Anda di halaman 1dari 5

Mencari Arah Dengan Bintang

24/06/2014 Eko Hadi G 1 Comment

Pernahkah anda terfikir sesaat bagaimana para pelaut ulung di masa lalu dapat berlayar dimalam
hari sedang pada saat itu navigasi tak secanggih saat ini? Sebuah tekhnik navigasi ternyata telah
dimiliki oleh para pelaut ulung dimasa lalu yaitu menggunakan bintang-bintang di langit malam.
Dengan menarik garis dari bintang ke bintang ternyata bintang mampu menunjukkan kepada kita
arah penjuru mata angin. Pada bahasan kali ini kita akan membahas bagaimana cara menemukan
arah mata angin menggunakan bintang-bintang saat langit malam tiba dan cara ini hanya dapat
anda terapkan bila mana anda berada dilokasi disekitar garis katulistiwa dengan posisi garis
lintang 0 derajat hingga garis lintang + 20 dan 20. Seluruh kota di Indonesia mampu
menerapkan tekhnik navigasi ini. Namun sebelum itu kita akan bahas sedikit tentang apa itu rasi
bintang.

Rasi bintang merupakan pembagian wilayah langit yang digunakan oleh para astronom guna
memetakan posisi dari objek-objek langit diangkasa sana. Umumnya rasi bintang atau konstelasi
membentuk sebuah konfigurasi khusus. Dengan menarik garis lurus antar bintang ke bintang
maka sebuah konfigurasi akan terbentuk. Contohlah rasi bintang gubuk penceng. Rasi bintang
gubuk penceng merupakan rasi bintang yang berada di wilayah belahan langit sebelah selatan.
Jika kita hubungkan antara bintang-bintangnya, maka ia akan nampak seperti rumah yang
dibangun namun sedikit miring karenanya disebut sebagai rasi bintang gubuk penceng. Rasi
bintang gubuk penceng dalam istilah internasional juga disebut sebagai rasi bintang Crux.
Apakah hanya itu saja rasi bintang itu? Tak hanya rasi bintang crux saja, ada pula rasi bintang
centaurus, carina, ursa mayor dan setidaknya ada 88 rasi bintang dalam bola langit yang
digunakan oleh para astronom guna memetakan wilayah-wilayah langit. Dari 88 rasi bintang yang
ada di dalam bola langit, ada beberapa rasi bintang yang dapat kita gunakan untuk mencari arah
mata angin salah dua diantaranya adalah rasi bintang Crux atau Gubug Penceng dan rasi bintang
Ursa Mayor atau rasi bintang Biduk.
Sang
Penunjuk
Arah
Selatan
Rasi bintang gubuk penceng atau rasi bintang crux merupakan salah satu dari rasi bintang terang
dibelahan langit selatan. Saat musim kemarau datang rasi bintang ini akan mudah kita temukan
dilangit dengan formasi bintang seperti gambar dibawah ini. Rasi bintang Crux setidaknya
memiliki 4 bintang terang dan masing-masing bintang memiliki nama bintang seperti Alpha Cru
(acrux), Beta Cru (Mimosa), Delta Cru, Gamma Cru(Gacrux) dan Epsilon Cru yang paling redup.

Rasi bintang Crux dengan nama-nama bintang terangnya. Sumber : Stellarium


Setelah kita tau formasi dari rasi bintang crux beserta nama-nama bintangnya, maka untuk
menemukan arah selatan mata angin tariklah garis lurus dari bintang Gacrux melewati bintang
Acrux hingga ke arah cakrawala/horizon. Setelah anda dapatkan maka Itulah arah selatan!.

Dengan menarik garis lurus pada rasi bintang Gubuk Penceng/Crux dari bintang Gacrux
melewati bintang acrux menuju horizon maka arah selatan akan kita dapatkan. Sumber :
Meita Candra S, 2014
Sang
Penunjuk
Arah
Utara
Jika kini anda telah dapat menemukan arah selatan mata angin, lantas bagaimana dengan arah
utara? Dibelahan langit utara juga terdapat salah satu rasi bintang terang yang dapat kita gunakan
untuk mencari arah utara mata angin. Ia adalah rasi bintang ursa mayor atau oleh masyarakat
Indonesia disebut sebagai rasi bintang biduk. Rasi bintang biduk memiliki konfigurasi bintang
mirip sepeti sendok terbalik. Secara keseluruhan ada 7 bintang terang didalamnya mereka adalah
Dubhe, Merak, Phad, Megrez, Alioth, Mizar dan Alkaid.

Rasi bintang Ursa Mayor dengan nama bintang-bintangnya. Sumber : Stellarium


Unik bukan nama-nama bintangnya? Nah dari ketujuh bintang ini, dua diantara mereka jika kita
tarik garis lurus menuju horizon maka arah utara mata angin akan kita dapatkan. Kedua bintang
tersebut bintang Merak dan Dubhe. Tariklah garis lurus dari bintang Merak melewati bintang
Dubhe hingga ke arah cakrawala/horizon maka garis yang terbentuk menuju cakrawala adalah
arah utara.

Dengan menarik garis lurus pada rasi bintang Gubuk Penceng/Crux dari bintang Gacrux
melewati bintang acrux menuju horizon maka arah selatan akan kita dapatkan. Sumber : Eko
Hadi G, 2014