Anda di halaman 1dari 2

Moralitas Demokrasi

Etika adalah teori tentang perilaku yang benar dan kehidupan yang baik.
Berdasarkan sifatnya, etika dapat dibagi menjadi: etika pribadi, yang
berlaku untuk orang perorangan dan etika sosial yang berlaku untuk
kelompok. Sedangkan moral adalah praktek yang sebenarnya perilaku
yang benar dan kehidupan yang baik. Istilah moral memiliki 2 arti yaitu:
kemampuan seseorang untuk memahami moralitas serta kapasitas nya
untuk membuat keputusan moral dan kinerja aktual dari tindakan moral
itu sendiri.
Niccol Machiavelli berpendapat bahwa Dalam administrasi publik,
kekuasaan adalah yang terpenting. Kebenaran dan etika hanyalah
masalah kekuasaan. Jika anda memiliki kekuasaan, maka anda akan selalu
benar. Pemenenag yang menulis buku-buku sejarah pada akhirnya adalah
orang yang mengatakan siapa yang benar dan siapa yang salah. Disisi
lain, Paul H. Appleby berpendapat bahwa, untuk sebuah negara bebas,
yang terpenting adalah pegawai negeri yang berbudi luhur serta memiliki
etika sosial untuk kepentingan umum. ketika warga melihat kesejahteraan
mereka sebagai individu dan kelompok yang terpisah darirepublik dan,
yang lebih penting, dari kesejahteraan republik, maka masyarakat akan
menjadi korup secara moral. Untuk menghindari itu, pegawai negeri harus
menjaga etika sosial moralitas demokratis. Bab ini menggambarkan
bagaimana pendapat Paul H. Appleby dapat diimplimentasikan untuk
menciptakan moralitas demokrasi yang bertujuan mensejahterakan
masyarakatnya.
Dalam etika moralitas, administrasi publik adalah sebuah profesi.
Moralitas demokratis membantu untuk mempertahankan bentuk
pemerintahan yang demokratis karena pegawai negeri dan pejabat publik
lainnya adalah bagian dari proses demokrasi yang merupakan
kepentingan pribadi menjadi kepentingan umum untuk tujuan semua
orang. Untuk itu etika sosial penting untuk dilakukan oleh administrator
publik yang bertujuan untuk membela kepentingan rakyat (demokrasi),
dan bukan untuk kepentingan kelompok/ pribadi. Kebaikan harus
dilakukan untuk seluruh masyarakat luas, oleh karena itu, pemanfaatan
sumber daya harus dilakukan dengan dengan efektif efisien untuk
kebutuhan semua orang daripada untuk sebagian kecil atau kelompok,
terlepas dari bagaimana pembuat kebijakan melakukan pembagian di
dalamnya.
Stephen Bailey mengidentifikasi tiga sikap mental penting dan tiga
kualitas moral yang diperlukan untuk perilaku etis yaitu: optimism,
keberanian dan keadilan berdasarkan kebaikan. Namun, diluar 3 aspek
penting tersebut, pegawai negeri juga harus memiliki kesabaran,
kejujuran, kesetiaan, keceriaan, kesopanan, kerendahan hati.