Anda di halaman 1dari 3

TUGAS AKHIR

MANAJEMEN RISIKO

Oleh:
BAGUS SETIAWAN / NBI 211307915
KELOMPOK 5

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA


SURABAYA
2015
GELIAT KEBUTUHAN ASURANSI DI INDONESIA
Dunia asuransi sudah sangat identik dengan manajemen risiko. Maklum, asuransi
adalah salah satu teknik di dalam manajemen risiko. Perusahaan asuransi adalah

perusahaan yang menerima pengalihan risiko dari tertanggung. Sehingga aktifitas


keseharian perusahaan adalah mengelola risiko pihak lain.
Manajemen risiko merupakan proses terstruktur dan sistematis dalam
mengidentifikasi, mengukur, memetakan, mengembangkan alternatif penanganan
resiko, dan memonitor dan
mengendalikan penanganan resiko. Menurut Djohanputro (2008)
Adapun ilmu yang digunakan dalam bidang asuransi bernama ilmu aktuaria atau ilmu
gabungan antara ilmu matematika, statistik dan probabilitas (kemungkinan). Ilmu
inilah yang kemudian menjadi sebuah acuan atau satuan alat tolak ukur yang
digunakan perusahaan asuransi untuk mengukur estimasi tingkat ketepatan besaran
resiko kerugian klaim yang akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.
Dari paparan diatas perkembangan asuransi di Indonesia sendiri dimulai sejak
bergabungnya Asuransi Bendasraya dengan PT Umum Internasional Underwriter
(UIU) menjadi PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo yang merupakan perusahaan
asuransi milik negara disamping Taspen, Asabri dan Jamsostek yang kini bernama
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Semenjak tahun 1980, perkembangan asuransi di Indonesia mengalami peningkatan
yang sangat pesat. Hal tersebut terlihat dari maraknya berbagai perusahaan asuransi
asing dan lokal yang mulai membuka bisnis di Indonesia. Beberapa diantaranya
seperti Allianz, Prudential, AXA, AIA, Cigna, Manulife, dan lain sebagainya. Salah
satu perusahaan asuransi dengan peserta terbesar di Indonesia saat ini adalah asuransi
BPJS dengan jumlah peserta sebanyak 131,9 juta jiwa (tahun 2014) yang akan
diproyeksikan akan mencapai jumlah 168 juta pada tahun 2015 dan 257,5 juta jiwa
pada tahun 2019 (mencakup seluruh populasi Indonesia).
Seiring dengan perkembangan asuransi yang semakin meningkat, menandakan
kesadaran masyarakat semakin meningkat pula. Ini adalah kemajuan yang baik bagi
Indonesia. Namun, masih banyak pula sebagian orang yang menganggap sistem
asuransi tidak fair dan syarat mengurusnya yang sulit. Faktanya bahwa memang
adanya syarat yang begitu rumit menjadi kelemahan asuransi di mata masyarakat.
Hal ini yang harus menjadi tantangan bangsa Indonesia untuk lebih memahami apa
manfaat asuransi bagi kehidupan.

DAFTAR PUSAKA
- http://www.berjibaku.com/2014/12/sejarah-perkembangan-asuransi-di-indonesia-danpengertiannya.html
- http://www.sanabila.com/2015/05/sejarah-perkembangan-asuransi.html
- http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/09/manajemen-resiko-definisi-dan-manfaat.html