikat oleh komponen
kompleks enzim piruvat dehidrogenase. Produk sisa yang dihasilkan
adalah CO2.
2. Hidroksietil TDP bertemu dengan lipoamid teroksidasi, suatu
kelompok prostetik dihidroksilipoil transasetilase untuk membentuk
asetil lipoamid, selanjutnya TDP lepas.
3. Selanjutnya dengan adanya KoA-SH, asetil lipoamid akan diubah
menjadi asetil KoA, dengan hasil sampingan berupa lipoamid
tereduksi.
4. Siklus ini selesai jika lipoamid tereduksi direoksidasi oleh
flavoprotein yang mengandung FAD, pada kehadiran dihidrolipoil
dehidrogenase. Flavoprotein tereduksi dioksidasi oleh NAD+,

sehingga memindahkan ekuivalen pereduksi kepada rantai


respirasi.
Piruvat + NAD+ + KoA Asetil KoA + NADH + H+ + CO2
3. Siklus Krebs
Fungsi utama siklus krebs adalah sebagai lintasan akhir untuk oksidasi
karbohidrat, lipid dan protein. Hal ini terjadi karena glukosa, asam
lemak dan banyak asam amino yang termetabolisir menjadi asetil Ko-A
atau intermediet yang ada di dalam siklus tersebut.
Reaksi kimia pada tahap ini, yaitu :
1. Kondensasi awal asetil Ko-A memebentuk asam sitrat dikatalis oleh
enzim sitrat sintase menyebabkan sintesis ikatan karbon ke karbon
diantara atom metil pada asetil KoA dengan atom karbonil
oksaloasetat.
Asetil KoA + oksaloasetat + H2O sitrat KoA
2. Sitrat dikonversi menjadi isositrat oleh enzim akonitase yang
mengandung besi (Fe2+) dalam bentuk protein besi-sulfur. Konversi
ini terjadi pada dua tahap, yaitu dehidrasi menjadi sis-akonitat dan
rehidrasi menjadi isositrat.
3. Isositrat mengalami dehidrogenasi membentuk oksalosuksinat
dengan adanya enzim isositrat dehydrogenase. Diantara enzim ini
ada yang spesifik NAD+ hanya di temukan dalam mitokondria.
Oksidasi rantai terkait respirasi terhadap isositrat berlangsung
secara sempurna melalui enzim yang bergantung NAD+.
Isositrat + NAD+ + oksalosuksinat -ketoglutarat +
NADH + H+
4. -ketoglutarat terjadi dekarboksilasi oksidatif melalui cara yang
sama dengan dekaboksilasi oksidatif piruvat, dengan kedua
subtract berupa -keto.
-ketoglutarat + NAD+ + KoA suksinil KoA + CO2 + NADH +
H+
5. terjadi perubahan suksinil menjadi suksinat dengan enzim suksinat
tiokinase. Pada siklus ini , reaksi ini adalah satu-satunya contoh
pembentukan fosfat berenergi tinggi pada tingkatan subtract dan
terjadi karena pelepasan energy dari dekarboksilasi oksidatif ketoglutarat untuk menghasilkan ikatan disamping pembentukan
NADH. (setara~ 3P)
suksinil KoA + P + ADP suksinat + ATP + KoA
6. suksinat + FAD Fumarat + FADH2
reaksi dehidrogenasi pertama dikatalis oleh enzim suksinat yang terikat
pada permukaan membrane interna mitokondria. Reaksi ini adalah satusatunya reaksi dehidrogenasi dalam sikluskrebs yang melibatkan

pemindahan langsung atom hydrogen dari subtrat ke flavoprotein tanpa


peran NAD+. Enzim ini mengandung FAD dan protein besi-sulfur. Fumarat
terbentuk sebgai hasil dehydrogenase.
Energy yang dihasilkan pada siklus krebs :
Pada oksidasi yang dikatalisir oleh enzim dehydrogenase, 3 molekul NADH dan 1
FADH2 akan dihasilkan untuk setiap molekul asetil Ko-A. selama melintasi rantai
tersebut pereduksi NADH menghasilkan 3 ikatan fosfat berenergi tinggi melalui
esterifikasi ADP menjadi ATP dalam proses fosforilasi oksidatif. Fosfat berenergi
tinggi selanjutnya akan dihasilkan pada tingkat subtract pada saat suksinil Ko-A
diubah menjadi suksinat.
3 molekul NADH menghasilkan = 3 x 3P = 9P
1 molekul FADH2 menghasilkan = 1 x 2P = 2P
Pada tingkat subtract = 1P
Jumlah 12P
Satu siklus krebs akan menghasilkan 3P + 3P + 1P + 2P + 3P = 12P.
Perhitungan kalori
Total jumlah energi adalah 38 ATP.
Tahap glikolisis menghasilkan 2ATP
Tahap oksidai piruvat menghasilkan (2 x 3P) = 6ATP
Tahap siklus krebs menghasilkan (2 x 12P) = 24ATP

konversi energy kalori


1ATP = 0,4404 Kj/gram
1kal = 4,184 Kj/gram
38ATP = 38 x 0,4404
= 16,7352 Kj/gram
Kalori = 16,7352
4,184
= 3,99 = 4 kalori