Anda di halaman 1dari 9

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA


LAPORAN PRAKTIK KEMUDI REM SUSPENSI
Semester IV

1. RODA GIGI KEMUDI TIPE WORM


AND PIN DAN WORM AND ROLLER

No. JST/OTO/OTO 6322/02

I.

Revisi : 01

Tgl. : 17 FEB 2016

100 menit
Hal 1 dari 9

KOMPETENSI
1. Membongkar dan memasang roda gigi kemudi tipe worm dan roller dengan prosedur
yang benar
2. Menganalisa kondisi benda kerja yang digunakan untuk praktikum

II.

ALAT DAN BAHAN


1. Roda gigi kemudi tipe worm and pin dan worm and roller
2. Tool box
3. Alat-alat ukur yang diperlukan

III.

KESELAMATAN KERJA
1. Mempergunakan alat sesuai dengan fungsinya
2. Bekerja dengan hati-hati dan teliti

IV.

DASAR TEORI
System kemudi adalah untuk mengatur arah kendaraan dengan cara membelokan roda
depan. Bila roda kemudi diputar, steering column akan meneruskan tenaganya ke steering
gear, steering gear memperbesar tenaga putar ini sehingga dihasilkan momen yang lebih besar
untuk menggerakan roda depan melalui steering linkage
Tipe system kemudi yang digunakan tergantung dari model mobilnya. Tipe yang
digunakan sekarang adalah tipe worm and pin dan tipe worm and roller. Pemilihan tipe

system kemudi tergantung dari model kendaraan, sistem suspensi,


sistem pemindah tenaga, berat kendaraan dan masih banyak faktor
lainnya.

1. Tipe worm dan pin

Dibuat oleh :

Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen


tanpa ijin tertulis dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

Diperiksa oleh :

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK KEMUDI REM SUSPENSI
Semester IV

1. RODA GIGI KEMUDI TIPE WORM


AND PIN DAN WORM AND ROLLER

No. JST/OTO/OTO 6322/02

Revisi : 01

Tgl. : 17 FEB 2016

100 menit
Hal 2 dari 9

Pada tipe ini, pin perpanjangan dari sector shaft yang terpasang di-slot pada worm
yang menyebabkan sector shaft berputar. Pin dipasang melalui bearing, saat lever sector
shaft berputar akan bergeser (sliding) bersama slot, sehingga aksi sliding melawan worm
dicover ke dalam rolling contact untuk mengurangi tahanan gesek.

2. Tipe worm and roller

Pada tipe ini tidak memakai pin namun memakai roller yang dapat
berputar pada worm pada saat sector shaft berputar. Kemiringan roda gigi rol
dan cacing Roda gigi rol dibuat miring terhadap poros roda gigi cacing untuk
memperbesar kontak gigi.

V.

LANGKAH KERJA
1. Mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan

Dibuat oleh :

Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen


tanpa ijin tertulis dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

Diperiksa oleh :

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK KEMUDI REM SUSPENSI
Semester IV

1. RODA GIGI KEMUDI TIPE WORM


AND PIN DAN WORM AND ROLLER

No. JST/OTO/OTO 6322/02

Revisi : 01

Tgl. : 17 FEB 2016

100 menit
Hal 3 dari 9

2. Melakukan pembongkaran roda gigi kemudi dengan langkah yang efektif, efisien, dan
sistematik

Cara kerja dari roda gigi tipe worm and pin :


Pada model ini pin yang berbentuk tirus bergerak sepanjang worm gear.
Sehingga saat Worm diputar pin akan bergerak ke kanan atau kekiri disepanjang worm
gear.Gerakan ini akan diteruskan untuk membelokan roda. Pitman arm akan bergerak
sesuai putaran dari batang poros, maksimal putaran pitman arm dari 4 kali putaran
batang kemudi.

Cara kerja dari roda gigi tipe worm and roller :


Worm gear berkaitan dengan sector roller di bagian tengahnya. Gesekannya
dapat mengubah sentuhan antara gigi dengan gigi menjadi sentuhan menggelinding.
Sehingga saat worm di putar maka roller akan bersentuhan dengan dengan worm
,sentuhan itu mengakibatkan gerakan putar pada sector yang akan diteruskan untuk
membelokan roda. Ketika batang kemudi di putar, diasumsikan 1 putaran maka gear
Dibuat oleh :

Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen


tanpa ijin tertulis dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

Diperiksa oleh :

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK KEMUDI REM SUSPENSI
Semester IV

1. RODA GIGI KEMUDI TIPE WORM


AND PIN DAN WORM AND ROLLER

No. JST/OTO/OTO 6322/02

Revisi : 01

Tgl. : 17 FEB 2016

100 menit
Hal 4 dari 9

worm akan menggeser / menggerakan roller sehingga pitman arm akan bergerak
sebesar 22,50
3. Melakukan pemeriksaan dengan pengamatan dan pengukuran pada komponenkomponen yang ada pada roda gigi yang sudah dilepas.
A. Worm and Pin

Kondisi fisik poros kemudi : kondisinya sudah mulai rusak, dibuktikan


dengan ulir yang sudah aus dan kondisi bearing yang sudah mulai kocak.
Kondisi fisik worm gear : kondisi worm gear masih bagus , dibuktikan
dengan tidak adanya keausan dan Nampak tidak ada kerusakan.
Kondisi gear pin : kondisi dari gear pin sudah jelek, ditunjukan dengan
keausan yang sangat besar pada pin.
Celah worm dan pin : celah worm dengan pin kondisinya sudah tidak bagus,
di tunjukan dengan hasil pengukuran melebihi 1 mm.
Perbandingan putaran : perbandingan putaran antara roda kemudi dengan
pitman arm ; 1 putaran roda kemudi menggerakan pitman arm sebesar 22,5 0
B. Worm and Roller

Dibuat oleh :

Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen


tanpa ijin tertulis dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

Diperiksa oleh :

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK KEMUDI REM SUSPENSI
Semester IV

1. RODA GIGI KEMUDI TIPE WORM


AND PIN DAN WORM AND ROLLER

No. JST/OTO/OTO 6322/02

Revisi : 01

Tgl. : 17 FEB 2016

100 menit
Hal 5 dari 9

Kondisi fisik poros kemudi : kondisinya sudah mulai rusak, dibuktikan


dengan kondisi bearing yang sudah mulai kocak dan tinggal 1.
Kondisi fisik worm gear : kondisi worm gear masih bagus , dibuktikan
dengan tidak adanya keausan dan Nampak tidak ada kerusakan.
Kondisi gear roller : kondisi dari gear pin sudah jelek, ditunjukan dengan
keausan dan sudah mulai kocak.
Celah worm dan roller : celah worm dengan pin kondisinya sudah tidak
bagus, di tunjukan dengan hasil pengukuran melebihi 1 mm.
Perbandingan putaran : perbandingan putaran antara roda kemudi dengan
pitman arm ; 1 putaran roda kemudi menggerakan pitman arm sebesar 22,5 0
C. Pengecekan pada mobil Toyota kijang

Pengukuran turning ratio : dari pengukuran kami di dapati turning ratio


mobil Toyota kijang sebesar 210
Dibuat oleh :

Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen


tanpa ijin tertulis dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

Diperiksa oleh :

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK KEMUDI REM SUSPENSI
1. RODA GIGI KEMUDI TIPE WORM
AND PIN DAN WORM AND ROLLER

Semester IV

No. JST/OTO/OTO 6322/02

Revisi : 01

Tgl. : 17 FEB 2016

100 menit
Hal 6 dari 9

Pengukuran kebebasan roda kemudi : kebebasan roda kemudi mobil kijang


sudah melebihi batas yaitu sebesar 71 mm

VI.

PEMBAHASAN
Dari praktik kami, kami mendapatkan hasil pengukuran dan hasil pengamatan seperti di
atas. Dari hasil di atas dapat kami bahas :
1. Tipe Worm and Pin

Hasil pengukuran turning ratio

= 16
Setiap 2 kali putaran stering well menghasilkan gerakan memutar 45
Kerusakan yang terjadi
- Keausan pada worm dan pin, celahnya lebih dari 1mm
- Kekocakan pada setiap sambungan, dikarenakan bearing yang sudah
rusak
Perawatan
Dibuat oleh :

Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen


tanpa ijin tertulis dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

Diperiksa oleh :

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK KEMUDI REM SUSPENSI
Semester IV

1. RODA GIGI KEMUDI TIPE WORM


AND PIN DAN WORM AND ROLLER

No. JST/OTO/OTO 6322/02

Revisi : 01

Tgl. : 17 FEB 2016

100 menit
Hal 7 dari 9

Oleskan paslin pada gear yang bertautan dan bagian yang bergerak
Penggantian komponen yang mengalami kerusakan seperi bearing, gear

pin, poros kemudi, dan lainnya.


Servis rutin agar tidak terjadi hal seperti diatas

2. Tipe Worm and Roller

Hasil pengukuran turning ratio

= 16

Setiap 2 kali putaran stering well menghasilkan gerakan memutar 45


Kemungkinan kerusakan
- Keausan pada worm dan sector roller, celahnya lebih dari 1mm
- Kekocakan pada setiap sambungan, bearing yang sudah kocak menjadi
penyebabnya.
Perawatan
-

Oleskan paslin pada gear yang bertautan dan bagian yang bergerak

mengganti komponen yang sudah rusak

3. Pada mobil Toyota Kijang

Dibuat oleh :

Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen


tanpa ijin tertulis dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

Diperiksa oleh :

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK KEMUDI REM SUSPENSI
Semester IV

1. RODA GIGI KEMUDI TIPE WORM


AND PIN DAN WORM AND ROLLER

No. JST/OTO/OTO 6322/02

Revisi : 01

Tgl. : 17 FEB 2016

100 menit
Hal 8 dari 9

Hasil pengukuran menggunakan turning table


Pada saat mengukur kami mendapatkan hasil 210

Hasil pengukuran kebebasan kemudi


Hasil yang kami peroleh adalah sebesar 71 mm, hasil ini sangat jauh dari
spesifikasi yaitu gerak bebas maksimum adalah sebesar 25 mm.
Perawatan

VII.

Mengganti jika komponen sudah rusak

Menyetel seperlunya jika melebihi spesifikasi

KESIMPULAN
Dari praktik yang kami lakukan dan dari data yang kami peroleh, kami mengetahui
bahwa system kemudi adalah salah satu system yang sangat fital di sebuah kendaraan. Jadi
jika system kemudi mengalami gangguan maka dapat menyebabkan efek yang beragam mulai
dari yang kecil sampai dapat menyebabkan kecelakaan yang sangat membahayakan
pengemudi dan penumpang.
Untu menghindari hal-hal semacam itu di lakukan servis rutin dan penggantian
komponen yang sudah tidak sesuai dan melebihi batas spesifikasi. Selain mengganti

Dibuat oleh :

Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen


tanpa ijin tertulis dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

Diperiksa oleh :

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK KEMUDI REM SUSPENSI
Semester IV

1. RODA GIGI KEMUDI TIPE WORM


AND PIN DAN WORM AND ROLLER

No. JST/OTO/OTO 6322/02

Revisi : 01

Tgl. : 17 FEB 2016

100 menit
Hal 9 dari 9

komponen yang rusak juga bisa dengan mengatur atau menyetel komponen secukupnya dan
tidak berlebihan .

Dibuat oleh :

Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen


tanpa ijin tertulis dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

Diperiksa oleh :