Anda di halaman 1dari 9

Kepastian Hukum Perkawinan

Usia Muda menurut Undangundang Nomor 1 Tahun 1974


dan Undang-undang Nomor 23
Tahun 2002
Ariati Caniago
1006200207
Hukum perdata

A. Latar belakang
Negara Indonesia telah menetapkan secara
khusus undang-undang perkawinan yaitu
Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 dan
peraturan pelaksanaannya dibentuk dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975.
Pada undang-undang tersebut terdapat sebuah
pasal yang menentukan batasan umur seorang
laki-laki dan perempuan yang terdapat pada
Pasal 7 ayat (1) yaitu perkawinan diizinkan
apabila pihak pria mencapai umur 19 tahun
dan pihak wanita mencapai umur 16 tahun.

Perkawinan usia muda tersebut dapat


dilangsungkan apabila ada permintaan
dispensasi yang dimintakan kepada kedua
orang tua dari kedua belai pihak atau walinya.
Dan dispensasi tersebut dimintakan kepada
pengadilan atau pejabat yang berwenang
dengan alasan bahwa hukum masing-masing
agama dan kepercayaan dari bersangkutan
memperbolehkannya.
Maka dari itu jika terjadi perkawinan usia muda
banyak akibat dan permasalahan yang timbul,
contoh lain bisa terjadi perceraian yang belum
layak disebut dewasa psikologinya dan juga
terjadi rusaknya alat reproduksi bagi wanita.

1. Rumusan Masalah
1. Apa faktor yang mempengaruhi terjadinya
usia muda ?
2. Bagaimana akibat hukum perkawinan yang
dilangsungkan anak dibawah umur menurut
Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 dan
Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 ?
3. Bagaimana kepastian hukum perkawinan
anak dibawah umur menurut Undangundang Nomor 1 Tahun 1974 dan Undangundang Nomor 23 Tahun 2002 ?

2. Faedah Penelitian
Secara Teoritis penelitian ini sebagai
masukan untuk pembaca yang ingin
menambah ilmu pengetahuan hukum
dan peningkatan wawasan bagi
pelaku hukum tentang peraturan
perkawinan anak dibawah umur
Secara praktis penelitian ini
diharapkan dapat dipertimbangkan
dikalangan untuk kepentingan
negara, bangsa dan masyarakat

B. Defenisi Operasional
Kepastian Hukum adalah suatu
peraturan yang dibuat dan
diundangkan karena mengatur
secara jelas dan logis
Perkawinan usia muda adalah
sebuah ikatan perkawinan yang
kedua pasangan berusia dibawah
minumum batasan umur atau
sedang mengikuti pendidikan sekolah

Metode penelitian
Sifat/materi penelitian : penelitan ini bersifat deskriptif
analitis yang mengarah ke yuridis normatif yaitu
dilakukan untuk putusan pengadilan dan peraturanperaturan yang tertulis. Materi penelitian ini terdiri data
sekunder.
Sumber data dalam penelitian ini terdiri :
1. bahan hukum primer: bahan hukum yang mengikat,
misalnya perundang-undangan
2. bahan hukum sekunder: bahan hukum yang
memberikan penjelasan, misalnya: buku-buku hukum
3. bahan hukum tersier: bahan hukum yang memberikan
petunjuk, misalnya: kamus-kamus, internet dan lainnya.

Lanjutan .....
Alat pengumpul data dalam penelitian ini
menggunakan studi pustaka yang hanya
memilah-milah buku-buku hukum, karya
ilmiah, peratuan perundang-undangan yang
relevan mengenai topik penelitian
Analisi penelitian digunakan analisi kualitatif
yang memberikan interpretasi terhadap data
yang diperoleh melalui kepustakaan,
selanjutnya diberikan interpretasi melalui
kaedah-kaedah hukum positif yang
berhubungan dengan pembahasan.

Jadwal Penelitian
Tahap persiapan pembuatan judul
dan proposal selama dua minggu
Tahap pengajuan proposal selama
dua minggu
Observasi dan pengumpulan data
selama dua minggu
Penulisan laporan penilitan selama
tiga minggu